
Nina duduk di kursi yang ada di sekitar area itu sambil menunggu Indra
Disandarkan punggungnya dengan santai
Matanya mengedar melihat orang orang yang lalu lalang
Ketika tiba tiba Nina terbelalak kaget saat melihat seseorang ...
Matanya bersirobok dengan orang itu
Sesaat orang itu juga tampak kaget melihat Nina
Seorang wanita yang pernah membuat Nina merindu,
sangat dicintai sekaligus sangat ingin dihindari Nina
"Mama...."mulutnya bergumam sambil tangannya menutup mulutnya yang terbuka kaget
Terlihat Wina menepuk pundak seseorang yang tak lain Rini sambil menunjuk ke arah Nina....
Mau menghindar sudah terlambat
Wina dan Rini sudah melihatnya
Dan tergesa gesa menghampiri Nina..
"Haaaiii ninaa...!!!.
Kamu Nina kannn...!!
.apa kabarnya..."
Rini sumringah menyapa Nina...
Entah tulus entah pura pura
Sambil pipinya mencium 2 pipi Nina...
"Kangen lhooo lihat kamu"
Rini berkata sambil tersenyum mencibir
senyum nya terlihat sinis
Matanya menatap menelisik Nina dari atas kebawah
Nina yang masih kaget memasang wajah bengong
Tidak tau harus bagaimana
"Hai Nina sayang...makin cantik saja....
Tante sampai pangling lho.."
Wina ikut menyapa Nina tak kalah sinis dari rini
"Tan....tantee...??"
Mata Nina membulat saat Wina membahasakan dirinya 'Tante'
Nina gugup merespon sapaan Wina
Bingung bercampur sedih dan juga kaget
Benar benar tak tau harus bagaimana
Tangannya terulur mencium punggung tangan Wina sambil airmatanya berurai
Hati Nina teriris nelangsa
Ingin memeluk tapi batasan tinggi sudah diciptakan Wina saat dirinya membahasakan dirinya 'tante'
"Iyaa...ini mama aku...masak lupa"
Rini tertawa merasa lucu dengan situasi yang terjadi
Entah terbuat dari apa hati gadis itu
Senang melihat raut wajah Nina yang mendadak kacau
Nina masih diam mematung...kebingungan
Masih berusaha menahan tangis..
"Kenapa harus begini...
Bagaimana ini...
Apa yang harus aku lakukan.....
Mas Indra kamu kemana "
Nina merintih dalam hati
Tetap menahan tangisnya...
Tubuhnya terasa limbung
Wajahnya pucat kebingungan
"Kamu lagi cuci mata cari hiburan ya...
__ADS_1
kok gak beli apa apa sii...
Kita malah sudah kerepotan bawa belanjaan"
Rini masih tetap seperti dulu,tidak berubah
Tetap memandang rendah seorang Nina
Nina benar benar bungkam tidak bisa berkata kata
Berharap Indra segera datang dan segera membawanya berlalu dari situ
Ternyata semesta merespon harapan nina
"Sayaaaanggg ...mas nyariin kamu"
Indra tiba tiba muncul dihadapannya
Nina merasa situasinya terselamatkan
Nina menatap memohon pada Indra
Ingin segera dibawa menghilang dari situ
Indra menggamit dan menggandeng tangan Nina
Hendak mengajaknya berlalu
Nina menggenggam erat tangan
Indra...mencari pegangan agar kakinya tidak lagi goyah
Rini kaget saat menyadari kalau lelaki yang mendekati Nina adalah Indra
Cowok impian yang sedang menjadi targetnya
"Indraaa.....Indra kann..."
Rini mendekat ke arah Indra memastikan pandangannya
Indra mengernyit mencoba mengingat
"Rini ya,putrinya tuan Baron .."
Indra langsung mendekati Nina
Teringat saat Rini bersikap cukup agresif padanya....
Tangan Indra langsung memeluk bahu nina
mengecup lembut pucuk kepala Nina
"Kok Indra kenal siii sama Nina.."
