
" Profesor Matematika ?" tanya bagaskara.
" iya dad "
" Tidak mau jadi pengusaha seperti daddy ?" tawarnya.
" kan aileen bisa punya dua pekerjaan, aileen nanti juga punya adik. untuk adik aileen saja nanti. "
bagaskara mengangguk mengerti, Shandrianna hanya tersenyum mendengarnya.
" Sayang ini sudah siang sebaiknya istirahat dan tidur siang ya. sudah cukup belajarnya" kata shandrianna yang melihat mata aileen sudah mengantuk.
" tapi temani aileen sampai tidur. " pintanya.
" baiklah sayang, ayo kita masuk kekamar. "
" sebentar bereskan dulu ini. "
" biar daddy saja sayang. "
" ayo sayang , masuk sama mommy. "
keduanya pun masuk kedalam kamar dan aileen tertidur diranjang diikuti shandrianna yang memeluknya. mata aileen langsung tertidur merasakan kenyamanan pelukan seorang ibu.
shandrianna mengelus rambut aileen dengan lembut dan menicumnya " Mommy sangat mencintaimu sayang, mommy yakin aileen akan jadi anak yang hebat. apapun keputusanmu mommy akan selalu mendukungmu. "
karena shandrianna sedang menidurkan aileen, bagaskara duduk di samping jendela yang ada kursi kayunya dan melamun disana entah apa yang dia pikirkan tapi dia terlihat serius sekali.
saat itu , malam dimana aku pergi ... aku ingin mengatakan kepadanya kalau aku mencintainya ... tapi wanita itu membuat kesalahpahaman diantara kami sampai pak bagaskara marah padaku, aku ingin minta maaf dan datang kerumah sakit tapi disana aku mendengar kalau wanita itu sedang hamil ... aku pikir ... aku pikir itu anaknya pak bagaskara ibu hiks
" Apakah dia masih mencintaiku, atau hanya rasa kasihan terhadap aileen. dan saat dia tau kalau aku membohonginya apakah dia akan kembali marah padaku, "
dengan perlahan tanpa suara shandrianna menuruni anak tangga mencari bagaskara yang tadinya duduk diruang tamu tapi sekarang tidak ada lagi. lalu ia mencarinya lagi hingga tak sengaja melihat bagaskara yang duduk melamun seorang diri.
semenjak menikah aku tidak pernah melihatnya seperti ini, ada apa dengannya. kemarin-kemarin dia terlihat senang sekali tapi kenapa wajahnya murung begitu.
" Pak bagaskara " panggilnya lembut.
bagaskaran pun tersadar shandrianna yang masih berdiri didepan pintu itupun dilihat bagaskara.
" sayang kenapa berdiri disana ? kemarilah. " panggilnya hingga shandrianna berjalan pelan menuju kearahnya.
" ada apa ?" tanya bagaskara lagi dengan lembut sambil menatap dan menyentuh tangan shandrianna.
" kau yang kenapa ? bukan aku. apa ada sesuatu ?" tanya shandrianna balik.
Bagaskara menarik pelan tangan shandrianna hingga tubuh shandrianna berada di pangkuan bagaskara. tapi shandrianna tidak memberontak dia hanya diam menunggu apa yang akan dikatakan bagaskara yang sedang menatapnya itu.
" Kemarin aku mendengar semua yang kau katakan kepada ibu. sayang ... apakah aku masih ada di hatimu sampai sekarang ? atau hanya karena aku memaksamu menikah dan demi aileen ?" tanyanya
namun ketika ia melihat mata bagaskara yang akan menangis itu membuat shandrianna bersedih. dia tidak ingin melihat bagaskara seperti ini.
" Aku tau perbuatanku sangatlah menyakiti hatimu. semua yang terjadi adalah kesalahanku. aku juga menyesal " sambungnya.
" kau boleh menyenderkan kepalamu disini " shandrianna menepuk bahunya sebelah kanan dan hal itu dituruti oleh bagaskara.
" Maafkan aku sekali lagi, aku tidak bisa membuatmu bahagia. " dia sudah meneteskan air matanya, dia menyesal dan juga ingin dicintai oleh shandrianna.
