
" tidur sayang cepatlah tidur " batinyya selalu berkata
tapi yang terjadi arunika semakin semangat dan minta diceritakan dongeng terlebih dahulu.
" Bagaskara mulai saat ini kau harus pintar-pintar melihat kondisi dan mengatur waktu dengan baik. jika begini istrimu akan melupakanmu. " batinyyaa
sesekali saat menceritakan dongeng yang ada dibuku shandrianna melirik bagaskara, yang matanya masih terbuka.
" Tidur ?" tanyanya pelan.
shandrianna menggeleng membuat bagaskara mengeram kesal.sampai akhirnya tidak jadi melakukan pelepasan, diapun tertidur hingga waktu menjelang pagi.
***
" Mas ini dasinya mau warna Abu-abu atau hitam ?" tanya shandrianna yang memegang dua dasi berbeda ditangannya.
" Hitam saja sayang, masih tidak bisa memasang dasi ?" tanya bagaskara.
shandrianna menggeleng " yasudah sini mas pakai sendiri" diambilnya dasi berwarna hitam itu, lalu shandrianna memperhatikan cara bagaskara yang mengikat dasi dengan ahlinya.
" Kenapa sayang ? seperti aneh saja ?" tanya bagaskara.
" tidak ada mas, hanya suka saja melihat orang lain bisa melakukan hal segampang itu sedangkan aku buta sekali."
" setiap orang pasti punya kesulitan yang berbeda, jangan pikirkan satu kekurangan itu tapi pikirkan bagaimana cara kita untuk menerimanya. "
" hmm " shandrianna menganguk pelan, sebentar lagi bagaskara harus kekantor dan akan pulang sore hari nanti. sebenarnya dia tidak ingin ditinggal, namun pekerjaan bagas mengharuskannya untuk datang.
" Mas pulang cepat kok, ada anak-anak juga. jika ada sesuatu cepat langsung telpon mas ya "
" iya mas. "
bagaskara pun mengambil ponsel dan dompetnya lalu mengecup bibir dan kening shandrianna.
" mas berangkat ya, tidak usah diantar nanti lelah naik turun tangga. "
" belikan aku buah apel ya mas " pintanya.
" Tidak akan lupa, nanti mas hubungi lagi mau beli apa ya "
" terima kasih mas ".
bagaskara pun berjongkok, lalu dia mengangkat sedikit kaos polos shandrianna itu dan mencium perut rata.
" Jangan Nakal ya anak daddy, jaga mommy dengan baik ya nanti sore kita bertemu lagi. Cup ! daddy mencintaimu sayang "
" Sudah sana mas,nanti terlambat. jangan memberikan contoh yang tidak baik untuk pegawai. "
" baiklah sayang, dah "
" dah"
dibalasnya lambaian pelan Bagaskara itu, lalu dia beralih kedekat jendela dan ingin melihat bagaskara pergi.
Arunika terlihat masih tertidur diranjangnya itu, begitupun dengan aileen dikamarnya.
***
Sore harinya
Bagaskara telah kembali, ditangannya ada parsel buah dan saat dia turun kedua anaknya berlarian menghampirinya.
" daddy !" sapa mereka.
" Halo sayang, sedang bermain ya ? dimana mommy ?"
" Disana " tunjuk Arunika, dan ternyata shandrianna sedang menyiram tanaman yang ditanam olehnya sendiri, saking asyiknya dia tidak menyadari kepulangan suaminya.
" Sayang ! " teriak bagaskara.
shandrianna pun menoleh, melihat bagaskara langsung dimatikan keran air dan berjalan mendekati bagaskara.
dia terlihat santai berjalan tanpa tahu didepannya ada batu yang cukup besar.
dibibirnya seukir senyuman menyambut bagaskara, langkah kakinya semakin dekat, namun aileen melihat kearah mana mommynya berjalan.
" mommy! "
" eehhh "
bagaskara langsung berlarian secepatnya dan beruntung dia tepat waktu menolong shandrianna agar tak terjatuh jika saja dia terjatuh maka batu itu akan berada tepat diperutmu.
__ADS_1
" Sayang hati-hati! kau tidak lihat batu itu! bagaimana jika kakimu terluka! lalu anak kita ? Tapi Kau baik-baik saja kan ?"
" Mash aku tidak lihat, aku rasa sebelumnya batu itu tidak ada" dia sedikit meringis kesakitan karena kakinya agak berdarah.
" daddy kaki mommy ! ayo obati " ungkap aileen.
" ya ampun sayang , ayo masuk " bagaskara pun menggendong shandrianna sampai masuk kedalam rumah dan didudukkannya di sofa itu.
" Bagaimana sayang ?"
" shhh sakit mash jangan ditekan " desisnya.
" iya maaf tapi tidak ditekan sayang "
" aww "
" mommy minum dulu " aileen memberikannya air mineral dan langsung diterimanya.
" makasih sayang "
" daddy ajak mommy kedokter saja nanti terjadi sesuatu bagaimana " kata Arunika.
" mommy baik-baik saja sayang, jangan khawatir lihat ( tersenyum manis kearah arunika ) tidak apa kan "
" Lain kali jalan lihat-lihat, jika begini besok aku akan menyuruh orang untuk memasang cctv agar mas bisa memantaumu dari kantor. "
" apasih mas berlebihan sekali ".
" jangan membantah!"
shandrianna langsung diam, melihat mata bagaskara yang tersorot kemarahan itu.
