
tut..tutt..tutt
" Tidak diangkat sayang "
" coba lagi mom "
" mungkin papa sedang sibuk sayang, lain kali saja ya sekarang makan dulu nanti tidak enak makannya. "
****
" Jadi berapa ?" Tara sedang berada disebuah minimarket membeli beberapa camilan yang sudah dibungkus camilan kantong sedang.
" Semuanya seratus dua puluh lima ribu " jawab kasir itu.
Tara membuka dompetnya namun sayang nya tidak ada uang cash " maaf apa bisa pakai kartu ?" tanyanya.
" maaf nona tapi lagi eror " jawab kasir itu.
" ini saya bayar , hitung ini juga sekalian "
dari belakang seseorang menyodorkan uang dua ratus ribu rupiah , Tara pun menoleh siapa sangka dibelakangnya sudah ada Mahen yang berdiri tegak dan tersenyum kepada tara.
" Mahen kau ada disini ?" tanyanya.
" ya , aku tadi lewat dan membutuhkan itu " jawabnya.
" oh begitu, nanti aku bayar padamu "
" tidak usah tidak seberapa , apakah kau punya waktu ? aku mau mengajak mu nonton besok "
" Menonton apa ?"
" Bioskop "
"Baiklah kalau begitu aku akan tranktir menonton saja "
" oke bagus , nanti aku kabari jam berapa "
" iya "
" ini kembaliannya pak " ujar kasir memberikan uang receh.
keduanya pun keluar bersama dari minimarket itu, Mahen membukakan pintu untuk Tara dan membuat tara tersenyum.
" Aku duluan ya " kata tara
" hati-hati dijalan "
Tara mengangukkan kepalanya dan tersenyum menatap Mahen , melihat itu membuat mahen senang entah kenapa jika tara tersenyum terlihat cantik pikirnya.
***
Malam harinya dikediaman Bagaskara dan Shandrianna tampak sepi dan tidak ada keberisikan sama sekali. karena masih kesal dengan Bagaskara sehingga shandrianna lebih memilih menemani aileen dikamarnya mengerjakan tugas sekolah sambil mengasuh bayinya.
" Sudah sayang ? kita tutup ya ini sudah larut sebaiknya tidur ya " ujar shandrianna , mata aileen juga terlihat mengantuk sekali.
" mommy temani aileen tidur ya "
" iya sayang , adik juga akan tidur disini "
Aileen tersenyum kecil , dia menguap lalu berjalan menuju keranjang.
" Mommy lupa mengambil selimut untuk adik, tunggu sini ya , jaga adik sebentar "
" iya mom "
Shandrianna pun keluar dari kamar aileen dia akan kekamarnya untuk mengambil beberapa kebutuhan Arunika.
ceklek
dilihatnya lampu kamar masih hidup, bagaskara duduk di sofa ketika dia masuk dia jadi bahan penglihatan Bagaskara.
tapi dia tidak memperdulikannya, dirinya langsung ke lemari mengambil beberapa kebutuhan anaknya.
" Apa Aileen dan Arunika sudah tidur ?"
" Sudah "
" Lalu mau kemana mengambil semua itu ?"
" Tidur di kamar aileen "
__ADS_1
setelah mengambil popok, selimut dll dia beralih mengambil botol susu. " Tidurlah disini "
" Aku akan menemani aileen tidur, aku sudah janji padanya."
" Dia bisa tidur disini "
Shandrianna menatap bagaskara, aneh pikirnya tadi marah malah menyuruh aileen yang ketakutan tidur disini.
" Apa mas tidak punya pikiran ? tadi sore kau membentaknya sampai membuatnya ketakutan dan menangis sekarang menyuruhnya tidur disini ? Aneh kamu mas " jawabnya begitu saja lalu meninggalkan bagaskara sendirian.
kembali dia masuk kekamar aileen sedangkan bagaskara masih dikamar itu, dia berusaha tidur tanpa shandrianna tapi tidak bisa. berbagai macam gaya tidur di sudah coba tapi tetap tidak bisa.
waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam , dia mengantuk tapi tidak bisa tidur.
sedangkan disisi lain shandrianna juga tidak bisa tidur, dia berada di tengah-tengah anaknya dengan posisi aileen memeluknya. dia tidak ingin jauh dari mommy nya.
tangannya mengelus rambut aileen menatap wajah polos dan tampan itu, baru dibentak bagaskara dia sudah ketakutan begini dia paham aileen yang sudah dibesarkan oleh Andrew mana mungkin begitu saja melupakannya.
keesokan harinya
bayi kecil itu terbangun tapi tidak menangis, dia mamainkan tangannya sendiri seperti menunjukkan kalau dia sedang haus.
ceklek
bagaskara membuka pintu kamar dan masuk kedalam, dilihatnya bayinya yang sudah bangun langsung digendongnya.
" Haus sayang ?"
tiba-tiba bayinya menangis, Dilihatnya dimeja tidak ada stock asi shandrianna. membangunkan shandrianna dia tidak tega pasti semalaman bergadang.
dibawanya turun agar tidak mengganggu shandrianna dan aileen tidur, namun shandrianna bisa tau nalurinya sangatlah kuat. dia bangun dan turun mencari sumber suara.
" jangan menangis sayang mommy sedang tidur sama kakak nanti terbangun "
" cup...cup..cup anak daddy sudah ya nanti sebentar lagi tunggu mommy bangun. "
" Sini biar aku gendong " ujar shandrianna , bagaskara menatapnya dan memberikannya kepada shandrianna.
