Hanya Kamu

Hanya Kamu
Penyesalan Indra


__ADS_3

Bagas memberitahu mama kalau Indra menunggu di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu dengan mama


Mama sedang mengarahkan para maid untuk mempersiapkan makan malam,


Berlalu ke ruang keluarga dan duduk di depan Indra


"Ada apa nak Indra


apa yang mau dibicarakan dengan mama?"


Mama datar bertanya


Tiba tiba Indra menangis tersedu hingga bahunya terguncang


Mama segera mengambil minum dan menyerahkannya pada Indra


"Tenangkan dirimu dulu nak..."


"Maaaa....Indra mau minta maaf"


"Maaf untuk apa"


.


"Indra telah bertindak bodoh


Dan karena kebodohan Indra ,sekarang Indra menyesal


Indra telah menyakiti hati Nina"


Kembali Indra ingin menangis


tapi ditahannya ...jangan sampai airmatanya menetes


Meskipun sangat sedih tapi sebagai laki laki Indra tidak ingin terlihat cengeng


"Mama akan selalu memaafkanmu,


Tapi seharusnya bukan kepada mama kamu meminta maaf"


"Indra mengerti ma,


Indra mohon ijin mama untuk meminta maaf pada Nina


dan juga........"


Indra memotong ucapannya


"Juga apa.....?"mama bertanya


"Indra ingin kembali bersama Nina ma...


Indra janji tidak akan bersikap bodoh lagi"


"Keputusan sepenuhnya mama serahkan kepada Nina


Hanya mama minta


Jagalah hati Nina


Kalau kamu belum yakin dan percaya dengan cintamu pada Nina,mama mohon berhentilah memberinya harapan


Mama tidak sanggup melihat nya bersedih"


Suara mama bergetar saat berbicara


sekuat tenaga menahan tangisnya saat ingat nina


Indra makin tertunduk merasa bersalah


Di raihnya tangan mama dan mencium punggung tangannya


"Indra minta maaf ma


Indra berjanji tidak akan mengulangi kebodohan yang sama


Indra mohon ijin untuk mendekati Nina lagi

__ADS_1


Untuk mencintainya dengan segenap jiwa dan raga indra"


Mama menepuk lembut pundak Indra


Berdiri dan berlalu menuju kamarnya sendiri


Mama ingin menuntaskan tangisnya


Indra berjalan gontai menuju kamar Bagas


Saat keluar dari pintu penghubung


Matanya menatap pintu kamar Nina yang tertutup


"Kamu sedang apa sayang


Apakah kamu sakit karena sikap mas padamu


Maafkanlah mas


Ampunilah mas"


Indra berhenti cukup lama


Ingin rasanya mengetuk pintu itu


Menumpahkan rasa sesalnya


Mengungkapkan kerinduannya


"Kamu mau pulang sekarang atau nanti?"


Bagas tiba tiba ada di sampingnya


Indra hanya menoleh tidak menjawab


Tatapan matanya kembali ke arah kamar nina


Bagas menepuk nepuk bahu Indra


Ayo aku antarkan kamu"


Indra diam saja ketika Bagas menarik bahunya


Menurut langkah Bagas sampai ke mobil tanpa banyak bicara


Bagas sebetulnya merasa kasihan melihat Indra


Tapi semua karena sikap Indra sendiri


Yang mendahulukan emosi daripada pikiran


Bagas sangat berharap ada jalan keluar terbaik dari masalah Indra dan Nina


Sepanjang menuju rumahnya , Indra hanya terdiam dan berkali kali mengusap kasar rambutnya


Menghembuskan nafas berat


dan dudukpun terlihat resah


Bagas hanya meliriknya


Dia melihat sahabatnya itu benar benar kacau


Sampai di rumah Indra


Bagas menghentikan mobil


"Ndra...sesedih apapun yang kamu rasa


Kamu harus tetap menjalani hidup


Kalau kamu terpuruk begini maka semua bisa menjadi kacau


Termasuk perusahaan mu


Ada mama dan Alea yang harus kamu perhatikan juga

__ADS_1


Hiduplah dengan baik ndra


Selesaikan masalahmu dengan Nina tanpa mengesampingkan urusan yang lain"


Indra menunduk


Bahunya kembali terguncang


"Bagaimana kalau Nina tidak mau memaafkan aku"


"Kau harus terus berusaha memenangkan hatinya lagi


Kembalikan semangatmu


Bagaimana kamu akan melakukannya bila seperti ini


Kalau kau menyerah, jangan salahkan kalau Nina memilih pria lain"


Indra menoleh ke arah Bagas


"Nggak....itu nggak boleh terjadi


Nina gak boleh di miliki pria lain"


"Kalau begitu semangat lah


Jadilah seseorang yang baru di mata Nina


Seseorang yang pantas memenangkan cinta nya"


"Iya gas,aku akan berusaha sekuat tenaga untuk meminta maaf Nina "


"Good....Aku ingin adikku mendapatkan laki laki yang tahu tanggung jawabnya


Sekarang turunlah


Aku mau langsung pulang "


"Terima kasih gas...."


Indra melangkah lunglai ke dalam rumah


Langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur


Menatap langit langit kamar


Mencari cari wajah yang beberapa hari ini dia hindari


Tangannya menggapai gapai


menyentuh wajah dalam imajinasinya


"Kau pasti sakit hati kan sayang


Mas memang bodoh lebih mempercayai ular betina itu daripada kamu


Marahlah.....marahlah sepuasmu..


Mas akan menerima apapun pembalasanmu


Tumpahkan semua kesalmu padaku


Aku tidak akan melawan mu


Tapi jangan pergi dariku


Ku mohon kembalilah ke sisiku


Aku sangat menyesali semua sikapku padamu


Kumohon sayang


Aku akan hancur tanpamu


Indra terus merintih


Menyesali sikap bodohnya

__ADS_1


__ADS_2