***
bagaskara mengupaskan apel untuk shandrianna yang tengah ada didepan tv, menikmati tontonan anak kembar bersama aileen dan arunika.
selain itu dia juga menyiapkan susu khusus untuk ibu hamil, sebelumnya shandrianna mana mau meminum susu itu tapi kali ini dia harus minum, kali ini juga kandungan shandrianna terlihat berbeda agak lebih rentan dari sebelumnya.
" Mas sudah belum ?"
" iya sudah "
" lama sekali"
" iya daddy lama sekali " saut Arunika.
" maaf sayang daddy tidak bisa cepat kalau mengupas apel. ini makanlah, mas buatkan susu minumlah " diulurkannya susu hamil itu kepada shandrianna , hingga mata shandrianna mendelik tajam memperhatikan susu.
" Susu apa itu mas ?" tanyanya penasaran.
" Susu Hamil "
" no ! no ! no ! no! aku tidak mau mas " tolaknya begitu saja, hingga bagas tercengang dan sedikit membuka mulutnya.
" harus sayang, dokter itu menyanrankan agar menjaga tubuhmu. jangan tolak ya, ingat mas bisa marah besar "
" Aku bilang tidak " jawab shandrianna.
" Mas juga bisa marah " Balas bagaskara.
muka shandrianna berubah merah padam, ingin rasanya menangis karena dia tidak suka susu saat hamil entah kenapa.
" Aileen " panggil shandrianna, hingga kefokusan aileen yang menonton itu jadi buyar.
" ya mom " saut nya.
" jangan jadikan aileen sebagai alasan, cepat habiskan atau mau ganti rasa coklat ? "
" iya coklat saja "
" baiklah tunggu disini" dia segera bangkit dan mengubah susu itu, anna pikir bagaskara akan membelinya besok jadi dia tidak akan minum.
diam-diam shandrianna meninggalkan anak-anak, dia naik kekamarnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut berpura-pura tidur dibawah sana.
sementara itu diruangan televisi bagaskara tau yang dilakukan shandrianna adalah akal bulusnya saja.
" kalian menontonlah nanti matikan tv nya ya, daddy mau menidurkan mommy kalian dulu "
" menidurkan ? mommy sudah besar daddy " jawab arunika.
" ini urusan daddy sayang, cepat tidur ya "
__ADS_1
cup
cup
diciumnya masing-masing kening kedua anaknya lalu membawa susu coklat ditangannya.
ceklek
" sayang susunya sudah jadi, ayo diminum hmm rasanya yang ini lebih enak " bujuknya seakan-akan dia sedang merayu seorang anak kecil.
tidak ada sautan dari shandrianna, bagaskara pun mulai berpikiran nakal. diturunkannya selimut itu sampai kebawah. ditatapnya seluruh tubuh shandrianna.
" astaga sudah tidur ternyata. ya sudahlah aku main sendiri saja "
perlahan-lahan tangannya mengangkat kaos yang dipakai shandrianna, hingga membuat shandrianna meremang. bagas memperhatikan raut wajah shandrianna yang masih tetap memejam itu.
tangannya memutari pusar shandrianna dengan sensual
" menjauhlah mas bagas kau membuatku kegelian" batinnya.
cup
berbagai ciuman diperut itu dilayangkan, dan dia beralih ke dada shandrianna dilepaskan bra itu karena kaitannya ada didepan.
bagaskara tersenyum miring melihat payudara yang cukup besar dan pas ditangannya itu.
" dingin mas, ya ampun kenapa suamiku mesum sekali sih" gerutunya dalam hati.
tangannya dengan jahil mempermainkan ****** shandrianna, hingga nafasnya memburu. bagaskara tau dia sedang tidak tidur dan pasti sedang menggerutuinya.
didekatinya wajahnya dengan payudara istrinya lalu dia mempermainkannya dengan mulutnya.
" ahhh " desah shandrianna tak tertahankan lagi.
" mashh sudahh " katanya seraya mendorong kepapa bagaskara tapi tidak digubris olehnya.
" ahhh masss hentikanhh gelihh "
bagaskara pun menghentikannya " suruh siapa mengelabui mas,.tidak tahan sendiri kan ? sekarang minum susunya jangan sampai mas marah sayang " matanya sudah berubah menjadi tajam.
akhirnya shandrianna memilih mengangukkan kepalanya, lalu bagas menurunkan kaos itu dan membantu shandrianna duduk.
" habiskan " perintahnya
kemudian shandrianna meminumnya, sampai dia tidak tahan lagi walau baru setengah.
" habiskan! "
" hmm " disela-sela dia minum, dia minum sambil matanya terpejam.
" nih sudah "
" Bagus " diusapnya rambut shandrianna, dan kembali dirinya tertidur.
" eh jangan tidur. ingat semalam mas belum mendapatkan pelepasan, sekarang mari kita jenguk anak kita sayang."
dia mulai membuka kaosnya sendiri.
" besok mas harus mengantar aileen ke asrama, nanti mengantuk besok saja. "
" alasan! mas mulai. "
dia mulai menindih shandrianna dan mencium bibir shandrianna, dan akhirnya terjadilah pergulatan panas untuk melihat bayi mereka itu.
***
keesokan harinya
aileen sudah tampan dengan pakaiannya yang rapi, sebentar lagi dia akan diantar keasrama oleh bagaskara. sebelum itu dia membawa tas dukungnya turun kebawah.
bagaskara telah menunggunya bersama shandrianna dan arunika, melihat aileen turun rasanya shandrianna tidak ingin jauh dari anaknya.
" mas "
" iya sayang "
" hati-hati "
" kenapa sayang ? apa ingin mengatakan sesuatu ?" tanyanya menatap shandrianna dalam, lalu dijawab gelengan oleh shandrianna.
" mommy ! daddy ! " panggil aileen.
__ADS_1