Hanya Kamu

Hanya Kamu
Aku mencintaimu


__ADS_3

" bye "


Shandrianna melambaikan tangannya kepada tiga orang temannya itu, hari mulai petang dia akan pulang kerumah. karena cuaca habis hujan dia agak kedinginan.


beberapa orang lewat dihadapannya bersama pasangannya, membawa anak dan bermain bersama anak-anak. betapa irinya dia tidak terhadap orang tua maupun suami sekarang tidak ada lagi yang akan dia harapkan tidak tau seperti apa masa depannya.


apa dia akan tetap seperti ini hidup tanpa kepastian dari seseorang yang mulai dia cinta atau mungkin sudah dia cintai. Dia ingin menerima permintamaafan bagas tapi hatinya terluka ketika mengetahui semuanya.


" Shandrianna ?"


" Pak gavin "


" apa kabarmu ? wah kau seperti menghilang ditelan bumi. setelah kontraknya habis kau malah menghilang , hei apa kau baru pulang bekerja ?"


" hmm baru saja "


" Americano ? "


akhirnya shandrianna dan pak gavin minum bersama di sebuah cafe yang sedang ramai. mereka hanya bicara menanyakan kabar dan pekerjaan tidak lebih dari itu.


" aku terkejut mendengarnya tapi tentu aku juga senang mendengar kabar pernikahanmu. "


" ha iya terima kasih pak "


" dimana pak bagaskara ? apa dia masih bekerja ?" tanyanya.


" Jangan ditanya , alangkah baiknya bapak tidak bertanya tentang pernikahannya karena sebentar lagi ... mereka akan berpisah "


shandrianna menatap marah melihat laura yang seperti mengikutinya dimana - mana selalu ada dia.


" Kau siapa ?" tanya pak gavin.


" Tanyakan saja padanya " jawab Laura.


" Shandrianna ?"


" maaf pak permisi saya harus pulang , terima kasih untuk minumnya. "


Shandrianna melenggang pergi dari sana , tapi laura menyusulnya dan menghentakkan tangan shandrianna.


" hey apa kau tidak punya hati ha ?" bentak Laura.


shandrianna melepaskan tangan laura dia merasa jijik dengannya " Siapa yang tidak punya hati kau apa aku ?" jawab shandrianna.


" Ha kau sakit hati melihat kami tidur berdua. ngomong-ngomong kita belum banyak bicara tentang itu. sekarang aku tau betapa ganasnya bagas diranjang. "


" Apakau tidak merasa lelah bermain dengannya "


telinga shandrianna merasa panas mendengarnya dia ingin menampar wajah wanita ini tapi disini banyak orang dia memang tidak takut menamparnya tapi jika dipikir percuma menangapi wanita ini.


" Kalian berdua ... Sama-sama brengsek ! " tekan shandrianna.


" yang satu Seperti ulat bulu dan yang satu seperti Daun yang menerima santapan dari ulat bulu. " sambung shandrianna.


" hmm tidak apa kau bebas mengatakan apapun. karena sebentar lagi kami akan menikah , kau akan diceraikannya. "


" Tidak ada siapapun yang bersamamu, orang tuamu ... bahkan suamimu meninggalkanmu. semua orang membenci dirimu. "


mata shandrianna mulai berair mendengarnya dia sudah tidak tahan lagi untuk mendengar jadi dia memutuskan untuk pergi dari sana.


dia terus berjalan sampai menuju ke tempat penyebrangan, tapi laura ingin menarik tubuhnya akan tetapi sebelum itu shandriana menariknya terlebih dahulu sehingga laura berada di tengah jalan dan tiba-tiba mobil menyenggol tubuhnya hingga dia terjatuh.


shandrianna melepaskan tangannya dan membiarkan laura terjatuh, semua orang melihat itu.


" ahhh " laura memegangi perutnya.


" hey kau baik-baik saja ?" tanya shandrianna berusaha menyentuhnya.


" sakit " lirih laura.

__ADS_1


shittt


" ada apa " pikir bagas yang secara tidak sengaja lewat dijalan itu.


dia turun dari mobil lalu menuju ke tempat dimana semua orang memandang.


" ahh sakit "


" Ini semua gara-gara dirimu " tunjuk laura pada shandrianna.


shandrianna hanya diam tidak tau apa yang harus dia lakukan dia tidak bisa berpikir dengan jernih.


" Laura ! "


kedua orang itu sontak menoleh shandrianna terkejut melihat bagas yang tiba-tiba ada disana.


" bagash perutku sakit "


" ada apa ini ? bagaimana kau bisa seperti ini ?"


shandrianna berdiri lagi dan menjauh dari kedua orang itu, laura menatap shandrianna sehingga bagas pun ikut menatapnya.


mata kedua orang itu seperti mengintimidasi dirinya.


" tidak ... aku tidak sengaja " gumamnya.


" ayo kita kerumah sakit "


bagas menggendong laura tepat dimatanya meninggalkan dirinya yang ketakutan disana. shandrianna menjatuhkan air matanya mobil bagas lewat didepannya begitu saja tanpa memperdulikannya.


***


shandrianna merasa bersalah atas kecelakaan yang terjadi pada laura , walaupun dia membencinya tapi dia tidak boleh melakukannya dan tetap harus meminta maaf padanya.


hati nuraninya masih berfungsi dengan baik, dia mendatangi rumah sakit terdekat lalu bertanya dengan resepsionis.


