
" Kita kekamar ya, kita bicara disana " ajak bagas.
***
dipangkuan bagaskara shandrianna memeluk pinggang bagaskara dengan menenggelamkan kepalanya di depan perut bagas.
" sayang "
" .... "
" Kita pindah ya, kita keluar negeri saja "
" .... "
" Kita akan tinggal dimanapun yang kau mau sayang "
" .... "
" Tidak akan ada kejadian ini lagi nanti "
" Aku tidak mau kemana pun, aku ingin bersama mas saja "
" iya bersama mas dan anak-anak juga "
" Mas "
" ada apa sayang ?"
shandrianna bangun dari tidurnya , lalu dia mencium bibir bagaskara sebentar " Maaf ... untuk kesalahan ku yang tidak pernah aku ingat, mungkin aku sudah melakukan kesalahan yang membuatmu sakit hati. aku minta maaf sekali lagi "
" Mas sudah memaafkannya, segala yang terjadi itu tanggung jawab mas sebagai suamimu "
" I love you "
" I love you too " jawab bagas.
***
Lion menatap Mayat Kakak nya dan Anak itu dengan air mata di matanya, Dia sudah egois dan tidak mau ditinggal pergi.
hari ini polisi memutuskan untuk menguburkan keduanya ditempat yang sama, sudah dipastikan mereka adalah ibu dan anak tetapi tidak tau siapa ayahnya.
kini polisi masih menyelidikinya. dan mereka juga ingin meminta keterangan pada shandrianna namun sampai satu minggu ini dia tidak juga datang ke kantor polisi.
" Aku akan mengakuinya " sontak Lion bicara seperti itu.
Polisi pun langsung membawanya pergi, hingga diruangan gelap itu dia hanya berdua bersama seorang pengacara.
" Kenapa ?"
" Elisa kakak tiriku, Suatu waktu dia menjalin hubungan dengan Bagaskara suami dari istri wanita yang hampir kunikahi waktu itu. "
" Elisa ... ( sambil menangis ) walau kami suadara tiri dia sangat baik, dia selalu menyelamatkan aku dari pukulan ayahku. hingga dia membawaku pergi dan hidup bersama, aku jatuh cinta kepadanya tapi dia hanya menganggapku adik. Sampai dia berpacaran dengan bagaskara itu, aku iri "
" lalu ?"
" Lalu mereka putus aku tidak tau kenapa, kakakku sangat hancur dia bilang masih mencintai bagaskara. dia selalu menangis dan aku tidak tahan , aku bilang menikah saja denganku tapi terus menolakku"
" Bertahun-tahun lamanya aku memendam perasaan itu lagi, dan suatu hari aku sudah tidak bisa menahan nya lagi aku memperkosanya, lalu dia hamil mengandung anak perempuan itu, saat akan melahirkan dia mengetahui kabar kalau Bagaskara menikah dengan shandrianna , setelah melahirkan dia bunuh diri. "
" Aku melihatnya sendiri tergantung di Atas kamar, hatiku sakit wanita yang aku cintai menghabisi nyawanya sendiri karena laki-laki itu, aku pun tidak mau membuat hilang jadi sebisaku aku membuatnya awet. "
" Dan soal anak itu kenapa dia bisa meninggal ? kau mempermainkan ilmu hitam apa ?"
" dia meninggal diusia 5 tahun karena jatuh di kolam renang, aku juga tidak bisa kehilangannya setelah kehilangan ibunya. seseorang datang padaku memberikan cara penukaran jiwa kalian tak akan mengerti , Hukum Mati aku agar aku bisa bersama kakakku dan anakku "
" Jadi kau melakukannya Karena ingin balas dendam ? apakah kau memperkosa istri Bagaskara ?"
" tidak, aku hanya menakutinya saja "
" Kau yakin ? "
" Yakin "
***
Akhir-akhir ini shandrianna sering tersenyum, dia sudah bisa melupakan hari yang menyeramkan itu, bagaskara selalu beerada disampingnya agar shandrianna bisa lupa.
mereka banyak menghabiskan waktu dirumah, seperti sekarang sedang bermain bersama anak-anak nya.
drtt....drttt
ponsel bagaskara bergetar , melihat itu dia langsung mengangkatnya.
" Sebentar sayang daddy angkat telpon dulu "
dia pergi agak jauh karena itu dari polisi setiap polisi telpon dia menjauh agar tidak didengar shandrianna.
shandrianna memperhatikan raut muka bagaskara yang terlihat senang ditelpon itu, dia ingin bertanya dan menghampirinya sekarang tapi arunika selalu bersamanya.
__ADS_1
" mas "
panggilnya setelah bagaskara kembali.
" iya sayang "
" Kenapa mas tersenyum di sana, apakah mas punya selingkuhan ?"
" Ya ampun sayang mana mungkin , mas hanya mendengar kabar yang paling membuat hati mas senang dan berssyukur "
" Apa ?" tanyanya penasaran.
Karena ada anak-anak bagas membisikkannya , mata shandrianna membulat " sungguh ? "
" ya " jawab cepat bagaskara
" Sayang bersiaplah nanti malam kita makan diluar oke ?"
" Oke "
***
Beberapa Tahun kemudian
disebuah sekolah dasar bergengsi itu , banyak anak-anak yang keluar setelah jam sekolah selesai, dari sana sudah terlihat seorang anak perempuan dan anak laki-laki bergandengan tangan berlarian.
" mommy !!! "
" Mama !!! "
" Jangan berlarian sayang ! " ucap dua orang ibu yang menunggu anak-anak mereka itu.
