
Saat makan malam keluarga
Nina ikut bergabung
Berusaha bersikap biasa dan ikut masuk dalam suasana ceria seperti biasanya
Nina tidak ingin suasana kebersamaan keluarganya menjadi muram gara gara dia
Sebisa mungkin ikut tertawa saat putri dan Dika menceritakan tentang teman temannya
"Papa....mama...ayah...Bagas sudah dapat undangan wisuda
Minggu depan ,Bagas mohon semua bisa mendampingi Bagas waktu acara wisuda
Bagas ingin merayakan kebahagiaan Bagas bersama orang orang yang Bagas sayang dan menyayangi bagas"
"Alhamdulillah ....kami sangat bangga padamu nak
Tentu saja kami semua akan mendampingimu"
Papa yang berada di sampingnya, menepuk bangga pundak Bagas
"Ayah juga sangat bangga padamu nak"
Ayah mengarahkan jempolnya ke arah Bagas
Semua bergantian menyalami bagas
Tak terkecuali Nina
Dia juga memeluk dan mencium pipi kakaknya itu
"Mama akan buat acara syukuran ....aahh
Mama akan memasak makanan yang enak enak nanti
Kita makan makan bersama ya
Acara untuk keluarga saja"
Mama bersemangat sekali
"Kita akan mengajak para pegawai rumah ikut bergabung makan malam bersama kita"
Semua setuju dengan ide mama
Nadia berjanji akan membuat kue yang lezat untuk acara tersebut
"Nadia akan ngajak Alea buat bantuin !"
Selesai makan malam
Nina mencari Bagas
"Dek...lihat mas Bagas gak"
Nina bertanya ke Nadia yang melewatinya membawa nampan berisi wedang jahe untuk papa dan ayah
"Lagi bantuin Andika bikin sesuatu mba"
"Dimana ya.."Nina celingak celinguk
"Di samping mba,dekat lapangan tenis"
__ADS_1
Nina menyusul ke tempat Bagas dan Dika
Baru keluar pintu Nina hampir bertabrakan dengan Dika
"Mba Nina mau kemana?"
"Nyari mas Bagas dek "
"Mas Bagas disini nin.."
Bagas berteriak melambaikan tangan ke arah nina
Dia mendengar tadi Nina sedang mencarinya
Nina mendekat ke arah Bagas
"Ada apa mencari mas Bagas?"
Nina duduk di kursi kayu di samping lapangan
Duduk diam menatap Bagas
Bagas ganti menatap Nina dengan dahi mengernyit,heran dengan tatapan Nina
"Mas Bagas,...soal wisudanya..emmm..
Berarti mas Indra juga wisuda ya
...emmm...apa barengan juga sama mas Bagas?"
Nina bingung campur gugup bertanya kepada kakaknya
"Yaa...tentu saja...kami kan satu fakultas
Emang kenapa nin?"
"Itu...emmm...
nin minta maaf sebelumnya...
eemm....boleh tidak kalau nin gak ikut datang?"
Pelan suara Nina sambil tertunduk
Takut melihat wajah Bagas
Bagas tersenyum
"Takut ketemu Indra ya?"
Kepala Nina mengangguk
"Dek...mas Bagas sangat ingin kamu ikut datang
Tapi mas Bagas mengerti alasanmu kalau kamu tidak mau datang
Mas Bagas gak marah"
Nina mendongak menatap wajah Bagas
"Terima kasih ya mas
Mas Bagas kakak terbaik di dunia"
__ADS_1
Bagas mengacak acak sayang rambut Nina
Lalu menggamit bahu Nina dan mengajaknya masuk
"Masuk yuk...banyak nyamuk disini"
Saat masuk ke ruang keluarga Nina melihat ada Reza duduk dekat Andika
Begitu melihat Nina,Reza langsung menghampiri
"Nin.."
"Apa.."
"Kamu masih marah ya?"
"Ya.."
"Kamu sudah makan apa belum?"
"sudah"
Reza diam garuk garuk kepala seperti biasanya kalau gugup
"Mojok sebentar yuk...ada yang mau aku omongin.."
"Ogah.."
Jawaban yang singkat padat dan menyakitkan
Reza garuk garuk kepala lagi
"Cieee...ciee..yang lagi di cuekin.."
Dika men ciee ciee Reza
Reza melotot ke arah Dika.
yang dibalas dengan leletan lidah
"Kamu gak kasihan lihat aku jadi bahan ejekan Dika ?"
"Nggak.."
Reza menarik tangan Nina menjauh dari situ
Menarik kursi untuk Nina duduk dan Reza menyusul disebelahnya
"Ayolah nin...maafkanlah aku
Aku tuh bermaksud baik
Alea cerita sama aku keadaan mas Indra akhir akhir ini
Mas Indra hancur nin
Dia sangat menyesali perbuatannya yang sudah menyakiti kamu
"Aku sudah gak ada hubungan lagi dengan mas Indra za...kamu pernah lihat dan dengar sendiri kan...dia sudah tidak mau kenal aku lagi"
Reza memang melihatnya sendiri
Tapi dia juga percaya kalau Indra sangat menyesal
__ADS_1
Alea sendiri yang bercerita tentang kakaknya kepada reza