Hanya Kamu

Hanya Kamu
Nina berusaha (2)


__ADS_3

Nina masih berusaha menemui Indra


Siang ini dia menunggu telepon dari Merry


Mencari info di mana Indra makan siang


Setelah info di dapat


Nina meluncur ke arah restoran yang dikatakan Merry


Nina juga memastikan dengan siapa Indra makan siang


menurut Merry Indra cuma pergi bersama Alan


Nina memarkir mobilnya di area parkir restoran dan menunggu kedatangan Indra


Tak berapa lama ada mobil yang di kenal dan sedang ditunggu Nina masuk ke parkiran


Langsung parkir tepat di sebelah kiri mobil Nina yang memang kosong


Nina melihat ke arah mobil itu yang diyakininya sebagai mobil Indra


Dan benar saja,terlihat Indra turun dari arah pintu mobil bagian belakang


Nina hampir membuka pintu mobilnya


ketika menyadari Indra tidak turun sendiri


Ada Rini lagi bersamanya!


Ada apa ini.....Nina membatin


2 hari berturut turut Nina melihat Indra bersama Rini.


Apa benar dugaan ku....


Rini dan mas Indra....???


Nina tidak jadi turun


Malah menangis tersedu sedu di dalam mobil


Hatinya hancur meratapi nasib cintanya


Kenapa semua ini bisa terjadi


Apa sebetulnya dosa yang telah aku lakukan....


Nina masih terisak saat suara ketukan di kaca mobil mengagetkannya


Diusapnya airmata dengan tergesa gesa dan membuka kaca mobil


"Dekkkkk.....??????"


Alan terkejut mendapati Nina yang ternyata ada di mobil yang dia ketuk


Alan tidak tau kalau itu mobil Nina


Alan bermaksud meminta tolong agar mobil Nina yang ada disebelahnya membetulkan posisinya karena terlalu mepet.


"Ehh bang Alan..."


"Adek sedang apa...??


kenapa tidak masuk ke dalam...?"


Alan memang tidak tau yang terjadi dengan hubungan Nina dan tuan mudanya


"Nggak bang,Nina mau pulang aja....

__ADS_1


Tolong ya bang,


Mas Indra jangan sampai tau Nina kesini...


Tolong ya bang...Nina mohon"


Nina menatap Alan dengan mata memohon


"Dan ini...


Nina tadi bawa irisan buah


Maksud Nina mau dikasihkan ke mas Indra


Tapi sepertinya gak jadi


Ini nin kasih aja buat bang Alan ya..."


Nina menyerahkan kotak berisi irisan buah ke tangan Alan


"Tapi dek....kenapa begini


Apa gak sebaiknya Adek masuk dan serahkan sendiri ke tuan muda"


"Itu buat bang Alan saja


Sekali lagi tolong nin....jangan sampai mas Indra tau nin kesini


Nina permisi pulang dulu bang"


"Baiklah dek...


Terima kasih buahnya


Bang Alan janji tidak akan cerita ke tuan muda


Alan melambaikan tangan melepas kepergian Nina


Alan masih merasa heran


Tapi melihat mata Nina sembab seperti habis menangis ,


Alan yakin ada sesuatu yang terjadi dengan hubungan percintaan bossnya


Dia akan tanya Merry nanti


Di dalam restoran Indra sedang mengancam Rini


"Mana bukti yang kamu janjikan...


Kalau sekarang kamu bilang tertinggal lagi....lebih baik kamu pulang


Aku tidak sudi kalau besok harus menjemputmu untuk makan siang atau kemanapun"


"Ini aku bawa bukti yang kamu minta ndra...apa sih repot nya seandainya kamu jemput aku....toh kamu bawa sopir"


"Kita bukan siapa siapa yaa


Apa urusannya aku jemput kamu...kamu kan juga punya sopir..."


Indra menjawab ketus


Indra tidak suka dengan sikap Rini


Tadi dengan seenaknya minta dijemput untuk makan siang


Indra hampir membatalkan acara makan siangnya


Saat Rini mengatakan bahwa dia membawa foto foto bukti Nina menyerahkan uang kepada miko

__ADS_1


Akhirnya dengan terpaksa Indra menyuruh Alan membelokkan mobil menjemput rini


Dengan muka masam Rini mengeluarkan amplop dan memberikan pada Indra


"Ini foto foto waktu Nina ngasih uang ke pria itu"


Indra menerima amplop tersebut lalu berdiri


"Aku pergi ..terima kasih"


"Lhoo....bukannya kamu janji kita mau makan siang bersama ya ...lalu kau juga harus mengantar aku pulang"


"Makan siang bersama sudah kita lakukan kemarin,aku sudah menepati janji


Masalah kau pulang nanti,itu bukan urusanku"


Indra melenggang pergi tanpa peduli betapa kesalnya Rini


Alan segera membukakan pintu mobil begitu tuan mudanya datang


Dia sendiri masuk kemudian


mengemudikan mobil keluar restoran


"Kita ke restoran X bang,kita makan siang disana"


"Baik tuan,maaf... bukannya tuan muda dari restoran tadi"Alan merasa heran


"Ada kutu nya disana"


Indra menjawab pendek


Alan sebetulnya ingin menceritakan pertemuan dengan Nina tadi,


Tapi diurungkan mengingat janjinya dengan Nina


Di jok belakang Indra gusar melihat foto yang di serahkan Rini


Berkali kali mendengus kesal


Dalam foto terlihat ketika Nina menyerahkan uang kepada Miko


"Benar benar aku tidak menyangka nin...wajah lugu dan polosmu benar benar telah menipuku"


Indra menyandarkan kepalanya


Tapi kenapa di hati terdalamku tidak bisa membencinya


Aku masih mencintai Nina


Aku sangat merindukannya


Aku masih sering memimpikannya


Lamunan Indra terpotong saat Alan menawarkan sesuatu


"Ada irisan buah disamping tuan muda


Sangat segar bila dimakan siang siang begini"


Indra menengok ke sebelahnya dan melihat ada sekotak irisan buah


Indra membukanya dan memakan sepotong demi sepotong hingga tak tersisa


"Segar sekali bang Alan , siapa yang menyiapkan ini"


"Seseorang dengan cinta yang besar"


Alan menjawab pertanyaan boss nya

__ADS_1


__ADS_2