Hanya Kamu

Hanya Kamu
Terciduk


__ADS_3

" sayang "


didekatinya shandrianna yang duduk dimeja makan itu, dia memegang kedua tangan shandrianna. " Kau marah pada mas ?" tanyanya.


shandrianna menghela nafas kasarnya " tidak mas, dimana anak-anak tadi ? bukankah tadi main disana." menatap kearah depan televisi begitupun dengan bagaskara.


" Paling masuk kekamar mereka. sekarang istirahat ya, tidur siang saja. " ajaknya


shandrianna menggeleng dia akan merasa pusing jika terus tidur dikamar.


" baiklah mas temani duduk disini saja. "


shandrianna tersenyum tipis, Jika Bagaskara perhatikan semenjak kedua orang tua shandrianna meninggal. sangat jarang sekali senyuman dan tulus itu mengembang dibibirnya.


" Kata dokter jika mas mengajak jalan-jalan juga tidak masalah asal jangan terlalu lelah. bagaimana jika kita besok mengajak anak-anak ke time zone ?" usul Bagaskara


" Baiklah Aileen juga akan Kembali ke Asrama 2 hari lagi. "


" Hmm baiklah " Diusapnya rambut shandrianna sambil dia tersenyum.


" Bagaimanapun aku harus membuat senyuman itu kembali, aku begitu merindukan istriku yang sangat suka tersenyum. " Batinnya.


***


Keesokan harinya


benar saja Bagaskara membawa anak-anak dan Shandrianna ke pusat perbelanjaan sekalian bermain di timezone.


Aileen dan Arunika tampak senang bermain Bola Basket hingga berkali-kali memasukkannya kedalam Ring.


" huuu menang lagi ! " sorak Arunika.


" kakak juga menang ! " saut Aileen.


" Pointku Lebih banyak dari kakk wleek " dia menjulurkan lidahnya mengecilkan aileen


" lihat ya akan kakak buktikan, kakak pintar bermain basket !"


" ya! ya ! ya ! "


Shandrianna ingin tertawa melihat kedua anaknya yang bertengkar karena point mereka. bagaskara begitu bahagia akhirnya dia berhasil membuat shandrianna tertawa.


" horee ! mommy ! Arunika menang lagi ! " soraknya.


" wah! hebat sayang ! ayo lagi ! Aileen juga sayang ! semanggat ! " soraknya.


Tatapan bagaskara sangatlah dalam, dia seakan merasa bersyukur saat ini. beberapa orang yang melihat bagaimana tatapan bagaskara kepada shandrianna iri karena diperlakukan begitu istimewanya.


" Horeeee ! Aileen menang ! " sorak Aileen kegirangan yang langsung memeluk Shandrianna.


lost


" huft " Arunika membuang nafas kasarnya dia telah kalah bermain Basket itu.


" kau lihat siapa pemenangnya ?" tanya Aileen


" Daddy ! lihat kakak mengejekku " adunya memeluk bagaskara.


" Eh tidak boleh begitu sayang, semuanya adil kan sudah bermain masing-masing " jelas bagaskara yang berjongkok menyibakkan poni Arunika.


" Dasar pengadu " kata Aileen.


" Mommy kakak jahat " tunjuknya.


" Aileen sayang tidak boleh begitu, minta maaf pada Arunika ya. " bujuk shandrianna.


dengan senang hati aileen menjulurkan tangannya


" maafkan kakak ya " ujarnya, tapi Arunika tak menggubrisnya sama sekali dia masih merajuk.


" Ayo sayang tidak boleh begitu, kakak sudah minta maaf " bujuk bagaskara.


tetap saja Arunika tidak mau.


" Sayang ayo minta maaf " saut Shandrianna.


" huft , iya aku maafkan " jawab Arunika yang menerima uluran tangan Aileen.


hingga semuanya tersenyum melihatnya yang kembali akur itu, begitulah cara mereka mengasuh kedua anaknya. harus terus memberikan pengertian agar tak berlarut dalam pertengkaran.


" Sekarang mau main apalagi ? nanti daddy tukarkan uangnya. " tanya bagaskara.


" Daddy aku mau beli baju boleh ? beli sepatu ? ikat rambut ? Cat kuku ? terus hmm tas ?"

__ADS_1


" Boleh sayang apapun pilih saja, Aileen juga nanti kita beli kebutuhan untuk diasrama ya. mommy juga mau apapun daddy belikan. " jawab bagaskara yang membuat ketiga orang itu senang.


mendengar itu Arunika meminta shandrianna sedikit menundukkan tubuhnya.


" Tumben daddy baik ya mom " bisik Arunika ditelinga Shandrianna.


" iya sayang, biasanya harus minta berapa kali dulu " bisik bagaskara.


" sayang ! daddy dengar ya. " saut bagaskara.


" hehehe " keduanya tersenyum tak enak


" apa pernah daddy marah kalau misalkan mommy belanja ? daddy tidak pernah melarang hanya saja mommy suka berbelanja sendiri, biar dikatakan apa ? masih lajang ? he ! mommy itu sudah punya anak dua terus istrinya daddy masih saja ada yang suka menggoda mommy " oceh bagaskara yang membuat shandrianna menelan ludahnya.


" Ayo sayang kita cari baju, tas , sepatu mommy pilihkan " ajaknya yang meninggalkan bagaskara sendirian bersama aileen.


" sayang tunggu ! ayo aileen, mommy mu kalau sedang diocehi pasti pergi " gerutunya.


