Hanya Kamu

Hanya Kamu
Cita-cita Aileen


__ADS_3

" pak bagas ! "


teriak tomi dan alfian bersamaan, ada kak septi juga yang ikut berlarian masuk kedalam rumah. sehingga membuat semua orang yang sedang makan menoleh kearah mereka.


" tomi, alfian, kak septi " ucap shandrianna.


" hosh ! hosh ! pak bagas ... ini pesananya " kata tomi.


" saya juga bawa pak " saut alfian.


" kau pesan apa ?" tanya shandrianna menatap bagaskara.


bagaskara pun berdiri lalu beranjak menghampiri ketiganya.


" mana ?"


tomi dan alfian sama-sama memberikan kotak ice cream nya. " pak kau tau betapa susahnya mendapatkan ice cream rasa mint ini. " ujar tomi.


" ice cream ?" saut shandrianna.


" shand kau ini ngidam seperti anak kecil saja, pak bagas meminta ku mencarikan ice cream rasa mint ini aku bawakan satu kotak besar "


" ada ?" tanyanya dengan semangat, dia berlarian menuju kearah tomi.


" jangan sayang lari ! " tegas bagaskara.


" kenapa ?"


" sayang ingat kondisimu sedang hamil "


" oh iya lupa. tomi mana ? aku mau memakannya. " pinta shandrianna.


" ini "


" shandrianna aku juga punya "


" mana ?"


akhirnya tomi dan alfian memberikan masing-masing satu cup besar ice cream rasa mint tersebut. " bagaimana bisa kalian mendapatkan ini ?"


" tentu bisa kalau bonus nya besar dimanapun aku cari. "


" mata duitan kamu " kata shandrianna.


" baiklah karena sudah dapat masing-masing kalian akan dapat bonus gaji dari saya. " ujar bagaskara.


" 10% kan pak ?" tanya alfian.


Shandrianna melotot mendengarnya " masing-masing 15%" untuk kalian bertiga. "


" wow ! daebak ! " ucap mereka bertiga.


" ah dasar kalau begitu aku cari saja sendiri bonusnya bisa untukku. " kata shandrianna.


" hei cepat makanlah katanya kau ngidam. " ujar tomi.


" ah iya " shandrianna pun duduk di sofa dia membuka cup ice cream itu , dan menikmati nya sendirian.


aileen yang melihat mommy nya ditatap seperti itu langsung menghampirinya.


" Apa enak ?" tanya kak septi.


" hmm sangat enak " jawab shandrianna.


cara makan shandrianna sungguhlah menggoda seperti iklan-iklan yang ada di televisi. membuat siapapun yang melihatnya jadi kepingin.


" sayang sudah nanti flu terus batuk, sini sudah cukup makannya. " ujar bagaskara berusaha mengambil ice cream itu karena takut shandrianna sakit.


" kenapa sih orang lagi makan juga. bilang saja kau ingin kan , aileen sayang mau tidak ? enak loh "


" mommy mau "


" sini sayang , ini pegang ya mommy makan yang satunya. "


jadilah mereka berdua ibu dan anak yang memakannya


" hmm yummy " kata aileen.


" sayang sudah jangan banyak-banyak " ujar bagaskara.


" hmm ini sudah cukup. " jawabnya tapi dia menatap aneh tomi, sehingga tomi waspada melihatnya.


" kamu jangan macem-macem shand " kata tomi yang ketakutan.


" tom tiba-tiba aku ingin kau menyuapi pak bagaskara dengan ice cream ini. "


" gila kamu shand. tidak-tidak mana berani aku. " tolaknya.

__ADS_1


" pak bagas " lirihnya.


" sayang apa tidak ada yang lain ? "


shandrianna mengelengkan kepalanya " ck baiklah tomi suapi aku cepat , sekali saja kan sayang ? "


shandrianna mengangukkan kepalanya, dengan terpaksa tomi pun menyuapi bagaskara " hahha daddy sangat lucu wajahnya "


walau terlihat gugup dan tak biasa bagaskara berusaha bersikap netral tapi dia tidak bisa menahan rasa asing disuapi pria begitupun dengan tomi.


" puas sayang ?" tanya bagaskara.


" hmm "


" sudah lah aku pulang shand , kak septi ikut denganku. nanti lama-lama permintaanmu semakin aneh. "


****


setelah drama ice cream itu semua orang sudah kembali masuk kedalam kamar masing-masing. didalam kamarnya aileen sudah tidur ditengah-tengah mereka.


padahal bagas ingin dekat dengan shandrianna tapi nyatanya aileen tidur bersama nya. dia pikir aileen akan tidur bersama mertuanya.


" Sayang "


" hmm " shandrianna membuka matanya keduanya saling menatap.


" Perutnya tidak apa-apa kan ?"


" kau sudah bertanya sebanyak 8 kali. tidak apa , lagipula aku ini hamil bukan sakit perut. aku tidak merasakan apapun. " jelas shandrianna yang sudah lelah ditanya terus.


" aku khawatir karena tadi kau berlarian sayang. " bela bagaskara terhadap dirinya sendiri.


" Besok pagi kita langsung pulang ya. "


" Kenapa ? "


" Aku ingin berduaan denganmu, eh maksudnya berempat sama anak kita yang ada di perutmu sayang. "


" Hmm aku sudah sangat mengantuk. " ujarnya dengan mata yang tetutup.


" Tidurlah sayang, selamat malam. "


akhirnya mereka semua pun tertidur dengan nyenyak dan saling memeluk aileen.


