
siang hari menuju sore hari
bel rumah berbunyi dari luar sehingga shandrianna yang sedang membaca buku itu langsung menutup bukunya dan segera berjalan menuju pintu utama.
ceklek
" aileen ! "
" Gisel sayang " sapa shandrianna.
" hay tante ! apa kabar ?" tanya gisel , dia tidak sendirian melainkan bersama Lion juga.
" baik sayang. mau jenguk aileen ya ? aileen ada dikamar nya , masuk lah "
" ayo kak " ajak gisel memegang tangan Lion sedangkan yang satunya membawa parsel buah-buahan.
" ini untuk aileen " kata Lion.
shandrianna menerimanya " Terima kasih " ucapnya.
" sama-sama "
mereka bertiga pun masuk kedalam rumah " Hmm sayang jika mau lihat aileen itu ada dikamar nomor dua , tante tidak bisa turun naik tangga dengan cepat nanti tante bawakan makanan ke atas ya. "
" Karena adik bayi ya tante, wah perutnya sudah besar. aileen akan segera punya adik. " ucapnya mengelus perut shandrianna.
" iya sayang "
" Dimana daddy nya aileen tante ?" tanyanya.
" daddynya harus ke kantor sayang , sebentar lagi juga pulang. "
" Gisel naiklah. kakak duduk disini saja " ucap Lion.
" yasudah "
Gisel berlarian menuju ke kamar Aileen, sedangkan shandrianna berbalik menatap Lion.
" Duduklah pak saya buatkan minuman. "
" iya "
" hmm sebaiknya jangan terlalu repot, tidak baik merepotkan wanita yang sedang hamil. " sambung Lion.
" Tidak Repot hanya beberapa camilan dan minuman saja. " jawab shandrianna yang menuju ke dapur rumah.
sedangkan Lion ia duduk di ruang tamu dan melihat foto pernikahan bagas dan shandrianna beberapa tahun yang lalu.
" Wajahnya tidak berubah " batinnya.
shandrianna datang membawa nampan berisi kue dan juga jus jeruk.
" silahkan diminum "
" terima kasih "
lalu shandrianna duduk di kursi satu yang berhadapan dengan Lion.
Lion pun menyicip kue yang dibawa shandrianna, saat digigit begitu lembut dan rasanya tidak terlalu manis tapi sangat enak pas dimulut.
" enak sekali " batinnya.
" Apa kau membuatnya sendiri ?" tanya Lion.
" iya "
" ini enak " pujinya.
" terima kasih, karena daddy nya aileen suka kue jadi aku membuatnya saat tidak ada pekerjaan. "
" Dia beruntung punya istri yang pintar memasak dan cantik " ucapnya namun kata cantik itu dia ungkapkan dengan pelan.
" ha terima kasih pak Lion "
Mata Lion memandang wajah shandrianna yang tersenyum itu lalu kearah perut shandrianna yang sudah besar itu.
" Kenapa suamimu bekerja disaat kau hamil besar ? bukankah tidak baik meninggalkan wanita dirumah sendirian seperti ini ?"
" Biasanya mas bagas tidak bekerja tapi hari ini ada rapat penting yang harus dia hadiri. lagipula aku tidak mempermasalahkannya, dia sangat tanggap baru aku telpon dia langsung pulang. "
Lion mengangukkan kepalanya, seperti nya dia menganggap shandrianna sangat mencintai bagaskara.
***
sementara itu di kantornya bagaskara sedang mengerjakan pekerjaannya sampai selesai barulah ia bisa kembali dengan tenang.
__ADS_1
tapi kenapa hatinya merasa tidak enak pikirnya, seperti ada sesuatu yang mengganjal membuatnya tidak nyaman. akhirnya untuk mengobati rasa tidak enaknya itu ia menelpon shandrianna.
tut..tut...tut
📱 " halo mas bagas ?" suara shandrianna terlihat baik-baik saja.
" sayang sedang apa ? mas khawatir meninggalkanmu terlau lama "
shandrianna tersenyum mendengar bagaskara berucap seperti itu, dia keluar dari ruang tamu ke depan pintu mengangkat telpon bagas.
tapi Lion bisa mendengar semua nya.
📱 " Jangan khawatir sebaiknya selesaikan pekerjaan mas baru kembali, jadi besok tidak perlu ke kantor. "
📱 " mas merindukan aku ? atau merindukan baby kita ?" tanyanya.
" hmm dua-duanya. tapi ... mas lebih merindukan pelukan mommynya " goda bagaskara.
📱 " Apasih mas jangan bicara seperti itu, mas bagas sedang apa ? sudah makan kan ?" tanyanya yang mengkhawatirkan bagas.
" sudah sayang. tapi rasanya sangat hampa kalau bukan buatan istri mas, jadi pengen pulang terus dimasakkan sesuatu yang enak. "
📱 " Nanti aku buatkan makan malam, tapi beberapa bahan sudah habis mas beli ya di supermarket. nanti aku kirimkan catatannya. "
" iya kirimkan saja "
" yasudah mas tutup dulu ya, biar cepat selesai dan langsung pulang. "
📱 " Iya mas , dah aku mencintaimu mas bagas "
" mas sangat mencintaimu. "
shandrianna tersenyum senang dan saat ia berbalik Lion sudah ada dibelakangnya.
" pak ... pak Lion " ucapnya.
" maaf saya mau tanya dimana kamar mandinya ?"
