
Sesuai kesepakatan
Indra bersama Om Edward dan Om Faizal bertemu dengan Tn Baron di Restoran sebuah Hotel ternama
Tampak seorang lelaki parlente menyambut kedatangan mereka,dia adalan tn Bardi,tangan kanan tn Baron
Orang yang satu tipe dengan bossnya
"Selamat siang....selamat datang Tn Edward,tn Faizal..."
Bardi menyalami Edward dan Faizal
Matanya beralih menatap Indra yang tersenyum tipis
"Ini pasti tuan muda Indra....masih muda..tampan pula
Selamat datang juga tuan Indra"
Bardi ganti menjabat tangan Indra
"Mari silahkan,tn Baron sedang menunggu...kebetulan istri dan Putri beliau menemani disini"
Bardi mempersilahkan ketiganya memasuki sebuah ruangan
Tampak tuan Baron bersama dua wanita
Tn Baron berdiri menyambut ketika melihat Indra dan rombongan
Tangannya terulur menjabat para tamunya
"Selamat datang Tn Edward,Tn Faizal...dan ini pasti Tn Indra...anda sangat tampan sekali"
"Terima kasih atas sambutannya Tn Baron"
Indra membalas sapaan tn. Baron
Tersenyum tipis yang membuat Indra terlihat sangat tampan
mata indahnya ikut mengernyit ketika tersenyum
Membuat seseorang disamping tn Baron terpesona melihat ketampanan Indra
"Ganteng banget sii...."batin cewek itu
"Perkenalkan ini anak saya....dan ini istri saya"
Baron memperkenalkan anak dan istrinya
Indra mengulurkan tangan untuk bersikap sopan
"Indra Putra Prayoga"
Indra berucap sambil sedikit menundukkan kepala
"Arini putri...putrinya tn Baron"
berkata manja berusaha mengalihkan pandangan Indra untuk menatapnya
Tapi Indra tidak merespon
Ganti mengulurkan tangan ke arah istri tn Baron sambil tetap menundukkan sedikit kepala
"Ny. Wina.."Istri tuan Baron menyambut uluran tangan Indra
Yaaa.......
__ADS_1
Dunia ternyata tak seluas yang kita duga
Ternyata Rini dan Wina adalah anak dan istri tuan Baron
Setelah berkenalan
Om Edward....om Faizal dan Indra melanjutkan pembicaraan yang menjadi tujuan pertemuan ini
membicarakan kerjasama yang akan mereka lakukan dengan perusahaan tuan Baron
Selama pembicaraan itu
Rini dan Wina tetap duduk di meja yang sama dengan mereka
mata Rini terus melirik ke arah Indra
mengagumi wajah tampannya
Apalagi Indra adalah calon pemimpin perusahaan yang akan bekerjasama dengan ayahnya
Menurut ayahnya
Perusahaan yang akan Indra pimpin ini cukup besar
Sehingga tn Baron setuju untuk bekerjasama
'Waahh.....dia pasti kaya raya.....
Sudah ganteng ...tajir pula...'
Pikiran Rini sudah berkeliaran kemana mana
"Apa tn Indra sudah berkeluarga ya"
Di tengah obrolan ,tn Baron mulai memasang jerat
wajah cantik full make up itu terlihat berbinar
Rini merasa kalau ayahnya sepertinya faham ketertarikan Rini ...
Dan tuan Baron memang faham
Bahasa tubuh dan mata Rini terlihat oleh tn Baron
"Belum tuan Baron....
Tapi saya sudah ada calon istri"
Indra menjawab sambil tersenyum
"Ahhh,baru calon rupanya....
segala sesuatu masih mungkin terjadi kan...haa...haa."
Baron tertawa sambil melirik putrinya
Om Edward yang faham arah bicara tn Baron segera mengalihkan pembicaraan ke topik awal
Dilihatnya juga kalau Indra memasang muka masam
"Ehmm...jadi bagaimana kesepakatan kita tuan Baron"
"Ayolah tuan Edward,kenapa harus terburu buru...banyak waktu untuk membicarakan bisnis
Siapa tahu kan kita bisa menjalin hubungan keluarga..ha...ha.."
__ADS_1
Kembali Baron tertawa sambil melirik Indra dan Rini
Rini ikut tertawa
Merasa senang atas dukungan ayahnya
Matanya kembali melirik ke arah Indra
Indra berdiri dari tempat duduknya
"Maaf saya mau ke toilet sebentar"
Menundukkan kepala sedikit lalu berlalu mencari toilet
Indra kesal sekali melihat tn Baron dan putrinya
"Cih...seperti tidak punya malu....
Masih cantikan ninaku kemana mana"
Teringat Nina
Indra segera merogoh ponselnya dan
mendial nomer Nina
Berharap sang pujaan hati sedang tidak sibuk
"Yaa mas Indra...
Kenapa jam segini nelpon
Bukannya mas lagi sibuk ya..?"
Cerocos wajah cantik yang memenuhi layar ponsel Indra
"Mas kangen kamu sayang"
"Nin juga kangen...
Tapi nin lagi ada di toko kue sama Nadia
...beli titipan mama"
"Nin gak kuliah???...kok gak kasih tau mas sih..tau gitu tadi mas ajak ke kantor"
"Issh...apa sih....masak ke kantor diajak"
"Yaa gakpapa lagi...secara perusahaan mas sendiri.."
"Aaaahh....
Sombongnya pacarnya nin....
Jadi pingin jitak...."
Nina tertawa membalas ucapan Indra
"Tapi jitak sayang kan...
mas jadi pingin kesitu ...
ngerasain jitak rasa belaian.."
Indra tersenyum melancarkan rayuan
__ADS_1
...
Tiba tiba mata Indra melotot saat melihat layar ponselnya