
"Tn Erik...."
Indra membalas uluran tangan Tn Erik yang hendak menjabat tangannya
Mereka berjabatan tangan
"Perkenalkan ini Nina calon istri saya"
Indra memperkenalkan Nina kepada Tn Erik
"Ahh...selamat datang nona Nina..."
Nina tersenyum mengangguk sambil membalas menjabat tangan Tn Erik
"Mari silahkan.."
Tangan Erik mempersilahkan sambil mengiringi langkah Indra dan Nina ke ruangan VIP...
Tn Erik mengantarkan sampai Indra dan Nina duduk
"Kami persilahkan pesan...
Mohon maaf saya ijin harus ke depan lagi"
Tn Erik menunduk hormat kemudian melangkah keluar ruangan
Tn Erik sangat mengenal Indra sebagai pelanggan di restorannya
Dia mengenal Indra adalah putra mahkota pewaris bisnis Almarhum Tn Peter Prayoga
Tuan muda yang humble,
Tidak pernah menuntut pelayanan khusus seperti kebanyakan orang orang kaya lainnya
Indra memang sering datang ke restoran itu
Kadang kadang sendiri
Sering juga bersama mama dan adiknya
Di dalam ruangan
Sambil menunggu makan siang mereka datang
Indra menatap Nina
Mengelus elus tangan Nina yang ada di meja
"Kenapa sii.... kamu manis sekali....
Bikin mas terbayang bayang kalau tidak melihatmu sehari saja"
"Diih...mas ya...mulai gombalnya..."
"Kok gombal sii....mana ada mas begitu...
Mas bener bener kangen kalau gak lihat kamu"
__ADS_1
Nina tersenyum hangat ke arah Indra
Setiap rayuan Indra berhasil membuat Nina terbuai
Makanan pesanan mereka datang
Indra tetap menggenggam tangan kiri Nina dengan tangan kirinya juga
"Mas...gimana mau makannya coba ...kalau tangannya gini"Nina protes.
"Mulai sekarang berusahalah belajar makan dengan cara begini
Mas maunya mulai sekarang akan selalu begini kalau makan berdua denganmu"
Nina bersiap mau protes lagi
"Tapi mas....."
"a...aa...aaa.......gak ada protes!"Indra menggerakkan jari telunjuknya di depan mukanya sambil menggerakkan kiri dan kanan
"Kalau gak bisa makannya...mas akan suapin"Menambahkan ucapannya
Indra memang memaksa
Tapi paksaan Indra terasa manis di rasakan Nina
Pelan pelan menyuap nasi
Berusaha belajar makan hanya dengan tangan kanannya....
Sementara telapak tangan kirinya tetap di genggam Indra
"Bisa kan...??"
Nina mengangguk
Meneruskan makannya hingga habis
Indra tetap menggenggam tangan kirinya
"Mas....nina mau ke toilet dulu ya"
Indra mengangguk sambil melepas genggamannya
"Mau mas antar...??"
"Nggak usah...sebentar kok.."
Nina mencuci tangan kemudian ke toilet
yang ada di belakang resto
Saat keluar toilet menuju tempat duduknya
Sekilas Nina merasa seperti melihat seseorang
Tepatnya dua orang yang lama tak dijumpainya
__ADS_1
Bahkan berusaha dihindarinya
Degh...degh...degh..
Apa benar itu mereka..?
Ada empat orang yang duduk satu meja di sudut ruangan sambil membicarakan sesuatu
"Bukankah itu Rini....dan mama wina..."
Nina berbisik sendiri sambil matanya terbelalak dan tangannya menutup mulut
Setelah memastikan pandangannya tidak salah, Nina bergegas berjalan menghampiri Indra dengan perasaan campur aduk tak karuan
"Heeii....kenapa wajahmu pucat sayang.."
Indra segera mendekati Nina....
Mengusap cemas wajah Nina
"Ada apa...??
Indra celingukan memastikan apa yang terjadi
"Nggak apa apa mas tiba tiba aku muntah tadi"
Nina berbohong
"Kamu alergi seafood mungkin....ayo kita ke dokter"
Indra langsung panik
"Nggak mas...
Mungkin aku mau menstruasi...antarkan saja nin pulang ya"
"Kamu yakin hanya karena itu?"Indra masih cemas
"Iya mas...tolong ..antar nin pulang saja ya"
"Baiklah...tunggu sebentar.."
Indra segera menyelesaikan pembayaran makan mereka
menarik tangan Nina keluar restoran
Di mobil Indra masih meneruskan khawatirnya
"Benar sayang,kamu gak perlu ke dokter"
"Nggak mas....istirahat sebentar paling sudah sehat lagi...
Maafkan nin ya mas....keburu ngajak pulang"
Nina merasa tak enak pada Indra
"Heeii...kenapa harus minta maaf....kesehatanmu lebih penting sayang"
__ADS_1
"Tidurlah biar kepalamu tidak pusing,nanti sampai rumah mas bangunkan"