Hanya Kamu

Hanya Kamu
Semakin Jauh


__ADS_3

Shandrianna masuk kedalam mendekati kedua orang itu dan menaruh berkas itu agak dibanting.


" Saya sudah mengirimkannya lewat surel "


ujarnya menahan marah,.dia lantas pergi menahan rasa sakit dan rasa sedih di matanya. apalagi yang harus dia lihat sekarang semuanya menjauh darinya bahkan orang yang katanya tidak akan melukainya dia menjadi orang yang selalu menyakitinya.


" bagas bagaimana dengan shandrianna ? " tanya laura dengan manja.


" dia tidak akan bicara apapun. "


laura memeluk bagas dengan manjanya " kau bilang ingin punya anak dalam waktu dekat bagaimana kalau kita ... "


" Apa kau tidak akan takut dengan konsekuensinya ?" tanya bagas.


" Aku ingin kita punya anak dan menikah " ujar laura.


bagas tersenyum saat laura menggandeng tangannya.


sedangkan itu shandrianna pulang kerumah dia membawa mie yang dia seduh ke meja makan. sambil menangis sambil dia makan rasanya benar-benar menyakitkan untuknya.


dia lapar tapi dia juga ingin menangis, sudah jam 10 malam bagas tidak pulang kerumah. " Mereka pasti sedang bersenang-senang " ucapnya dengan gemetar seraya menghapus air matanya yang terus berjatuhan.


malam hari itu bagas benar tidak pulang padahal shandrianna terus menunggunya. walau mereka tidak akan saling bicara tapi dia tetap menanti bagas.


kakinya yang tidak bisa mantap putar kanan putar kiri, sampai dia merasa kelelahan dan duduk di belakang pintu utama, lama kelamaan dia mengantuk sehingga tertidur disana.


****


keesokan harinya


disebuah hotel yang mewah itu, Laura tersenyum menatap wajah bagas yang tertidur di sampingnya. bagas tidur dalam kondisi tidak memakai baju begitu pun dengan laura.


apa yang mereka lakukan semalam, apakah bagas sudah kehilangan akal dan melupakan cintanya pada shandrianna. jika itu benar dia sudah amat menyakiti shandrianna.


Laura menyentuh wajah bagas lalu bagas terbangun, dia agak terkejut karena tidak biasanya dia melihat wajah laura yang polos tanpa make up berada di depannya kecuali shandrianna.


" Kau ingat semalam ? kita melakukannya " bisik laura


bagaskara hanya tersenyum kecil , lantas dia segera bangun dan melihat jam tangannya yang sudah pukul 7.


" aku pulang dulu , aku harus melihatnya apakah dia ada dirumah atau tidak. "


" baiklah , hmm tunggu "


" ada apa ?"


dihadapan bagas Laura melepaskan selimut nya dia memakai mantel dihadapan bagas , lantas bagas langsung menatap kearah yang lain.


" Bukankah kau sudah melihatnya ? sayang ... papamu pergi dulu ya "


dia menyentuhkan tangan bagaskara keperutnya yang rata itu. bagas menatap laura lalu menjauhkan tangannya " aku pergi dulu. "


****


" Terima kasih ya "


" iya sama-sama "


tetangganya langsung pergi setelah mengambil sesuatu bagas yang langsung sampai menatapnya kesal pria itu terlihat keluar dari dalam rumahnya.


segera dia langsung turun, tapi shandrianna telah menutup pintunya lagi.


Ceklek


shandrianna menoleh dan hanya diam ketika tau itu bagas, dimemandangi seluruh tubuh bagas , tapi tidak bicara hanya memandang saja.


" kenapa dia masuk kesini ?" tanya bagas dengan mata yang tajam.


" meminta Gula. "


" Apa dia tidak mampu membelinya ? atau dia ingin melakukan sesuatu padamu ?" teriak bagas.

__ADS_1


shandrianna kini berbalik lagi lalu menghampiri bagas dengan rasa marahnya " Dia bukan lelaki brengsek seperti dirimu! " tekan shandrianna yang langsung pergi tapi bagas menarik tangannya dan mendorongnya ke sofa.


" Brengsek , siapa yang membuatku jadi brengsek seperti ini ha ? "


" ha ... sepertinya dia lebih agresif dariku "


shandrianna melihat sebuah tanda merah di leher bagas lantas dia mendorong kuat bagaskara.


" Bagaimana ? apa dia sangat memuaskan untukmu ? tentu saja kenapa aku harus bertanya pagi " jawab shandrianna sendiri.


" diam shandrianna ! "


" kau sendiri yang membuatku seperti ini, tidak mau punya anak denganku ? jangan salahkan aku jika aku mencari anak dari wanita lain ! "


" Sudah aku bilang aku tidak pernah melakukan hal itu ! apa kau mengerti ?" tegas shandrianna.


