Hanya Kamu

Hanya Kamu
Ancaman Bagaskara


__ADS_3

" saat aku pergi aku tidak pernah mengira kalau aku sedang hamil. "


" Lalu dimana anakmu ?"


" bersama Pak Bagaskara "


" kenapa bisa ? "


" Entahlah aku pikir kami tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya. tapi kami bertemu lagi dan dia tau kalau kami punya anak. "


" Dan kalian berdua ? apa hubungan kalian ?" tanya tomi lagi.


" Kami berdua tinggal disana. Andrew yang membantuku selama disana. "


" Kenapa kalian berdua diam saja padaku, apa aku ini bukan orang yang kalian percaya ? aku kecewa pada kalian berdua. "


" Tomi jangan salahkan shandrianna, tidak ada seseorang yang akan bisa menerima semua itu sendirian. dia punya alasan sendiri. "


shandrianna menarik nafas dalam menghapus air matanya yang masih keluar itu " Kau bisa marah padaku, aku salah "


" hey aku tidak marah padamu, diamlah " saut tomi


bagaimana mungkin dia bisa marah pikirnya selama ini dia merindukan shandrianna, seharusnya dia bahagia.


***


" Terima kasih Andrew, jadi kau akan menginap di hotel "


Andrew mengantar shandrianna sampai kerumah, mereka tidak tau kalau bagaskara telah kembali. karena dari tadi bagaskara terus mengintip mereka dibalik jendela rumah.


" iya, besok Hadirilah acara nya aku juga akan datang ... sampaikan salam ku pada ailleen ya. shand jaga dirimu baik-baik "


shandrianna mengangguk pelan lalu andrew memeluknya, bagaskara terlihat mengepalkan kedua tangannya " besok aku akan datang untukmu. tidak apa jika kau tidak bisa datang aku saja yang akan mewakili dirimu nanti, aku senang perusahaanmu sudah terkenal. "


" karena dirimu " ucapnya dalam posisi masih memeluk, shandrianna hanya menyentuh pinggang andrew sedikit.


" Aku pergi "


andrew melepaskan pelukannya dan pamit pada shandrianna, shandrianna hanya tersenyum kecil. setelah andrew masuk kedalam mobil dan meninggalkan halaman rumah dia pun segera masuk.


baru satu langkah dia masuk kedalam rumah tapi bagaskara sudah menyilangkan kedua tangannya dihadapannya.


" hangat pelukannya ?" tanya bagaskara.


shandrianna hanys menatapnya biasa dia tidak ingin bicara pada bagaskara sehingga dia pun memutuskan untuk pergi.


" Berhenti ! " tegas bagaskara.


tapi shandrianna tidak berhenti dia malah terus berjalan, hal itu membuat bagaskara terpancing emosi dan segera menarik tangannya


" aku bilang berhenti shandrianna " tegasnya menatap shandrianna tajam.


" Jadi itu alasannmu menyuruh orang yang aku suruh kesini pergi, karena Andrew begitu. "


" Tidak aku memang tidak ingin orang luar masuk kedalam rumah ini " tekan shandrianna.


" apakah aku juga orang luar ? bagaimana dengan andrew yang tidak punya hubungan apapun. " telak bagaskara.


" Dia temanku semenjak dulu"


" Tapi aku suamimu semenjak dulu "


" Suami yang berselingkuh dan tidur bersama temannya sendiri "


" Shandrianna ! "


" Jangan berteriak atau ailleen akan mendengarnya " tekan shandrianna.


" aku membawanya kerumah kita dia tidak ada disini, dan dia tidak akan kembali kesini kau mengerti itu " ancam bagaskara.


" hey kembalikan anakku, pak bagas ! dimana ailleen "


" aillleen ! ailleeen "


Tara yang ada diatas segera turun " anna tadi anakmu keluar dengan pak bagas "


lantas shandriana menatap tajam bagaskara dan meremas kerah leher bagaskara " dimana anakku? kembalikan padaku ! " teriaknya dengan mengguncang-guncang tubuh bagaskara.


" dimana bagas ! dimana aiilleen ! "


cup

__ADS_1


bagaskara mencium bibir shandrianna, membuat shandrianna diam. tara yang melihatnya merasa tidak enak dan lekas pergi dari sana.


shandrianna telah mengeluarkan air matanya karena ulah bagas, melihat shandrianna menangis dia melepaskan ciumannya.


" sudah kubilang dia juga anakku. aku bisa mengambilnya darimu, jika kau tidak mau kembali denganku, maka dia akan jadi milikku. "


" brengsek kau bajingan ! aku membenci dirimu ! "


" Katakan apapun sesukamu, tapi dia akan tinggal dirumahku sekarang "


bagas melepaskan tangan shandrianna dari kerah bajunya dia menatap shandrianna sebentar dan langsung pergi dari rumah itu.


Tidak, tidak dia putraku dia milliku dia tidak bisa membawanya. ailleen ...


Lantas shandrianna pun segera pergi lagi dia harus membawa ailleen pulang, dengan menggunakan taksi dia pergi dari sana dengan perasaan gelisah.


" pak bisa cepat ?"


" baik nona "


shittt


mobil yang membawanya pergi telah sampai dia lekas turun berlarian dan mengedor-gedor rumah itu.


" ailleeen sayang ! ini mommy ! sayang " teriaknya sambil terus menggedor.


didalam itu karena ailleen sedang tidur siang di kamar atas tepatnya di kamar mereka dulu jadi tidak terlalu kedengaran akan tetapi bagas tau shandrianna pasti menggedor pintunya.