***


pagi ini tara sudah terlihat rapi dan cantik. tak lupa dia memakai hiellsnya hingga dia sudah sangat sempurna.


langsung saja dia keluar dari kamarnya, karena shandrianna dan bagas sudah pulang dia langsung pergi menggunakan mobilnya sendiri.


shittt


beberapa saat kemudian mobilnya berhenti disebuah pusat perbelanjaan, dengan langkah cepat dia masuk kedalam dan memaksi kaca mata hitamnya.


drrtt....rrtttt


langkahnya terhenti lalu ia mengangkat telponnya.


" halo "


" ... "


" benar , tapi kalau bisa pisahkan saja disetiap tahunnya. dengan begitu semua akan mudah dan cepat selesai. "


" .... "


" iya itu juga bisa diterima "


lantas tak sengaja seorang pria menabrak bahunya disebelah kiri nya hingga membuat ponselnya terjatuh dan langsung pecah saat itu juga.


krek


dia menoleh lantas melihat ponselnya yang hancur begitu saja " maaf aku tidak sengaja, tolong berikan nomor rekeningmu aku akan mengirimkan ganti ruginya. " bibir pria itu terluhat tipis dan sexy dan gaya bicaranya dia terlihat sangat sibuk.


" oh tidak masalah, kau tidak perlu menggantinya. " jawab tara yang mengumpulkan sisa ponselnya hingga pria itu berjongkok dan membantunya


" jangan " pria itu menyentuh tangannya dan tara menatapnya.


" tampan sekali " pikirnya.


" biar aku saja ini salahku. "


benar saja pria itu terlihat tampan dan juga perfeksionis. " ta-tapi. "


***


shandrianna baru saja selesai mandi, dia ingin turun kebawah untuk mencuci pakaiannnya. dan sebelum itu dia ke kamar mandi untuk mengambil baju kotor.

__ADS_1


" eh dimana " gumamnya karena tidak ada lagi sama sekali baju kotor tersebut.


dia cari-cari sampai keruangan yang disediakan khusus untuk mencuci pakaian ternyata disana ada bagaskara yang sedang memasukkan pakaian kedalam mesin cuci.


" apa yang sedang kau lakukan ? ini pekerjaanku. " ujar shandrianna.


" duduk dan diamlah. " jawab bagas.


" tidak-tidak aku sudah biasa melakukannya kenapa harus dirimu. dari pagi tadi aku tidak melakukan apapun hanya diam saja. aku bisa bosan jika begini. "


" kalau bosan kita shoping saja. "


" pak bagash " rengeknya seperti anak bayi manja.


" iya sayang nya daddy " jawab bagaskara seraya terkekeh.


" mulai sekarang ini pekerjaanku, tugas mu adalah menjaga dirimu dengan baik, jaga anak kita yang ada didalam dan puaskan aku di ranjang saja. "


" Hei ! kau selalu begitu. eeeeh tunggu-tunggu. " saat shandrianna melihat bra nya yang ada ditumpukan paling bawah.


" ada apa sayang ?" tanya bagaskara dengan bingung.


" hanya sisa sedikit biar aku saja. ai-aileen ada di ruang depan dia sedang belajar temanilah dia. "


" sebentar lagi, temani saja dulu aileen 5 menit lagi aku menyusul. "


tiba-tiba bagaskara memegang bra nya berwarna hitam, bagaskara menatap bra itu dan tersenyum mesum kepada shandrianna.


" ho jadi ini alasannya ya " goda bagaskara.


" hentikan tatapan mesummu! cepat Masukkan jangan dipegang terus. "


" eits tidak bisa ... sayang kau masih malu padaku ya ? hahaha kenapa malu aku suamimu, aku saja sering melihat isinya. "


" pak bagaskara hiks hiks masukkan aku malu. " rengeknya dan langsung menangis, bagas pun jadi tak tega dia memasukkan semua nya lalu memeluk shandrianna.


" cup cup cup jangan menangis, sudah aku masukkan. maaf-maaf aku bercanda tadi, jangan menangis ya nanti aileen lihat bagaimana ? "


" hiks hiks kau sendiri yang menggodaku. "


" iya-iya maaf janji aku tidak akan melakukannya lagi. "


" janji ?" tatap shandrianna.


" iya janji sayang. "


" ayo kedepan nanti aileen kesepian kita temani dia belajar." ujar bagaskara


shandrianna mengangukkan kepalanya lalu mereka berdua bersama-sama melangkahkan kaki keruang depan.


" sayang " panggil bagaskara kepada aileen hingga ail yang sedang fokus itu menoleh kepadanya.


" mommy , daddy. " ucapnya seraya tersenyum.


keduanya pun duduk disebelah aileen dan memperhatikan tulisan aileen.


" sedang belajar apa sayang ?" tanya bagaskara.


" Matematika daddy. " jawabnya yang kembali fokus belajar itu.



shandrianna begitu senang ketike melihat aileen yang selalu belajar dengan baik. dia tidak pernah disuruh belajar tapi ailleen sangat menyukai belajar.


" aillen mau camilan dan susu ?" tanya shandrianna.


" nanti saja mommy. "


" mom , dad ... minggu depan bu guru minta mommy datang kesekolah katanya ada yang harus dibicarakan. "


" daddy tidak ikut ?" saut bagaskara.


" tidak dad, katanya harus mommy. "


" yasudah tidak apa aku bisa pergi nanti. sayang ... mommy akan pergi dengan aileen nanti. "


" aileen sayang daddy ingin bertanya. "


" iya dad "


" cita-cita ailleen apa ? daddy ingin tahu. "


" Kata mommy aileen harus jadi pria yang baik, sayang sama orang tua, jadi laki-laki yang bertanggung jawab dan juga lembut tidak suka marah-marah. "


" oh begitu bagus sekali. kalau pekerjaan aileen ingin jadi apa ? "


" Ailleen ingin menjadi profesor matematika. "

__ADS_1


__ADS_2