
Sesuai dengan obsesinya yang ingin menjadi orang kaya memang terkabul
Dengan menjadi istri tn Baron akhirnya menjadikan Wina benar benar kaya materi
Hampir semua yang diinginkan tercukupi
Tapi itu semua tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan batin seperti saat masih berstatus istri tn Wicaksono
Tn Baron memperistrinya hanyalah karena menuruti permintaan Rini
Saat itu Rini memang sangat ingin mengalahkan Nina
Niatnya hanya merebut semua yang dimiliki nina
Rini merasa ada peluang
Ketika Wina seperti mengumpankan diri untuk direbut Rini
Bahkan demi mengalahkan Nina
Rini mengancam akan bunuh diri bila tak menjadikan Wina sebagi istri tn Baron
#Flashback on
Rini menginginkan Wina hanya karena tidak menyukai Nina
Nina yang selalu juara kelas
Nina yang mempunyai dan disukai banyak teman
Nina yang disayang guru gurunya
Nina yang mempunyai orang tua lengkap
.....semua yang diinginkan Rini dimiliki oleh Nina..
Sedangkan Rini merasa tidak mempunyai apapun kecuali harta yang berlimpah
Segala hal yang diminta selalu dituruti ayahnya yang selalu sibuk
Sifat keras kepalanya yang muncul akibat terlalu di manja membuat Rini selalu mau menang sendiri
Membuatnya tidak ada yang menyukai
Hingga suatu saat,
Wina yang saat itu sedang menjemput Nina menghampiri Rini yang sedang duduk sendiri menunggu mobil jemputan nya
"Hai cantik.....sedang menunggu jemputan ya"
Wina memulai obrolan,jenuh juga menunggu Nina yang sedang dipanggil ke ruang kepala sekolah
__ADS_1
Terkait Nina yang akan mengikuti lomba matematika antar sekolah
Rini menoleh ke arah Wina
"Itu jepit rambutmu mau lepas...boleh Tante betulkan"
Wina tersenyum ke arah Rini
Rini mengangguk,senang rasanya ada yang memperhatikan
Wina meraih kepala Rini...mengelus elus rambutnya merapikan....
Dilepasnya jepit rambut yang agak melorot karena terlepas kaitannya
"Rambutmu bagus sekali....harum lagi...
Pasti mamamu rajin mengeramasi rambutmu"
Wina terus membelai membetulkan tatanan rambut Rini
"Mama Rini sudah meninggal Tante.."
Rini menjawab sambil menundukkan wajah hampir menangis
"Ehh.....maafkan Tante sayang...
Namamu Rini ya...bagus sekali...
Jangan bersedih nanti hilang cantiknya..."
Wina ganti mengelus wajah Rini sambil menghapus air matanya
Rini terdiam,lama dia tidak mendapat sentuhan lembut itu sejak mamanya meninggal karena kanker sejak Rini masih kelas 1 SD
"Mamaaa..."
Tiba tiba Nina yang sudah selesai urusannya dengan guru dan kepala sekolah menghampiri mamanya yang datang menjemput
Rini dan Wina berbarengan menoleh ke arah asal suara
Rini mengerjapkan mata
"Dia lagi...."
Rini menggerutu dalam hati,ternyata wanita yang mulai disukainya adalah mama dari teman yang tidak disukainya
"Hai Rin....belum dijemput ya"
Nina menyapa Rini dan duduk diantara mamanya dan Rini
"Belum"Rini menjawab singkat sambil melengos
__ADS_1
"Maa...kita temani Rini dulu ya...nunggu jemputan nya datang..."
"Baiklah...sini Rin... Tante rapikan lagi rambutmu"
Rini pindah tempat duduk ke samping kiri Wina ,jadilah Wina duduk di tengah
Kembali Wina membetulkan jepit rambut Rini
Beberapa saat mobil jemputan Rini datang
Rini berpamitan dan langsung masuk mobil lalu pulang
"Waahh mobilnya bagus sekali....dia pasti anak orang kaya...
Seandainya yaaa...mas Wicaksono juga kaya.....
aaahhhh....aku bosan jadi orang miskin"
Wina menggerutu dalam hati sambil matanya mengikuti arah mobil Rini yang berlalu
"Mama melamun..?"Nina menyentuh tangan Wina...
Wina tersenyum kecut lalu menggandeng tangan Nina
Menuju sepeda motor butut yang biasa dipakai Wina mengantar jemput Nina.
Sejak itu interaksi antara Rini dan Wina mulai sering terjadi
Rini suka melihat reaksi Wina ketika dia menceritakan betapa mewah rumahnya yang seperti istana
Kolam renangnya yang besar
Rini sengaja menemani Wina menunggu Nina pulang sambil pamer kemewahan yang dia miliki
Baru Wina lah yang tertarik ketika Rini pamer
Biasanya yang diajak cerita akan cuek dan malah berwajah sebal melihatnya
Mereka menemukan kecocokan saat mengobrol
Dan mulai merasa kedatangan Nina malah mengganggu obrolan mereka
Rini makin menemukan celah untuk merebut salah satu kebahagiaan Nina
Entah dengan cara bagaimana
Kenyataannya Rini berhasil merenggut mama Wina dari sisi Nina
Tanpa merasa berdosa sedikitpun Rini justru merasa bangga
Otak jahat yang sudah diturunkan ayahnya,membuat Rini tidak tersentuh meskipun tahu kalau alasan dangkalnya telah menganjurkan hati Nina...bahkan keluarganya
__ADS_1