
saat semuanya berkumpul dimaja makan menikmati makan malamnya, aileen terus mengajak tara mengobrol sekarang dia lebih dekat dengan tara.
" Sayang biarkan auntie tara makan dulu baru nanti bicara " ujar shandrianna.
" tidak apa anna, kakak juga suka bicara padanya. "
" baiklah auntie kita makan dulu. nanti aileen ceritakan soal tadi. "
" hmm iya sayang. "
" Jadi mahen adalah adik sepupu yang baru kembali dari tesla. ayah lupa memang dulu pernah dengar dari ayahmu. " ujar handika
" iya ayah mungkin ayah lupa itu sudah sangat lama. " saut bagaskara.
" Apa nak mahen sudah menikah ?" tanya handika.
" belum paman, Rencananya akan mencari di indonesia. siapa tau paman punya kenalan wanita single. " katanya namun matanya tertuju pada tara.
" Hahah iya nanti paman kenalakan kalau ada. "
" Bagaimana dengan tara ? apa tara juga sudah punya kekasih ?" tanya mahen.
" aku ?"
" Aku sedang fokus bekerja sementara ini tidak butuh kekasih. " jawab tara.
mendengar jawaban tara yang cukup menohok itu membuat nya diam, handika dan dini pun merasa kalau tara memang belum siap untuk kembali menikah setelah 6 tahun sendiri.
***
hari ini bagaskara dan shandrianna membawa aileen untuk berkhitan, setelah khitan keduanya masuk kedalam ruangan itu.
" mommy berhenti ! " teriak aileen.
" ada apa sayang ?" tanyanya yang kaget begitupun dengan bagaskara.
" jangan masuk daddy saja "
" kenapa ?" tanya shandrianna.
" aileen malu mommy, tutup mata mommy. "
sehingga shandrianna menutup matanya " baik-baik mommy akan menutup mata dan keluar oke "
" hmm "
diperjalanan pulang menuju kerumah itu shandrianna hanya menatap ke luar jendela karena aileen tidak ingin dilihat olehnya.
" Sayang kau marah ?" tanya bagaskara menoleh pada shandrianna.
" marah kenapa ? "
" dari tadi diam saja " jawab bagas.
" perutnya keram jadi tidak enak bicara pun tambah tidak enak " kata shandrianna.
" tapi apakah sakit ? "
" tidak "
" kalau ada apa-apa bilang sayang, jangan diam ya. "
" iya "
****
beberapa bulan kemudian.
sesampainya dirumah sore hari itu shandrianna akan mengurus aileen dan menggantikannya pakaian, dia membawa baskom kecil berisi air hangat untuk mengelap tubuh aileen.
" sayang mommy lap saja ya "
" badannya saja ya jangan yang bawah "
" aileen masih kecil sayang tidak apa "
" tidak mom aileen malu. "
" ya sudah kalau malu. apakah sakit rasanya ?" tanyanya seraya mengelap tubuh Aileen.
" sedikit mom "
bagaskara pun masuk kedalam ditangannya membawa ice cream yang shandrianna buat sendiri, dia ingin menemani anaknya dan istrinya yang sedang mengobrol itu.
__ADS_1
" daddy mau " pinta aileen
bagas yang sedang menyendok ice cream itu langsung saja akan menyuapi aileen.
" ehhh tunggu ! apa boleh makan ice cream ? apa tidak berpengaruh pada proses pengeringan sunat nya ?" tanya shandrianna.
" ya ampun sayang tidak ada pengaruh apapun, aaa .... tenang saja " kata bagaskara sambil menyuapi shandrianna.
" Bagaimana mas tau ?".
" Suamimu ini pria sayang , jadi pernah mengalaminya juga. "
" oh iyaya " katanya mengangukkan kepalanya.
" sakit tidak ?"
" kalau dulu sih sakit kan manual, sekarang sepertinya tidak kan sayang sudah ada alat. "
shandrianna bergidik ngeri mendengarnya " kenapa sayang ? takut ?"
" untung aku wanita jadi tidak mengalaminya. " ucapnya merasa lega dan tersenyum penuh kemenangan.
***
esok harinya
karena perut shandrianna yang sudah membesar karena usia kehamilan sudah menginjak 8 bulan, ia sedang merapikan tanaman di rumah kecil.
dia sudah membuatkan sarapan untuk aileen dan juga menyiapkan kebutuhannya, bagaskara juga sedang tidak bekerja karena aileen masih baru di khitan dan takut shandrianna akan kelelahan mengurus aileen sendirian.
lagipula ia disuruh dokter kandungan untuk banyak bergerak agar bisa merangsang bayi agar cepat terangsang untuk segera keluar.
karena bagas melarangnya bekerja di dapur selain memasak jadilah ia mengurus tanamannya saja, selain menyukai aktivitas itu bisa juga menjadi hiasan rumah pikirnya.
tok
tok
tok
shandriana yang sedang mengisi tanah itu segera menoleh dan betapa terkejutnya ia melihat penampilan bagaskara, ia langsung tertawa mendengarnya.
" hahhaha "
" hahaha mas bagash , sungguh apa mas bagas sakit ?" dia mengecek suhu tubuh bagaskara.
bagaskara menatap shandriana dengan wajah lucunya hingga membuat shandrianna tertawa terbahak-bahak.