" mommy ! " Anak perempuan itu memeluk shandrianna yang masih terlihat cantik di usia nya yang ke 35 tahun.
lalu disebalahnya juga ada Tara yang masih sama cantiknya diusinya yang ke 41 tahun.
" Mama tadi kak Arunika membantuku menghabiskan makanan "
" Kevin kau tidak menghabiskan makananmu lagi ?" tanya tara.
" Tenang saja Auntie ada aku yang selalu menghabiskannya " saut Arunika.
Anna dan Tara hanya bisa tersekekeh melihat tingkah mereka berdua.
" anna kakak harus kembali kerumah, Hari ini Mahen akan pulang sekalian kakak jemput dibandara "
" Hati-hati kak aku juga akan pulang, dua hari lagi aileen akan pulang libur semester aku ingin menyiapkan sesuatu untuknya "
" dah auntie dah kevin ! "
" dahh "
" Ayo sayang kita masuk " ajak shandrianna kedalam mobilnya.
***
dalam perjalanan pulang Arunika melihat sebuah taman bermain, dia terus menatap keluar jendela " ada apa sayang ?"
" mom berhenti disini Arunika mau kesana " tunjuknya.
" baiklah tapi jangan lama ya kau tau daddy mu seperti apa kan, selalu saja mengoceh "
" Tidak akan kalau dengan Arunika " jawab arunika
" ya .. ya .. ya daddy mu hanya akan menurut kepadamu, coba dengan mommy dasar pria tua " kata shandrianna.
" mommy tidak boleh seperti itu daddy itu tampan , mommy saja cinta kan ?"
" astaga sayang ini pasti ajaran daddy mu iya kan ?"
" Ya siapa lagi kalau bukan suami mommy "
" anak ini menjawab saja "
" hehehe "
" huuuuuuu " Arunika terlihat senang tak kala dia bermain di taman anak- anak itu.
" jangan berlarian "
" mommy foto arunika nanti Biar daddy lihat "
" haaa astaga apakah ibuku dulu juga sama seperti ini rasanya saat mengurusku dia benar-benar mirip denganku. " gumam shandrianna.
" oke sayang berdirilah yang cantik ya "
" siap mommy "
cekrek
__ADS_1
" ah cantiknya anak mommy " puji shandrianna.
" daddy juga " saut Arunika.
" ya iya iya anak daddy juga " tekan shandriana di kata daddy itu.
" dah ya kita pulang nanti daddymu ceramah panjang lebar"
" Mommy juga salah kenapa tidak mengabari daddy kalau mau pergi kerumah Untie septi "
" Ya ampun sayang sudahlah masa mommy terus yang salah "
***
Rumah yang dulunya sederhana itu kini menjadi bak istana, Bagaskara benar-benar mengubah semuanya. usahanya menjadi semakin maju dan terus berkembang hingga bisa menghasilnya banyak uang.
dia baru saja sampai di sekitar halaman rumah nya, Tapi dia melihat mobil shandrianna yang masih tidak ada disana.
shittt
tak lama mobil shandrianna memasuki rumah itu , langsung saja Arunika keluar dari mobil dan berlarin menuju kebagaskara.
" dadddyyyy !! "
" sayang!!! " langsung dipeluknya Arunika dan digendongnya.
cup
cup
cup
" Daddy kangen sayang, mana mommy ?" diciumnya pipi arunika sebanyak mungkin lalu bertanya mengenau istrinya.
" Tuh "
Shandrianna hanya terkekeh melihat wajah bagaskara yang menajam kepadanya " sayang apa mommy mu berbohong seperti kemarin ?"
" tidak daddy, tapi mommy bilang dasar pria tua "
shandrianna membulatkan matanya, dasar pengadu pikirnya " heh mana ada sayang,kau salah dengar nak " ucapnya membela diri.
" masuk ! "
" ha pria ini benar-benar akan mengurungku dikamar semalaman" gerutunya dalam hati.
" I-iya mas , marah - marah terus nanti cepat tua "
" Biar saja kan sudah punya istri " jawab enteng bagas yang langsung diketawai oleh Arunika.
" pengadu , coba aileen dia selalu membelaku." gerutu shandrianna.
" kakak itu takut sama mommy jadi dia diam "
" astaga sayang kau ini sebenarnya anak siapa ha ?"
" anak daddy "
" Ya ampun aku rasa aku harus membuat anak yang baru, yang satu ini selalu memojokkanku "
" nanti malam ya kita buat yang double " saut bagaskara.
" tidak mau ! "
" aku paksa ".
" mas bagasssss !."
" sudah ayo masuk " ajak bagaskara.
Arunika menaruh tasnya begitu saja di sofa yang besar itu dia kemudian melepaskan sepatunya dan mengambil permen yang ada dimeja sana.
" Tidak Arunika Inggat gigimu kau harus menjaga gigimu agar tetap sehat " Cegah shandrianna yang merebut Permen dari tangan Arunika.
" Daddy hanya satu " rengeknya.
" Tidak mas jangan membelanya atau tidak ada jatah nanti malam "
" Sayang mommy mu benar, kesehatan gigi sangat penting"
jawabnya cepat dia takut shandrianna tidak akan memberikannya jatah malam ini.
" Daddy kemarin mommy pergi keluar tanpa izin sama daddy, mommy bohong menyuruh Arunika tutup mulut "
Shandrianna melotokan matanya " Sayang ?" tatap bagaskara .
" Ehh itu ... aku ... "
__ADS_1
matilah kau shandrianna pikirnya, anak nya yang satu ini memang tidak bisa diam pikirnya.