Hanya Kamu

Hanya Kamu
Mama Andita melihat wina


__ADS_3

Hari ini Nina akan ke kampung bang Miko


Ingin melihat pembangunan TPA yang sudah dimulai


Sebetulnya sudah janjian dengan Rara, tapi mendadak mamanya telpon minta diantar ke dokter


Nina menghubungi Miko minta dijemput


Mobilnya dia tinggalkan di kampus


Seperti biasa Angela menunggu dan mengawasi Nina dari dalam mobil


Siap siap dengan kameranya


Siapa tau Nina tiba tiba ketemuan dengan Miko


Angela bisa mendapatkan foto fotonya untuk dikirim ke Rini


Angela sudah sangat menginginkan tas branded nya


Hampir tiap hari dia memata matai nina atas suruhan Rini


Dan Rini sepertinya puas dengan hasil kerja Angela


Rini juga sudah meminta Angela untuk mencetak foto foto hasil bidikannya


Tepat seperti dugaan Angel


Tak berapa lama Miko datang dengan motornya


Berbasa basi sedikit kemudian berlalu dari situ dengan Nina berada di boncengannya


"Aku mendapatkan foto foto kamu lagi Nina...."


Angel bicara sendiri


Merasa senang karena tugasnya berhasil


Itu berarti tas impiannya ada di depan mata


Sesampai di kampung bang Miko,


Nina merasa bahagia melihat pembangunan TPA sudah dimulai


Apa yang diimpikannya bersama Rara akan segera terwujud


Melakukan sedikit kebaikan dan bisa berbagi kebahagiaan


dengan adik adik di sekitar sini


Kebaikan yang dilakukan tanpa banyak bicara


Nina juga sempat mendengar kalau ada beberapa gangguan dari preman preman suruhan juragan Badrun


Untungnya penduduk sudah mengantisipasinya


Teman teman bang Miko banyak yang membantu


Juga bapak bapak ikut mengawasi keamanan lingkungan disekitarnya


Nina mengucapkan banyak terima kasih kepada semua penduduk di kampung bang Miko


Semua juga merasa bersyukur dengan adanya pembangunan TPA di kampung mereka


Anak anak mereka akan punya tempat mengaji sendiri


Mereka juga berterima kasih kepada Nina dan Rara

__ADS_1


Apalagi 2 cewek cantik itu kalau datang selalu membawa oleh oleh untuk mereka terutama anak anak


Seperti saat ini,Nina datang membawa satu tas kresek besar berisi jajanan yang langsung ludes dibagikan


Nina menyempatkan waktu untuk ngobrol dengan warga sekitar


Nina memohon bantuan doa agar TPA mereka segera selesai pembangunannya dan bisa segera digunakan


Cukup lama juga Nina ngobrol di tempat itu


Sampai akhirnya minta tolong Miko untuk mengantarnya kembali ke kampus


Nina mengucapkan terima kasih kepada Miko


begitu turun dari motor


Berbasa basi sebentar,kemudian menuju mobilnya dan pulang ke rumah


Begitu sampai rumah


"Ehhh, anak mama sudah pulang..."


Mama menyambut Nina yang baru masuk dari pintu samping


Menghujani wajah Nina dengan ciuman sayang


Nina memeluk mamanya


"Nin kangen maa....nin sayang mama"


Mama menyambut pelukan Nina,mengelus elus rambut Nina


"Mama juga sayang sama Nina,sayang banget malah"


Nina melepas pelukan mama


"Ya nak....!


Bekal makan siangnya dimakan kan..."


Mama membuka tempat bekal makan Nina yang sudah ditaruh di atas meja


"Masih sisa dikit ma,mama kebanyakan bawainnya"


"Ya sudahlah....cepat istirahat lalu mandi,mama bikinkan coklat hangat kesukaanmu nanti "


"Nin mau coklat yang dikasih mas Indra ya ma..."


"Iya ,sayang".Mama menjawab singkat


Nina masuk ke kamar dan merebahkan dirinya sebentar


"Benar kata mas Bagas...aku sudah punya mama yang sempurna


Mama yang tulus menyayangiku


Serta keluarga yang mendukungnya"


Nina mengucap syukur dalam hati atas semua yang telah dia dapatkan...


Saatnya makan malam keluarga


Suasana hangat kembali terasa


Saling bercerita tapi tetap menjaga kesopanan


"Ehh....Alea tadi sudah bawa mobil sendiri lho ke kampus"

__ADS_1


Nadia mengawali ceritanya


"Oo..iyakah....mas Indra tadi malah gak cerita ke mba ..."


Nina menimpali cerita Nadia


"Besok janjian mau jemput Nadia mba


Sekalian mau curhat kalau mas Reza sudah mulai ngapel ke rumahnya"


Nadia tertawa mengingat tingkah konyol Reza yang tadi di ceritakan Alea


"Kalau mama ....


Kan tadi siang ke supermarket


Belanja keperluan bulanan


Entah mama salah apa gimana ya tapi sepertinya mama melihat Wina"


Mama menceritakan saat belanja tadi siang


Menurut mama,Wina sudah lama pergi dan mama yakin kalau tn Wicaksono dan Nina sudah move on


Jadi mama pikir ceritanya tidak akan membawa pengaruh apa apa


"uuhuk...uhuuk...!"


Tn Wicaksono tiba tiba batuk batuk...


Nadia segera memberinya air putih


Papa memberi kode mama dengan pandangan mama


"Maaf kan mama....


Mama pikir dik Wicaksono dan Nina sudah move on...


Mama benar benar minta maaf"


Mama merasa bersalah


"Tidak apa apa mbak,


Saya cuma terkejut tadi


Kalau Wina sudah ada di Indonesia apalagi kita satu kota


Seandainya suatu saat bertemu,saya sudah tidak terkejut lagi"


Ayah mengatakan demikian sambil matanya menatap ke arah Nina


Dilihatnya Nina sedang menunduk


Terlihat Bagas menggenggam tangannya diatas meja seperti menguatkan


Bagas memang tahu lebih dulu dari cerita Nina


"Nina....kamu tidak apa apa kan nak"


Ayah menyapa Nina


Hati ayah berdebar keras takut melihat reaksi Nina


Nina mendongak menatap ayahnya


"Nina tidak apa apa ayah

__ADS_1


Nina akan baik baik saja selama ayah juga baik baik saja"


__ADS_2