
" aku bilang diam ya diam ! " bentak Tara.
shandrianna pun diam seketika, tara kembali melanjutkan perjalanannya. yang entah kemana dia akan bawa shandrianna.
Tara menghentikan mobilnya disuatu tempat di dekat sungai yang ada jembatan kayu panjang disana sangat sepi hanya ada mereka berdua saja.
shandrianna berusaha keluar tapi tara malah menarik pergelangan tangannya dengan kuat.
" kakak , kau mau apa "
" kau harus diberi pelajaran shandrianna ! jadi diam dan lihat apa yang akan kulakukan padamu "
" kakak aku mohon lepaskan aku ! aku tidak pernah mengganggu hidup kakak dan daniel lagi "
" berani sekali kau menyebut nama daniel dari mulutmu iti ha ! "
tara berhenti di ujung jembatan kayu itu lalu menatap shandrianna dengan mata yang ingin menangis.
" Aku ingin memberi pelajaran padamu "
tara mencekik leher shandrianna " akhh ka...kak lep...as "
shandrianna berusaha melepaskan cekikan dilehernya.
" kau menjauhkan ku dengan daniel ! kau merebut orang tuaku ! kau berusaha tampil cantik dihadapan semua orang ! lihatlah apa yang akan kulakukan padamu!"
" akhh kkk----akkak "
shandrianna kesulitan bernafas berkali-kali dia berusaha melepaskan cengkraman di lehernya. " aku benci padamu anna ! aku benci ! kau selalu merebut milikku ! "
karena sudah tidak tahan shandrianna berusaha sekuat mungkin lalu dia mendorong Tara sehingga tara tersungkur.
" kakak " gumamnya yang merasa tidak menyangka dia bisa melakukannya.
" kakak maafkan aku , aku tida.."
" haa " shandrianna berteriak saat tara berusaha mendorongnya ke sungai yang deras itu.
" Aku bisa mendorongmu disini dan entah jadi apa kau dalam sekejap ! "
" kakak jangan , aku mohon jangan kak , aku adikmu aku sangat mencintaimu "
" bohong! kau tidak mencintaiku ! jika kau benar-benar mencintaiku maka kau tidak akan ada di dunia ini ! "
" ahhh " shandrianna mendorong tara hingga dia berhasil meloloskan dirinya.
" cukup kakak ! aku sudah bersabar selama ini, atas sikapmu yang seperti anak kecil. apakah aku yang salah jika aku ada di dunia ini ha ? apakah semuanya salahku ? aku tidak pernah meminta untuk dihadirkan didunia ini. "
" merebut ? merebut apanya dari kakak, bukankah kakak yang selalu merebut semuanya dariku ! Daniel ! dulu kakak merebut daniel dan aku merelakannya. sekarang kakak juga menjauhkan aku dari ayah dan ibu ! kakak selalu mendapatkan cinta dari mereka. "
" apakah kakak tidak ingat apa yang mereka berikan kepadaku selain sisa darimu ? atau ... mereka baru mengingatku setelah kakak tertidur."
" Kalian bertiga selalu bersama, pergi bersama dan menghadiri acara apapun disekolah maupun di kampus kakak lalu denganku ? apa yang mereka berikan ? aku hanya mendapatkan semangat dari mulut mereka tapi aku merasa senang dan selalu berpikir ayah dan ibu tetap menyayangiku. "
" Dan setelah kemarin aku baru sadar, ayah dan ibu hanya mencintai kakak. tidak pernah ada diriku didalam hidup mereka ! "
" Karena mereka milikku , sebab itulah mereka berdua harus bersamaku bukan denganmu! " ujar Tara yang marah mendengsr perkataan shandrianna.
" mereka juga orang tuaku, orang tua kandungku. dia ayahku dan ibu kandungku , sedangkan kakak .. kakak hanya anak tiri untuk ibuku ! "
Shandrianna mulai terbawa emosi untuk pertama kalinya dalam hidupnua dia berani mengatakan hal itu secara langsung dihadapan tara.
