
"Dek...bisa gak ke ruangan bang Alan sama kak Merry dulu
Atau boleh juga kalau mau ke ruangan om Edward
Kakak mau ngomong dulu sama Reza"
Indra meminta adiknya pergi dari ruangannya
"Baik kak...mari mas Reza"Alea menuruti permintaan kakaknya dan keluar menuju ruangan Merry dan Alan
Sepeninggal Alea ,Indra mendekat duduk di sebelah Reza
"Za...Alea adik aku satu satunya
Kebahagiaannya adalah prioritas aku
Kalau kamu mau ngedeketin dia
Aku gak akan larang
Tapi kamu harus janji kalau tidak akan mempermainkan perasaannya
Jangan membuatnya bersedih
Suatu saat kalau Alea menangis karena perlakuan mu
Aku akan cari kamu buat bikin perhitungan"
"Percaya aku mas Indra
Aku serius tentang perasaanku sama Alea
aku janji akan menjaga Alea kalau dia menerima cintaku
Menjaga perasaannya dan juga kehormatannya"
Reza meyakinkan Indra yang menatap tajam ke arahnya
"Kamu bukan jadiin Alea pelarian cintamu dari Nina kan..!?"
"Bukan mas
Aku bersumpah
Perasaanku ke Nina sekarang lebih seperti perasaan mas Indra ke Alea
Sayang sebagai adik
Percaya sama aku mas"
Reza ganti menatap mata Indra
Meyakinkan Indra lewat tatapan mata
"Baiklah aku percaya sama kamu
Mudah mudahan Alea menyadari perasaanmu untuknya ....
Aku tidak berani memastikan tapi sepertinya Alea juga menyukaimu
__ADS_1
Pastikan sendiri kepadanya
Pesanku ,Jangan kau paksakan perasaanmu za
Biarkan Alea menjawab sesuai kata hatinya"
"Baiklah mas , mudah mudahan Alea menerima cinta tulus ku"
Indra menepuk nepuk bahu Reza
"Ehhh....sepertinya aku harus merubah panggilanku padamu ya kak Indra
Biar sama kayak Alea memanggil
Bukankan begitu ya kak Indra"
"Aku akan memperlakukan Alea dengan lembut kakak....
Seperti kakak memperlakukan nya...aku janji tidak akan memaksanya kakak...!"
Reza terus memanggil kakak....
Mulai rese....
"Kenapa aku jijik ya kalau kamu yang manggil"
Indra mencibir Reza
"kakak.....kakak....
kakakk....
Terus memanggil menggoda Indra
Tangannya memeluk dan kepalanya menyandar di bahu indra
Terus memanggil 'kakak' dengan gaya sok imut
"Hiisshh...apaan sih....
Sanaaa kamu...jauh...jauh...!!
Indra berusaha melepaskan diri
Reza makin mengeratkan pelukannya
Ceklek...!!
Pintu ruangan dibuka
Masuklah Alan
Matanya langsung melotot melihat tingkah Reza dan Indra
"Tuan muda dan tuan Reza sedang apaaa...??"
"Tolong aku bang...aku ketempelan"
Indra berucap sambil mendorong tubuh Reza menjauh
__ADS_1
Akan halnya di kampung bang Miko terjadi sedikit kerusuhan
Beberapa preman anak buah juragan Badrun membuat huru hara
Mereka mendengar lahan yang dijual H. Suyudi ternyata sudah ada yang membeli dan membayarnya
Preman preman itu berteriak teriak mengancam sambil melempar batu
Membuat penduduk sekitar ketakutan
Mereka segera mencari bang Miko
Untung bang Miko sedang ada di rumah
Ketika bang Miko dan beberapa temannya datang ke tempat itu
Para preman suruhan tuan Badrun menjadi gemetar ketakutan
Mereka tau kalau Miko dulu sebelum insyaf adalah preman yang cukup ditakuti
Sampai sekarang nama Miko masih menjadi momok bagi preman preman yang mengenalnya
"Mau apa kalian...
nyari mati yaa. ...Hhaaahh......!!
Sini maju...gua hancurin kepala kalian"
Bang Miko maju ke arah mereka
Bentakannya cukup membuat keder para preman itu
Mereka berjalan mundur menjauhi Miko dan kawan kawannya
"Ma....maaf bang....!!
kkkk....kkami hanya di suruh juragan Badrun"
Preman yang tadinya garang berteriak teriak seketika mati kutu di depan Miko
"Katakan pada juraganmu....
Jangan berani berani membuat kerusuhan disini
Atau aku akan menghabisi kalian semua....dengaarrr...!?"
"Ba...baikkk....bang Miko...."
"Sekarang pergiii....pergiiii....
Dan jangan tampakkan muka kalian disini lagii..!!!"
Tanpa menunggu lagi ,semua preman suruhan itu langsung melarikan diri
Menghadapi Miko sendirian saja,mereka akan berpikir dua kali
Apalagi saat ini Miko ditemani beberapa mantan preman yang masih siap tempur jika ada yang mengganggu
Miko meminta kepada teman temannya itu untuk turut mengawasi keamanan lingkungan mereka termasuk lahan yang akan segera dibangun Taman Pendidikan Al Qur'an untuk anak anak mereka
__ADS_1
.