Hanya Kamu

Hanya Kamu
Reza menawarkan bantuan


__ADS_3

Dalam perjalanan pulangnya


Wina melamun sambil menyetir mobil


'Ternyata kehidupan mereka sudah berubah


Rumah yang lumayan megah dan nyaman


Isi rumah yang tidak kalah dengan rumah suaminya sekarang


Tapi berbeda dengan suasana rumahnya yang hambar


Tampak sekali kehangatan di rumah Dita tadi


Ahh seandainya saja dia dulu bersabar menunggu hasil kerja keras suaminya'


Pikiran Wina berkelana kemana mana


Hingga akhirnya sampai di depan rumahnya


Tampak Rini sudah tidak sabar menunggu kabar dari Wina yang baru turun dari mobil


"Gimana ma...ada kabar apa?


Nina sakit apa ternyata


Nina sudah putus dengan Indra kan?


Tanpa menunggu mamanya masuk ataupun beristirahat,Rini sudah menghujaninya dengan pertanyaan


Wina mendudukkan diri di kursi teras


Dia ceritakan semua yang dilihatnya tadi di rumah Nina,termasuk kiriman dari Indra


Rini cukup terkejut dengan cerita mamanya


Dia pikir kalau Indra sudah terhasut dengan foto foto yang dia kirim


"Kenapa Indra mengirimi Nina makanan dan buket bunga ya?"


Rini bergumam sendiri sambil matanya menatap Wina


"Tapi kelihatannya Nina yang tidak mau Rin


Mama lihat sendiri tadi kalau Nina menolak buket bunganya"


"Baguslah....berarti aku masih punya kesempatan merebut Indra"


Rini bangkit


"Ayo ma,antar aku beli baju.."


Di kantor Indra


Sang tuan muda sedang menunggu kedatangan Merry yang sedang keluar

__ADS_1


Indra ingin curhat lagi


Indra sudah buntu pikirannya mencari jalan untuk menemui Nina


Dia ceritakan keluh kesahnya kepada Merry dan Alan kemarin


Hubungan mereka bertiga sudah seperti saudara sekarang


Dan saran dari Merry sudah dilaksanakan tadi


Indra mampir ke toko bunga dan memilih bunganya sendiri


Buket bunga yang berisi mawar putih dia kirim ke alamat Nina


Juga coklat kegemaran Nina serta aneka kue juga Indra kirimkan


Kata Merry ,wanita akan mudah tersentuh dengan hal hal seperti itu


Indra menuruti saran dari Merry


setiap hari dia akan berkirim bunga kepada Nina mewakili perasaannya


Indra berharap agar Nina segera memaafkannya


Tok...tok..tok..!


Pintu di ketuk


Langsung masuk Alan


Reza muncul dari belakang Alan


"Halo Kakak ipar ..ho a yu .."


Indra hanya melengos melihat Reza


Alan undur diri dari ruangan itu


"Bagaimana kabar kakak ipar...apa masih diliputi patah hati?


"Za ...gua lagi gak minat ya bercanda


Apalagi sama lu


Pergi jauh jauh sana...!"


Tangan Indra dikibaskan mengusir Reza


"Diihh....imutnya kalau lagi marah..jadi gemes deh'


"Cih..."


Indra mendecih mendengar gurauan Reza


"Aku dengar dari Alea soal Kakak dan nina

__ADS_1


Menurut aku yang sudah lama mengenal Nina ,kakak gak bakalan bisa menemui Nina


Apalagi sikap kakak yang menyebalkan kalau sedang cemburu"


"Apa maumu?"Indra menatap Reza


"Aku akan menawarkan bantuan , mengingat rengekan Alea kesayanganku yang memintaku untuk membantu kakak "


"Bantuan apa yang bisa kamu lakukan


Memang seakrab apa kamu sama Nina ?"


"Kami sangat akrab kakak,


bahkan saking akrabnya , semalam kami tidur bersama"


Indra terlonjak dari kursinya


Matanya melotot ke arah Reza


Berjalan cepat ke arah Reza dan menarik dasi di lehernya


Tangannya sudah siap menonjok


"Jaga mulut kamu ya!!"


"Eehhh ..sabar dulu kakak


Kami memang tidur bersama setelah menutup telepon semalam


Tapi aku tidur di kamarku


Nina tidur di kamarnya"


Indra melepas dasi Reza yang tadi ditariknya dengan kesal


"Lu bercandanya gak lucu...tau gak!"


Reza membetulkan letak dasinya


"Jangan gampang emosi gitu


Kalau masih marah marah


Tak tinggal lungo lhoo Yoo.."


Suara Reza terdengar lucu saat mengucapkan dengan logat Jawa


"Kamu serius mau bantu aku ,wo?"


"Haaaiiizz...!


Kenapa manggilnya masih gitu sii..'


Reza mendekat dan duduk di samping Indra

__ADS_1


Membicarakan rencananya untuk mempertemukan Indra dan nina


__ADS_2