
" sayang "
didekatinya shandrianna yang duduk dimeja makan itu, dia memegang kedua tangan shandrianna. " Kau marah pada mas ?" tanyanya.
shandrianna menghela nafas kasarnya " tidak mas, dimana anak-anak tadi ? bukankah tadi main disana." menatap kearah depan televisi begitupun dengan bagaskara.
" Paling masuk kekamar mereka. sekarang istirahat ya, tidur siang saja. " ajaknya
shandrianna menggeleng dia akan merasa pusing jika terus tidur dikamar.
" baiklah mas temani duduk disini saja. "
shandrianna tersenyum tipis, Jika Bagaskara perhatikan semenjak kedua orang tua shandrianna meninggal. sangat jarang sekali senyuman dan tulus itu mengembang dibibirnya.
" Kata dokter jika mas mengajak jalan-jalan juga tidak masalah asal jangan terlalu lelah. bagaimana jika kita besok mengajak anak-anak ke time zone ?" usul Bagaskara
" Baiklah Aileen juga akan Kembali ke Asrama 2 hari lagi. "
" Hmm baiklah " Diusapnya rambut shandrianna sambil dia tersenyum.
" Bagaimanapun aku harus membuat senyuman itu kembali, aku begitu merindukan istriku yang sangat suka tersenyum. " Batinnya.
***
Keesokan harinya
benar saja Bagaskara membawa anak-anak dan Shandrianna ke pusat perbelanjaan sekalian bermain di timezone.
Aileen dan Arunika tampak senang bermain Bola Basket hingga berkali-kali memasukkannya kedalam Ring.
" huuu menang lagi ! " sorak Arunika.
" kakak juga menang ! " saut Aileen.
" Pointku Lebih banyak dari kakk wleek " dia menjulurkan lidahnya mengecilkan aileen
" lihat ya akan kakak buktikan, kakak pintar bermain basket !"
" ya! ya ! ya ! "
Shandrianna ingin tertawa melihat kedua anaknya yang bertengkar karena point mereka. bagaskara begitu bahagia akhirnya dia berhasil membuat shandrianna tertawa.
" horee ! mommy ! Arunika menang lagi ! " soraknya.
" wah! hebat sayang ! ayo lagi ! Aileen juga sayang ! semanggat ! " soraknya.
Tatapan bagaskara sangatlah dalam, dia seakan merasa bersyukur saat ini. beberapa orang yang melihat bagaimana tatapan bagaskara kepada shandrianna iri karena diperlakukan begitu istimewanya.
" Horeeee ! Aileen menang ! " sorak Aileen kegirangan yang langsung memeluk Shandrianna.
lost
" huft " Arunika membuang nafas kasarnya dia telah kalah bermain Basket itu.
" kau lihat siapa pemenangnya ?" tanya Aileen
" Daddy ! lihat kakak mengejekku " adunya memeluk bagaskara.
" Eh tidak boleh begitu sayang, semuanya adil kan sudah bermain masing-masing " jelas bagaskara yang berjongkok menyibakkan poni Arunika.
" Dasar pengadu " kata Aileen.
" Mommy kakak jahat " tunjuknya.
" Aileen sayang tidak boleh begitu, minta maaf pada Arunika ya. " bujuk shandrianna.
dengan senang hati aileen menjulurkan tangannya
" maafkan kakak ya " ujarnya, tapi Arunika tak menggubrisnya sama sekali dia masih merajuk.
" Ayo sayang tidak boleh begitu, kakak sudah minta maaf " bujuk bagaskara.
tetap saja Arunika tidak mau.
" Sayang ayo minta maaf " saut Shandrianna.
" huft , iya aku maafkan " jawab Arunika yang menerima uluran tangan Aileen.
hingga semuanya tersenyum melihatnya yang kembali akur itu, begitulah cara mereka mengasuh kedua anaknya. harus terus memberikan pengertian agar tak berlarut dalam pertengkaran.
" Sekarang mau main apalagi ? nanti daddy tukarkan uangnya. " tanya bagaskara.
" Daddy aku mau beli baju boleh ? beli sepatu ? ikat rambut ? Cat kuku ? terus hmm tas ?"
__ADS_1
" Boleh sayang apapun pilih saja, Aileen juga nanti kita beli kebutuhan untuk diasrama ya. mommy juga mau apapun daddy belikan. " jawab bagaskara yang membuat ketiga orang itu senang.
mendengar itu Arunika meminta shandrianna sedikit menundukkan tubuhnya.
" Tumben daddy baik ya mom " bisik Arunika ditelinga Shandrianna.
" iya sayang, biasanya harus minta berapa kali dulu " bisik bagaskara.
" sayang ! daddy dengar ya. " saut bagaskara.
" hehehe " keduanya tersenyum tak enak
" apa pernah daddy marah kalau misalkan mommy belanja ? daddy tidak pernah melarang hanya saja mommy suka berbelanja sendiri, biar dikatakan apa ? masih lajang ? he ! mommy itu sudah punya anak dua terus istrinya daddy masih saja ada yang suka menggoda mommy " oceh bagaskara yang membuat shandrianna menelan ludahnya.
" Ayo sayang kita cari baju, tas , sepatu mommy pilihkan " ajaknya yang meninggalkan bagaskara sendirian bersama aileen.
" sayang tunggu ! ayo aileen, mommy mu kalau sedang diocehi pasti pergi " gerutunya.
