
Dalam perjalanan pulangnya
Wina melamun sambil menyetir mobil
'Ternyata kehidupan mereka sudah berubah
Rumah yang lumayan megah dan nyaman
Isi rumah yang tidak kalah dengan rumah suaminya sekarang
Tapi berbeda dengan suasana rumahnya yang hambar
Tampak sekali kehangatan di rumah Dita tadi
Ahh seandainya saja dia dulu bersabar menunggu hasil kerja keras suaminya'
Pikiran Wina berkelana kemana mana
Hingga akhirnya sampai di depan rumahnya
Tampak Rini sudah tidak sabar menunggu kabar dari Wina yang baru turun dari mobil
"Gimana ma...ada kabar apa?
Nina sakit apa ternyata
Nina sudah putus dengan Indra kan?
Tanpa menunggu mamanya masuk ataupun beristirahat,Rini sudah menghujaninya dengan pertanyaan
Wina mendudukkan diri di kursi teras
Dia ceritakan semua yang dilihatnya tadi di rumah Nina,termasuk kiriman dari Indra
Rini cukup terkejut dengan cerita mamanya
Dia pikir kalau Indra sudah terhasut dengan foto foto yang dia kirim
"Kenapa Indra mengirimi Nina makanan dan buket bunga ya?"
Rini bergumam sendiri sambil matanya menatap Wina
"Tapi kelihatannya Nina yang tidak mau Rin
Mama lihat sendiri tadi kalau Nina menolak buket bunganya"
"Baguslah....berarti aku masih punya kesempatan merebut Indra"
Rini bangkit
"Ayo ma,antar aku beli baju.."
Di kantor Indra
Sang tuan muda sedang menunggu kedatangan Merry yang sedang keluar
__ADS_1
Indra ingin curhat lagi
Indra sudah buntu pikirannya mencari jalan untuk menemui Nina
Dia ceritakan keluh kesahnya kepada Merry dan Alan kemarin
Hubungan mereka bertiga sudah seperti saudara sekarang
Dan saran dari Merry sudah dilaksanakan tadi
Indra mampir ke toko bunga dan memilih bunganya sendiri
Buket bunga yang berisi mawar putih dia kirim ke alamat Nina
Juga coklat kegemaran Nina serta aneka kue juga Indra kirimkan
Kata Merry ,wanita akan mudah tersentuh dengan hal hal seperti itu
Indra menuruti saran dari Merry
setiap hari dia akan berkirim bunga kepada Nina mewakili perasaannya
Indra berharap agar Nina segera memaafkannya
Tok...tok..tok..!
Pintu di ketuk
Langsung masuk Alan
Reza muncul dari belakang Alan
"Halo Kakak ipar ..ho a yu .."
Indra hanya melengos melihat Reza
Alan undur diri dari ruangan itu
"Bagaimana kabar kakak ipar...apa masih diliputi patah hati?
"Za ...gua lagi gak minat ya bercanda
Apalagi sama lu
Pergi jauh jauh sana...!"
Tangan Indra dikibaskan mengusir Reza
"Diihh....imutnya kalau lagi marah..jadi gemes deh'
"Cih..."
Indra mendecih mendengar gurauan Reza
"Aku dengar dari Alea soal Kakak dan nina
__ADS_1
Menurut aku yang sudah lama mengenal Nina ,kakak gak bakalan bisa menemui Nina
Apalagi sikap kakak yang menyebalkan kalau sedang cemburu"
"Apa maumu?"Indra menatap Reza
"Aku akan menawarkan bantuan , mengingat rengekan Alea kesayanganku yang memintaku untuk membantu kakak "
"Bantuan apa yang bisa kamu lakukan
Memang seakrab apa kamu sama Nina ?"
"Kami sangat akrab kakak,
bahkan saking akrabnya , semalam kami tidur bersama"
Indra terlonjak dari kursinya
Matanya melotot ke arah Reza
Berjalan cepat ke arah Reza dan menarik dasi di lehernya
Tangannya sudah siap menonjok
"Jaga mulut kamu ya!!"
"Eehhh ..sabar dulu kakak
Kami memang tidur bersama setelah menutup telepon semalam
Tapi aku tidur di kamarku
Nina tidur di kamarnya"
Indra melepas dasi Reza yang tadi ditariknya dengan kesal
"Lu bercandanya gak lucu...tau gak!"
Reza membetulkan letak dasinya
"Jangan gampang emosi gitu
Kalau masih marah marah
Tak tinggal lungo lhoo Yoo.."
Suara Reza terdengar lucu saat mengucapkan dengan logat Jawa
"Kamu serius mau bantu aku ,wo?"
"Haaaiiizz...!
Kenapa manggilnya masih gitu sii..'
Reza mendekat dan duduk di samping Indra
__ADS_1
Membicarakan rencananya untuk mempertemukan Indra dan nina