
Pagi ini Indra harus ke perusahaan
Untungnya urusan kuliah sudah beres
Indra tidak perlu ke kampus bila tidak ada yang penting untuk di urus
Indra dan Bagas tinggal nunggu waktu wisuda
Jadi mereka bisa sering sering datang ke perusahaan
Mempersiapkan diri untuk menggantikan tugas orangtua
Dua sahabat itu akan sama sama mengambil alih kepemimpinan di perusahaan keluarga masing masing
Berdua saling mendukung,tidak pelit berbagi ilmu diantara mereka
Tadi sehabis sholat subuh Indra sudah menelpon Nina,
Melihat wajah dan mendengar suara Nina membuatnya selalu semangat
Selama bersiap siap sekarang
Bibirnya terus bersenandung menyanyikan lagu Nina bobok
yang dia pelesetkan menjadi Nina sayang
"Nina sayang..
oooo ..Nina sayang...
kalau bukan Indra
jangan kau sayang..."
Indra mematut matut dirinya di depan cermin
Setelan jas dan celana warna hitam dan dasi yang senada menjadi pilihannya
Om Edward akan mengajaknya bertemu klien penting hari ini,jadi Indra harus rapi
Menuju ruang makan sudah ditunggu mama dan Alea...
"Pagi ma....cantik..."Indra menyapa 2 wanitanya sambil mencium sayang
"Pagi nak....ayo sarapan....
Bagaimana semalam..
Apa kau tidak terlambat mengantar Nina pulang sampai rumahnya ?"
"Nggak ma....kemarin sampai rumahnya Nina , Indra juga bertemu dengan ayah dan papanya Nina "
__ADS_1
Indra menjawab pertanyaan mamanya
"Ihh....kak Indra beruntung banget sihh.....mbak Nina cantik dan baik....
Alea seneng punya calon kakak ipar kayak dia..
sekarang Alea juga mulai sahabatan sama Nadia lho..."
Indra tersenyum mendengar komentar Alea
"Yaa dong....pacar mas Indra gitu lho..."
"papa dan mamanya kah maksudmu?"
Mama penasaran Indra menyebut ayah dan papa Nina
"Bukan ma, mamanya malah sudah tidur semalam"Indra melanjutkan
"Gimana ini maksudnya....gak mungkin kan mamanya Nina punya dua suami??"
"Bukan begitu ma...
Mamanya Nina dulu pergi meninggalkan Nina waktu Nina masih SMP,
Mamanya pilih menikah lagi dengan orang kaya
Terus Nina diambil anak sama mama Andita
Indra mencoba menjelaskan sebatas yang pernah dia dengar
"Mamanya menikah lagi dengan siapa"Mama penasaran
"Gak tau ma
Indra gak pingin bikin Nina sedih jadi gak pernah nanya...
Lagian itu gak penting sekarang...
Karena Indra yakin Nina sudah bahagia dengan keluarganya sekarang"
"Kasihan Nina ya...
Mulai sekarang kamu harus menjaga Nina ya nak...
Bahagiakan dia...mama sangat yakin kalau Nina anak yang baik..."
".....dan cantik..."Alea menambahkan..
"Pasti ma.... Indra sekarang sedang serius mempersiapkan masa depan
Termasuk mempersunting Nina jadi mantu mama dan membahagiakannya ...
__ADS_1
Sama seperti halnya Indra mau membahagiakan mama dan Alea"
Sarapan pagi sudah selesai
Pak Banu masuk menyapa sambil menundukkan kepala hormat
"Selamat pagi tuan muda,nyonya,nona muda"
"Selamat pagi pak Banu"Indra menjawab sapaan pak Banu
"Mohon ijin ke ruang kerja mempersiapkan keperluan tuan muda"
"Baik pak...tolong persiapkan juga berkas berkas yang ada di samping komputer"
"Baik tuan muda,
Akan saya persiapkan dan angsung saya bawa ke mobil"
"Terima kasih pak Banu"
Pak Banu mengangguk hormat
Berjalan menuju ruang kerja tuan mudanya
Setelah berpamitan dan mencium pipi mama dan adiknya
Indra berangkat bersama pak Banu menuju perusahaan
Dalam perjalanan
Indra sibuk menanda tangani berkas berkas yang sudah dia persiapkan semalam
Berharap agar pertemuan yang sudah direncanakan om Edward dan Om Faizal nanti membawa manfaat untuk perusahaan
Sampai di kantornya
Om Faizal yang sudah menunggunya langsung mengajak Indra ke ruangan Tn.Edward,
Bertiga mereka mempersiapkan pertemuan dengan klien penting mereka nanti,Tn Baron
Pengusaha terkenal yang kadang melakukan trik trik licik untuk melancarkan usahanya
Sebenarnya om Edward kurang suka dengan tuan Baron
Tapi ini juga bagian yang tak kalah penting untuk memberikan pengajaran kepada Indra untuk menjadi pengusaha
Om Edward ingin menunjukkan berbagai profil pengusaha kepada Indra
Agar Indra tidak selalu berpikir bahwa semua orang akan bersikap sebaik ucapannya
Om Edward benar benar mempersiapkan Indra sebagai pemimpin yang handal
__ADS_1
serta siap menggantikannya saat peralihan kepemimpinan nanti