
Hagia sophia
sebuah masjid yang sangat bersejarah, didatangi oleh ibu dan anak itu. Anak laki-laki itu memakainya selendang kekepala shandrianna.
" mommy looks so pretty "
" terima kasih sayang, kau juga sangat tampan. ayo kau mau berdoa kan "
" hmm "
keduanya masuk kedalam masjid tapi disana mereka masuk kearah yang berbeda dimana anaknya ke tempat para pria.
anaknya berdiri lalu menatap kebelakang dan tersenyum " terima kasih telah memberikannya sebagai anakku. aku sangat beryukur kepadamu " batin shandrianna.
anaknya terlihat sedang melakukan kewajibannya, walau kecil dia sangat dewasa melihat itu shandrianna merasa bahagia.
drtt ..drrttt
ponselnya tiba-tiba berdering diapun memutuskan untuk keluar dari sana anaknya juga tau nanti dimana dia akan menunggu kalau tidak ada didalam.
dianatar halaman itu dia berdiri di dekat air mancur itu dan bicara kepada lawan bicaranya di ponsel.
siapa yang menyangka kalau bagaskara menunggunya disana.
" I've prepared everything in the blue file, if it's not there, ask Mr. Andrew he will find it"
" okey "
shandrianna mematikan ponselnya lalu dia menarik selendang itu tapi dia terkejut ketika melihat bagaskara berada didepannya.
" Sayang "
" berhenti memanggilku begitu, kita tidak ada hubungan apapun lagi " ucap shandrianna.
" bagiku kau tetap istriku kita tidak pernah berpisah sebelumnya kau lah yang meninggalkan aku , dan tahukah kau semua orang mencemaskanmu. "
" apa aku harus percaya dengan perkataanmu ?".
" mommy !!! "
bagas mendengar seorang anak memanggil mommy dan anak itu berhenti di samping shandrianna dan memegang tangan shandrianna.
" mommy ?"
" mom I'm done, can we eat now? "
" sure baby "
" siapa anak ini ? " tanya bagaskara.
" do you know this person? " tanya anak itu.
" ailen go back to the car and wait for mommy "
" okey mom "
" katakan padaku shandrianna ? anak siapa itu ?" tanya bagaskara , dia merasa kalau itu aanaknya.
" dia anakku ?" tanya Bagaskara.
" dia anakku " jawab shandrianna.
" tapi siapa ayahnya , aku adalah ayahkan bukan ? dia terlihat mirip denganku. "
" Aku tidak tau " shandrianna akan pergi dari sana tapi bagas mencegahnya.
" katakan kebenarannya sebelum aku marah shandrianna "
" siapa kau yang akan marah padaku ? aku tidak peduli kau siapa tidak ada hubungan apapun lagi untuk kita berdua. bagi ku kau sudah pergi jauh "
" omong kosong ! wajahmu mengatakan hal lainn"
" terserah "
shandrianna melenggang pergi secepatnya dia meninggalkan bagaskara dan menyusul anaknya. langsung saja dia pergi dari sana meninggalkan bagas sendiri.
" seberapa keras usaha mu untuk menutupinya aku akan mencari tau sendiri. " batin bagaskara.
malam harinya
__ADS_1
Shandrianna dan anaknya tidur bersama diranjang itu, ketika melihat wajah anaknya dia selalu merasa tenang walau sesulit apapun dia.
tok
tok
tok
" dia tidur ?" bisik andrew dari pintu
Shandrianna mengangukkan kepalanya , lalu shandrianna terbangun dan menyelimuti tubuh anaknya. dia keluar bersama andrew menuju keruang tamu.
" kau tidak pulang ?" tanya shandrianna.
" aku membelikan mainan untuk aileen, aku sudah janji membelikannya lego ini. "
shandrianan teringat jika bagaskara juga sangat menyukai lego.
" terima kasih andrew "
" kau dan bagas , apakah dia sudah tau jika kau punya anak ?"
shandrianna sejenak diam dia tidak tau harus memulainya bagaimana. lalu andrew mengambil tangannya dan memgusapnya.
" Mari kita menikah dan jadikan semuanya sah, Ailleen akan menjadi anak ku anak kita " bujuk andrew.
" Tidak tau andrew aku tidak ingin menikah, rasanya bayang-bayang pernikahan selalu membuatku sakit. aku senang dengan kehidupanku seperti ini bersama putraku... aku hanya butuh dia.."
" aku menyayangimu dan juga ailleen agar bagas tidak mengganggumu maka menikahlah denganku. "
shandrianna menatap andrew dengan dalam " Kau banyak membantuku selama ini, terima kasih andrew tapi maaf aku belum ingin menikah lagi. " tolaknya , andrew biasa dengan penolakan itu itulah sebabnya dia tidak marah.
