
Hari yang ditunggu sudah datang
Semua sudah berdandan rapi
Siap untuk pergi mendampingi Bagas menerima pengakuan akademiknya
Baju warna senada dikenakan seluruh keluarga
Sangat serasi dan kompak
Termasuk Rara yang akan ikut mendampingi kekasihnya merayakan keberhasilannya
Nina ada diantara mereka
Dia sudah mendapat ijin dari semua untuk tidak ikut
Daripada nanti terjadi sesuatu lebih baik membiarkan Nina tinggal di rumah bersama Bu mar
Nina ikut membantu membenahi baju Putri yang tampak imut dengan bandana bunga di rambutnya
"Kamu yakin gak mau ikut nin?"
"Maaf ya Ra...aku tidak bisa ikut
Aku takut tidak bisa menjaga sikap kalau bertemu mas Indra "
Rara tidak menjawab
Hanya mengelus lembut tangan Nina
"Sayang...mama dan semua berangkat dulu ya
Baik baik di rumah
Minta Bu mar kalau butuh sesuatu!"
"Ya ma....hati hati ya semua!"
Nina melambaikan tangan pada 2 mobil yang membawa rombongan keluarganya pergi mendampingi acara wisuda Bagas
Nina kembali masuk rumah
Langsung ke kamarnya
mengambil sesuatu
Lalu keluar menuju kolam renang
Dia ingin berenang hari ini
Sekitar 45 menit perjalanan
Bagas dan keluarga sudah sampai di gedung tempat wisuda berlangsung
Mama membenahi baju yang dikenakan semua keluarga
Membetulkan yang terlihat tidak rapi
Lalu bersama sama berjalan menuju bangunan tempat dilangsungkannya acara
Mendekati tangga naik ,rombongan itu bertemu dengan Indra yang datang bersama Mama Vanya , Alea dan keluarga om Edward
Kedua keluarga saling bersalaman
Om Edward yang sudah mengenal tn Baskoro dan Tn Wicaksono tampak mengobrol akrab- bertiga sambil melangkah ke dalam gedung
Mata Indra mencari cari seseorang dalam rombongan keluarga Bagas
Berkali kali matanya mengulang mencari
Tapi tetap tidak terlihat
__ADS_1
"Nina gak ikut"
Bagas tanggap situasi , berbisik ke telinga Indra yang tampak gelisah
Indra diam mematung
Gagal lagi rencananya untuk bertemu Nina
"Apa dia tidak ikut karena takut bertemu denganku?"
Bagas mengangguk
"Ya.."
Indra terdiam , wajahnya tampak lesu
Bagas menarik lengan Hendra mengajaknya bergabung dengan wisudawan lain
"Besok malam datanglah ke rumahku
Mama mengadakan acara syukuran kecil kecilan
Kau jadi punya alasan menemuinya"
Wajah Indra perlahan tersenyum samar mendengar berita dari Bagas
'Mudah mudahan besok dia mau aku ajak bicara'
Indra dan Bagas segera mengambil tempat masing masing karena acara segera dimulai
Sementara itu
Setengah jam memutari kolam renang cukup membuat Nina kelelahan
Dia menyudahi renangnya dan naik dari kolam renang
kemudian membilas tubuhnya di kamar mandi tak jauh dari situ
Nina minum segelas coklat hangat yang sudah disiapkan Bu mar
Pak Rahmad ,satpam rumah yang menjaga pintu gerbang masuk , mengatakan ada tamu yang tidak dikenalnya ingin menemui Nina
"Persilahkan masuk dulu ya pak
Saya ganti baju sebentar"
Nina berganti baju yang lebih rapi
Keluar menemui tamunya
Alangkah kagetnya Nina ,ternyata tamunya adalah Rini
Meskipun gusar tapi Nina berusaha menjaga sikap sopan sebagai tuan rumah
"Haii Nina....."
"Oh...hai Rin...tumben...ada perlu apa?"
Rini tidak menjawab , malah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan
"Gak nyangka ya , hidupmu sekarang makmur
Rumahmu cukup bagus meskipun tidak sebagus rumahku"
Nina tersenyum tak menanggapi
"Ada apa kamu kemari?"
"Langsung saja ya
Aku mau minta penjelasan langsung dari kamu ,gimana hubunganmu dengan Indra?"
__ADS_1
Nina memandang Rini ,cukup heran dengan pertanyaan yang diajukan
"Buat apa kamu tanya itu?"
Rini membetulkan posisi duduk biar terlihat bergaya
Menyilangkan kaki mulusnya
"Indra ingin memulai hubungan dengan aku
Jadi ingin memastikan dulu,bahwa aku tidak merebut dia dari kamu"
Bohong Rini dengan mimik yang di buat buat
Rini ingin mendengar sendiri dari mulut Nina kalau Nina sudah tidak mau berhubungan dengan Indra sesuai info dari Wina
Rini merasa akan lebih leluasa melancarkan aksinya dalam mengejar Indra
Nina terdiam
Duduknya mulai tidak nyaman
"Aku sudah tidak ada hubungan apa apa dengan mas Indra "
"Ahhh syukurlah....
Dengan begini aku jadi tidak merasa sungkan lagi menerima cinta Indra"
Rini tertawa dibuat buat
"Aku sempat merasa bersalah lhoo..
masak sii habis ngambil mamamu
terus ngambil pacamu..."
Rini tertawa lagi ,niatnya untuk menyakiti Nina berhasil
"Maaf Rin...aku harus istirahat
Sebaiknya kamu pulang saja".
"Baiklah...baiklah...
Orang patah hati memang lebih sensitif"
Rini membetulkan letak tasnya di pundak
"Aku pulang dulu yaa...aku juga harus istirahat
Nanti sore Indra mengajakku keluar"
Rini melangkah keluar
"Bye Nina..."
Nina mengantarkan Rini sampai pintu lalu tergesa kembali ke kamar nya
Merebahkan diri di kasur sambil sedikit terisak
'Jadi begitu ya
Kamu berusaha bersikap baik padaku
untuk menghilangkan rasa bersalahmu karena sudah mengkhianatiku
Selamat ya mas Indra
Setulus hati aku doakan semoga kamu berbahagia dengan Rini "
Nina kembali mengurung diri di kamar
__ADS_1
Menikmati sendiri rasa sedihnya