
Hari ini Nina akan ke kampung bang Miko
Ingin melihat pembangunan TPA yang sudah dimulai
Sebetulnya sudah janjian dengan Rara, tapi mendadak mamanya telpon minta diantar ke dokter
Nina menghubungi Miko minta dijemput
Mobilnya dia tinggalkan di kampus
Seperti biasa Angela menunggu dan mengawasi Nina dari dalam mobil
Siap siap dengan kameranya
Siapa tau Nina tiba tiba ketemuan dengan Miko
Angela bisa mendapatkan foto fotonya untuk dikirim ke Rini
Angela sudah sangat menginginkan tas branded nya
Hampir tiap hari dia memata matai nina atas suruhan Rini
Dan Rini sepertinya puas dengan hasil kerja Angela
Rini juga sudah meminta Angela untuk mencetak foto foto hasil bidikannya
Tepat seperti dugaan Angel
Tak berapa lama Miko datang dengan motornya
Berbasa basi sedikit kemudian berlalu dari situ dengan Nina berada di boncengannya
"Aku mendapatkan foto foto kamu lagi Nina...."
Angel bicara sendiri
Merasa senang karena tugasnya berhasil
Itu berarti tas impiannya ada di depan mata
Sesampai di kampung bang Miko,
Nina merasa bahagia melihat pembangunan TPA sudah dimulai
Apa yang diimpikannya bersama Rara akan segera terwujud
Melakukan sedikit kebaikan dan bisa berbagi kebahagiaan
dengan adik adik di sekitar sini
Kebaikan yang dilakukan tanpa banyak bicara
Nina juga sempat mendengar kalau ada beberapa gangguan dari preman preman suruhan juragan Badrun
Untungnya penduduk sudah mengantisipasinya
Teman teman bang Miko banyak yang membantu
Juga bapak bapak ikut mengawasi keamanan lingkungan disekitarnya
Nina mengucapkan banyak terima kasih kepada semua penduduk di kampung bang Miko
Semua juga merasa bersyukur dengan adanya pembangunan TPA di kampung mereka
Anak anak mereka akan punya tempat mengaji sendiri
Mereka juga berterima kasih kepada Nina dan Rara
__ADS_1
Apalagi 2 cewek cantik itu kalau datang selalu membawa oleh oleh untuk mereka terutama anak anak
Seperti saat ini,Nina datang membawa satu tas kresek besar berisi jajanan yang langsung ludes dibagikan
Nina menyempatkan waktu untuk ngobrol dengan warga sekitar
Nina memohon bantuan doa agar TPA mereka segera selesai pembangunannya dan bisa segera digunakan
Cukup lama juga Nina ngobrol di tempat itu
Sampai akhirnya minta tolong Miko untuk mengantarnya kembali ke kampus
Nina mengucapkan terima kasih kepada Miko
begitu turun dari motor
Berbasa basi sebentar,kemudian menuju mobilnya dan pulang ke rumah
Begitu sampai rumah
"Ehhh, anak mama sudah pulang..."
Mama menyambut Nina yang baru masuk dari pintu samping
Menghujani wajah Nina dengan ciuman sayang
Nina memeluk mamanya
"Nin kangen maa....nin sayang mama"
Mama menyambut pelukan Nina,mengelus elus rambut Nina
"Mama juga sayang sama Nina,sayang banget malah"
Nina melepas pelukan mama
"Ya nak....!
Bekal makan siangnya dimakan kan..."
Mama membuka tempat bekal makan Nina yang sudah ditaruh di atas meja
"Masih sisa dikit ma,mama kebanyakan bawainnya"
"Ya sudahlah....cepat istirahat lalu mandi,mama bikinkan coklat hangat kesukaanmu nanti "
"Nin mau coklat yang dikasih mas Indra ya ma..."
"Iya ,sayang".Mama menjawab singkat
Nina masuk ke kamar dan merebahkan dirinya sebentar
"Benar kata mas Bagas...aku sudah punya mama yang sempurna
Mama yang tulus menyayangiku
Serta keluarga yang mendukungnya"
Nina mengucap syukur dalam hati atas semua yang telah dia dapatkan...
Saatnya makan malam keluarga
Suasana hangat kembali terasa
Saling bercerita tapi tetap menjaga kesopanan
"Ehh....Alea tadi sudah bawa mobil sendiri lho ke kampus"
__ADS_1
Nadia mengawali ceritanya
"Oo..iyakah....mas Indra tadi malah gak cerita ke mba ..."
Nina menimpali cerita Nadia
"Besok janjian mau jemput Nadia mba
Sekalian mau curhat kalau mas Reza sudah mulai ngapel ke rumahnya"
Nadia tertawa mengingat tingkah konyol Reza yang tadi di ceritakan Alea
"Kalau mama ....
Kan tadi siang ke supermarket
Belanja keperluan bulanan
Entah mama salah apa gimana ya tapi sepertinya mama melihat Wina"
Mama menceritakan saat belanja tadi siang
Menurut mama,Wina sudah lama pergi dan mama yakin kalau tn Wicaksono dan Nina sudah move on
Jadi mama pikir ceritanya tidak akan membawa pengaruh apa apa
"uuhuk...uhuuk...!"
Tn Wicaksono tiba tiba batuk batuk...
Nadia segera memberinya air putih
Papa memberi kode mama dengan pandangan mama
"Maaf kan mama....
Mama pikir dik Wicaksono dan Nina sudah move on...
Mama benar benar minta maaf"
Mama merasa bersalah
"Tidak apa apa mbak,
Saya cuma terkejut tadi
Kalau Wina sudah ada di Indonesia apalagi kita satu kota
Seandainya suatu saat bertemu,saya sudah tidak terkejut lagi"
Ayah mengatakan demikian sambil matanya menatap ke arah Nina
Dilihatnya Nina sedang menunduk
Terlihat Bagas menggenggam tangannya diatas meja seperti menguatkan
Bagas memang tahu lebih dulu dari cerita Nina
"Nina....kamu tidak apa apa kan nak"
Ayah menyapa Nina
Hati ayah berdebar keras takut melihat reaksi Nina
Nina mendongak menatap ayahnya
"Nina tidak apa apa ayah
__ADS_1
Nina akan baik baik saja selama ayah juga baik baik saja"