Hanya Kamu

Hanya Kamu
AKu Maafkan


__ADS_3

malam harinya


kini shandrianna sudah kembali kerumahnya dengan bagaskara, dia duduk termenung di ranjang kamarnya seorang diri.


sementara itu Bagaskara dan kedua anaknya sedang menyiapkan makan malam didapur.


walau dia sudah diberi penjelasan bagaskara untuk tidak terlalu memikirkannya akan tetapi dia masij bergelut dengan semua itu. bahkan 6 tahun lebih dia masih belum bisa melupakan kejadiaan naas yang menakutkan untuknya.


Ceklek


" Hati-hati sayang, taruh di meja sana ya. "


anak-anak dan bagaskara masuk kedalam kamar dan merapikan makanan di meja sedang. lalu shandrianna menatap ketiga orang itu.


" sayang kemarilah, kami sudah siapkan makanan yang sehat. " ujar bagaskara, dan aileen menghampirinya.


" mommy aileen bantu "


shandrianna tersenyum kecil dan menuruti anak sulungnya itu. " sini mommy " Arunika mengelap lantai terlebih dahulu dan memberikannya lapisan agar tetap hangat.


" terima kasih sayang " Ucap Arunika.


diapun duduk disebelah bagaskara, bagas menuangkan air untuknya dan tak lupa menyiapkan beberapa obat untuknya.


" setelah makan harus minum obat. malam ini harus cepat tidur jangan lewat tengah malam, agar stamina mu tetap terjaga sayang "


" Mas aku ingin anak-anak tidur bersama kita"


" Iya nanti mas siapkan kasur tambahan " jawabnya.


" Daddy kita tidur pakai kasur lantai saja, rasanya lebih menyenangkan " saut Aileen.


" Boleh nanti daddy ambil "


" makanlah Aileen, Arunika , sayang buka mulutnya " perintah bagaskara dan shandrianna menurutinya.


" hmm pintar " Kata bagaskara yang mengelap bibir shandrianna yang terkena sedikit makanan.


aileen dan arunika terlihat bahagia melihat keduanya selalu saja akur. keduanya tak pernah bertengkar sehebat dulu diawal-awal menikah. walaupun ada pertengkaran tapi mereka tak pernah membesarkannya atau dilihat anak-anak tidak pernah.


" Daddy suapin kami dong " saut Arunika.


" mas anak kita cemburu" jawab shandrianna


hingga membuat bagaskara terkekeh " Iya-iya daddy memang tampan dan keren jadi banyak yang cemburu kalau daddy perhatian dengan mommy. " godanya sambil menyuapi Arunika dan Aileen satu per satu.


" Iya kami cemburu, mommy seperti anak kecil seusia kami makannya disuapin " jawab Arunika.


melihat shandrianna yang diam seakan sedang menahan sesuatu membuat bagas menatapnya khawatir.


" sayang mual ya ? mau ke kamar mandi ?"


" Hmm sebentar saja " anna mengangukkan kepalanya, inilah dia jika sedang hamil muda selalu saja mual dan muntah dengan hebat setiap kali habis makan


bagaskara menemaninya kekamar mandi sementara kedua anaknya tetap disana namun saling memandang cemas.


" kakak memang begitu ya mommy kalau sedang hamil ?" tanya Arunika dengan polosnya.


" waktu itu saat mommy mengandung kamu juga begitu, malahan lebih sering. sampai mommy jarang makan. " ungkapnya.


" Arunika menyusahkan mommy ya kak ?"


" tidak nika. malahan daddy dan mommy sangat senang menyambutmu, jangan pikirkan itu. kata mommy setiap wanita akan mengalami hal seperti itu jadi jangan dipikirkan ya "

__ADS_1


Arunika tersenyum mendengarnya, lalu dikamar mandi Shandrianna membuang semua isi perutnya hingga tubuhnya terlihat lemas dan wajahnya pucat.


" mas ... sudah ya, aku langsung minum obat saja dan tidur. aku tidak kuat lagi jika harus makan. " lirihnya menatap sendu bagaskara.


" maafkan mas ya, mas selalu menuntutmu. mas janji setelah ini tidak akan meminta apapun lagi, ini sudah cukup. "


benar , melihat istrinya setiap kali hamil selalu terlihat lemas dan pucat diawal-awal kehamilan membuatnya merasa bersalah. dia terlalu menuntut shandrianna yang menginginkan banyak anak.


tapi dia sadar hamil dan melahirkan tidaklah mudah, hanya wanita yang merasakannya jika bisa dibagi maka biarlah dia yang menanggung semua itu.


" Tidak apa mas, aku juga senang akan ada tangisan bayi dan membuat kita bergadang lagi nanti.." jawab shandrianna.


" Mas mencintaimu. Cup " mengecup Bibir shandrianna cukup lama.


***


Permintaan aileen benar-benar terwujud, mereka tidur di kasur lantai yang sangat luas itu. ditengah-tengah keduanya ada kedua anaknya yang sudah tertidur pulas.


dari tadi kedua orang itu belum tidur karena tidak bisa tidur jika anak-anak belum tertidur.


" Tidurlah sayang Arunika sudah tidur " ujar bagaskara.


" Ailen ?"


" Sudah juga " jawabnya.


" Baiklah, selamat malam mas " ucapnya seraya tersenyum manis.


" selamat malam sayang " balas bagaskara, dan perlahan-lahan matanya tertutup untuk tidur. bagas yang memperhatikan ketiga orang yang dia cintai dan dia sayangi ada didekatnya membuatnya bahagia dan nyaman ditambah ada calon anak lagi yang akan hadir ditengah-tengah mereka.