" Beranis sekali kau " Tara akan mendekatinya dan berusaha mendorongnya.
" Bunuh aku kak ! bunuh aku ! tidak ada yang peduli padaku mau aku hidup atau tidak ayah dan ibu lebih memilihmu kan ... mereka hanya mencintaimu , ibuku ! hanya mencintai anak tiri yang jahat seperti dirimu ! " teriak shandrianna.
__ADS_1
" Shandrianna ! " teriak seseorang dari jauh yang bisa didengar oleh shandrianna dan tara.
shandrianna menoleh lalu terkejut melihat ibunya yang datang seorang diri " ibu " gumamnya.
ibunya berjalan menuju kearahnya lalu dia hanya diam saja " Ibu tidak mengharapkanmu bicara seperti itu pada kakakmu "
" Dia bukan kakak kandungku ! dia hanya saudari tiriku juga anak tiri ibu ! "
plak
lagi-lagi tamparan diberikan kepada shandrianna,dia hanya mampu memegangi pipinya yang merasa kesakitan itu.
" ibu " gumam shandrianna.
" Tidak salah ucapan kakakmu, kau berubah jadi membenci kami. ternyata anakku sendirilah yang mempunyai hati yang buruk " ucap ibunya yang sangat menyakiti shandrianna.
" Ibu "
lagi-lagi dia hanya mampu mengucapkan kata ibu dari dalam mulutnya.
" Mulai hari ini , ibu tidak mengenalmu kau membuat ibu kecewa semuanya berubah anna. hari ini , ibu menganggap bahwa ibu tidak pernah melahirkan dirimu ! ibu mencabut hakmu sebagai anak ibu. "
" ibu "
" aku bukan ibumu lagi sekarang "
kata dini dengan mata yang ingin menangis , Dini memegang tangan tara dihadapan shandrianna mata itu hanya bisa menatapnya " Hanya Tara anakku "
Shandrianna hanya bisa terduduk diatas jembatan itu tidak ada kata yang bisa dia keluarkan selain air mata tanpa suara itu.
mobil putih itu berjalan meninggalkannya sendirian disana, dimana ini pikirnya ? ini seperti mimpi yang datang begitu saja.
" ibuuuuuu !! hiks hiks hiks "
" hiks hiks "
***
ceklek
Shandrianna pulang dengan wajah yang lesu dan penuh keringat. dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi. bagas tidak bicara apapun dia hanya menatap shandrianna dengan biasa.
Shandrianna menegakkan kepalanya , dia melihat wajah bagas lalu memeluk bagaskara. bagas hanya diam dia tidak membalas pelukan shandrianna entah ada apa dengannya.
Shandrianna tidak merasakan perbedaan apapun kali ini dia hanya ingin memeluk bagas " Kamu kenapa ? "
untuk pertama kalinya bagas memamggil shandrianna dengan kata kamu , tidak biasanya dia seperti ini. namun mata shandrianna menatap ke tasnya lalu melihat ada sebuah tablet pil kecil-kecil yang sudah kosong setengah bagian.
" Tas itu "
" Tas milikmu " jawab bagas
lalu shandrianna mengambil tas tersebut dan mengambil tablet itu juga " ini ... "
" milikmu " jawab bagas.
" milikku ?"
" Apa ini ?" tanya shandrianna lagi.
" Benar kau tidak tau apa ini ?" tanya bagas yang mengambil pil itu.
shandrianna mengangukkan kepalanya " berhenti berbohong shandrianna ! " bagas mendorong shandrianna sampai dia terjatuh ke sofa itu dan kepalanya sedikit mengenai kayu bagian dalam sofa.
" ahh " dia meringis pelan merasakan sakit, bagas pun akhirnya melihat bibir shandrianna yang terlihat biru memar itu.
__ADS_1
" Kenapa ini ?" tanya bagas menyentuh bibir shandrianna.
" ahh sakit "
" Aku pikir kau sangat kuat , tapi kau terlihat lemah " ujar bagas.
" apa maksudmu ?".
