Hanya Kamu

Hanya Kamu
Bertemu kembali


__ADS_3

Nina duduk di kursi yang ada di sekitar area itu sambil menunggu Indra


Disandarkan punggungnya dengan santai


Matanya mengedar melihat orang orang yang lalu lalang


Ketika tiba tiba Nina terbelalak kaget saat melihat seseorang ...


Matanya bersirobok dengan orang itu


Sesaat orang itu juga tampak kaget melihat Nina


Seorang wanita yang pernah membuat Nina merindu,


sangat dicintai sekaligus sangat ingin dihindari Nina


"Mama...."mulutnya bergumam sambil tangannya menutup mulutnya yang terbuka kaget


Terlihat Wina menepuk pundak seseorang yang tak lain Rini sambil menunjuk ke arah Nina....


Mau menghindar sudah terlambat


Wina dan Rini sudah melihatnya


Dan tergesa gesa menghampiri Nina..


"Haaaiii ninaa...!!!.


Kamu Nina kannn...!!


.apa kabarnya..."


Rini sumringah menyapa Nina...


Entah tulus entah pura pura


Sambil pipinya mencium 2 pipi Nina...


"Kangen lhooo lihat kamu"


Rini berkata sambil tersenyum mencibir


senyum nya terlihat sinis


Matanya menatap menelisik Nina dari atas kebawah


Nina yang masih kaget memasang wajah bengong


Tidak tau harus bagaimana


"Hai Nina sayang...makin cantik saja....


Tante sampai pangling lho.."


Wina ikut menyapa Nina tak kalah sinis dari rini


"Tan....tantee...??"


Mata Nina membulat saat Wina membahasakan dirinya 'Tante'


Nina gugup merespon sapaan Wina


Bingung bercampur sedih dan juga kaget


Benar benar tak tau harus bagaimana


Tangannya terulur mencium punggung tangan Wina sambil airmatanya berurai


Hati Nina teriris nelangsa


Ingin memeluk tapi batasan tinggi sudah diciptakan Wina saat dirinya membahasakan dirinya 'tante'


"Iyaa...ini mama aku...masak lupa"


Rini tertawa merasa lucu dengan situasi yang terjadi


Entah terbuat dari apa hati gadis itu


Senang melihat raut wajah Nina yang mendadak kacau


Nina masih diam mematung...kebingungan


Masih berusaha menahan tangis..


"Kenapa harus begini...


Bagaimana ini...


Apa yang harus aku lakukan.....


Mas Indra kamu kemana "


Nina merintih dalam hati


Tetap menahan tangisnya...


Tubuhnya terasa limbung


Wajahnya pucat kebingungan


"Kamu lagi cuci mata cari hiburan ya...

__ADS_1


kok gak beli apa apa sii...


Kita malah sudah kerepotan bawa belanjaan"


Rini masih tetap seperti dulu,tidak berubah


Tetap memandang rendah seorang Nina


Nina benar benar bungkam tidak bisa berkata kata


Berharap Indra segera datang dan segera membawanya berlalu dari situ


Ternyata semesta merespon harapan nina


"Sayaaaanggg ...mas nyariin kamu"


Indra tiba tiba muncul dihadapannya


Nina merasa situasinya terselamatkan


Nina menatap memohon pada Indra


Ingin segera dibawa menghilang dari situ


Indra menggamit dan menggandeng tangan Nina


Hendak mengajaknya berlalu


Nina menggenggam erat tangan


Indra...mencari pegangan agar kakinya tidak lagi goyah


Rini kaget saat menyadari kalau lelaki yang mendekati Nina adalah Indra


Cowok impian yang sedang menjadi targetnya


"Indraaa.....Indra kann..."


Rini mendekat ke arah Indra memastikan pandangannya


Indra mengernyit mencoba mengingat


"Rini ya,putrinya tuan Baron .."


Indra langsung mendekati Nina


Teringat saat Rini bersikap cukup agresif padanya....


Tangan Indra langsung memeluk bahu nina


mengecup lembut pucuk kepala Nina


"Kok Indra kenal siii sama Nina.."