" oh itu ... disebelah kanan pintu paling ujung "
" terima kasih "
malam hari
bagaskara baru saja pulang, mobilnya ia parkirkan di depan halaman karena dia bawa kunci tidak perlu membangunkam shandrianna.
diambilnya jam itu " punya siapa ini ?" pikir bagaskara.
karena tidak ingin berpikiran buruk, dia kekamar atas dulu pertama-tama ia membuka kamarnya tapi tidak ada siapapun. jadi dia ke kamar sebelah.
ceklek
Ternyata benar shandrianna ada disana sedang menemani Aileen tidur.
" Sayang "
shandrianna tersenyum.ketika tau suaminya pulang " mas " katanya pelan karena aileen sudah tidur.
" Sudah tidur ?" dia bertanya tentang aileen.
" baru saja, tadi menangis merasa agak sakit jadi aku tenangkan. "
bagaskara menganguk mengerti " Aileen sudah tidur kita kekamar yuk, mas lelah. "
Dengan berhati-hati shandrianna menidurkan aileen di kasurnya yang tadinya ada di pahanya.
bagas membantu shandrianna bangun, dia ingin bertanya tentang jam itu.
" Sayang apa ada orang yang datang tadi ?" tanya bagaskara.
ceklek
keduanya masuk kedalam kamar " iya tadi ada Pak Lion dan Gisel datang menjenguk aileen. " jawab shandrianna.
" Ini ada di kamar mandi." bagaskara memberikan jam tangan pada shandrianna..
" eh kenapa ada disini, apa dia melupakannya " ujar shandrianna.
" Apa saja yang dia katakan ?"
" tidak banyak "
" iya tapi apa sayang " keduanya duduk di ranjang menunggu jawaban shandrianna.
" dia bertanya kenapa mas bagas masih bekerja, sedangkan aku hamil besar apa tidak memikirkanku. aku Jawab kalau mas bagas sering dirumah bahkan tidak mau bekerja tapi karena ada urusan mendadak ya aku suruh bekerja saja. "
__ADS_1
mendengar itu Bagaskara menjadi takut Lion berusaha menghancurkan Rumah tangga mereka, walau dia tidak menuduh tapi dari perkataan shandrianna ada yang aneh menurutnya.
" Lain kali jangan masukkan pria kerumah jika mas tidak ada, mas tidak mau orang lain berpikir tidak-tidak tentang rumah tangga kita. "
" tidak mas kami hanya duduk diruang tamu berjauhan juga. "
" kau membelanya ?" tanya bagaskara.
" apasih mas aku berkata jujur "
" tapi terlihat seperti membela "
" mas bagaskara lelah ya jadi marah-marah seperti ini ?"
bagaskara masih diam sekarang dia jadi takut jika benar-benar meninggalkan shandrianna sendirian. baru sehari ditinggal sudah ada pria yang masuk dan berusaha menghasut pikiran istrinya pikirnya.
" Yasudah mas mau apa ? biar tidak marah " tanya shandrianna.
bagaskara menatap shandrianna dan tersenyum menyipitkan matanya " mau jenguk anak kita "
" mas " shandrianna tersenyum malu.
" sebentar lagi lahir sayang jadi mas tidak bisa menjenguknya lagi, boleh ya "
" iya mandilah dulu mas bagas bau "
" bau ? " bagas mencium tubuhnya.
" hmm benar , yasudah tunggu mas ya disini. eh tapi ... hari ini mas tidak mau yang seperti biasa "
" kenapa ?"
" Istri mas diatas hahha "
" mas bagas ! "
bagaskara tertawa puas lalu ia masuk kedalam kamar mandi, terdengar suara gemercik air lalu shandrianna merapikan ranjang lagi walau dia tau sebentar lagi akan seberantakan apa.
ceklek
bagaskara keluar dengan rambut yang basah, shandrianna menoleh dan tersenyum melihat bagaskara yang terlihat macho seperti ini.
" mas sudah makan ?" tanya shandrianna.
" lupa ya, bukankah istri mas sudah memesankan makanan tadi di kantor "
" oh iya lupa heheh "
" hmm bilang saja mau menghambat waktu , tidak mempan sayang " bagaskara memeluk shandrianna dan keduanya tertawa.
" apasih mas yasudah sana pakailah baju dulu. "
" eh untuk apa ? kan sebentar lagi saja tidak berpakaian " bisik bagaskara
" Dasar Cabul " kata shandrianna.
" tapi suka kan ?"
" Apasih mas "
" jawab dulu "
" iya ... iya "
Bagaskara tersenyum lalu menggendong shandrianna ke ranjang, dia buka kancing atas gaun malam yang dipakai shandrianna.
" Sayang "
" iya "
" Mas mau tanya. kalau sedang menyusui apakah terasa sakit ?"
" apanya ?"
" tuh " tunjuk bagaskara memancungkan mulutnya.
" mas tidak akan tau bagaimana rasanya jadi tidak bisa kukatakan. "
" Kata teman mas saat bayi baru dilahirkan dan disusui oleh ibunya rasanya sangat sakit, ada rasa perih dan ngilu seperti digigit sampai istrinya menangis. "
" tergantung seberapa kuatnya "
" mas kuat tidak ?" tanya bagas mengedipkan sebelah matanya.
" sangat " jawab shandrianna.
__ADS_1
dan akhirnya malam itu keduanya memadu kasih sebelum bayi mereka lahir, dan tentunya dengan pelan dan lembut.