Hanya Kamu

Hanya Kamu
Tn Baron


__ADS_3

Sesuai kesepakatan


Indra bersama Om Edward dan Om Faizal bertemu dengan Tn Baron di Restoran sebuah Hotel ternama


Tampak seorang lelaki parlente menyambut kedatangan mereka,dia adalan tn Bardi,tangan kanan tn Baron


Orang yang satu tipe dengan bossnya


"Selamat siang....selamat datang Tn Edward,tn Faizal..."


Bardi menyalami Edward dan Faizal


Matanya beralih menatap Indra yang tersenyum tipis


"Ini pasti tuan muda Indra....masih muda..tampan pula


Selamat datang juga tuan Indra"


Bardi ganti menjabat tangan Indra


"Mari silahkan,tn Baron sedang menunggu...kebetulan istri dan Putri beliau menemani disini"


Bardi mempersilahkan ketiganya memasuki sebuah ruangan


Tampak tuan Baron bersama dua wanita


Tn Baron berdiri menyambut ketika melihat Indra dan rombongan


Tangannya terulur menjabat para tamunya


"Selamat datang Tn Edward,Tn Faizal...dan ini pasti Tn Indra...anda sangat tampan sekali"


"Terima kasih atas sambutannya Tn Baron"


Indra membalas sapaan tn. Baron


Tersenyum tipis yang membuat Indra terlihat sangat tampan


mata indahnya ikut mengernyit ketika tersenyum


Membuat seseorang disamping tn Baron terpesona melihat ketampanan Indra


"Ganteng banget sii...."batin cewek itu


"Perkenalkan ini anak saya....dan ini istri saya"


Baron memperkenalkan anak dan istrinya


Indra mengulurkan tangan untuk bersikap sopan


"Indra Putra Prayoga"


Indra berucap sambil sedikit menundukkan kepala


"Arini putri...putrinya tn Baron"


berkata manja berusaha mengalihkan pandangan Indra untuk menatapnya


Tapi Indra tidak merespon


Ganti mengulurkan tangan ke arah istri tn Baron sambil tetap menundukkan sedikit kepala


"Ny. Wina.."Istri tuan Baron menyambut uluran tangan Indra


Yaaa.......

__ADS_1


Dunia ternyata tak seluas yang kita duga


Ternyata Rini dan Wina adalah anak dan istri tuan Baron


Setelah berkenalan


Om Edward....om Faizal dan Indra melanjutkan pembicaraan yang menjadi tujuan pertemuan ini


membicarakan kerjasama yang akan mereka lakukan dengan perusahaan tuan Baron


Selama pembicaraan itu


Rini dan Wina tetap duduk di meja yang sama dengan mereka


mata Rini terus melirik ke arah Indra


mengagumi wajah tampannya


Apalagi Indra adalah calon pemimpin perusahaan yang akan bekerjasama dengan ayahnya


Menurut ayahnya


Perusahaan yang akan Indra pimpin ini cukup besar


Sehingga tn Baron setuju untuk bekerjasama


'Waahh.....dia pasti kaya raya.....


Sudah ganteng ...tajir pula...'


Pikiran Rini sudah berkeliaran kemana mana


"Apa tn Indra sudah berkeluarga ya"


Di tengah obrolan ,tn Baron mulai memasang jerat


wajah cantik full make up itu terlihat berbinar


Rini merasa kalau ayahnya sepertinya faham ketertarikan Rini ...


Dan tuan Baron memang faham


Bahasa tubuh dan mata Rini terlihat oleh tn Baron


"Belum tuan Baron....


Tapi saya sudah ada calon istri"


Indra menjawab sambil tersenyum


"Ahhh,baru calon rupanya....


segala sesuatu masih mungkin terjadi kan...haa...haa."


Baron tertawa sambil melirik putrinya


Om Edward yang faham arah bicara tn Baron segera mengalihkan pembicaraan ke topik awal


Dilihatnya juga kalau Indra memasang muka masam


"Ehmm...jadi bagaimana kesepakatan kita tuan Baron"


"Ayolah tuan Edward,kenapa harus terburu buru...banyak waktu untuk membicarakan bisnis


Siapa tahu kan kita bisa menjalin hubungan keluarga..ha...ha.."

__ADS_1


Kembali Baron tertawa sambil melirik Indra dan Rini


Rini ikut tertawa


Merasa senang atas dukungan ayahnya


Matanya kembali melirik ke arah Indra


Indra berdiri dari tempat duduknya


"Maaf saya mau ke toilet sebentar"


Menundukkan kepala sedikit lalu berlalu mencari toilet


Indra kesal sekali melihat tn Baron dan putrinya


"Cih...seperti tidak punya malu....


Masih cantikan ninaku kemana mana"


Teringat Nina


Indra segera merogoh ponselnya dan


mendial nomer Nina


Berharap sang pujaan hati sedang tidak sibuk


"Yaa mas Indra...


Kenapa jam segini nelpon


Bukannya mas lagi sibuk ya..?"


Cerocos wajah cantik yang memenuhi layar ponsel Indra


"Mas kangen kamu sayang"


"Nin juga kangen...


Tapi nin lagi ada di toko kue sama Nadia


...beli titipan mama"


"Nin gak kuliah???...kok gak kasih tau mas sih..tau gitu tadi mas ajak ke kantor"


"Issh...apa sih....masak ke kantor diajak"


"Yaa gakpapa lagi...secara perusahaan mas sendiri.."


"Aaaahh....


Sombongnya pacarnya nin....


Jadi pingin jitak...."


Nina tertawa membalas ucapan Indra


"Tapi jitak sayang kan...


mas jadi pingin kesitu ...


ngerasain jitak rasa belaian.."


Indra tersenyum melancarkan rayuan

__ADS_1


...


Tiba tiba mata Indra melotot saat melihat layar ponselnya


__ADS_2