" Dimana ? itu ?" tunjuk shandrianna , yang dijawab anggukan oleh Arunika.


kedua anak dan mommy itu sedang asik-asiknya memilih baju untuk Arunika. sedangkan bagaskara dan Aileen berdiri memperhatikan keduanya.


" Mbak adiknya ya ?" tanya seorang pria yang mendekati shandrianna, melihat itu bagaskara lalu melongo baru begitu saja sudah ada yang mendekatinya.


" iya paman, aku adiknya " jawab Arunika.


" arunika "


arunika mengedipkan matanya, memberi kode agar daddynya cemburu. sekali saja shandrianna langsung paham maksud anaknya.


" oh hehhe iya mas " jawabnya.


" Tidak usah mas, panggil saja Arvian "


" hehe iya Arvian "


" Namamu ?" tanya pria itu yang ingin berjabat tangan dengan shandrianna.


" Nyonya Bagaskara Aditya Arif! " Tekan bagaskara saat membalas jabaran tangan itu.


" Kau kakaknya ?"


pria ini masih belum mengerti rupanya " Saya pria yang sudah menghamilinya hingga punya dua anak ini, dan dalam kandungannya. "


" Puas ?" tanya bagaskara.


" aku tidak mengatakan apapun, anakmu yang bilang " jawab shandrianna.


" Arunika lain kali tidak boleh begitu, dengar ya "


" hmm iya daddy maaf "


" yasudah belanja lah lagi. "


" mas duduk saja sana, kami masih lama "


" tidak ! " jawabnya sambil melototkan matanya.


***


" aahh " shandrianna mengeluh kesakitan di kakinya, bagaskara datang membawakan kompresan dan mengompres kaki shandrianna dengan air es.


" Sudah mas bilang jangan terlalu lelah mencari barang tapi tetap saja bandel. " gerutunya.


" hmm disebelahnya mas itu enak ".


" disini ?"


" shhh mhh iyah "


bagaskara menelan ludahnya ketika mendengar suara shandrianna yang agak mendesah itu.


" shh ahh jangan kuat mas "


" sayang jangan mendesah ! " Katanya dengan muka yang memerah karena menahan semua hasratnya itu.


" Apasih mas aku cuman menikmati "


" oh menikmati ya, oke sini mas beri kenikmatan yang lain " dirinya mulai membuka kaosnya sampai dada berbulunya terlihat shandrianna.


" Jauh mas aku tidak mau, aku lelah. " Tolak nya.


" sayang mas kangen, pengen sayang " lirihnya disebelah shandrianna dengan muka memelas.

__ADS_1


" Tapi aku lelah mas "


" Nolak suami dosa sayang "


" Ya mau ya "


" huft baiklah "


shandrianna pasrah lagipula dia sadar diri sudah hampir dua minggu bagaskara tidak meminta haknya. biasanya tiga hari saja sudah terlalu lama untuk bagaskara dan terus bergeruru kalau ditolak.


****


" ahhhh mashhh pelan-pelan" desah shandrianna ketika bagaskara memacunya dengan cepat.


" iya sayang mas juga tau kau sedang hamil mhhh ahhhh " desahnya dengan mata yang memejam.


dibawah selimut itu bagaskara terus memacu miliknya seraya mencium bibir Shandrianna.


" ahhh mashh mhhh "


" Enak sayang ?"


" mhhh "


ceklek


" mommy ! "


bagaskara dan shandrianna melototkan matanya, walaupun lampu kamar mati tetap saja ada sinar lampu dari luar yang agak masuk hingga masih bisa melihat walau sedikit.


" mas tidak kunci pintu ya ?"


" mas lupa sayang "


" mommy ? daddy ! daddy kenapa ada diatas mommy ! "


bagaskara tersadar jika dia masih berada diposisinya " sayang daddy sedang membantu mommy memijat perutnya jadi harus seperti ini, sekarang keluar dulu ya "


" huft baiklah "


Arunika pun menutup pintu kamar itu " sayang lanjut ya "


" mas Arunika didepan, hentikan dulu sudah mas pakai bajunya " dia mendorong tubuh bagaskara hingga terjatuh kekasur.


bagaskara kecewa sekali padahal tanggung pikirnya sebentar lagi saja dia akan selesai.


" cepat mas ! "


" iya sayang "


diapun memakai pakaian dengan cepat


ceklek


" mommy ! daddy ! lama sekali " gerutunya yang langsung naik keatas ranjang.


" Maaf sayang mommy tadi ... ah lupakan sekarang ada apa hmm ?" tanya shandrianna, karena bagaskara hanya diam saja dia kesal sekali.


" Arunika tidak bisa tidur, jadi tidur disini ya "


bagaskara memberi kode agar shandrianna menolak tapi shandrianna tak mau membuat anaknya pergi


" iya sayang tidurlah, sini disebalah mommy. "


" Terima kasih mom "


Arunika pun memeluk shandrianna sampai memejamkan kedua matanya, dia terus memandagi bagaskara yang tidur membelakanginya.


" mas " panggilnya.


" hmm "


" Besok saja ya lanjutinnya "


" Tahun depan saja sekalian " jawab bagaskara


" Masa begitu saja marah, arunika tidak bisa tidur mas. jangan begitu "


" Tapi tannggung sayang ! mas sudah menahannya dua minggu ini " jawabnya yang berbalik menatap shandrianna.


" yasudah nanti setelah arunika pulas "


" benar ya ? jangan bohong" tanyanya yang ingin memastikan, sungguh dia tidak bisa menahannya lagi.

__ADS_1


" iya mas "


__ADS_2