Hanya Kamu

Hanya Kamu
Nina minta maaf


__ADS_3

Dua hari sudah Nina di rawat


Selama itu Bagas yang tetap mendampinginya bergantian dengan Nadia dan Rara


Mama , papa dan ayah akan ke rumah sakit saat sudah pulang kantor


Reza juga sempat menjenguk Nina tapi kebetulan saat itu Nina masih tidur


Reza terus setia mendampingi Alea yang tampak sangat terpukul


Saat ini , Bagas yang sedang menunggu Nina


"Mas Bagas...antar aku ke tempat mas Indra....nin mohon mas....


nin janji akan menjaga sikap"


Nina menatap memohon pada bagas


"Tunggulah dek


tunggu sampai Indra pindah dari ruang operasi ke ruang rawat..."


"Tapi nin mau minta maaf sama Tante Vanya...sama Alea"


Nina mulai menangis


Dia merasa sangat bersalah


Tidak menyangka sebegitu besar pengorbanan Indra untuknya


Bagas memeluk kepala Nina....


"Kamu yakin sudah kuat?"


"Sudah mas....Nina sudah kuat"


"Baiklah...mas ambilkan kursi roda dulu"


Nina dengan di dorong Bagas menuju ke ruang tunggu tempat Indra dirawat


Mama Vanya dan Alea tetap di rumah sakit


Setia menunggu indra


Atas bantuan dokter Hermawan , mama Vanya bisa menyewa 2 kamar VVIP yang berdampingan


dimana yang satunya untuk Indra nanti saat dipindahkan ke ruang perawatan


Sedang yang satunya untuk mama dan Alea

__ADS_1


Alea sedang tidur di kamar tunggunya


Hampir dua hari tidak tidur membuatnya sangat kelelahan


Reza menunggu kekasihnya itu dengan sabar dan telaten


Nina dan Bagas sampai ditempat mama Vanya menunggu


Mama Vanya rupanya kedatangan tamu Rini dan Wina


Mereka tahu tentang penusukan Indra melalui media


Begitu mendengarnya , Rini langsung mengajak mamanya ke rumah sakit


Merasa mendapat kesempatan memberi perhatian untuk mencari muka


Begitu melihat Nina


Rini langsung menghampiri


Tanpa basa basi langsung menyemprot Nina


"Ini semua karena ulahmu nin


Kamu masih saja tak tahu diri mengejar Indra


Kamu lihat kan akibatnya..?"


Bagas sudah mau maju untuk menegur Rini


Tapi tangannya di tahan oleh Nina


"Tante...."Dengan suara tercekat Nina berdiri dan memanggil mama Vanya tanpa mempedulikan Rini


Begitu melihat Nina , Vanya berjalan cepat mendekati Nina


Dipeluknya erat tubuh Nina dan mereka menangis sambil tetap berpelukan


"Maafkan Nina Tante ...Nina yang sudah membuat mas Indra jadi begini"


Mama Vanya melepas pelukan nya


Ditatapnya wajah Nina yang menangis


Pelan pelan dihapusnya air mata Nina


"Tidak ada yang perlu di maafkan nak


Indra hanya ingin melindungi mu

__ADS_1


kau sendiri tidak apa apa kan?"


Nina berusaha tersenyum


"Nina tidak apa apa Tante "


Rini yang merasa diabaikan menghentakkan kaki jengkel melihat adegan Nina dan mama Vanya


"Sebentar lagi Indra akan pindah ke ruang perawatan


Berkat doa dari semua , operasi Indra berjalan lancar"


Nina di bimbing Bagas duduk di kursi tunggu


Disamping mama Vanya


Mama Wina berdiri dari kursinya dan menghampiri tempat duduk nina


"Kau tidak apa apa kan Nina ?"


Nina tersenyum , tangannya bergerak mencium punggung tangan mama Wina


"Tidak apa apa Tante"


Rini yang tidak terima langsung mengomel


"Mama kenapa tanya begitu


Ya terang aja dia gak apa apa....yang tertusuk kan Indra ...tega banget jadi orang"


Rini beralih duduk di samping mama Vanya


Memegang bahu mamanya Indra


"Tante gak usah risau....Rini akan bantu Indra untuk sembuh"


Mama Vanya tidak merespon ucapan Rini


" Gas...tolong nanti kalau Indra sudah sadar dan dipindah ke ruang perawatan...antar nina menemui ya?"


Bagas merasa mendapat kesempatan untuk membawa nina pergi menghindari Rini dan Wina


"Ya ma....Bagas nanti akan antar Nina menemui Indra


Tapi sekarang biar Nina ke kamarnya dulu ya ma...biar istirahat"


"Baiknya memang begitu


Bawa Nina ke kamarnya biar beristirahat"

__ADS_1


Bagas kembali mendorong Nina kembali ke kamarnya


__ADS_2