Hanya Kamu

Hanya Kamu
Menyesal tak ada guna


__ADS_3

Wina sangat bahagia saat awal menjadi nyonya Baron


Apapun yang diinginkan terkabul tanpa bersusah payah menabung


Mau kemanapun ada mobil dan sopir yang siap mengantar


Keluar masuk butik mahal dan salon kecantikan hampir setiap hari dilakukan Wina dan Rini


Wina merasa sudah menggenggam dunia


Merasa bahwa keputusannya menyetujui ketika Rini memintanya jadi ibunya dan harus meninggalkan Nina adalah sangat tepat


Tapi hal hal impiannya itu lama lama terasa hambar


Baik sebagai istri Baron maupun sebagai mamanya Rini


Selama menikah dengan tuan Baron,Wina hanya disentuh sebagai istri tak lebih dari hitungan jari sebelah tangan


Tn Baron sering pergi berbulan bulan urusan bisnis,baik dalam maupun luar negeri


Dan kebutuhan sebagai suami lebih sering dituntaskan lewat wanita wanita yang bisa dia bayar


Wina tau dan merasakan itu


Tapi tidak bisa berbuat apa apa


Karena dasar pernikahan mereka bukanlah cinta


Adapun Rini


Ketika sudah bisa merebut Wina dari Nina sikapnya justru makin keterlaluan


Sikapnya ke Wina tidak pernah hormat


Suka memerintah seenaknya


Seolah olah Wina adalah asisten pribadinya


Secara materi memang Wina tercukupi


Bahkan sangat berlebih


Tapi disudut terdalam hatinya ada rasa sesal yang terlambat disadari


"Maa...cepet dikit dong ....Mana hp aku.."


Rini seenaknya meminta ponselnya


"Hp kamu dimana ya Rin"Wina bertanya

__ADS_1


"Ya di tas lah....kan tadi mama aku suruh masukkan tas kan..."


Wina mencari cari hp di tas Rini


Mereka berdua sudah ada di dalam kamar hotel


Terpisah dengan kamar tuan Baron


Rini sedang berkaca di depan cermin kamar hotel sambil membenahi tampilannya


"Ini Rin...."Wina menyerahkan hp


Diterima dengan tangan kiri oleh Rini tanpa menoleh


Wina hanya menarik nafas panjang diperlakukan demikian


Rini tampak sedang mencari kontak seseorang lalu meneleponnya


"Haloo Angela...."


Rini rupanya menelepon sahabatnya


Sahabat yang tidak berbeda jauh dengannya


"Heiii beib.....apa kabarnya....kamu ada dimana sekarang..."


Angela adalah orang yang tepat jika harus mencari info tentang orang orang kalangan atas


Obsesinya terhadap kemewahan membuat Angela selalu rajin meng update berita berita dari kalangan itu


"Kenapa memang...."Angela bertanya


"kolega papa aku yang ketemu tadi itu ganteeeng banget....mana tajir lagi....


Bikin aku penasaran banget.... tau gak...."


"Ha ...ha....kamu kan bisa rayu merayu seperti biasa...


Buat apa wajah cantik dan body aduhai kalau tidak di manfaatkan....ya gak...."


"Yang ini lain beib...


Agak agak dingin dan cuek gitu....


Pokoknya kereeennn deh...."


Rini bercerita menggebu gebu


"Bikin penasaran deh Rin....siapa namanya"

__ADS_1


"Indra putra Prayoga...dia itu bakal jadi CEO perusahaan mendiang ayahnya"


Angela mengingat ingat sesuatu


"Berarti Indra itu anaknya tn Peter Prayoga


. yang berarti pula dia itu anaknya nyonya Vanya....


Designer yang bajunya sering kamu borong itu"


"Tau darimana kamu..."Rini penasaran dengan info dari Angel


"Aku kan pernah juga beli baju di butik ny. Vanya ngantar mama aku


kebetulan waktu itu aku ketemu juga sama Indra yang lagi di butik mamanya


Dengar dari mamaku kalau ny. Vanya itu janda dari tn .Peter Prayoga dan Indra adalah anak laki satu satunya dan punya satu adik perempuan"


Akurat sekali info dari teman gosipnya itu


Rini tersenyum ..puas dengan info dari Angel


"Terima kasih infonya lho beib...ketemu ya kapan kapan.."


Rini dan Angel berkiss bye mengakhiri obrolan


Akan halnya di dalam mobil yang dikemudikan pak Banu


Indra cemberut terus saat perjalanan pulang kembali ke kantor dari pertemuan dengan tuan Baron tadi


Jengkel karena ternyata belum menghasilkan apa apa dari pertemuan tadi


Dtambah dengan sikap tn Baron dan anaknya yang menurut Indra terlalu menyebalkan


"Banyak karakter pengusaha nak


Kau harus tetap berkepala dingin menghadapinya


bagaimanapun sifat orang yang kamu hadapi tetaplah menjunjung tinggi adab kesopanan


Karena om sangat berharap kelak kau akan seperti papamu


Sukses dan tetap terhormat karena sikap baiknya


Kau harus pandai mengendalikan emosimu..."


Panjang lebar Om Edward menasehati Indra


"Om Edward sengaja mempertemukanmu dengan tuan Baron untuk menunjukkan sedikit wajah lain dari yang selama ini kamu kenal, karena sebagai pengusaha kamu juga harus peka ketika berhadapan dengan seseorang"

__ADS_1


__ADS_2