
" Apa maksudmu ? "
" Bagas " gumam Tara.
Anna tak menggubrisnya dia malah menatap kearah lain, tara langsung bangkit dari ranjang itu dan mendekati bagaskara.
" kau sudah dengar ?" tanya Tara.
" Mahen memberitahuku " jawabnya.
" Dia sedang sedih, jangan diambil hati. Aileen dan Arunika ikut auntie ya " ajaknya menatap kedua buah hati anna dan bagas.
" i-iya auntie " jawab keduanya.
bagas melihat begitu besarnya rasa marah shandrianna sekarang, setelah semuanya keluar dia menutup pintu kamar dan menghampiri shandrianna.
" sayang " didekatinya shandrianna dan dipeluknya.
" menjauhlah dariku " usirnya yang tak mau dipeluk, bagas bisa melihat wajah sembab dan mata yang berair menandakan kesedihan istrinya.
" ada mas sekarang "
" menjauh dariku, pergi saja sana " usirnya lagi yang ingin melepaskan pelukan bagas.
" mas sudah pulang, kau ingin mas pergi ?"
anna tak menjawabnya, dia masih marah dan tak sama sekali melirik bagaskara. bagaskara merasa diacuhkan dia ingin memberikan kekuatan padanya tapi malah diacuhkan.
" Baiklah jika kau ingin mas pergi! mas pergi sekarang ! bersama anak-anak ! " ancamnya dia hanya mengancam tidak marah sebenarnya.
" Kau ! " kini barulah anna meliriknya dan menatapnya tajam.
" kemana saja berapa hari ini aku mengabarimu mas ! kau tidak tau aku membutuhkanmu ! tapi kau menghilang begitu saja ! kau jahat padaku ! " teriaknya, suara shandrianna itu bisa terdengar dari bawah oleh Tara dan Mahen juga anak-anaknya.
" kakak ayo temui mommy " ajak arunika.
" jangan sayang, biarkan daddy yang mengurus mommy " saut Tara.
" tidak auntie Arunika mau kesana, mau melihat mommy " ucapnya sendu dia sudah mengerti apa yang terjadi pada mommynya.
aileen pun mengejar arunika yang berlarian menuju ke kamar daddy dan momnynya.
" Arunika ! " panggilnya.
" mommy sedih kak, biarkan arunika yang membujuknya " jawabnya.
Ceklek
bagaskara keluar dari kamar namun dia menggendong shandrianna yang jatuh pingsan itu.
" mommy ! mommy bangun ! daddy mommy kenapa ?" tanya arunika sangat jelas wajahnya ketakutan.
" daddy mommy baik-baik saja ?" tanya aileen begitu khawatirnya.
" mommy harus dibawa kerumah sakit " jawabnya , mahen dengan sigap menyiapkan mobil sekarang.
***
diranjang itu shandrianna dibantu dengan alat oksigen, dokter baru saja selesai memeriksanya lalu menghampiri keluarga anna.
" Dokter saya suaminya " Kata bagaskara.
" bapak suaminya ? kondisi ibu shandrianna sangat mengkhawatirkan, beberapa hari ini dia harus dirawat sampai benar-benar pulih. kondisi tubuhnya begitu lemah dan kurang sekali cairan, strees pada ibu hamil sangat tidak stabil tolong berikan dia cinta dan perhatian buat dia merasa nyaman " jelasnya.
" Ibu hamil ?" saut Tara.
" Dokter Istri saya ... "
" Bapak tidak tau kalau istri bapak hamil ? " tanya dokter
bagaskara menggelengkan kepalanya " memang baru berusia 2 bulan, oleh karena itu tolong jaga dengan baik pak "
__ADS_1
" baik dokter terima kasih " jawabnya.
" saya permisi "
" daddy Arunika mau punya adik ?" tanyanya.
" iya sayang , mommy sedang mengandung kalian berdua akan punya adik " saut bagaskara memeluk kedua putra dan putrinya.