" mas apa sih mas " kekehnya.
" mommy ! " dari ujung teras rumah juga nampak aileen sedang berjalan dengan langkah agak lebar menggunakan sarung yang sama seperti bagaskara.
" astaga kalian berdua ini " shandrianna hanya bisa menggelengkan kepalanya.
" sayang mommy sudah menyiapkan celana yang besar kenapa pakai ini ?" tanya shandrianna.
" kata daady dulu daddy dipakein ini sama orang tua daddy. bagaimana mommy ? bagus kan ?" ujarnya menunjukkan stylishnya.
" hmm bagus sekali, bagaimana ? apa mulai mengering ?" tanya shandrianna kepada bagaskara.
" iya sudah beberapa hari lagi juga bisa kembali bersekolah."
" Sayang istirahat ya mommy takut nanti jahitannya berdarah kalau jalan terus. mas gendong kedalem aileennya " pintanya
" iya istri mas "
cup
sebelum itu ia mencuri satu ciuman dari pipi shandrianna dan menggendong aileen membawanya masuk kedalam kamar.
" sayang jangan dibantah mommy nanti marah besar hati-hati mommy suka teriak "
" momyy ! daddy bilang mommy suka marah dan suka teriak ! " adu aileen.
" sayang "
" mas bagaskara !!! "
***
malam harinya
__ADS_1
saat nya untuk beristirahat shandrianna mulai kesulitan untuk mencari posisi tidur yang nyaman. sedari tadi dia miring kanan miring kiri dan terlentang tetap tak bisa tidur nyenyak.
bagas yang sedang membuka laptopnya itu dia sudah tau kebiasaan shandrianna yang kesulitan tidur setiap malam karena perutnya.
dia pun mematikan laptopnya lalu mendekati shandrianna dan mengelus perlahan perut shandrianna.
" sayang jangan nakal ya , mommy mau tidur " bisiknya diperut shandrianna.
" kasihan mommy sudah lelah hari ini, besok lagi ya mainnya. "
dug
dia meras ditendang oleh anaknya " shh " shandrianna meringis ketika bayinya menendang dan terbangun.
" Mas "
" hmm shh "
" sakit ya ?" tanya bagas mengelus perut shandrianna.
" sedikit "
dug
" astaga sayang kamu aktif sekali disana, mommy sampai tidak bisa tidur " ujar shandrianna tersenyum mendapat anaknya terus menendang.
dug
" sayang , ini daddy jangan terlalu kuat ya nendangnya mommy kesakitan. "
" mas aku haus. "
" sebentar mas ambil air dulu. "
bagaskara pun beranjak dan menuangkan air didalam teko ke gelas dan kembali naik keranjang. bagaskara mengisi dengan penuh isi gelas itu hingga shandrianna menghabisinya langsung.
" Besok kita periksa lagi ya, mas ingin tau tanggal berapa nanti anak kita lahir. "
" iya mas "
" sudah ngantuk ya "
shandrianna mengangukkan kepalanya, dia sanngat mengantuk tapi dengan kondisi perutnya yang terus bergerak ia tidak bisa tidur dengan nyaman.
" sini mas peluk dan elus perutnya. " shandrianna menurut hingga ia benar-benar memeluk bagaskara dan menaruh kepalanya diceruk leher bagaskara.
bagaskara agak membuka baju tidur diatasnya sehingga ia bisa memandangi perut polos shandrianna yang berisi buah hatinya itu.
" Baru pertama kali aku melihat perut ini, disini ada buah hatiku dan istriku. sayangnya saat aileen disini aku tidak ada bersamanya, tidak terasa tidak lama lagi aku punya dua orang anak. sangat bahagia sekali, tadinya aku pikir selamanya tidak akan kembali lagi padanya. "
" Terima kasih tuhan karena telah mengembalikan keluargaku dan anakkku. "
****
kesokan paginya
tiba-tiba saja bagaskara di telpon oleh karyawannya untuk datang ke kantornya, karena itu dia harus meninggalkan shandrianna dan aileen sendirian.
" mas pergi dulu ya " pamitnya saat shandrianna mengantarnya sampai ke dekat mobil.
" hati-hati mas "
" mas janji pulang cepat, jika ada sesuatu telpon mas langsung oke "
" iya "
cup
bagaskara mencium bibir singkat shandrianna lalu setelah itu ia masuk kedalam mobil dan langsung pergi dari rumahnya.
selepas bagaskara pergi kembali shandrianna masuk kedalam, dan langsung naik ke kamar aileen dengan perlahan mengingat kondisi nya yang hamil besar.
" mommy kata daddy jangan sering naik turun tangga " kata aileen memperingatkannya.
" iya sayang mom ingat, sedang apa ?" tanya shandrianna.
" Bermain lego daddy, sangat menyenangkan "
" Auntie tara telpon katanya dia akan mengirimkan beberapa mainan baru untuk hadiah "
" sungguh ? kapan mom ?"
" sebentar lagi juga dateng "
__ADS_1
" ah senangnya aileen punya banyak mainan sekarang. dari uncle tomi , uncle alfian , auntie septi dan auntie tara. dari grandma dan grandpa juga. "
" hmm " balas shandrianna tersenyum.