" Kau sudah bangun ? "
" hmm "
" Aileen masih tidur ?"
" iya "
disusui bayinya di ruangan tamu itu dan dielusnya kepalanya dengan lembut, bagaskara duduk disebelah shandrianna melihat bayinya yang sedang menyusu pada shandrianna.
" Mas tidak bisa tidur semalam, nanti malam tidur dikamar saja " Ucapnya sendu, dia merasa benar-benar kehilangan shandrianna semalam.
diliriknya bagas sebentar lalu beralih ke anaknya , dia masih tak mau menjawab.
" sayang " panggilnya lagi.
" Bisa tidak mas Bagas sedikit saja mengerti, Jika marah padaku katakan saja padaku mas boleh marah padaku sesuka hati tapi jangan melampiaskannya pada Aileen, aku tidak tega melihatnya menangis begitu dikamarnya. dia masih kecil tidak mengerti semuanya ... "
" Mas marah dan kesal melihatmu Disentuh begitu oleh Lion, ditambah aileen menyebut nama andrew membuat hati mas kacau dan panas "
" Aku mengerti aku juga terkejut untuk perilakunya, tapi marah saja padaku. jujur saja Andrew tidak pernah memarahinya bahkan membentak nya saja tidak. aku takut dia akan membandingkanmu dengan Andrew aku tidak mau nanti dia mengabaikanmu " jelas shandrianna
Bagaskara merangkulnya dan mencium kening shandrianna " maaf mas tau mas salah pada aileen, mas akan minta maaf padanya. "
" Mas juga menyesal telah memarahinya tidak seharusnya mas begitu. "
dari kamar atas aileen ternyata sudah rapi dengan baju sekolah dan tasnya, dia menyiapkannya sendiri dan turun dengan langlah kecilnya.
melihat daddy dan mommy nya sedang mengasuh adiknya , dia mau memanggil shandrianna tapi takut ada bagaskara.
" Aileen " panggil bagaskara.
dia menatapnya tapi tak membalas ucapannya.
" Sayang kau sudah siap ?" tanya shandrianna.
" iya mommy "
" sini aileen " panggil bagaskara , dengan langkah pelan dan menundukkan kepalanya dia berjalan mendekati bagaskara namun tak sampai dekat sekali dia sudah berhenti.
" Mau berangkat sekolah sekarang ?"
aileen mengangukkan kepalanya tapi tetap menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" daddy antar ya tunggu sebentar ambil kunci mobil dulu. "
" Tidak usah daddy, aileen naik bus sekolah saja. mommy aileen pergi dulu ya , daddy .. "
aileen pergi begitu saja , shandrianna dan bagaskara saling memandang.
" Aileen terlihat marah padaku "
" tidak , dia tidak marah. dia hanya tidak ingin kau marah padanya jadi dia begitu , jemputlah dia nanti dia tidak akan begitu percayalah "
" hmm nanti mas jemput. jika dilihat ... sifatnya sama seperti mommy nya suka merajuk dan pergi begitu saja. "
" anak siapa dulu "
" Tapi awas ya pergi lagi seperti waktu dulu awal-awal menikah, jika ketemu mas tidak mau membukakan pintu biar mas kurung dan tidak bisa keluar. " ancam bagaskara.
" Sudah tidak tapi kalau ingin ya aku pergi. "
" Awas saja ! "
" iya-iya tidak. mas ... "
" hmm "
" gendong Arunika dulu, aku capek menyusuinya terus mau pompa saja. "
" Sini. "
diambillah Arunika dari gendongan shandrianna, tapi dia tidak menangis malah tersenyum melihat bagaskara.
" Cantik sekali anak daddy , jadi pengen buat lagi yang banyak "
" he sembarangan baru seminggu melahirkan " ketus shandrianna.
" ya kan rencana dulu sayang. "
diajaknyalah anaknya bermain sambil tersenyum-senyum disebelahnya shandrianna memompa asinya keluar banyak sekali karena bagas selalu memintanya untuk mengkonsumsi sayur mayur.
" Banyak ya ? " tanya bagaskara.
" Hmm Lumayan "
Bagaskara terus menatap dada shandrianna sampai tak berkedip, shandrianna memiliki firasat sendiri " Jangan dilihat aku tidak tanggung jawab nanti. "
Bagaskara menelan salivanya berusaha menggoyahkan imannya pikirnya.
" eh tidur dia " ujar bagas yang tak menyangka jika Arunima tertidur begitu saja.
" Namanya juga bayi begitulah kalau kenyang tidur, bangun haus sudah kenyang tidur lagi ".
" Jadi sekarang giliran daddy nya kan ?"
" Apanya ?"
" Dirawat sayang , diberi makan diberi kopi diberi jatah "
" Aku ngantuk mas , buat sendiri ya heheh "
" Jangan tidur ini masih pagi tidak baik untuk kesehatan, sekarang mandi dan turunlah mas buatkan sarapan. "
" ah baiknya terima kasih mas "
cup
shandrianna berbahagia hingga dia mengecup bibir bagaskara " Lagi sayang "
cup
" lagi "
cup
" sudah mas bau belum mandi. "
" Tapi kamu wangi sayang "
" ya kan beda parfumku mahal mas " jawabnya menyombong.
" Pakai uang siapa ?"
" ya mas bagas dong " jawabnya enteng lalu menggendong Arunika dan membawanya masuk kedalam, bagas hanya bisa tersenyum mendengar perkataan shandrianna itu.
__ADS_1