" Biarlah semuanya jadi masa lalu kita. aku sudah memaafkanmu pak. semua itu ... membuatku belajar kalau punya masalah jangan pergi, aku harus tetap menyelesaikannya. "
" Pak bagaskara ... aku berterima kasih untuk semua rasa cinta yang kau berikan kepadaku, aku sadar kau sangat mencintaiku hanya saja aku yang selalu merasa cintamu berlebihan. tapi hal itu membuatku sangat bahagia, setiap hari aku bisa berdebat, marah , kesal dan tersenyum bersamamu. dan saat aku pergi sejujurnya aku sangat kehilanganmu ... aku tidak bisa merasakan warna-warni itu lagi. "
bagaskara terbangun dari senderan di bahu anna dan menatap shandrianan yang juga sedang meneteskan air matanya.
" sayang ? bolehkan aku mendengarkan semua perasaanmu kepada suamimu sekarang ? aku ingin mendengarnya. "
" Kau tau ... kenapa aku tidak menikah dengan andrew ?" tanya shandrianna dan langsung dijawab gelengan kepala.
" tidak tau "
" Karena aku masih berharap suatu saat nanti kita kembali bertemu, dan kau akan mencariku ... dan aku juga ingin memberitahumu kalau kita punya seorang anak yang tampan. " ungkapnya.
" Malam itu memang benar aku ingin mengatakan pada mu kalau aku mencintaimu, dan sampai sekarang aku masih mencintaimu. aku tidak pernah melupakanmu dan tidak bisa walau aku berusaha melupakanmu. "
__ADS_1
" Artinya ?"
" Aku mencintamu pak bagaskara , aku sangat mencintaimu , dan akan terus mencintaimu ... selamanya " ungkapnya dengan keberanian , bagaskara tersenyum mendengarnya dan memeluk shandrianna.
" Terima kasih sayang ! terima kasih sudah membalas cintaku. tetaplah disini bersamaku, aku bersumpah akan selalu setia bersamamu hingga kita tua nanti dan sampai kita mati nanti. "
" Aku juga berjanji "
shandrianna melepaskan pelukan bagaskara lalu dengan keberanian dan rasa cintanya dia mencium bibir bagaskara dan menempelkannya.
tapi tidak bagaskara pun ********** tangannya menekan kepala shandrianna hingga keduanya berciuman untuk beberapa saat.
setelah selesai berciuman shandrianna tersenyum lembut
" Apakah pak bagaskara bahagia ?" tanyanya dengan mata yang sendu.
" jangan panggil aku pak lagi, panggil aku mas "
" mas bagaskara " turutnya hingga bagaskara tersenyum dan matanya menyipit.
cup
shandrianna mencium sekilas bibir bagaskara lagi.
" sayang jangang menggodaku, atau bisa aku makan disini."
" Aku tidak takut. "
" yakin ? "
" hmm kita sudah sering kan ?"
" Ha sepertinya setiap malam kita akan melakukannya. "
" jangan setiap malam tidak boleh. "
" iya-iya sayang aku tau. hmm sayang aku mau berkata jujur tapi janji jangan marah. "
" apa ?"
" sebenarnya aku tau kau meminum pil kontrasepsi "
" Bagaimana mas Bagas tau ?"
" aku melihatmu waktu kita habis melakukan itu kau meminumnya dan setiap malam aku pura-pura tidur dan aku mengambil beberapa obat itu dan aku tau itu obat pil penunda kehamilan, lalu aku meminta seorang dokter mengganti obatnya dengan pil penyubur kandungan dan vitamin. maaf aku tidak bermaksud membohongimu tapi mas ingin merasakan menjadi seorang suami yang istrinya sedang mengandung. " jelas bagaskara yang membuat shandrianna terkejut.
tapi shandrianna tidak mengatakan apapun dia hanya menundukkan kepalanya " sayang kau marah ?"
shandrianna menggelengkan kepalanya " maaf " ucap anna.
" maaf ?"
" maaf karena sudah tidak mengerti perasaanmu yang ingin anak lagi. tapi aku punya alasan "
" boleh mas tau ?"
