Hanya Kamu

Hanya Kamu
Indra tertusuk


__ADS_3

Pagi ini Rara menjemput Nina


rencananya Rara akan mengajak Nina melihat perkembangan pembangunan TPA


Menurut informasi dari bang Miko ,pembangunan sudah mencapai tahap akhir


Mudah mudahan pertengahan atau akhir bulan depan sudah bisa digunakan


Rara ingin segera mengajak Nina melihatnya


Waktu Rara telepon tadi pagi menanyakan kabarnya


juga sekalian mengajak Nina yang juga setuju ajakannya


Sepanjang perjalanan mereka lalui dengan banyak cerita dari Rara


Nina hanya tersenyum dan menjawab sekedarnya


"Jadi nanti itu kita gak dijemput bang Miko


soalnya bang Miko ada urusan keluar kota"


Nina mengangguk angguk


Mereka mampir dulu ke toko membeli jajanan dan beberapa kebutuhan pokok untuk dibawa sebagai oleh oleh


Sementara Indra yang gelisah karena cerita Alea tadi pagi


Menelepon Bagas dan meminta pendapatnya


Indra ingin menemui Nina untuk meminta maaf dan bicara dari hati ke hati


Indra bermaksud meminta tolong pada Bagas dan Rara untuk menemani agar Nina tidak takut bertemu dengannya


Waktu menelepon , Bagas memberitahu kalau Nina dan Rara menuju ke kampung bang Miko untuk melihat pembangunan TPA


Indra segera menyusul Nina dan Rara


Bagas juga menelepon Rara dan memberitahu kalau Indra menyusul sendirian ke kampung bang Miko


kemudian Bagas akan menuju tempat yang sama juga sendirian


Bagas berpesan agar Nina jangan diberitahu dulu


Indra sudah memarkir mobilnya di lapangan kecil dekat sungai


Sementara mobil Rara dan Nina belum kelihatan


Indra melihat di dekat lapangan ada 3 orang laki laki bertampang sangar dengan gerak gerik mencurigakan


Indra terus mengawasi mereka


Tak berapa lama mobil Rara dan Nina masuk juga ke lapangan


Diparkir agak jauh dari Indra..


Indra tidak berani langsung turun


Dia menunggu Bagas datang


Nina dan Rara membuka pintu bagasi mobil untuk menurunkan barang barang yang mereka bawa


Menunggu teman bang Miko menjemput


"Kok teman bang Miko belum datang ya Ra?"

__ADS_1


Nina melihat sekeliling


Tanpa menyadari ada mobil Indra di ujung agak jauh dari tempat Rara parkir


"Mungkin sebentar lagi nin"


Rara tampak kerepotan membawa barang barang di tangannya


Tiba tiba 3 preman yang ada di dekat lapangan berjalan mendekati Rara dan Nina


Indra yang terus mengawasi terkejut karena


mereka mendekat ke arah mobil Rara dan Nina


Apalagi salah satu dari preman itu membawa belati di tangannya


Ketika preman preman itu semakin mendekati Nina dan rara


Indra yakin mereka bermaksud tidak baik ,


segera keluar mobil dan berlari menyusul kedua cewek itu


Nina dan Rara yang tidak menyadari adanya bahaya , sangat terkejut saat mendengar bentakan


"Kalian ya yang namanya Rara dan Nina


yang sudah membeli lahan dari H Suyudi?"


Preman preman itu melotot ke arah Nina dan Rara


Nina yang tidak terima dengan bentakan itu menjawab dengan lantang


"Yaa...mau apa kalian?"Nina langsung menghadang langkah preman preman itu


"Kami mau membuat perhitungan"


Indra sudah semakin mendekat


Berlari kencang sambil berteriak


"Hai baj**gan ...jangan ganggu mereka...!"


Preman preman tersebut sempat terkejut dengan teriakan Indra


Preman yang membawa belati segera mengarahkan senjatanya untuk menusuk Nina yang ada di depannya


Tepat Indra meloncat melindungi tubuh Nina , yang berakibat belati itu tepat menusuk perut indra


Darah mengucur dari perut Indra yang tertusuk


Preman preman itu melarikan diri


Nina sangat terkejut dan belum menyadari apa yang terjadi , saat tiba tiba tubuh Indra limbung jatuh ke dalam pelukannya


Nina shock saat tahu darah yang mengucur deras dari perut Indra


Dadanya terguncang dan matanya terbelalak melihat darah di sekujur tubuh pria yang masih dicintainya itu


Bahkan tangan yang berusaha menyentuhnya juga bersimbah darah


"Nina ..sayangku...kau tidak apa apa kan.."


Indra yang sudah terduduk dan kepalanya ada di pangkuan Nina


Berusaha meraih wajah Nina

__ADS_1


Sambil nafas tersengal sengal dibelainya pipi Nina


"Sayang....katakan pada mas...kamu tidak apa apa kan?"


Nina memeluk Indra sebisanya


Nina meraung Raung memanggil nama indra


"Mas...mas Indra....kamu gak apa apa kan?"


Baju Nina sudah penuh dengan darah Indra


Air matanya berlinang membanjiri wajah...


"Mas...tahan ya.....!"


Rara sudah berteriak teriak minta tolong


yang mengundang banyak orang berdatangan


Nina panik , dia terus menangis sambil memanggil manggil nama Indra


"Mas Indra....mas Indra.....kenapa mas...kenapa kamu lakukan ini..?"


Nina terus menepuk nepuk pipi Indra


matanya nyalang memandang sekitar memohon pertolongan


"Mas...tahan ya....mas Indra.."


Indra menatap Nina dengan sayu


Tubuhnya semakin melemah


Tangannya yang terkena darah terus berusaha meraih wajah Nina


"Sa..yang....kuu....


mas....men...cin...ta....i....mu....!"


Terbata bata Indra mengungkapkan cintanya


Nina hanya menangis sambil memeluk wajah di pangkuannya


Tiba tiba tangan Indra terkulai dan tubuhnya melemas


Matanya terpejam rapat


Nina berteriak sekuat kuatnya


"Mas Indraaaa.....


Mmaaass....


Bangun mass....


Aku juga mencintaimu "


Tubuh Nina ikut terkulai lemas tak ingat apapun lagi


Bagas yang baru sampai langsung memapah tubuh Nina dibantu rara


Polisi yang menangani perkara juga sudah sampai di lokasi


Indra dan Nina segera di larikan ke rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2