" iya nona ada yang bisa saya bantu ?"


" pasien yang baru saja datang dengan seorang pria dimana ?"


" oh yang pakai baju biru tadi ya ? pasien ada di lantai 4 diruangan Anggrek nomor 12. "


" terima kasih suster "


" Sama-sama "


shandrianna menaiki eskalator rumah sakit itu, dia merasa kacau tidak tau apa yang dia lakukan tapi dia hampir menyebabkan orang meninggal.


tak terasa langkahnya mulai dekat dan dia berdiri di ruangan nomor 12 itu.


" Anak kita , kita akan punya anak "


shandrianna mendengarnya dengan jelas apa yang dikatan oleh laura.


" Dia sangat kuat seperti dirimu. kau senang bagas ?"


seketika tubuh shandrianna lemas mendengarnya, Laura mengandung anak nya bagaskara. air matanya lagi-lagi menetes tak tertahan.


dia tidak jadi masuk kesana dan lebih memilih untuk pergi , langkah pelan dilorong-lorong ruangan itu sambil menangis tersedu-sedu membuatnya terlihat sangat menderita.


semua orang yang melihatnya merasa bingung dan beberapa orang menatapnya kasihan .


" apa dia kehilangan orang yang dia cintai ?" bisik orang.


" wajahnya kasihan sekali " timpal yang lainnya.


dia berlarian turun kebawah menggunakan eskalator dengan menangis, suster yang baru saja dia tanyai itu melihatnya dan bingung kenapa dia menangis.


dia naik taksi dan menuju pulang kerumah , hingga dia sampai dia menatap semua foto pernikahannya dan beberapa foto lainnya.

__ADS_1


dia mengambil semua foto-foto itu lalu menghancurkan semuanya.


" Aku benci ! aku benci padamu ! hiks hiks hiks aku tidak ingin melihatmu lagi ! "


prang


prang


prang


suara kaca bingkai yang pecah karena dia lemparkan ke lantai.


" hiks ! hiks kenapa kau melakukan ini bagas ! aku mencintaimu ! aku mencintaimu ! " isaknya terduduk lemas dilantai itu.


" mengapa kau menghianatiku hiksss , dimana janjimu ha ? kau ingin aku mencintaimu hiks tapi saat aku mencintaimu kau malah bersama wanita lain hiks hiks "


cukup lama dia menangis sesegukan tak sengaja dia menghapus air matanya namun ada yang mengganjal dilihat nya tangan kirinya itu dia memakai cincin pernikahannya.


" apa arti dirimu sekarang ? apa aku masih bisa memakai ini lagi ?" lirihnya.


Dulu aku harus merelakan pria yang aku cintai dan sekarang aku harus kembali melupakan seorang pria yang aku cintai juga.


tidak ada lagi yang dia harapkan dari rasa cintanta kali ini, pernikahan yang singkat dan juga cinta yang singkat harus dia relakan dan lupakan lagi.


dia berdiri tegak dengan pelan, dia keluar dari rumah ini tanpa melihat semua yang sudah dia buat. kata bagas dia bisa melakukan apapun dirumah ini sesuka hatinya, tapi itu hanya sesaat.


rumah ini akan diisi oleh wanita lain dan akan ada anak yang bagas nantikan. dia berjalan kaki sampai ke jembatan yang dibawahnya ada air yang deras.


air mata yang masih turun tanpa suara, mata yang sembab karena terus menangis angin yang sejuk dan dingin membuatnya benar-benar hancur.


Untuk apa kau hidup jika tidak ada orang yang mempercayaiku. aku sudah kehilangan beberapa kali orang yang aku cintai.


dia melepaskan hiellsnya , pikirannya terlihat sangat kosong sekali. suasana dijalanan itu sangat sepi malam yang gelap dan hari yang menyakitkan dia tidak bisa menguatkan dirinya lagi.


sepatu hiells berwarna abu-abu yang pernah dibelikan bagas untuknya. akan menjadi peninggalan terkahir untuknya.


dia mulai naik ke atas pembatas itu dan berdiri disana.


Aku mencintaimu


****


Didapur itu tara menikmati makan malam seorang diri, sepertinya tidak ada orang dirumah itu selain dirinya. dia terus tersenyum sambil makan.


drrtt...drrttt


" .... "


" benarkah ? itu artinya shandrianna sudah tau semuanya ? syukurlah dia pasti akan pergi setelah ini, tidak akan ada lagi yang bersamanya dia akan pergi kemana kecuali ke akhirat. "


" walaupun aku tidak suka padanya tapi aku berharap semoga dia berada di surga. "


" .... "


" oke mari rayakan dan kita akan bertemu besok. "


" Tara ? apa maksudmu surga ? shandrianna ? ada apa dengannya ?" tanya ayahnya yang tiba-tiba muncul.


" a-ayah "


" Tara ? kau melakukan sesuatu kepada anna ?"


" ayah aku .. "


" jangan berbohong tara ayah mendengar semuanya "


" ayah akan datang mencarinya. jika kau tidak mau memberitahunya. " ancam handika.


" dia sudah pergi ! dia tidak akan kembali ! " teriak tara.

__ADS_1


__ADS_2