
Bagas memberitahu mama kalau Indra menunggu di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu dengan mama
Mama sedang mengarahkan para maid untuk mempersiapkan makan malam,
Berlalu ke ruang keluarga dan duduk di depan Indra
"Ada apa nak Indra
apa yang mau dibicarakan dengan mama?"
Mama datar bertanya
Tiba tiba Indra menangis tersedu hingga bahunya terguncang
Mama segera mengambil minum dan menyerahkannya pada Indra
"Tenangkan dirimu dulu nak..."
"Maaaa....Indra mau minta maaf"
"Maaf untuk apa"
.
"Indra telah bertindak bodoh
Dan karena kebodohan Indra ,sekarang Indra menyesal
Indra telah menyakiti hati Nina"
Kembali Indra ingin menangis
tapi ditahannya ...jangan sampai airmatanya menetes
Meskipun sangat sedih tapi sebagai laki laki Indra tidak ingin terlihat cengeng
"Mama akan selalu memaafkanmu,
Tapi seharusnya bukan kepada mama kamu meminta maaf"
"Indra mengerti ma,
Indra mohon ijin mama untuk meminta maaf pada Nina
dan juga........"
Indra memotong ucapannya
"Juga apa.....?"mama bertanya
"Indra ingin kembali bersama Nina ma...
Indra janji tidak akan bersikap bodoh lagi"
"Keputusan sepenuhnya mama serahkan kepada Nina
Hanya mama minta
Jagalah hati Nina
Kalau kamu belum yakin dan percaya dengan cintamu pada Nina,mama mohon berhentilah memberinya harapan
Mama tidak sanggup melihat nya bersedih"
Suara mama bergetar saat berbicara
sekuat tenaga menahan tangisnya saat ingat nina
Indra makin tertunduk merasa bersalah
Di raihnya tangan mama dan mencium punggung tangannya
"Indra minta maaf ma
Indra berjanji tidak akan mengulangi kebodohan yang sama
Indra mohon ijin untuk mendekati Nina lagi
__ADS_1
Untuk mencintainya dengan segenap jiwa dan raga indra"
Mama menepuk lembut pundak Indra
Berdiri dan berlalu menuju kamarnya sendiri
Mama ingin menuntaskan tangisnya
Indra berjalan gontai menuju kamar Bagas
Saat keluar dari pintu penghubung
Matanya menatap pintu kamar Nina yang tertutup
"Kamu sedang apa sayang
Apakah kamu sakit karena sikap mas padamu
Maafkanlah mas
Ampunilah mas"
Indra berhenti cukup lama
Ingin rasanya mengetuk pintu itu
Menumpahkan rasa sesalnya
Mengungkapkan kerinduannya
"Kamu mau pulang sekarang atau nanti?"
Bagas tiba tiba ada di sampingnya
Indra hanya menoleh tidak menjawab
Tatapan matanya kembali ke arah kamar nina
Bagas menepuk nepuk bahu Indra
Ayo aku antarkan kamu"
Indra diam saja ketika Bagas menarik bahunya
Menurut langkah Bagas sampai ke mobil tanpa banyak bicara
Bagas sebetulnya merasa kasihan melihat Indra
Tapi semua karena sikap Indra sendiri
Yang mendahulukan emosi daripada pikiran
Bagas sangat berharap ada jalan keluar terbaik dari masalah Indra dan Nina
Sepanjang menuju rumahnya , Indra hanya terdiam dan berkali kali mengusap kasar rambutnya
Menghembuskan nafas berat
dan dudukpun terlihat resah
Bagas hanya meliriknya
Dia melihat sahabatnya itu benar benar kacau
Sampai di rumah Indra
Bagas menghentikan mobil
"Ndra...sesedih apapun yang kamu rasa
Kamu harus tetap menjalani hidup
Kalau kamu terpuruk begini maka semua bisa menjadi kacau
Termasuk perusahaan mu
Ada mama dan Alea yang harus kamu perhatikan juga
__ADS_1
Hiduplah dengan baik ndra
Selesaikan masalahmu dengan Nina tanpa mengesampingkan urusan yang lain"
Indra menunduk
Bahunya kembali terguncang
"Bagaimana kalau Nina tidak mau memaafkan aku"
"Kau harus terus berusaha memenangkan hatinya lagi
Kembalikan semangatmu
Bagaimana kamu akan melakukannya bila seperti ini
Kalau kau menyerah, jangan salahkan kalau Nina memilih pria lain"
Indra menoleh ke arah Bagas
"Nggak....itu nggak boleh terjadi
Nina gak boleh di miliki pria lain"
"Kalau begitu semangat lah
Jadilah seseorang yang baru di mata Nina
Seseorang yang pantas memenangkan cinta nya"
"Iya gas,aku akan berusaha sekuat tenaga untuk meminta maaf Nina "
"Good....Aku ingin adikku mendapatkan laki laki yang tahu tanggung jawabnya
Sekarang turunlah
Aku mau langsung pulang "
"Terima kasih gas...."
Indra melangkah lunglai ke dalam rumah
Langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur
Menatap langit langit kamar
Mencari cari wajah yang beberapa hari ini dia hindari
Tangannya menggapai gapai
menyentuh wajah dalam imajinasinya
"Kau pasti sakit hati kan sayang
Mas memang bodoh lebih mempercayai ular betina itu daripada kamu
Marahlah.....marahlah sepuasmu..
Mas akan menerima apapun pembalasanmu
Tumpahkan semua kesalmu padaku
Aku tidak akan melawan mu
Tapi jangan pergi dariku
Ku mohon kembalilah ke sisiku
Aku sangat menyesali semua sikapku padamu
Kumohon sayang
Aku akan hancur tanpamu
Indra terus merintih
Menyesali sikap bodohnya
__ADS_1