
"Waktu itu Indra sama Nina kan belum pacaran pa
Mungkin sekarang mau mengenalkan secara resmi sebagai pacar"
Obrolan ringan saat makan malam masih berlangsung
"Ayo lho pak Adi jangan sungkan nambah" Mama menawari pak Adi
"Terima kasih nyonya...ini sudah cukup"Tolak Adi dengan sopan
"Bagaimana kabar istri dan anak anak pak Adi?
Lama ya tidak jumpa..
Sampaikan salam dari kami untuk istri dan anak anak ya pak"
"Alhamdulillah sehat nyonya
Terima kasih sudah memberi perhatian kepada kami
Insya Allah salam akan saya sampaikan"
Selesai makan malam ayah,papa ,pak Adi dan Bagas masuk ke ruang kerja
Mereka melakukan pembicaraan penting menyangkut perusahaan...
Utamanya tentang tugas tugas yang segera dilaksanakan Bagas
Sekaligus membicarakan Asisten yang akan mendampingi Bagas nantinya
Hampir pukul 10 malam ketika om Adi berpamitan pulang...
Bertepatan dengan masuknya mobil Indra yang mengantarkan Nina pulang
"Om Adi...."Nina menyapa om Adi sambil mencium tangannya
"Mbak Nina..."Adi menyapa Nina
Lalu ganti menjabat tangan Indra
"Tuan Indra..."
"Maaf saya ijin permisi pulang dulu tuan .." Adi menunduk hormat ke arah Tn Wicaksono dan Tn Baskoro
"Tuan muda"menunduk hormat ke arah Bagas
"Kau hati hati di jalan Di
Jangan lupa sampaikan salam kami untuk keluargamu"
Ayah menepuk pundak Adi
__ADS_1
"Insya Allah akan saya sampaikan tuan"
Adi menunduk hormat
kemudian berlalu ke arah mobil yang biasa dia pakai untuk mengantar jemput tuannya
"Ayah,papa....tadi Indra bawa Nina makan malam di rumah
Sekalian kenalan sama mama dan adik Indra
Indra tadi sudah minta ijin mama
Dan sekarang sesuai instruksi ,Indra sudah mengantar Nina pulang sebelum jam 10"
Indra menyapa ayah dan papa
"Indra masih boleh masuk nggak..??"tanya Indra
"Nggak...."
Papa menjawab singkat sambil bersedekap tangan
"Lhah...kan biasanya Indra nginep disini juga gak masalah kan.."
"Itu dulu saat kamu masih pacarannya sama Bagas" ayah sarkas menjawab
Indra menggaruk garuk kening sambil berpikir sesuatu
Baru mulutnya mau menjawab Bagas sudah menyahut
"Usir aja pa...usir..."
"Baiklah papa...ayah...daripada diusir jadi malu mending Indra pulang saja"
Indra meraih punggung tangan ayah dan papa dan menciumnya
"Kakak ipar...."mulai mengganggu Bagas
"Ya adik ipar sayang.."Bagas mengimbangi gurauan Indra dan menyodorkan punggung tangannya untuk dicium Indra..
"Isshh...bikin mual...."
Indra meraih tangan Nina
"Antar mas ke mobil yukk"
Yang lain masuk rumah membiarkan yang lagi kasmaran berpamitan
Indra berhenti di depan pintu mobil
meraih pundak Nina
__ADS_1
Lalu mencium keningnya
Ritual yang selalu dilakukan kalau pulang dari rumah Nina.
"Mas pulang ya...sampai ketemu dalam mimpi"
Nina menjawabnya dengan senyum
Nina masuk rumah setelah mobil Indra hilang dari pandangan
"Nin pamit masuk kamar dulu ya"
Nina pamit karena sebagian keluarga masih ada di ruang keluarga
Berada sendirian di kamar dan merebahkan dirinya di kasur
Nina mengingat ingat kejadian di rumah Indra tadi
Mama Vanya dan Alea menyambutnya dengan hangat dan ramah
Nina sangat senang berkenalan dengan mereka
Tapi tadi ada sesuatu yang membuatnya resah
Memikirkan cerita tadi
Mama Vanya bercerita kalau di butiknya kedatangan artis baru
Namanya Rini dan mamanya
Katanya dulu pernah beberapa kali ke butik mama Vanya...nyonya Wina namanya
Apa mungkin mereka adalah Rini dan mama wina yang dia kenal ya
Ataukah orang yang kebetulan punya nama sama
Apa Rini memang menjadi artis sekarang....
Ahh Aku kan tidak pernah melihat berita tentang artis
Kalaupun melihat tivi aku lebih sering menemani putri melihat film kartun lewat tivi kabel
Nina masih merasa khawatir bertemu lagi dengan mereka
Telpon dari Reza tidak dia angkat....
Dibiarkannya sampai berhenti berdering
Nina terus beristighfar menenangkan hatinya
Hingga lambat laun dia bisa tertidur dengan lelap..
__ADS_1