Rini bersuara manja
"Iyaa...Nina calon istri saya"
Rini sempat terkejut
'Apaaa...Nina lagi yang memiliki apa yang aku inginkan'Rini menggerutu kesal dalam hati
"Oh ada nyonya Wina juga ya
Selamat malam nyonya
Mohon maaf kami pamit pergi dulu"
Indra baru sadar ada Wina di dekatnya
Indra tidak tau apa yang sebenarnya terjadi
Baginya dua perempuan menyebalkan yang ada di hadapannya,cukup alasan untuknya segera pergi dari situ
Tanpa memerlukan jawaban
Indra langsung berlalu sambil menggenggam erat jemari Nina
Pergi dari situ tanpa menoleh ke belakang
Rini seperti kebakaran jenggot mengetahui bahwa Indra ternyata pacar Nina
"Awas kau....akan ku rebut Indra....
Merebut ibumu saja aku bisa
Apalagi cuma merebut calon suami"
cibirnya sinis
Rasa iri kepada Nina masih bertahta dihatinya
Bahkan setelah menghancurkan hati Nina dengan merebut wina
Rini belum merasa puas
Wina terdiam tanpa suara
Hatinya ikut tersayat saat tadi melihat raut sedih Nina
Saat dia membahasakan dirinya "Tante"
__ADS_1
Wina menyadari bahwa situasi tadi membuat Nina sangat terpukul
"Maafkan mama nak,mama tak berdaya menolak ancaman Rini"
Mata Wina memanas menahan tangis
"Maa..... Ingat yaa..
mama harus tetap membahasakan diri' Tante' kalau ketemu Nina....
Biar dia tahu rasa"
Rini mengancam Wina seperti biasanya
Makin panas hati Rini sekarang
Makin iri kepada Nina karena ternyata Indra cowok yang di impikannya adalah pacar nina
"Maaa...mama denger gakk...
Kokk diem saja diajak ngomong"
nada suaranya sudah berubah bentakan
"Iyaa Rin,mama dengar"Sahut Wina lirih
Sementara Indra yang sedang menggandeng Nina merasa ada sesuatu yang tidak beres
"Kamu kenapa sayang ...kok pucet gitu..."
Tangan Indra menangkup wajah Nina..
"Kamu sakit...??"
"Mas....mas kenal Rini ya?"
Nina bertanya tanpa menjawab pertanyaan Indra
"ohh...cewek tadi ?..
Da itu anaknya tn Baron teman bisnis Om Edward...
Kenapa....?
Jangan bilang cemburu ya...dia gak level sama kamu !!"
"Kalau sama mamanya tadi??"
"ya mas tau....
Waktu pertemuan dengan Tn baron.
dia bersama istri dan anaknya itu
Kami berkenalan
Ya sebatas itu
kamu kenapa sayang...
mas ketemu mereka cuma sekali waktu itu saja"
Indra merasa heran dengan pertanyaan Nina
"Heii dengarkan mas
Tidak akan ada yang bisa menggeser posisimu dari hati mas...
Kamu harus tau itu
Cuma kamu satu satunya yang ada di hati mas...
Jangan cemburu hanya untuk gadis seperti itu...!!"
Indra meyakinkan Nina sambil mencium keningnya
Nina masih diam....
Hatinya menjadi gamang dan bingung
Aku harus bagaimana ini....
Apa mas Indra perlu tau tentang Rini dan mama wina
Hubungan kami belum lama dan aku juga belum tau ke depannya bagaimana
Tapi mas Indra ternyata mengenal mereka
Bagaimana kalau mas Indra tau kejadiannya dengan versi yang salah
Bagaimana bila ayah tau ini
Nina sangat takut ayah terluka lagi
Biarkanlah ....
Nina akan simpan sendiri dulu kisah sedih ini
Nina meyakinkan dirinya sendiri
Menyimpan sendiri luka dan sedih yang berkecamuk di hatinya
__ADS_1