Hanya Kamu

Hanya Kamu
Rini ke rumah Nina


__ADS_3

Hari yang ditunggu sudah datang


Semua sudah berdandan rapi


Siap untuk pergi mendampingi Bagas menerima pengakuan akademiknya


Baju warna senada dikenakan seluruh keluarga


Sangat serasi dan kompak


Termasuk Rara yang akan ikut mendampingi kekasihnya merayakan keberhasilannya


Nina ada diantara mereka


Dia sudah mendapat ijin dari semua untuk tidak ikut


Daripada nanti terjadi sesuatu lebih baik membiarkan Nina tinggal di rumah bersama Bu mar


Nina ikut membantu membenahi baju Putri yang tampak imut dengan bandana bunga di rambutnya


"Kamu yakin gak mau ikut nin?"


"Maaf ya Ra...aku tidak bisa ikut


Aku takut tidak bisa menjaga sikap kalau bertemu mas Indra "


Rara tidak menjawab


Hanya mengelus lembut tangan Nina


"Sayang...mama dan semua berangkat dulu ya


Baik baik di rumah


Minta Bu mar kalau butuh sesuatu!"


"Ya ma....hati hati ya semua!"


Nina melambaikan tangan pada 2 mobil yang membawa rombongan keluarganya pergi mendampingi acara wisuda Bagas


Nina kembali masuk rumah


Langsung ke kamarnya


mengambil sesuatu


Lalu keluar menuju kolam renang


Dia ingin berenang hari ini


Sekitar 45 menit perjalanan


Bagas dan keluarga sudah sampai di gedung tempat wisuda berlangsung


Mama membenahi baju yang dikenakan semua keluarga


Membetulkan yang terlihat tidak rapi


Lalu bersama sama berjalan menuju bangunan tempat dilangsungkannya acara


Mendekati tangga naik ,rombongan itu bertemu dengan Indra yang datang bersama Mama Vanya , Alea dan keluarga om Edward


Kedua keluarga saling bersalaman


Om Edward yang sudah mengenal tn Baskoro dan Tn Wicaksono tampak mengobrol akrab- bertiga sambil melangkah ke dalam gedung


Mata Indra mencari cari seseorang dalam rombongan keluarga Bagas


Berkali kali matanya mengulang mencari


Tapi tetap tidak terlihat

__ADS_1


"Nina gak ikut"


Bagas tanggap situasi , berbisik ke telinga Indra yang tampak gelisah


Indra diam mematung


Gagal lagi rencananya untuk bertemu Nina


"Apa dia tidak ikut karena takut bertemu denganku?"


Bagas mengangguk


"Ya.."


Indra terdiam , wajahnya tampak lesu


Bagas menarik lengan Hendra mengajaknya bergabung dengan wisudawan lain


"Besok malam datanglah ke rumahku


Mama mengadakan acara syukuran kecil kecilan


Kau jadi punya alasan menemuinya"


Wajah Indra perlahan tersenyum samar mendengar berita dari Bagas


'Mudah mudahan besok dia mau aku ajak bicara'


Indra dan Bagas segera mengambil tempat masing masing karena acara segera dimulai


Sementara itu


Setengah jam memutari kolam renang cukup membuat Nina kelelahan


Dia menyudahi renangnya dan naik dari kolam renang


kemudian membilas tubuhnya di kamar mandi tak jauh dari situ


Nina minum segelas coklat hangat yang sudah disiapkan Bu mar


Pak Rahmad ,satpam rumah yang menjaga pintu gerbang masuk , mengatakan ada tamu yang tidak dikenalnya ingin menemui Nina


"Persilahkan masuk dulu ya pak


Saya ganti baju sebentar"


Nina berganti baju yang lebih rapi


Keluar menemui tamunya


Alangkah kagetnya Nina ,ternyata tamunya adalah Rini


Meskipun gusar tapi Nina berusaha menjaga sikap sopan sebagai tuan rumah


"Haii Nina....."


"Oh...hai Rin...tumben...ada perlu apa?"


Rini tidak menjawab , malah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan


"Gak nyangka ya , hidupmu sekarang makmur


Rumahmu cukup bagus meskipun tidak sebagus rumahku"


Nina tersenyum tak menanggapi


"Ada apa kamu kemari?"


"Langsung saja ya


Aku mau minta penjelasan langsung dari kamu ,gimana hubunganmu dengan Indra?"

__ADS_1


Nina memandang Rini ,cukup heran dengan pertanyaan yang diajukan


"Buat apa kamu tanya itu?"


Rini membetulkan posisi duduk biar terlihat bergaya


Menyilangkan kaki mulusnya


"Indra ingin memulai hubungan dengan aku


Jadi ingin memastikan dulu,bahwa aku tidak merebut dia dari kamu"


Bohong Rini dengan mimik yang di buat buat


Rini ingin mendengar sendiri dari mulut Nina kalau Nina sudah tidak mau berhubungan dengan Indra sesuai info dari Wina


Rini merasa akan lebih leluasa melancarkan aksinya dalam mengejar Indra


Nina terdiam


Duduknya mulai tidak nyaman


"Aku sudah tidak ada hubungan apa apa dengan mas Indra "


"Ahhh syukurlah....


Dengan begini aku jadi tidak merasa sungkan lagi menerima cinta Indra"


Rini tertawa dibuat buat


"Aku sempat merasa bersalah lhoo..


masak sii habis ngambil mamamu


terus ngambil pacamu..."


Rini tertawa lagi ,niatnya untuk menyakiti Nina berhasil


"Maaf Rin...aku harus istirahat


Sebaiknya kamu pulang saja".


"Baiklah...baiklah...


Orang patah hati memang lebih sensitif"


Rini membetulkan letak tasnya di pundak


"Aku pulang dulu yaa...aku juga harus istirahat


Nanti sore Indra mengajakku keluar"


Rini melangkah keluar


"Bye Nina..."


Nina mengantarkan Rini sampai pintu lalu tergesa kembali ke kamar nya


Merebahkan diri di kasur sambil sedikit terisak


'Jadi begitu ya


Kamu berusaha bersikap baik padaku


untuk menghilangkan rasa bersalahmu karena sudah mengkhianatiku


Selamat ya mas Indra


Setulus hati aku doakan semoga kamu berbahagia dengan Rini "


Nina kembali mengurung diri di kamar

__ADS_1


Menikmati sendiri rasa sedihnya


__ADS_2