
sekarang aileen dan bagaskara sudah sampai dirumah Handika, Aileen sedang menyuapi dini yang sedang makan bubur itu.
" Grandma harus minum obat tepat waktu, agar cepat sembuh ... sekali lagi " Kata aileen yang menyodorkan bubur ke mulut dini
" Cukup nak grandma sudah kenyang " tolak dini.
" Baiklah sekarang minum dulu "
" Lihat Bagas Putramu sangat baik dan menyayangi wanita " ucap Handika dan bagaskara yang memperhatikan Aileen dari sisi kanan ranjang itu.
" Itu semua karena ajaran istriku, dia selalu menanamkan dalam diri aileen untuk menyayangi orang tua dan perempuan " jawab bagaskara yang merasa bangga dengan putranya.
" Dimana cucuku satunya itu ? shandrianna kecil sudah lama tidak datang kesini " tanya handika
" Ayah harus tahu setiap hari mereka selalu bertengkar ada saja yang dibahas, dan sekarang mommy dan anak itu sedang mengambil raport disekolah. "
" Dia memang mirip dengan anna kecil, sangat ceria dan selalu membuat orang lain khawatir dan dengan mulut kecilnya itu membuat semua orang merasa bising."
" tapi setidaknya anna kecil dulu tau pacaran semenjak SMP tidak dengan anak ini dari SD sudah tau apa itu pacar " saut shandrianna yang datang bersama Arunika dengan muka masam keduanya saling menatap.
" he " decak Arunika
" he " jawab shandrianna bertingkah sama dengan Arunika.
" Mommy dulu banyak pacar kenapa tidak boleh dengan Arunika ? Arunika cantik lebih cantik dari mommy "
" apa ? dengar sayang dulu mommy juga cantik waktu masih muda bahkan sangat cantik "
tidak ada yang bisa menghentikan pertengkaran antara mommy dan anak itu, semuanya hanya melongo mendengarnya.
" Jika begini ayahpun tidak sanggup mendengarnya " bisik Handika.
" ini sudah menjadi makananku sehari-hari ayah " jawab bagaskara.
" daddy ! "
" mas ! "
panggil mereka serentak.
" katakan siapa yang lebih cantik diantara kami ?" tanya mereka bersamaan.
" dad-daddy ?" tunjuknya diri sendiri.
" bagaimana ini jika aku jawab Anna pasti arunika marah jika aku jawab Arunika pasti tidak ada jatah dari shandrianna " pikit bagaskara yang sangat sulit menetukan pikirnya.
" Yang cantik itu adalah auntie " saut Tara, dia memasuki kamar orang tuanya dengan cantik rambutnya hitam dan panjang diurai.
" Auntie " sapa Arunika.
" Halo sayang, aileen apa kabar ?" tanya Tara kepada kedua keponakannya.
" Baik auntie " jawab mereka serempak.
" Hayo Arunika masih bertanya siapa yang paling cantik kan ?" tanya Tara yang langsung dijawab anggukan olehny
" Disana " Tunjuk Tara ke arah Dini yang sedang berbaring itu.
" Benar sekali, Grandma paling cantik diantara kami" secepatnya Arunika datang dan memelul Grandma nya.
" Cucu grandma yang paling cantik" lirih Dini.
" Kakak " sapa Anna.
" Kau terlihat berisi sekarang apa sedang ada lagi ?" tanya Tara.
" Tidak kak , kakak sendiri sudah berapa bulan ?" tannyanya.
" Jalan 3, Ayolah Bagas sudah dari 2 tahun lalu kode minta nambah anak " goda Tara.
" heheh nanti kak, aku sudah nyaman seperti ini. "
" Pokoknya sebelum usiaku 50 aku harus punya 5 anak " saut bagaskara.
" Iya iya aku tau sudah berapa banyak kata itu diucapkan. " jawab shandrianna dengan cepat sambil mukanya cemberut.
****
" Tendang Kevin ! " teriak Arunika ketika kevin anaknya tara mendapatkan bola dari Aileen.
__ADS_1
Tuing
bola itu melempar jauh kedekat Arunika yang kemudian mereka bertiga bermain dengan serunya di area halaman rumah itu.
sedangkan shandrianna dia duduk memperhatikan anak-anak yang sedang bermain disebalahnya ada bagaskara yang sedang bermain ponselnya.
" Mas bagas berhentilah main ponsel, Ajak aku bicara " Gerutu shandrianna.
" Apa sayang ?" jawabnya yang masih terus memainkan ponselnya.
" Mas kenapa sih main ponsel terus, ada Perempuan lain disana ? kalau ada bilang saja aku mau bertemu dengannya. "
" Astaga sayang tidak ada perempuan lain "
" Sini ponselnya aku mau cek apa ada Wanita lain " Pintanya, Karena bagad agak lama dia merebutnya.
" Ini pasti Karena drama yang ditonton itu kan apa itu ? Layangan terbang ? atau lego ? apa itu "
" Iya lah aku harus waspada aku tidak mau berbagi suami dan dibodohi "
Bagaskara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Tapi dia suka dengan sikap cemburu shandrianna yang dia artikan sebagai cinta tulus nya karena takut kehilangan dirinya.
" nih tidak ada siapapun. "
" Kan sudah mas bilang " Jawabnya menerima ponsel itu.
" Pulang ya malam ini " Ajak Bagaskara.
" Iya "
***
Malam harinya
Bagaskara dan Shandrianna telah kembali bersama anak-anak, ketika anak mereka sedang menikmati makan malam di meja makan, Bagaskara dan shandrianna melihat hasil ujiannya Aileen.