****


Tanpa dia bicara dan minta izin sekarang Lion sudah ada didepan pagar rumah bagaskara yang sangat luas dibandingkan dulu.


pakainnya yang sederhana membuktikan dia sudah tidak punya apapun lagi.


namun tiba-tiba dia melihat shandrianna keluar bersama seorang anak perempuan yang menggandeng tangannya.


" Apakah itu anak perempuan yang masih bayi dulu " gumamnya.


" Dadddy ! " teriak anak itu hingga muncullah bagaskara yang sedang membuka bagasi mobil.


Shandrianna nampak tersenyum kearah bagaskara " kau masih terlihat sama cantiknya seperti dulu shandrianna" kata batinnya yang memuji kecantikan shandrianna.


" Sayang kenapa keluar ? daddy hanya mengambil tali saja " tanya Bagaskara.


" Mommy minta ditemani keluar katanya sangat membosankan didalam, kakak sedang main game sendirian. " adunya pada bagaskara.


" Sayang jangan banyak bergerak dulu, nanti lelah bagaimana ? anak kita baik-baik saja kan ?" dielusnya perut shandrianna yang sudah terlihat muncul walau baru berusia 2 bulan.


" apakah dia tengah hamil lagi ?" batin Lion.


" Daddy siapa disana " tunjuk Arunika hingga bagas dan shandrianna menoleh menatapnya.


Lion gugup ketika anak itu melihatnya bahkan mengadu kepada bagaskara dan shandrianna.


" Siapa itu mas ?" tanya shandrianna yang tak mengenal nya karena agak jauh dari penglihatan matanya, sedangkan bagaskara yang tau betul siapa itu terlihat marah.


" Sayang kalian masuklah jangan keluar sebelum daddy kembali. " perintah bagaskara.


" Tapi mas "


" Arunika bawa mommy kedalam " perintah bagas.

__ADS_1


" mommy ayo, nanti daddy marah " ajaknya karena wajah bagaskara terlihat mengeram kesal.


setelah shandrianna masuk, bagaskara langsung menghampiri lion dan membuka gerbang rumahnya.


" untuk apa kau kemari ? sudah kubilang jangan mengganggu Rumah Tanggaku dan shandrianna, kali ini kau tidak bisa mempengaruhinya ! " Tegasnya sambil melototkan matanya.


" Anak itu Bayi yang dulu bersama shandrianna ? dan ... dan apakah shandrianna sedang hamil lagi ?" tanya Lion yang tak menggubris bentakan bagas.


" tidak ada urusannya denganmu, jadi aku tidak perlu menjawabnya " jawab bagaskara.


" Sekarang pergi dari tempat ini atau aku panggil polisi sekarang ! " usirnya namun lion hanya diam dan tak bergeming.


" Sekali saja aku ingin minta maaf pada shandrianna, aku janji setelah itu akan pergi dan tidak mengganggu kalian lagi. " pintanya dengan tatapan memohon.


" Tidak ada ! aku tidak akan mempertemukanmu dengan istriku ! " Tolaknya dengan keras.


" mas bagas "


suara bariton shandrianna yang kecil nampak terdengar dikedua telinga para pria itu.


" Mas bicara sama siapa ?" tanyanya


lantas bagaskara menoleh hingga shandrianna bisa melihat dengan jelas sosok Lion yang kini dihadapannya.


" Sayang sudah mas bilang jangan keluar, kenapa melanggar perintahku ?"


" Shandrianna " panggil Lion


" kk-kau "


" Shandrianna maafkan aku ! aku ingin minta maaf denganmu " dia memohon dan langsung bersimbuh dikaki nya.


" eh " shandrianna memundurkan tubuhnya, melihat aksi lion yang tak terduga itu bagaskara menarik tubuh anna dan dipeluknya.


" Pergi ! aku bilang pergi ! " teriak bagaskara.


" aku mohon shandrianna, sekali saja maafkan aku. " lirihnya menyatukan kedua tangannya.


melihat itu shandrianna menjadi tidak tega, sedikit dia mengintip dari balik tubuh bagaskara.


" bertahun-tahun yang lalu aku sadar. kalau aku sudah membuat hidupmu penuh dengan ketakutan, hampir mencelakaimu dan anak-anakmu. maafkan aku ... sekali saja agar aku bisa tenang. "


" Sayang jangan pikirkan dia ayo kita masuk " ajak bagaskara.


" Tunggu mas "


" kenapa sayang ?"


shandrianna berusaha membesarkan hatinya " Aku maafkan tapi jangan pernah muncul dihadapan ku maupun mas bagas, anggap kita semua tidak saling mengenal. " ucap Shandrianna.


" Sayang "


" Baiklah aku akan melakukannya, terima kasih shandrianna!terima kasih banyak ! "


" Mas ayo "


keduanya saling bergenggam tangan meninggalkan Lion disana. dan Lion pun menerima semua itu, ini yang penting Shandrianna sudah memaafkannya.


" Sudah aku bilang jangan keluar apa kau suka melanggat perintahku sayang ?"


" aku juga ingin tenang dan melupakan masa lalu itu, setelah memaafkannya anggap itu semua tak terjadi. sudahlah mas semua orang pasti punya kesalahan jangan dibahas lagi. "


dia melenggang masuk begitu saja meninggalkan bagaskara yang berdiri termenung dihadapan pintu utama itu.

__ADS_1


__ADS_2