" Dimana ? itu ?" tunjuk shandrianna , yang dijawab anggukan oleh Arunika.
kedua anak dan mommy itu sedang asik-asiknya memilih baju untuk Arunika. sedangkan bagaskara dan Aileen berdiri memperhatikan keduanya.
" Mbak adiknya ya ?" tanya seorang pria yang mendekati shandrianna, melihat itu bagaskara lalu melongo baru begitu saja sudah ada yang mendekatinya.
" iya paman, aku adiknya " jawab Arunika.
" arunika "
arunika mengedipkan matanya, memberi kode agar daddynya cemburu. sekali saja shandrianna langsung paham maksud anaknya.
" oh hehhe iya mas " jawabnya.
" Tidak usah mas, panggil saja Arvian "
" hehe iya Arvian "
" Namamu ?" tanya pria itu yang ingin berjabat tangan dengan shandrianna.
" Nyonya Bagaskara Aditya Arif! " Tekan bagaskara saat membalas jabaran tangan itu.
" Kau kakaknya ?"
pria ini masih belum mengerti rupanya " Saya pria yang sudah menghamilinya hingga punya dua anak ini, dan dalam kandungannya. "
" Puas ?" tanya bagaskara.
" aku tidak mengatakan apapun, anakmu yang bilang " jawab shandrianna.
" Arunika lain kali tidak boleh begitu, dengar ya "
" hmm iya daddy maaf "
" yasudah belanja lah lagi. "
" mas duduk saja sana, kami masih lama "
" tidak ! " jawabnya sambil melototkan matanya.
***
" aahh " shandrianna mengeluh kesakitan di kakinya, bagaskara datang membawakan kompresan dan mengompres kaki shandrianna dengan air es.
" Sudah mas bilang jangan terlalu lelah mencari barang tapi tetap saja bandel. " gerutunya.
" hmm disebelahnya mas itu enak ".
" disini ?"
" shhh mhh iyah "
bagaskara menelan ludahnya ketika mendengar suara shandrianna yang agak mendesah itu.
" shh ahh jangan kuat mas "
" sayang jangan mendesah ! " Katanya dengan muka yang memerah karena menahan semua hasratnya itu.
" Apasih mas aku cuman menikmati "
" oh menikmati ya, oke sini mas beri kenikmatan yang lain " dirinya mulai membuka kaosnya sampai dada berbulunya terlihat shandrianna.
" Jauh mas aku tidak mau, aku lelah. " Tolak nya.
" sayang mas kangen, pengen sayang " lirihnya disebelah shandrianna dengan muka memelas.
__ADS_1
" Tapi aku lelah mas "
" Nolak suami dosa sayang "
" Ya mau ya "
" huft baiklah "
shandrianna pasrah lagipula dia sadar diri sudah hampir dua minggu bagaskara tidak meminta haknya. biasanya tiga hari saja sudah terlalu lama untuk bagaskara dan terus bergeruru kalau ditolak.
****
" ahhhh mashhh pelan-pelan" desah shandrianna ketika bagaskara memacunya dengan cepat.
" iya sayang mas juga tau kau sedang hamil mhhh ahhhh " desahnya dengan mata yang memejam.
dibawah selimut itu bagaskara terus memacu miliknya seraya mencium bibir Shandrianna.
" ahhh mashh mhhh "
" Enak sayang ?"
" mhhh "
ceklek
" mommy ! "
bagaskara dan shandrianna melototkan matanya, walaupun lampu kamar mati tetap saja ada sinar lampu dari luar yang agak masuk hingga masih bisa melihat walau sedikit.
" mas tidak kunci pintu ya ?"
" mas lupa sayang "
" mommy ? daddy ! daddy kenapa ada diatas mommy ! "
bagaskara tersadar jika dia masih berada diposisinya " sayang daddy sedang membantu mommy memijat perutnya jadi harus seperti ini, sekarang keluar dulu ya "
" huft baiklah "
Arunika pun menutup pintu kamar itu " sayang lanjut ya "
" mas Arunika didepan, hentikan dulu sudah mas pakai bajunya " dia mendorong tubuh bagaskara hingga terjatuh kekasur.
bagaskara kecewa sekali padahal tanggung pikirnya sebentar lagi saja dia akan selesai.
" cepat mas ! "
" iya sayang "
diapun memakai pakaian dengan cepat
ceklek
" mommy ! daddy ! lama sekali " gerutunya yang langsung naik keatas ranjang.
" Maaf sayang mommy tadi ... ah lupakan sekarang ada apa hmm ?" tanya shandrianna, karena bagaskara hanya diam saja dia kesal sekali.
" Arunika tidak bisa tidur, jadi tidur disini ya "
bagaskara memberi kode agar shandrianna menolak tapi shandrianna tak mau membuat anaknya pergi
" iya sayang tidurlah, sini disebalah mommy. "
" Terima kasih mom "
Arunika pun memeluk shandrianna sampai memejamkan kedua matanya, dia terus memandagi bagaskara yang tidur membelakanginya.
" mas " panggilnya.
" hmm "
" Besok saja ya lanjutinnya "
" Tahun depan saja sekalian " jawab bagaskara
" Masa begitu saja marah, arunika tidak bisa tidur mas. jangan begitu "
" Tapi tannggung sayang ! mas sudah menahannya dua minggu ini " jawabnya yang berbalik menatap shandrianna.
" yasudah nanti setelah arunika pulas "
" benar ya ? jangan bohong" tanyanya yang ingin memastikan, sungguh dia tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
" iya mas "