
Dua hari sudah Nina di rawat
Selama itu Bagas yang tetap mendampinginya bergantian dengan Nadia dan Rara
Mama , papa dan ayah akan ke rumah sakit saat sudah pulang kantor
Reza juga sempat menjenguk Nina tapi kebetulan saat itu Nina masih tidur
Reza terus setia mendampingi Alea yang tampak sangat terpukul
Saat ini , Bagas yang sedang menunggu Nina
"Mas Bagas...antar aku ke tempat mas Indra....nin mohon mas....
nin janji akan menjaga sikap"
Nina menatap memohon pada bagas
"Tunggulah dek
tunggu sampai Indra pindah dari ruang operasi ke ruang rawat..."
"Tapi nin mau minta maaf sama Tante Vanya...sama Alea"
Nina mulai menangis
Dia merasa sangat bersalah
Tidak menyangka sebegitu besar pengorbanan Indra untuknya
Bagas memeluk kepala Nina....
"Kamu yakin sudah kuat?"
"Sudah mas....Nina sudah kuat"
"Baiklah...mas ambilkan kursi roda dulu"
Nina dengan di dorong Bagas menuju ke ruang tunggu tempat Indra dirawat
Mama Vanya dan Alea tetap di rumah sakit
Setia menunggu indra
Atas bantuan dokter Hermawan , mama Vanya bisa menyewa 2 kamar VVIP yang berdampingan
dimana yang satunya untuk Indra nanti saat dipindahkan ke ruang perawatan
Sedang yang satunya untuk mama dan Alea
__ADS_1
Alea sedang tidur di kamar tunggunya
Hampir dua hari tidak tidur membuatnya sangat kelelahan
Reza menunggu kekasihnya itu dengan sabar dan telaten
Nina dan Bagas sampai ditempat mama Vanya menunggu
Mama Vanya rupanya kedatangan tamu Rini dan Wina
Mereka tahu tentang penusukan Indra melalui media
Begitu mendengarnya , Rini langsung mengajak mamanya ke rumah sakit
Merasa mendapat kesempatan memberi perhatian untuk mencari muka
Begitu melihat Nina
Rini langsung menghampiri
Tanpa basa basi langsung menyemprot Nina
"Ini semua karena ulahmu nin
Kamu masih saja tak tahu diri mengejar Indra
Kamu lihat kan akibatnya..?"
Bagas sudah mau maju untuk menegur Rini
Tapi tangannya di tahan oleh Nina
"Tante...."Dengan suara tercekat Nina berdiri dan memanggil mama Vanya tanpa mempedulikan Rini
Begitu melihat Nina , Vanya berjalan cepat mendekati Nina
Dipeluknya erat tubuh Nina dan mereka menangis sambil tetap berpelukan
"Maafkan Nina Tante ...Nina yang sudah membuat mas Indra jadi begini"
Mama Vanya melepas pelukan nya
Ditatapnya wajah Nina yang menangis
Pelan pelan dihapusnya air mata Nina
"Tidak ada yang perlu di maafkan nak
Indra hanya ingin melindungi mu
__ADS_1
kau sendiri tidak apa apa kan?"
Nina berusaha tersenyum
"Nina tidak apa apa Tante "
Rini yang merasa diabaikan menghentakkan kaki jengkel melihat adegan Nina dan mama Vanya
"Sebentar lagi Indra akan pindah ke ruang perawatan
Berkat doa dari semua , operasi Indra berjalan lancar"
Nina di bimbing Bagas duduk di kursi tunggu
Disamping mama Vanya
Mama Wina berdiri dari kursinya dan menghampiri tempat duduk nina
"Kau tidak apa apa kan Nina ?"
Nina tersenyum , tangannya bergerak mencium punggung tangan mama Wina
"Tidak apa apa Tante"
Rini yang tidak terima langsung mengomel
"Mama kenapa tanya begitu
Ya terang aja dia gak apa apa....yang tertusuk kan Indra ...tega banget jadi orang"
Rini beralih duduk di samping mama Vanya
Memegang bahu mamanya Indra
"Tante gak usah risau....Rini akan bantu Indra untuk sembuh"
Mama Vanya tidak merespon ucapan Rini
" Gas...tolong nanti kalau Indra sudah sadar dan dipindah ke ruang perawatan...antar nina menemui ya?"
Bagas merasa mendapat kesempatan untuk membawa nina pergi menghindari Rini dan Wina
"Ya ma....Bagas nanti akan antar Nina menemui Indra
Tapi sekarang biar Nina ke kamarnya dulu ya ma...biar istirahat"
"Baiknya memang begitu
Bawa Nina ke kamarnya biar beristirahat"
__ADS_1
Bagas kembali mendorong Nina kembali ke kamarnya