Hanya Kamu

Hanya Kamu
Om Adi


__ADS_3

"Waktu itu Indra sama Nina kan belum pacaran pa


Mungkin sekarang mau mengenalkan secara resmi sebagai pacar"


Obrolan ringan saat makan malam masih berlangsung


"Ayo lho pak Adi jangan sungkan nambah" Mama menawari pak Adi


"Terima kasih nyonya...ini sudah cukup"Tolak Adi dengan sopan


"Bagaimana kabar istri dan anak anak pak Adi?


Lama ya tidak jumpa..


Sampaikan salam dari kami untuk istri dan anak anak ya pak"


"Alhamdulillah sehat nyonya


Terima kasih sudah memberi perhatian kepada kami


Insya Allah salam akan saya sampaikan"


Selesai makan malam ayah,papa ,pak Adi dan Bagas masuk ke ruang kerja


Mereka melakukan pembicaraan penting menyangkut perusahaan...


Utamanya tentang tugas tugas yang segera dilaksanakan Bagas


Sekaligus membicarakan Asisten yang akan mendampingi Bagas nantinya


Hampir pukul 10 malam ketika om Adi berpamitan pulang...


Bertepatan dengan masuknya mobil Indra yang mengantarkan Nina pulang


"Om Adi...."Nina menyapa om Adi sambil mencium tangannya


"Mbak Nina..."Adi menyapa Nina


Lalu ganti menjabat tangan Indra


"Tuan Indra..."


"Maaf saya ijin permisi pulang dulu tuan .." Adi menunduk hormat ke arah Tn Wicaksono dan Tn Baskoro


"Tuan muda"menunduk hormat ke arah Bagas


"Kau hati hati di jalan Di


Jangan lupa sampaikan salam kami untuk keluargamu"


Ayah menepuk pundak Adi

__ADS_1


"Insya Allah akan saya sampaikan tuan"


Adi menunduk hormat


kemudian berlalu ke arah mobil yang biasa dia pakai untuk mengantar jemput tuannya


"Ayah,papa....tadi Indra bawa Nina makan malam di rumah


Sekalian kenalan sama mama dan adik Indra


Indra tadi sudah minta ijin mama


Dan sekarang sesuai instruksi ,Indra sudah mengantar Nina pulang sebelum jam 10"


Indra menyapa ayah dan papa


"Indra masih boleh masuk nggak..??"tanya Indra


"Nggak...."


Papa menjawab singkat sambil bersedekap tangan


"Lhah...kan biasanya Indra nginep disini juga gak masalah kan.."


"Itu dulu saat kamu masih pacarannya sama Bagas" ayah sarkas menjawab


Indra menggaruk garuk kening sambil berpikir sesuatu


Baru mulutnya mau menjawab Bagas sudah menyahut


"Usir aja pa...usir..."


"Baiklah papa...ayah...daripada diusir jadi malu mending Indra pulang saja"


Indra meraih punggung tangan ayah dan papa dan menciumnya


"Kakak ipar...."mulai mengganggu Bagas


"Ya adik ipar sayang.."Bagas mengimbangi gurauan Indra dan menyodorkan punggung tangannya untuk dicium Indra..


"Isshh...bikin mual...."


Indra meraih tangan Nina


"Antar mas ke mobil yukk"


Yang lain masuk rumah membiarkan yang lagi kasmaran berpamitan


Indra berhenti di depan pintu mobil


meraih pundak Nina

__ADS_1


Lalu mencium keningnya


Ritual yang selalu dilakukan kalau pulang dari rumah Nina.


"Mas pulang ya...sampai ketemu dalam mimpi"


Nina menjawabnya dengan senyum


Nina masuk rumah setelah mobil Indra hilang dari pandangan


"Nin pamit masuk kamar dulu ya"


Nina pamit karena sebagian keluarga masih ada di ruang keluarga


Berada sendirian di kamar dan merebahkan dirinya di kasur


Nina mengingat ingat kejadian di rumah Indra tadi


Mama Vanya dan Alea menyambutnya dengan hangat dan ramah


Nina sangat senang berkenalan dengan mereka


Tapi tadi ada sesuatu yang membuatnya resah


Memikirkan cerita tadi


Mama Vanya bercerita kalau di butiknya kedatangan artis baru


Namanya Rini dan mamanya


Katanya dulu pernah beberapa kali ke butik mama Vanya...nyonya Wina namanya


Apa mungkin mereka adalah Rini dan mama wina yang dia kenal ya


Ataukah orang yang kebetulan punya nama sama


Apa Rini memang menjadi artis sekarang....


Ahh Aku kan tidak pernah melihat berita tentang artis


Kalaupun melihat tivi aku lebih sering menemani putri melihat film kartun lewat tivi kabel


Nina masih merasa khawatir bertemu lagi dengan mereka


Telpon dari Reza tidak dia angkat....


Dibiarkannya sampai berhenti berdering


Nina terus beristighfar menenangkan hatinya


Hingga lambat laun dia bisa tertidur dengan lelap..

__ADS_1


__ADS_2