
Nina masih berusaha menemui Indra
Siang ini dia menunggu telepon dari Merry
Mencari info di mana Indra makan siang
Setelah info di dapat
Nina meluncur ke arah restoran yang dikatakan Merry
Nina juga memastikan dengan siapa Indra makan siang
menurut Merry Indra cuma pergi bersama Alan
Nina memarkir mobilnya di area parkir restoran dan menunggu kedatangan Indra
Tak berapa lama ada mobil yang di kenal dan sedang ditunggu Nina masuk ke parkiran
Langsung parkir tepat di sebelah kiri mobil Nina yang memang kosong
Nina melihat ke arah mobil itu yang diyakininya sebagai mobil Indra
Dan benar saja,terlihat Indra turun dari arah pintu mobil bagian belakang
Nina hampir membuka pintu mobilnya
ketika menyadari Indra tidak turun sendiri
Ada Rini lagi bersamanya!
Ada apa ini.....Nina membatin
2 hari berturut turut Nina melihat Indra bersama Rini.
Apa benar dugaan ku....
Rini dan mas Indra....???
Nina tidak jadi turun
Malah menangis tersedu sedu di dalam mobil
Hatinya hancur meratapi nasib cintanya
Kenapa semua ini bisa terjadi
Apa sebetulnya dosa yang telah aku lakukan....
Nina masih terisak saat suara ketukan di kaca mobil mengagetkannya
Diusapnya airmata dengan tergesa gesa dan membuka kaca mobil
"Dekkkkk.....??????"
Alan terkejut mendapati Nina yang ternyata ada di mobil yang dia ketuk
Alan tidak tau kalau itu mobil Nina
Alan bermaksud meminta tolong agar mobil Nina yang ada disebelahnya membetulkan posisinya karena terlalu mepet.
"Ehh bang Alan..."
"Adek sedang apa...??
kenapa tidak masuk ke dalam...?"
Alan memang tidak tau yang terjadi dengan hubungan Nina dan tuan mudanya
"Nggak bang,Nina mau pulang aja....
__ADS_1
Tolong ya bang,
Mas Indra jangan sampai tau Nina kesini...
Tolong ya bang...Nina mohon"
Nina menatap Alan dengan mata memohon
"Dan ini...
Nina tadi bawa irisan buah
Maksud Nina mau dikasihkan ke mas Indra
Tapi sepertinya gak jadi
Ini nin kasih aja buat bang Alan ya..."
Nina menyerahkan kotak berisi irisan buah ke tangan Alan
"Tapi dek....kenapa begini
Apa gak sebaiknya Adek masuk dan serahkan sendiri ke tuan muda"
"Itu buat bang Alan saja
Sekali lagi tolong nin....jangan sampai mas Indra tau nin kesini
Nina permisi pulang dulu bang"
"Baiklah dek...
Terima kasih buahnya
Bang Alan janji tidak akan cerita ke tuan muda
Alan melambaikan tangan melepas kepergian Nina
Alan masih merasa heran
Tapi melihat mata Nina sembab seperti habis menangis ,
Alan yakin ada sesuatu yang terjadi dengan hubungan percintaan bossnya
Dia akan tanya Merry nanti
Di dalam restoran Indra sedang mengancam Rini
"Mana bukti yang kamu janjikan...
Kalau sekarang kamu bilang tertinggal lagi....lebih baik kamu pulang
Aku tidak sudi kalau besok harus menjemputmu untuk makan siang atau kemanapun"
"Ini aku bawa bukti yang kamu minta ndra...apa sih repot nya seandainya kamu jemput aku....toh kamu bawa sopir"
"Kita bukan siapa siapa yaa
Apa urusannya aku jemput kamu...kamu kan juga punya sopir..."
Indra menjawab ketus
Indra tidak suka dengan sikap Rini
Tadi dengan seenaknya minta dijemput untuk makan siang
Indra hampir membatalkan acara makan siangnya
Saat Rini mengatakan bahwa dia membawa foto foto bukti Nina menyerahkan uang kepada miko
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Indra menyuruh Alan membelokkan mobil menjemput rini
Dengan muka masam Rini mengeluarkan amplop dan memberikan pada Indra
"Ini foto foto waktu Nina ngasih uang ke pria itu"
Indra menerima amplop tersebut lalu berdiri
"Aku pergi ..terima kasih"
"Lhoo....bukannya kamu janji kita mau makan siang bersama ya ...lalu kau juga harus mengantar aku pulang"
"Makan siang bersama sudah kita lakukan kemarin,aku sudah menepati janji
Masalah kau pulang nanti,itu bukan urusanku"
Indra melenggang pergi tanpa peduli betapa kesalnya Rini
Alan segera membukakan pintu mobil begitu tuan mudanya datang
Dia sendiri masuk kemudian
mengemudikan mobil keluar restoran
"Kita ke restoran X bang,kita makan siang disana"
"Baik tuan,maaf... bukannya tuan muda dari restoran tadi"Alan merasa heran
"Ada kutu nya disana"
Indra menjawab pendek
Alan sebetulnya ingin menceritakan pertemuan dengan Nina tadi,
Tapi diurungkan mengingat janjinya dengan Nina
Di jok belakang Indra gusar melihat foto yang di serahkan Rini
Berkali kali mendengus kesal
Dalam foto terlihat ketika Nina menyerahkan uang kepada Miko
"Benar benar aku tidak menyangka nin...wajah lugu dan polosmu benar benar telah menipuku"
Indra menyandarkan kepalanya
Tapi kenapa di hati terdalamku tidak bisa membencinya
Aku masih mencintai Nina
Aku sangat merindukannya
Aku masih sering memimpikannya
Lamunan Indra terpotong saat Alan menawarkan sesuatu
"Ada irisan buah disamping tuan muda
Sangat segar bila dimakan siang siang begini"
Indra menengok ke sebelahnya dan melihat ada sekotak irisan buah
Indra membukanya dan memakan sepotong demi sepotong hingga tak tersisa
"Segar sekali bang Alan , siapa yang menyiapkan ini"
"Seseorang dengan cinta yang besar"
Alan menjawab pertanyaan boss nya
__ADS_1