
Mengalir lah cerita Bagas
Mulai saat hancurnya hidup Nina dan ayahnya saat Wina pergi
Bagaimana akibat kepergian mamanya Nina kesulitan untuk makan
Hanya bisa minum coklat hangat untuk mengisi perutnya
Bagaimana gila kerjanya tn Wicaksono untuk menghilangkan sakit hatinya
Bagaimana tn Wicaksono dan Nina sempat hilang arah hidup
Kemudian saat saat mulai bangkit ketika Nina serta ayahnya hidup bersama keluarga Tn Baskoro menjadi satu keluarga sampai saat ini
Saat Nina terlihat ceria kembali ketika bersama Indra
Bahkan Indra bisa mengalihkan kesedihan Nina saat bertemu kembali dengan Wina
Saat dimana Wina di depan Rini menertawakannya dan membahasakan dirinya ' Tante ' untuk anak kandungnya sendiri
Tapi itu tidak lama
Kesedihan karena kehilangan kembali menghampiri Nina
saat Indra termakan hasutan dari Rini
Nyonya Vanya ikut terisak mendengar kisah Nina,tangannya menggenggam tangan Nadia
"Maafkan mama yang tadi sempat berpikir buruk tentang Nina"
Indra yang terpukul dengan cerita Bagas , kembali membaringkan tubuhnya
Meringkuk di atas kasur
"Bisakah semua keluar dari kamarku...
Aku sedang ingin sendiri sekarang"
Mama bangkit...membetulkan bantal dan guling Indra...
Ditepuknya tangan putra kesayangannya itu
"Istirahatlah nak..."
Bagas dan Nadia mengikuti langkah mama Vanya keluar kamar
Bagas juga langsung mohon diri sambil membimbing tangan Nadia...
Di kamarnya, Indra terdiam sedih....
Berkali kali dilihatnya foto Nina di hp nya
__ADS_1
Dielus2nya wajah yang sedang tersenyum itu
Kemudian di peluknya erat...
Di kamar Nina
Rara bersama Alea masih berusaha menghibur Nina
"Maafkan kak Indra ya mba Nina
Alea mohon ...."
Rara menatap Alea...kemudian menggenggam tangan adik kesayangan Indra itu
"Dek....sebaiknya kamu pulang
Ini sudah malam
Biarkan mba Nina istirahat ya"
Alea mengangguk...mencium pipi Rara dan juga pipi Nina kemudian melangkah keluar kamar
Nina menatap Rara ,mengambil tangan sahabatnya itu
"Sebaiknya kamu juga pulang Ra
Kasihan om dan Tante Radit kalau kemalaman"
"Nggak usah Ra...kamu pulang saja
Aku sudah tidak apa apa"
Mereka berpegangan tangan
Rara membelai pipi sahabatnya
"Mudah mudahan segalanya segera membaik ya nin.
Kamu dan mas Indra bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik baik"
Nina memegang tangan Rara yang membelai pipinya
"Terima kasih Ra...kamu sahabat terbaik ku"
Mereka berdua berpelukan,tangan Rara menepuk pelan punggung Nina
Lalu melangkah kan kaki keluar kamar Nina dan menutup pintunya pelan
Nina masih melanjutkan isaknya sendirian
Masih teringat perlakuan Indra yang memaksanya tadi
__ADS_1
'Sebetulnya apa maumu
Kenapa kau masih mengejar aku sedangkan kau sudah bersama Riri
Bahkan menurut pengakuan Rini kalian sudah berpacaran'
Perlahan Nina tertidur
Membawa sedih karena prasangkanya yang salah
Nina tertidur sambil mendekap erat foto Indra di hp nya
Pagi hari di kediaman Indra
Alan dan Merry sudah sampai untuk menjemput tuan mudanya
Mama Vanya mengajak mereka sarapan bersama
Berlima mereka menikmati sarapan tanpa ada obrolan
Indra hanya diam menunduk sambil menghabiskan sarapan sandwichnya
Alan dan Merry hanya tampak minum secangkir kopi
Mereka sudah sarapan pagi sebelum berangkat tadi
Alea memecah keheningan
"Kak Indra
Tadi malam kan Alea nemenin mba Nina sama mba Rara
Mba Nina nangis waktu cerita kalau kemarin siang Rini datang ke rumah mba Nina
Bilang kalau Rini sama kak Indra sekarang sudah pacaran"
Indra mendongak menatap Alea
"Bener dek...mba Nina bilang begitu?"
"Iyaa...bener...ada mba Rara yang ikut denger"
Indra menatap bergantian ke arah dua Asistennya
"Bang Alan...kak Merry...tolong kosongkan jadwal siang saya"
"Baik boss" Serempak Alan dan Merry menjawab sambil berdiri dari kursi
Mengikuti Indra yang sudah berpamitan pada mama dan Alea
"Kami permisi nyonya....Nona Alea"
__ADS_1
Alan dan Merry menundukkan kepala lalu cepat cepat berlalu menuju mobil untuk membawa tuan mudanya ke kantor