" Kakak besok kita ajak mommy sama daddy jalan-jalan yuk. " Ajak arunika.
" makan lah dulu Nika " jawab Aileen.
" Kakak ! kakak ! coba perhatikan wajah daddy "
" Daddy sangat keren walau sudah tua, tapi kan usia daddy tetap tua tau tidak kak setiap hari daddy selalu merengek minta anak lagi Sama mommy. "
" Baguslah kau ada teman disini kakak jarang pulang, nanti kau bisa mengajaknya berkeliling dan bermain. "
" He kakak, Arunika mau tapi adik cowok yang tampan agar arunika diapit oleh pria-pria tampan. tapi daddy ingin anak perempuan "
" Kamu itu masih kecil belajar sana "
" sayang apa sudah makannnya ?" Teriak shandrianna
" Sudah mommy " jawab Aileen
" Belum mom ! " Teriak aarunika
" biarkan mereka makan dengan tenang, disini saja " Rangkul bagaskara sambil menciumi bahu polos shandrianna itu karena memang dia memakai pakaian tanpa lengan.
" Ada anak-anak mas "
" mereka sedang makan "
" Mommy !! " Arunika datang mengagetkan mereka hingga bagaskara langsung berakting menyender di bahu shandrianna.
" Mommy daddy kenapa ? daddy ! daddy sakit ? " Tanyanya mendekati Bagaskara kemudian menyentuh keningnya.
" Hmm sayang kepala daddy pusing " jawab bagas dengan suara serak.
" Mommy berikan daddy obat "
" Iya nanti mommy berikan tapi sekarang tidurlah bersama kakak ya ... atau mau mommy bacakan cerita ?"
" Tidak usah Arunika dan kakak bukan anak kecil lagi. mommy janji ya harus memberikan daddy obat, Jika tidak aku marah " Hardiknya.
" Iya-iya sayang astaga " saut Shandrianna.
Cup
Cup
__ADS_1
" Selamat malam daddy ! selamat malam mommy ! "
" Selamat malam " Ucap keduannya.
" Ayo sayang kekamar" Ajak bagas.
" Mau ngapaian ?"
" Main "
" Tapi aku masih datang bulan mas "
" Yang atas nya saja ayo "
" Tunggu selesai saja mas aku sedang tidak ingin "
" Tadi sudah janji pada Arunika untuk memberi mas obat, ayo tidak ada penolakan. " paksanya
Muka shandrianna sudah terkekuk kecut, walaupun begitu bagas masih saja tidak peka.
***
didalam kamar yang redup akan lampu itu, nampaknya bagaskara benar-benar bermain dengan dada shandrianna. buktinya dia masuk kedalam selimut sampai tak terlihat.
" Mashh aku mau bicara "
" hmm apa "
" Berhenti dulu "
bagaskara melepaskannya dia menatap shandrianna " Enak banget sayang " godanya sambil menjilat bibirnya sendiri.
" Ish mesum. mas ... saat aku melihat ibu wajahnya tak seperti biasanya, wajahnya kurang berseri dan tidak bersemangat. Jika aku usulkan ibu untuk dirawat di rumah sakit singapura kira-kira ibu mau tidak ?"
Bagaskara mendengarkannya lalu dia mengelus rambut istrinya " Ibu tidak akan mau melakukannya. ibu suka berada didekat anak-anak dan cucunya. kita berikan saja pengobatan yang terbaik dan tetap mengawasinya. " jelasnya.
" Aku takut jika sesuatu terjadi pada ibu aku tidak siap. "
" Cepat atau lambat semua yang bernyawa pasti akan mati tapi doakan saja ibu supaya usianya sampai 100 tahun lebih agar bisa melihat semua 5 wajah cucunya. "
" Sayang lanjut ya ?" Izin bagas.
" Sudah mas aku mengantuk " tolaknya
" Mas belum keluar, kalau begitu coba lakukan agar bisa cepat. " Goda bagas.
" Baiklah lanjut saja " Mendapati lampu hijau bagaskara kembali melakukannya, dia bersenang-senang dengan Tubuh istrinya itu.
" Nghhhh mashh jangan digigit " desah Shandrianna.
Slurrp
" Shhh "
" Sayang bantu dong mas lama kalau begini terus "
" Pakai apa mas ? aku belum selesai ?"
Bagaskara mendekatinya dan berbisik kepada " Tangan atau ... Mulut ?"
" Mashh " Rengeknya.
" Hahha " bagaskara tertawa puas saat menggoda shandrianna yang selalu kesal jika digoda begitu.
****
" Daddy mommy lama sekali kita sudah dari tadi disini, kakak sampai mandi di kolam renang belum sudah juga " gerutu Arunika ketika menunggu shandrianna ke tempatnya sekarang dibelakang rumah bersama bagaskara sedangkan Aileen sibuk berenang.
" Sabar sayang mommy kan perempuan dandannya lama " Jawab.
" Arunika juga perempuan tapi tidak selama itu "
" Mommy kan orang dewasa, kalau mommy cantik kan untuk kita semua. "
" Mommy itu sudah cantik daddy jadi tidak perlu berias lagi, tau tidak setiap menjemput Arunika mommy itu dilihatin guru-guru dan orang tua yang lain sampai matanya tidak berkedip lagi Daddy tidak cemburu ?"
" Ha benarkah ! kalau begitu akan daddy marahi mommy. "
" Ya marahi saja " jawab Arunika.
__ADS_1
" Siapa yang akan dimarahi, sayang kau nakal lagi ya ?" Tuduh shandrianna kepada Arunika.