" Pantas saja beberapa waktu yang lalu aku melihatnya muntah-muntah di toilet sekolah. jadi dia sedang mengandung " gumam Tara.
mendengar itu bagaskara langsung masuk kekamar shandrianna yang masih tidur disana, dia mencium kening nya berkali-kali.
" mommy ... Arunika janji tidak akan nakal, tidak akan melawan mommy lagi. mommy bangun ya ... lihat kakak diam saja diluar, kakak itu sedih anak kesayangan mommy diam saja disana. bangun ya mom " pintanya menyentuh lembut tangan mommynya.
" sayang panggil kakak " ujar bagas.
" iya daddy "
tak lama aileen datang dengan air mata yang luruh, hidungnya merah karena menangis.
" Sayang kata mommy kan pria boleh menangis jangan menutupinya dengan daddy. kenapa kau selalu menutupi kesedihanmu dihadapan daddy, daddy iri melihatnya jika ingin menangis ... menangis saja "
" Aileen sedih karena saat mommy menangis kehilangan grandma dan grandpa aileen tidak ada untuk menghapus air mata nya. " jawabnya.
" sudah ya sekarang kan kita sudah pulang. mommy juga begini karena bawaan adek bayi, mommy orang yang kuat jadi kita harus bersama nya saja menemaninya terus. "
" Iya daddy "
***
sudah malam hari tapi anna belum juga bangun, membuat bagaskara khawatir saja. bersama tara dan mahen juga anak-anak yang menunggunya didalam ruangan itu.
" kakak aku mengantuk " bisik arunika.
" mommy belum bangun "
" aku ingin tidur dekat mommy " bisik arunika lagi.
" sayang kau mau apa ? lapar ya ?" tanya Tara kearah Arunika, dan langsung dijawab gelengan olehnya.
" Arunika ingin tidur, tapi harus sama mommy. "
bagas melihat wajah anak perempuannya yang terlihat sendu itu, dia tidak tau jika anna meneteskan air mata dalam tidurnya.
" sini sayang " panggil bagaskara, hingga arunika bangun dari duduknya bersama aileen dan mendekati bagaskara.
bagaskara berjongkok dan mengelus rambut keduanya " kalian pulang saja ya, tidur dirumah. daddy akan tetap disini untuk menjaga mommy. jika mommy bangun secepatnya akan daddy hubungi " imbuhnya dengan lembut.
dan tak sengaja aileen melihat mommy yang meneteskan air mata didalam tidurny
" mommy " gumamnya yang mendekatinta kemudian menghapus air matanya.
membuat semua orang melihatnya dan mendekatinya
" mommy ini aileen sudah pulang " ucapnya lembut seraya mencium pipi shandrianna, lalu arunika mendekatinya dan memperhatikan wajah shandrianna.
" Kebiasaan lamanya tidak pernah hilang. selalu saja menangis walau sudah tidur. " ungkap Tara yang tak pernah bagaskara tau itu.
" Sayang , ini suamimu ... bangunlah " bisik bagaskara ditelinganya.
" ibu , ayah .. " panggilnya dalam tidur
" ibu ... ayah ... "
" mommy bangun mommy ! Arunika marah jika mommy tidak bangun ! " tegas Arunika , dan akhirnya shandrianna perlahan membuka kedua matanya. begitu terbuka cahaya lampu sangat menusuk dimatanya.
" sayang " panggil bagaskara.
" mommy " panggil kedua anaknya.
" Aileen , Arunika " lirih shandrianna pelan lalu keduanya semakin mendekat. shandrianna berusaha menggapai wajah kedua anaknya dan dibelainya lembut.
__ADS_1
" Mommy aku takut jangan seperti ini lagi, arunika tidak mau melihatnya. " ujat Arunika.
" mommy baru bangun jangan banyak bicara " saut aileen.
" Ini mommy ku " jawab arunika.
