
Pagi ini Rara menjemput Nina
rencananya Rara akan mengajak Nina melihat perkembangan pembangunan TPA
Menurut informasi dari bang Miko ,pembangunan sudah mencapai tahap akhir
Mudah mudahan pertengahan atau akhir bulan depan sudah bisa digunakan
Rara ingin segera mengajak Nina melihatnya
Waktu Rara telepon tadi pagi menanyakan kabarnya
juga sekalian mengajak Nina yang juga setuju ajakannya
Sepanjang perjalanan mereka lalui dengan banyak cerita dari Rara
Nina hanya tersenyum dan menjawab sekedarnya
"Jadi nanti itu kita gak dijemput bang Miko
soalnya bang Miko ada urusan keluar kota"
Nina mengangguk angguk
Mereka mampir dulu ke toko membeli jajanan dan beberapa kebutuhan pokok untuk dibawa sebagai oleh oleh
Sementara Indra yang gelisah karena cerita Alea tadi pagi
Menelepon Bagas dan meminta pendapatnya
Indra ingin menemui Nina untuk meminta maaf dan bicara dari hati ke hati
Indra bermaksud meminta tolong pada Bagas dan Rara untuk menemani agar Nina tidak takut bertemu dengannya
Waktu menelepon , Bagas memberitahu kalau Nina dan Rara menuju ke kampung bang Miko untuk melihat pembangunan TPA
Indra segera menyusul Nina dan Rara
Bagas juga menelepon Rara dan memberitahu kalau Indra menyusul sendirian ke kampung bang Miko
kemudian Bagas akan menuju tempat yang sama juga sendirian
Bagas berpesan agar Nina jangan diberitahu dulu
Indra sudah memarkir mobilnya di lapangan kecil dekat sungai
Sementara mobil Rara dan Nina belum kelihatan
Indra melihat di dekat lapangan ada 3 orang laki laki bertampang sangar dengan gerak gerik mencurigakan
Indra terus mengawasi mereka
Tak berapa lama mobil Rara dan Nina masuk juga ke lapangan
Diparkir agak jauh dari Indra..
Indra tidak berani langsung turun
Dia menunggu Bagas datang
Nina dan Rara membuka pintu bagasi mobil untuk menurunkan barang barang yang mereka bawa
Menunggu teman bang Miko menjemput
"Kok teman bang Miko belum datang ya Ra?"
__ADS_1
Nina melihat sekeliling
Tanpa menyadari ada mobil Indra di ujung agak jauh dari tempat Rara parkir
"Mungkin sebentar lagi nin"
Rara tampak kerepotan membawa barang barang di tangannya
Tiba tiba 3 preman yang ada di dekat lapangan berjalan mendekati Rara dan Nina
Indra yang terus mengawasi terkejut karena
mereka mendekat ke arah mobil Rara dan Nina
Apalagi salah satu dari preman itu membawa belati di tangannya
Ketika preman preman itu semakin mendekati Nina dan rara
Indra yakin mereka bermaksud tidak baik ,
segera keluar mobil dan berlari menyusul kedua cewek itu
Nina dan Rara yang tidak menyadari adanya bahaya , sangat terkejut saat mendengar bentakan
"Kalian ya yang namanya Rara dan Nina
yang sudah membeli lahan dari H Suyudi?"
Preman preman itu melotot ke arah Nina dan Rara
Nina yang tidak terima dengan bentakan itu menjawab dengan lantang
"Yaa...mau apa kalian?"Nina langsung menghadang langkah preman preman itu
"Kami mau membuat perhitungan"
Indra sudah semakin mendekat
Berlari kencang sambil berteriak
"Hai baj**gan ...jangan ganggu mereka...!"
Preman preman tersebut sempat terkejut dengan teriakan Indra
Preman yang membawa belati segera mengarahkan senjatanya untuk menusuk Nina yang ada di depannya
Tepat Indra meloncat melindungi tubuh Nina , yang berakibat belati itu tepat menusuk perut indra
Darah mengucur dari perut Indra yang tertusuk
Preman preman itu melarikan diri
Nina sangat terkejut dan belum menyadari apa yang terjadi , saat tiba tiba tubuh Indra limbung jatuh ke dalam pelukannya
Nina shock saat tahu darah yang mengucur deras dari perut Indra
Dadanya terguncang dan matanya terbelalak melihat darah di sekujur tubuh pria yang masih dicintainya itu
Bahkan tangan yang berusaha menyentuhnya juga bersimbah darah
"Nina ..sayangku...kau tidak apa apa kan.."
Indra yang sudah terduduk dan kepalanya ada di pangkuan Nina
Berusaha meraih wajah Nina
__ADS_1
Sambil nafas tersengal sengal dibelainya pipi Nina
"Sayang....katakan pada mas...kamu tidak apa apa kan?"
Nina memeluk Indra sebisanya
Nina meraung Raung memanggil nama indra
"Mas...mas Indra....kamu gak apa apa kan?"
Baju Nina sudah penuh dengan darah Indra
Air matanya berlinang membanjiri wajah...
"Mas...tahan ya.....!"
Rara sudah berteriak teriak minta tolong
yang mengundang banyak orang berdatangan
Nina panik , dia terus menangis sambil memanggil manggil nama Indra
"Mas Indra....mas Indra.....kenapa mas...kenapa kamu lakukan ini..?"
Nina terus menepuk nepuk pipi Indra
matanya nyalang memandang sekitar memohon pertolongan
"Mas...tahan ya....mas Indra.."
Indra menatap Nina dengan sayu
Tubuhnya semakin melemah
Tangannya yang terkena darah terus berusaha meraih wajah Nina
"Sa..yang....kuu....
mas....men...cin...ta....i....mu....!"
Terbata bata Indra mengungkapkan cintanya
Nina hanya menangis sambil memeluk wajah di pangkuannya
Tiba tiba tangan Indra terkulai dan tubuhnya melemas
Matanya terpejam rapat
Nina berteriak sekuat kuatnya
"Mas Indraaaa.....
Mmaaass....
Bangun mass....
Aku juga mencintaimu "
Tubuh Nina ikut terkulai lemas tak ingat apapun lagi
Bagas yang baru sampai langsung memapah tubuh Nina dibantu rara
Polisi yang menangani perkara juga sudah sampai di lokasi
Indra dan Nina segera di larikan ke rumah sakit
__ADS_1