" Kau pria brengsek ! bajingan ! selalu ing.... "


cup


bagas mencium mulut shandrianna tapi shandrianna malah mendorong bagas " Aku tidak suka memakai barang bekas dari orang lain "


Shandrianna bergegas keluar tapi lebih dahulu bagas menutup pintunya " pergi ? mau pergi kemana ha ? kau tidak akan pernah bisa pergi "


" Layani aku sekarang ! "


" apakah aku tidak salah dengar pak bagaskara ? kau bercinta dengan kekasihmu semalam dan sekarang ingin kita bercinta juga ? maaf ... tapi aku tidak selera dengan tubuhmu, aku tidak mau tubuhku yang bersih ini ternoda oleh sesuatu yang ditinggalkan oleh Nenek sihir itu. "


" Aku bilang , sekarang ! "


" bermimpilah "


Shandrianna masuk kekamar atas lalu dia mengunci pintunya. dia membenci bagaskara, dia tidak akan memaafkannya.


drtt .... drrttt


082255764890


prang


dia menghempaskan ponselnya ke hadapan kaca meja rias sehingga keduanya sama-sama pecah dan rusak.


bagas yang duduk didekat sofa masih bisa mendengarkan suara itu, dia langsung berlari menuju keatas.


" buka pintunya ! " teriak bagas.


" aku benci padamu ! ceraikan aku ! " teriak shandrianna dari dalam.


" Tidak akan pernah. buka ! "


" ceraikan aku bagaskara ! aku ingin pergi dari sini aku tidak mau hidup dengan lelaki brengsek seperti dirimu ! "


" Berhenti melantur dan buka pintunya atau aku buka sendiri ! "


brak


sekali gebrakan bagaskara berhasil membuka pintu itu, melihat ke lantai ada begitu banyak pecahan kaca dan juga ponsel yang retak seribu layar.


" Kau baik-baik saja kau terluka ?"


" jangan menyentuhku ! pergi dari hadapanku ! "


" Shandrianna " ucapan bagas melembut dia tidak akan berkata kasar atau shandrianna akan semakin lebih marah nanti.


" Kau berjanji akan membuatku bahagia saat mengatakannya kepada orang tuaku. melarangku bertemu ayah dan ibuku sendiri. tapi nyatanya kau yang paling menyakitiku ! ingatlah aku tidak akan memaafkanmu "


" Dengarkan penjelasanku "


" Jangan katakan apapun lagi, karena yang kau katakan tidak akan kupercaya "


shandrianna pergi dari kamar itu tidak peduli menginjak pecahan kaca atau tidak dia hanya tidak ingin melihat wajah bagaskara sekarang.

__ADS_1


***


tok


tok


tok


" Sayang "


Laura membuka pintunya saat sedang memakai pakaian seksinya dengan lingerie berwarna hitam kakinya menapak ke lantai.


" hai "


dia memeluk pria yang datang kepadanya , namun pria itu yang mengejutkan adalah dimas.


" aku menunggumu dengan lama " ujar laura.


" masih banyak yang harus kita rencakann" jawab dimas.


laura membawa dimas masuk dan menutup pintu kamar " aku senang sekali , kita hampir berhasil sayang ... semuanya akan jadi milik kita tidak lama lagi. " kata laura bergelanjut manja di dada dimas.


" Aku mencintaimu istriku " ucap dimas.


" aku juga mencintaimu suamiku "


lantas laura mencium dimas dengan penuh ***** sambil tangannya berusaha membuka kancing baju dimas.


***


hari demi hari dilalui shandrianna, tanpa bicara pada bagaskara dan tanpa melakukan apapun seperti biasanya. dia selalu menjauh saat bagas meminta haknya.


semua temannya tau kalau shandrianna pasti punya masalah dengan bagaskara hanya saja dia tidak membicarakannya. dari raut muka shandrianna yang selalu terlihat pucat semalam beberapa waktu ini.


" Shand makan yuk " ajak kak septi.


" aku sudah memesan makan siang hari ini aku yang traktir " ujar tomi.


" wah ! kau dengar shandrianna , jarang sekali kan dia mentraktir " ujar alfian.


" Baiklah " akhirnya shandrianna mau kak septi menggandeng tangan shandrianna beserta tomi juga alfian.


mereka akan menghibur shandrianna, tak lama itu mereka masuk kesebuah restoran daging, ternyata tomi memesan banyak makanan untuk shandrianna. hari ini menu yang dia traktis khusus kesukaan shandrianna.


" hey kau akan bangkrut " gumam shandrianna.


" tidak masalah demi dirimu apapun yang ada ditubuhku akan kujual "


" sembarangan kamu tom." ujar alfian.


" seandainya saja " ujat tomi.


" terima kasih tomi, terima kasih alfian dan ... terima kasih kak septi .. " ucapnya pelan.


" Shand , tidak perlu berterima kasih kita adalah team. shand apapun masalah pun dengan pak bagas sebaiknya diselesaikan ... jika terus-terusan begini maka tidak akan selesai. " ucap kak septi mengelus pundak shandrianna.


" hmm aku akan mencobanya "


" bagus kau adik yang paling penurut "


shandrianna tersenyum kecil mendengarnya " ayo .. ayo dimakan " ujar alfian.


" seharusnya aku yang bicara kan aku yang traktir "


" aku juga menyokong , kak septi juga "


" hey alfian jangan dibuka dong "


" Tomiiii " rengek shandrianna.


" hehehe kau tau betapa mahalnya makanan ini bukan "

__ADS_1


__ADS_2