Rini bersuara manja


"Iyaa...Nina calon istri saya"


Rini sempat terkejut


'Apaaa...Nina lagi yang memiliki apa yang aku inginkan'Rini menggerutu kesal dalam hati


"Oh ada nyonya Wina juga ya


Selamat malam nyonya


Mohon maaf kami pamit pergi dulu"


Indra baru sadar ada Wina di dekatnya


Indra tidak tau apa yang sebenarnya terjadi


Baginya dua perempuan menyebalkan yang ada di hadapannya,cukup alasan untuknya segera pergi dari situ


Tanpa memerlukan jawaban


Indra langsung berlalu sambil menggenggam erat jemari Nina


Pergi dari situ tanpa menoleh ke belakang


Rini seperti kebakaran jenggot mengetahui bahwa Indra ternyata pacar Nina


"Awas kau....akan ku rebut Indra....


Merebut ibumu saja aku bisa


Apalagi cuma merebut calon suami"


cibirnya sinis


Rasa iri kepada Nina masih bertahta dihatinya


Bahkan setelah menghancurkan hati Nina dengan merebut wina


Rini belum merasa puas


Wina terdiam tanpa suara


Hatinya ikut tersayat saat tadi melihat raut sedih Nina


Saat dia membahasakan dirinya "Tante"

__ADS_1


Wina menyadari bahwa situasi tadi membuat Nina sangat terpukul


"Maafkan mama nak,mama tak berdaya menolak ancaman Rini"


Mata Wina memanas menahan tangis


"Maa..... Ingat yaa..


mama harus tetap membahasakan diri' Tante' kalau ketemu Nina....


Biar dia tahu rasa"


Rini mengancam Wina seperti biasanya


Makin panas hati Rini sekarang


Makin iri kepada Nina karena ternyata Indra cowok yang di impikannya adalah pacar nina


"Maaa...mama denger gakk...


Kokk diem saja diajak ngomong"


nada suaranya sudah berubah bentakan


"Iyaa Rin,mama dengar"Sahut Wina lirih


Sementara Indra yang sedang menggandeng Nina merasa ada sesuatu yang tidak beres


"Kamu kenapa sayang ...kok pucet gitu..."


Tangan Indra menangkup wajah Nina..


"Kamu sakit...??"


"Mas....mas kenal Rini ya?"


Nina bertanya tanpa menjawab pertanyaan Indra


"ohh...cewek tadi ?..


Da itu anaknya tn Baron teman bisnis Om Edward...


Kenapa....?


Jangan bilang cemburu ya...dia gak level sama kamu !!"


"Kalau sama mamanya tadi??"


"ya mas tau....


Waktu pertemuan dengan Tn baron.


dia bersama istri dan anaknya itu


Kami berkenalan


Ya sebatas itu


kamu kenapa sayang...


mas ketemu mereka cuma sekali waktu itu saja"


Indra merasa heran dengan pertanyaan Nina


"Heii dengarkan mas


Tidak akan ada yang bisa menggeser posisimu dari hati mas...


Kamu harus tau itu


Cuma kamu satu satunya yang ada di hati mas...


Jangan cemburu hanya untuk gadis seperti itu...!!"


Indra meyakinkan Nina sambil mencium keningnya


Nina masih diam....


Hatinya menjadi gamang dan bingung


Aku harus bagaimana ini....


Apa mas Indra perlu tau tentang Rini dan mama wina


Hubungan kami belum lama dan aku juga belum tau ke depannya bagaimana


Tapi mas Indra ternyata mengenal mereka


Bagaimana kalau mas Indra tau kejadiannya dengan versi yang salah


Bagaimana bila ayah tau ini


Nina sangat takut ayah terluka lagi


Biarkanlah ....


Nina akan simpan sendiri dulu kisah sedih ini


Nina meyakinkan dirinya sendiri


Menyimpan sendiri luka dan sedih yang berkecamuk di hatinya

__ADS_1


__ADS_2