" iya . itu yang kau katakan pada Laura kan ? sangat lemah tidak seperti mulutnya "
" Pak bagas " gumam shandrianna.
" Ini pil kontransepsi , dan kau tau artinya ... ini alat pencegah kehamilan. Sayang ( mengelus lembut pipi shandrianna ) apa kau tau yang kau lakukan ini salah ha ! " teriak bagaskara didepan muka shandrianna.
shandrianna merasa takut melihat wajah bagas yang sangat marah " Aku tidak tau itu apa "
" jangan sok polos shandrianna, kau memang suka diperlakukan kasar ha ? sudah aku peringatkan berkali - kali jangan sampai aku tau kau memakai alat pencegah kehamilan atau kau akan tau akibatnya ! "
" Ak...aku tidak tau bagaimana itu ada didalam tasku " jawan shandrianna dengan lirih.
" jadi maksudmu seseorang sengaja menuduhmu begitu ha ? lalu ... darimana saja kau malam-malam begini baru pulang , apakah kau menemui mantan pacarmu karena merindukannya. "
" Sungguh aku tidak tau "
" Ayo ikut ! "
bagas menarik tangan shandrianna " sakit bagash shh tanganku sakit ! "
bagas melemparkan tubuh shandrianna ke ranjang itu lalu melucuti pakaian shandrianna " hey apa yang kau lakukan ! tidak aku tidak mau ! bagas aku mohon "
bagas menatap bengis kearah shandrianna lalu tak segan-segan dia menarik tubuh shandrianna dan langung saja dia memasukkan miliknya ke milik shandrianna yang masih kering itu.
Shandrianna merasa lelah sekaligus sakit hati kepada bagaskara , dia juga lelah dan sakit hati kepada kakak dam juga ibunya semuanya dia lelah menghadapi semua orang.
bagaimana caranya mengatakan kepada dunia kalau dia tidak bersalah, dia duduk dibawah shower yang mengguyur tubuhnya yang terasa sakit itu.
sambil menangis air yang menyatu dengan air mata menandakan seseorang yang benar-benar hancur.
Tuhan apa yang ingin kau berikan kepadaku. aku tidak tau harus mengatakan apa lagi agar semuanya percaya padaku.
****
pagi harinya
shandrianna sudah tidak ada dirumah itu lagi, dia pergi ke kantor sendirian dengan masker yang ada di mulutnya. dia tidak ingin semua orang melihat apa yang terjadi pada dirinya.
kakinya sakit dan sulit berjalan tapi dia berusaha semaksimal mungkin agar tidak ketara. tomi melihat shandrianna yang berjalan sendirian masuk kedalam perusahaan, segera dia parkirkan sepedanya dan mengejar shandrianna.
" Shandrianna ! " teriak tomi yang tak dihiraukan oleh shandrianna karena dia tidak dengar.
" shand ! " teriak tomi lagi.
" Tomi "
" hey kamu kenapa ? kakimu sakit ? kau terjatuh ? lalu kenapa pakai masker buka " tomi memperhatikan seluruh tubuh shandrianna dari atas sampai pagi dan berusaha membuka masker shandrianna.
" ehh tidak jangan tom, aku sedang flu nanti menular hachu ! hachu "
" Kau sudah minum obat ? hei badanmu panas , ayo kita kerumah sakit " ajaknya dia memeriksa dahi shandrianna dengan rasa khawatir.
dari arah yang berlawanan bagas dan laura datang melihat keduanya yang seperti sepasang kekasih sedang menyentuh dahi shandrianna.
" Kau yakin mereka hanya berteman ? beberapa orang percaya dan meyakini kalau tidak ada namanya persahabatan antara laki-laki dan perempuan. didunia ini yang ada hanya kata cinta yang dikiaskan menjadi persahabatan."
bagaskara menggenggam kedua tangannya Laura berhasil menyingkirkan shandrianna pikirnya.
__ADS_1
" bagaimana kau sudah bicara dengannya tentang alat kontrasepsi itu ? semuamya sia-sia walau kalian mengikuti program hamil tapi shandrianna mencurangimu dibelakangmu "