" Setelah apa yang semua aku alami. aku takut jika punya saudara maka ailleen dan anak kita nanti akan bernasib sama sepertiku, selalu bertengkar dan tidak pernah akur. aku takut salah satu diantara mereka merasa tidak disayangi. "
" Tidak akan sayang, anak kita tidak akan pernah seperti itu. kita akan mendidiknya untuk saling mencintai satu sama lain dan tidak pernah membedakannya. ingatkah saat dulu kau bicara padaku jika kita punya dua anak atau dua putri saat mengambil raportnya diwaktu bersamaan maka kita akan menjadi wakil dari salah satu anak kita dan bertemu di restoran untuk merayakannya. "
" Bagaimana bisa aku lupa. " jawab shandrianna seraya tersennyum kecil.
" peluk suamimu sayang "
shandrianna pun memeluknya dan merangkul leher bagaskara, bagaskara yang diperlakukan seperti itu langsung menggendong shandrianna.
" mas bagas ! mau apa ?"
" yang tadi , katanya tidak takut."
" tapi ini masih siang "
" Sama saja sayang , adik kecilku akan melihat anak kita. " jawabnya seraya menggendong shandrianna dan membawanya kekamar.
" Mas bagas "
__ADS_1
" hmm "
" Kepantai yuk nanti. "
" boleh , bagaimana besok ? "
" benarkah ? mas tidak bekerja ?"
" untuk apa bekerja. uangku sudah mengalir begitu saja biar karyawan ku saja yang bekerja, mulai hari ini aku akan sering dirumah dan menengok anak kita.
" dasar mesum."
" Normal sayang. "
" uhh " bagaskara menidurkan shandrianna di ranjang lalu dia membuka pakaiannya hingga dada bidang berbulunya terlihat.
" ingat kata dokter jangan didalam. "
" iya sayang ingat "
bagaskara mulai menaiki tubuhnya dan shandrianna mengelus dada bidang bagaskara.
" Sudah tidak tahan ya " goda bagaskara.
" tidak kenapa tidak dicukur saja ? aku geli melihatnya. "
bagaskara tidak mendengarkannya tangannya mulai membuka kemeja putih shandrianna dan mencium bibir shandrianna.
" nghh " desah shandrianna saat bagaskara menjilat telinganya.
setelah berhasil melepaskan semuanya bagaskara mencium perut yang masih rata itu " sayang ini daddy " ucapnya.
cup
lalu bagaskara beralih naik keatas dada shandrianna dan dia mulai bermain disana " hmmm , nghhhh mashh " desahnya.
bagaskara beralih kesebalah kanan dan bermain disana dan matanya menatap shandrianna yang sedang memejamkan matanya " ahhh mashh bagas "
tangan bagaskara tak tinggal diam dia bermain dibawah sana hingga membuat shandrianna tidak tahan lagi.
" ahhh mas bagashh , hmm "
" iya sayang keluarkan saja "
" ahhh "
setelah shandrianna mendapati orgasme yang pertama bagaskara mulai memposisikan miliknya dan dengan perlahan dia memasukkannya.
tangan keduanya saling bertautan dan bagas terus memacu shandrianna. " aku mencintamu sayang " ucap bagaskara.
" aku juga mencintaimu mas "
lalu bagaskara menekannnya " ahhh " bagaskara tersenyum lalu keduanya mendesah didalam kamar yang masih siang itu.
" nghh ahhh ahhh ahhh sayang kau milikkku , aku mencintaimu " desah bagaskara.
hampir 30 menit tapi bagaskara belum juga keluar padahal shandrianna sudah beberapa kali.
" mashh "
" sebentar lagi sayang "
" jangan didalam "
karena tidak boleh membuang nya didalam bagas pun mengeluarkannya diluar " ahhh "
setelah selesai bagaskara merebahkan tubuhnya disamping shandrianna dan memeluknya.
" aku mencintaimu ! aku mencintaimu ! aku mencintamimu sayang ! " ucap bagaskara berkali-kali dengan mencium rambut shandrianna.
" Sudah ?"
" apanya sayang ? mau lagi ?" tanya bagaskara.
" nanti lelah malam saja ya " sambung bagaskara.
__ADS_1
" bukan itu , maksudku sudah bilang aku mencintanya ?"
bagaskara pikir shandrianna masih kurang ternyata bukan " belum sayang masih kurang tapi aku simpan saja ya untuk setiap hari aku terus bilang aku mencintaimu, aku mencintamu. "