" bagas buka pintunya ! ailleen sayang ini mommy nak "


ailleen mengerjapkan matanya telinganya seakan-akan mendengar suara mommynya.


" mom " gumamnya.


" sayang tidurlah, mommy ada dirumah "


" ailleeen sayang ! " teriak shandrianna.


" seperti suara mommy daddy "


bagaskara menghidupkan televisi saluran anak-anak dan membesarkan volumenya.


" kita menonton saja ya, kau tau sayang itu film kesukaan daddy waktu kecil. " dia berusaha mengambil alih perhatian anaknya tapi ailleen tetap kepikiran shandrianna.


" daddy aileen ingin pulang, mommy pasti merindukan ailleen " pintanya.


" daddy sudah menelpon mommy katanya ailleen boleh menginap disini selama beberapa hari. "


" Tapi daddy ailleen ingin bersama mommy, ailleen kepikiran mommy. "


" Ailleen sayang nanti ya daddy lelah kita istirahat dulu ya. "


" Baiklah "


bagaskara sengaja melakukannya dia ingin shandrianna sadar kalau mereka tidak bisa berpisah begitu saja, akan sulit hidup dengan membagi waktu anak dengan memilih dengan siapa ailleen harus ikut.


disisi lain juga dia mencintai shandriana dia memang egois Tidak peduli perasaan shandrianna yang penting dia mencintai shandriana.


" hiks hiks aileen " isak shandrianna dibawah yang duduk jongkok menutup matanya yang menangis.


melihat bagaskara yang tertidur , ailleen turun dari ranjang dia berusaha bangun sepelan mungkin dan menuju ke pintu kamar, tapi saat dia berusaha membukanya dia harus menjinjit tapi tidak bisa dibuka.


" mommy " gumamnya yang terduduk di lantai dibelakang pintu.


" ailleen sayang " ucap shandrianna pelan dia seperti kehabisan suara karena terus berteriak.


bagaskara sebenarnya tidak tidur tapi dia hanya pura-pura dia juga kasihan melihat anaknya dan juga shandrianna seperti ini. tapi tidak ada cara lain selain ini dia harus membuat shandrianna menerimanya lagi.


sampai malam harinya shandrianna tetap berada diluar rumah itu, dia duduk didepan teras menatap kosong kedepan. sebelum dia bertemu dengan anaknya dia tidak akan kembali.


ceklek


dia menoleh kebelakang dan langsung menghampiri bagaskara.


" aku ingin bertemu aileen " gumam shandrianna.


" Pikirkan perkataan ku , menilah lagi denganku atau aileen tetap disini bersamaku. "


shandrianna mengusap air matanya " baik ... aku akan menikah denganmu. "


shandrianna sudah pasrah apapun yang terjadi nanti dia harus memikirkan aileen karena dia tidak bisa hidup tanpa aileen, bagaskara pun memeluk shandrianna.

__ADS_1


" kita akan menikah minggu depan "


shandrianna hanya diam saja terserahlah pikirnya yang penting dia bisa bersama ailleen.


" masuklah ailleen ada di kamar kita "


shandrianna mulai masuk kedalam rumah itu dan langsung berlari menuju kekamar mereka dahulu.


" aileen say..ang "


dia melihat ailleen tertidur pulas diranjang mereka, dia mendekatinya dan mengusap kepala ailleen.


cup


" mommy merindukanmu " gumammya.


bagaskara menutup pintu kamar itu, dan juga semua jendela yang ada dikamar. lalu dia mengambil sebuah surat dari balik laci dan memberikannya kepada shandrianna.


" apa ini ?"


" perjanjian pernikahan "


shandrianna mengerutkan keningnya dia membuka lembaran kertas itu disana tertera namanya dan juga nama bagaskara dimana dia harus menyetujui beberapa hal diantaranya.




Kedua belah pihak tidak bisa saling membatalkan pernikahan.




Pihak kedua harus menjalankan semua kewajibannya sebagai istri dari pihak pertama.




Pihak Pertama berhak memberikan peraturan kepada pihak kedua tentang Aturan Rumah Tangga.




Tidak ada Kata cerai bagi kedua belah pihak.




" tanda tangani "


shandrianna menatap pulpen hitam itu, dia ambil pulpen itu dan menandatanganinya. setelah itu dia memberikan surat itu kepada bagaskara.


" Sekarang bersihkan dirirmu dan ganti pakaianmu yang ada dilemari, setelah itu kita tidur. "


" Kita belum menikah lagi jadi aturan itu tidak berlaku. "


" baik aku turuti keinginanmu "


shandrianna bergegas masuk kedalam kamar mandi dia sangat lelah seharian ini lalu menghidupan shower dan mulai membasahkan dirinya disana.


saat dia selesai mandi dia membuka pintu dan lampu kamar sudah dimatikan. bagaskara masih terbangun dan duduk di ranjang itu.


" Kau belum makan ? aku buatkan makanan "


" Tidak aku ingin tidur "


bagaskara segera bangkit dari sana " tidurlah bersama ailleen aku akan tidur di lantai. "


shandrianna diam saja dia pun naik keatas ranjang lalu tidur memeluk ailleen. sedangkan bagakara dia tidur di lantai dengan kasur tipis yang dia taruh disebelah shandrianna.


" mommy ... mommy "


shandrianna terbangun ditengah malam lantas dia memeluk ailleen " mommy disini sayang "


ailleen membuka matanya menatap wajah shandrianna.


" mom , ailleen merindukanmu "

__ADS_1


" mommy juga sayang, tidurlah besok ikut mommy ya "


" iya mommy."


__ADS_2