
"Sayang perkenalkan ini kak Merry... ini bang Alan
Dan ini adalah Nina ,calon istri saya"
Indra memperkenalkan Nina pada kedua asistennya
"Selamat siang nona"Alan menundukkan kepala hormat
"Senang berkenalan dengan anda nona,
Anda sangat manis "
Merry ikut menundukkan kepala
gemas melihat Nina yang cantik dan imut,
Merasa seperti melihat adiknya
"Selamat siang bang Alan,Kaka Merry...
saya juga merasa senang berkenalan...
Tapi saya mohon
Jangan memanggil saya dengan nona"
Nina ikut menundukkan kepala hormat,
Mengingat Alan dan Merry berusia lebih tua
Dan Nina juga belum menjadi istri Indra
"Lalu kami harus memanggil apa nona"Alan bertanya
"Panggil saya adik....saya akan menganggap kak Merry dan bang Alan kakak saya sendiri"
Nina menjawab pertanyaan Alan
"Mohon ijinnya tuan muda.."Alan meminta persetujuan Indra
"Baiklah....
Turuti permintaan Nina untuk memanggilnya adik....
saya berharap kalian juga menyayangi Nina sebagai adik dan calon istri saya"
Indra memberi persetujuan
Alan dan Merry mengangguk
"Dek...mau minum apa"
Merry menawari Nina minum sambil membuka kulkas yang ada di ruangan itu
"Biar nanti nin ambil sendiri saja kak...silahkan melanjutkan tugas kakak...."
Merry tersenyum mendengar jawaban Nina
"Mas,...nin duduk disana ya..."
Nin bertanya ke arah Indra sambil menunjuk sofa besar di sudut ruangan
"Baik,tunggu mas ya"
Indra mengelus lembut rambut Nina
Kedua asisten tersenyum melihatnya
Terlihat sekali Indra sangat mencintai nina
Pasangan yang sangat cocok dan manis
Menunggu sendirian di sofa
Ditambah sejuknya udara AC
Lama lama Nina mengantuk
__ADS_1
dan terlelap cukup lama dia atas sofa
Indra membetulkan posisi tidur Nina
Memberinya bantal kursi untuk menyangga kepala Nina agar tidurnya nyaman
Nina terbangun saat menjelang sore
Benar benar nyenyak tidurnya tadi
"Hai sayang,sudah bangun ...!?"
Nina masih bingung dia ada di mana
Matanya mengerjap kerjap
"Ehhh....Nina kan ada di kantor mas Indra ya...
Apa nin ketiduran ya mas"
Indra tersenyum
Membelai wajah Nina
"Iyaa..kamu ketiduran
Nyenyak banget
Mas gak tega banguninnya"
"Oohh...
nin kan malu...
Kak Merry sama bang Alan mana"
Nina duduk sebentar
Lalu berdiri dan berjalan menuju cermin besar di ruangan itu
"Ada di ruangan mereka"
Nina membenahi tampilan bajunya
Memakai bedak dan mengoleskan lipstik tipis tipis
"Kamu cantik sayang
Apapun keadaanmu kau tetap terlihat cantik"Indra memuji
"Ahh ..mas ihh....
Ayo ahh kita berangkat"
Nina mengajak Indra berangkat sebelum lebih malu lagi dengan pujian Indra
Indra sudah mengganti setelan jas nya dengan baju santai
Di ruangan Indra memang tersedia juga baju santai yang sudah dipersiapkan Alan
Tersimpan rapi di sebuah lemari
Berjaga jaga kalau tiba tiba Indra membutuhkan seperti saat ini
Indra menggandeng Nina ke ruangan asistennya
Merry dan Alan masih sibuk menyelesaikan pekerjaan
"Bang Alan....kak Merry
Nina pergi dulu ya..
Maaf kalau nin tadi ketiduran"
"Tidak apa apa dek
Kami senang sudah berkenalan dengan adek"
__ADS_1
Merry mengatakan dengan tersenyum
"Kak Merry dan bang Alan langsung pulang saja setelah dari rumah saya nanti
Saya bawa mobil sendiri "
Indra berpamitan kepada dua Asistennya
"Baik tuan muda,selamat bersenang senang,kau juga dek"
Alan mempersilahkan tuan mudanya pergi berdua Nina
"Hati hati di jalan"Merry mengingatkan
Dan sampailah Indra dan Nina di mall X
Bergandengan tangan mesra memasuki mall
"Kita mau kemana dulu ini..."
Indra menggamit lengan Nina
"Nin ngikut aja mas mau kemana"
Nin meraih tangan Indra yang ada di pundaknya
"Deeuuhhh....manis sekali sii sayangnya mas"
Indra menowel pipi Nina
Nina tersenyum manis dan mengajak Indra berjalan
Mereka menuju ke sebuah toko parfum,
Indra hendak membeli parfum baru
Nina sempat melirik harga parfum yang dipilih indra
'Huuff....bisa nutup kekurangan beli lahan buat TPA '
Nin membatin....
"Sayang...kamu mau yang mana
Sekalian mas mau kamu pilihkan buat mas"
"Itu kan mas sudah milih..."
"Itu kan pilihan mas sendiri...mas mau pilihanmu juga"
'Pemborosan...'Nin bergumam dalam hati
"Mas apa gak sebaiknya satu saja dulu
Kalau buat aku belum perlu...parfum aku masih banyak"
"Ayolaahh....kamu belum pernah minta apapun ke mas"
"Nin belum butuh apa apa mas...entar kalau butuh nin pasti minta"
Mereka keluar setelah membayar parfum yang dibeli Indra
"Pantesan mas wangi sekali ya,parfumnya mehong"
Nina tertawa menggoda Indra
"Kamu juga boleh minta barang sesukamu sayang
semahal apapun mas pasti akan belikan.."
"Belum dulu mas....nin belum butuh apa apa "
Nina tersenyum
Membalas genggaman tangan Indra dan melanjutkan berkeliling...
"Sayang,mas ke toilet dulu yaa...kamu jangan kemana mana,tungguin mas disini"
__ADS_1
"oke mas"