" Ailean , Arunika jangan bertengkar mommy baru saja bangun. " Ujar Mahen
" Mahen sebaiknya kau ajak Tara pulang, dia juga harus beristirahat wanita hamil harus banyak istirahat. sayang kalian berdua ikut Auntie dan Uncle ya " pinta bagaskara.
" Tapi daddy.. " kata arunika.
" Sudah Arunika, kita pulang besok kita lihat mommy lagi. biar cepat sembuh " saut Aileen.
" huft baiklah , mommy Arunika pulang dulu ya. jaga adek bayi nya " ucapnya seraya tersenyum manis lalu mencium pipi shandrianna.
" iya sayang " jawabnya lirih.
" Aileen juga mom "
" iya "
aileen hanya tersenyum melihat mommy nya, lalu mereka berlima pulang dan hanya meninggalkan bagaskara seorang diri untuk menjaga istrinya.
" Mau minum ?" tawar bagaskara, tapi ditolak oleh shandrianna dengan sebuah gelengan.
" sayang kau tau kalau kau sedang mengandung ?" tanya Bagaskara, sejenak shandrianna diam tapi kemudian dia mengangukkan kepalanya " iya " jawabnya singkat.
bagaskara kini duduk disamping shandrianna, dan mengelus tangan yang sedang diinfus itu.
" Marah ya ?" tanya bagaskara.
shandrianna menatap ke arah lain, dia masih kesal dengan bagaskara " beberapa waktu lalu mas sempat kehilangan ponsel setelah mengajak anak-anak bermain di taman. karena itulah sulit menghubungi mas tapi akhirnya ketemu " jelasnya agar shandrianna tak marah kepadanya.
" Aku mau tidur jangan bicara "
" baru saja bangun setelah tidur hampir 11 jam, kau tidak akan bisa tidur sayang. " telak bagaskara.
" Makan dulu ya, anak kita akan lapar nanti. mau makan apa ? mas carikan. " ujarnya lembut.
" apa mas bagas masih mencintaiku ?" pertanyaan itu sangatlah tiba-tiba, tatapan shandrianna sangatlah tajam.
" sayang apa maksudmu ? mas selalu mencintaimu, tidak sedikitpun muncul dibenak untuk menghilangkannya, selamanya hanya shandrianna saja. "
" Jika mas bagaskara masih mencintaiku maka kenapa tidak memelukku ?"
bagaskara pun bangkit kemudian memeluknya dengan dalam seakan tak ingin melepaskannya. " Mas juga ini memelukmu seperti ini, tapi tadi istri mas sedang marah jadi tidak berani. "
" Jangan tinggalkan aku, aku takut " ucapnya dengan bibir yang gemetar.
" Tidak akan " jawab bagaskara.
" tapi makan dulu ya, kata doktet tadi harus ada stamina untuk calon anak kita disini ( mengelus perut shandrianna ) jika tidak tubuhmu akan lemah sayang. "
shandrianna mendongakkan kepalanya, dia hanya bisa melihat bibir dan Hidung mancung bagaskara.
" Aku menyembunyikannya lagi kali ini " ucapnya
" itu kebiasaanmu sayang " timpal bagaskara.
" maaf "
" Sekarang mas ingin tanya, kenapa menyembunyikan ini lagi hmm ?" mengelus-ngelus bahu shanrianna dan memperhatikan wajah shandrianna yang sedang berpikir itu.
" tadinya aku tidak yakin, aku bisa merasakannya beberapa waktu yang lalu, aku juga baru tau dengan pasti saat mas bagas pergi itu. " ungkapnya.
" Lain kali jika ada apapun dan terjadi sesuatu apapun itu, katakan ya ... jangan diam saja, mas tidak mau mendengarnya atau mas akan marah tidak mau kan jika mas marah ? pasti kau juga tau kalau aku sedang marah bagaimana. "
" iya "
bagaskara harus tegas kepadanya, jika dibiarkan terus istrinya akan menyembunyikan banyak hal darinya. dia tidak suka itu apapun yang dikerjakan dan terjadi harus bicara padanya.
__ADS_1