" Tidak masalah aku mengerti. tapi bagaimana jika bagas tau kalau ailleen adalah anaknya. "
" Dia tidak akan tahu aku akan melarangnya dan sebelum itu tidak akan membiarkannya tahu. "
***
hari ini bagaskara akan kembali menemui shandrianna , dia juga telah meminta bantuan seseorang untuk melihat data-data shandrianan juga anak laki-laki itu.
sebentar lagi dia akan tau siapa anak laki-laki itu. tapi sebelum itu bagas akan menemui shandrianan diperusahan tempat dia bekerja.
" kau " ujar andrew.
" kau datang untuk menemui shandrianna kan ? "
" iya "
" kalau begitu jangan hari ini , dia sedang sibuk dan tidak bisa diganggu "
" apakah aku butuh izin darimu untuk bertemu istriku sendiri ?"
" ya tentu saja , ini perusahaanku siapapun dia harus izin dulu padaku "
kepala andrew mengkode menyuruh bagaskara untuk keluar.
" apa hakmu ?"
" kurasaku aku berhak. "
" kalian berdua... "
" ya . kami berdua. 6 tahun bukan waktu yang singkat hal itu cukup mengubah hubungan lama bukan "
bagaskara tersentak mendengar lalu andrew menutup lift itu, dia merasa diambang kedua orang itu lantas dia masuk kedalam ruangan shandrianna yang sedang bekerja .
" Bagaskara tadi kesini , aku bilang jika ingin bertemu denganmu lain kali saja. apakah tidak masalah aku bilang begitu ?"
mata shandrianna memerah ingin menangis ketika mendengarnya
" aku mengatakan sesuatu yang membuatnya salah paham tentang hubungan kita. maafkan aku. "
" tidak apa , aku mengerti. terima kasih lagipula dia akan kembali tidak lama lagi. itu juga bagus agar ailleen tidak akan tau siapa ayah kandungnya. "
andrew mengangukkan kepalanya lalu dia keluar dari ruangan itu.
***
malam harinya
shandrianna pulang kerumahnya melihat ailleen yang sedang belajar diruang tamu membuatnya hilang rasa lelah.
__ADS_1
" sayang kau sudah makan ?" tanya shandrianna
" mommy " aileen mendekati shandrianna lalu memberikan beberapa lembar kertas.
" what it is ?"
"The teacher asked me to fill in Mommy's new biodata, because the old teacher stopped being in class using a new teacher "
" baiklah mommy akan mengisinya, ailleen mau susu ?"
" No , thanks mommy "
didalam kamarnya shandrianna menatap kertas yang diberikan anaknya. kertas itu harus diisi biodat terbaru. jadi dia pun mengisinnya akan tetapi saat mengisi nama ayah dia bingung apa yang harus dia lakukan, tidak mungking mengisi nama andrew sebelumnya dia langsung memberikannya kepada gurunya langsung.
tapi sekarang ailleen sudah bisa membaca diusia nya yang ke 6 tahun dia sudah pintar membaca dan dia akan bertanya nanti.
tok
tok
tok
" mommy can i come in ?"
" come in baby "
anaknya tersenyum melihatnya " kenapa sayang apa yang kau lihat ?"
" I want to see daddy's name "
shandrianna menatap putranya yang teramat senang ketika melihatnya, bagaimana caranya mengatakan kepada anaknya kalau andrew bukan orang tua kandungnya.
" Mommy's son should sleep now, tomorrow Mommy will take you to school "
" but..."
" aillen "
" oke mom "
shandrianna merasa sangat bersalah ketika melakukannya, kenapa dia harus menyembunyikannya tapi dia takut jika bagas tau bagas akan mengambil anaknya.
***
ceklek
" tuan bagas pemilik sekolah memberikannya, ini karena bantuan dari tuan Keenan "
" katakan terima kasih banyak kepadanya dariku. semuanya ada disana ?"
" ya aku belum membukanya. "
" oke "
bagaskara duduk di sofa lalu membuka bungkus ampolop itu. dia membaca keterangan biodata anaknya.
" Aileen August "
" 6 tahun "
" - Shandrianna La zheira dan Bagaskara Adiya arif "
bagas tersenyum ketika melihat nya itu memang benar putranya pantas saja ketika melihatnya dia seperti punya hubungan.
" 31 agustus "
" itu artinya dia lahir tepat dihari ulang tahun pernikahan kami. "
pak nam tersenyum ketika melihat bagaskara yang kembali tersenyum , bagaskara berdiri lalu mengambil ponselnya.
" bapak mau apa ?"
" menelpon istriku "
" jangan pak, sebaiknya kita pantau saja dulu. nona shandrianna mungkin masih kesal setidaknya berikan dia waktu dulu. aku dengar dua hari lagi putra pak bagaskara akan mengikuti lomba berkuda mari kita kesana. "
" Aku tidak menyangka aku mempunyai seorang putra pak nam. dia meninggalkanku ketika sedang mengandung apakah saat itu dia tau tapi sengaja tidak memberitahuku ?"
" Akhirnya aku memiliki putra dengan shandrianna. dia sangat menyukai seorang anak laki-laki di rumah eyangnya. dia pasti merasa bahagia tapi dia juga pasti sangat menderita. "
" Bersabarlah sebentar lagi pak " jawab pak nam.
__ADS_1