
Bagas berdua Indra duduk berhadapan di sebuah restoran
Alan yang menemani bossnya duduk di meja lain agak jauh dari meja dua sahabat itu
"Ada apa lagi ndra.."
"Aku semakin bingung gas
Aku kacau kalau tidak ada tempat bercerita"
"Kalau begitu ceritakan.."
Indra menumpahkan segala keluh kesahnya
Usahanya untuk bangkit dan mulai menata hati mengejar cinta Nina lagi
Tapi dari kejadian semalam dimana Nina menghindarinya
Ditambah dengan cerita Alan dan Merry tadi membuat Indra benar benar kehilangan rasa percaya diri
"Maksudmu kau akan menyerah ..
Tak lagi mengejar Nina?"
"Tidak gas....aku tidak siap kehilangan Nina
Aku tidak mau bila Nina dimiliki pria lain "
"Lalu mau mu apa..?"
"Aku butuh bantuanmu gas
Bagaimana pun caranya
Tolong ceritakan padanya penyesalanku"
"Kenapa tidak kamu lakukan sendiri '
"Dia tidak lagi mau bertemu denganku"
"Kenapa tidak kamu coba menelepon atau mengiriminya chat?'
Indra diam tidak menjawab
Kepalanya tertunduk
teringat saat dia melarang Nina untuk menelepon ataupun mengirim chat
Bagas melihat tubuh Indra sekarang lebih kurus
Tidak berbeda dengan Nina yang tubuh kurusnya makin kurus
'Kalian berdua sama sama terpukul
menjadi korban emosi masing masing
Padahal aku yakin kalian masih saling mencintai
Mudah mudahan segera menemukan cara menyelesaikan masalah
Agar kalian tidak sama sama hancur'
gumam Bagas dalam hati
Pramusaji datang membawa pesanan mereka
__ADS_1
"Kau makanlah ndra
Ini nasi campur kesukaanmu"
Indra tidak merespon
"Aku bilang makanlah
Kalau kamu membiarkan dirimu sendiri untuk hancur...silahkan
Jangan harap aku peduli masalahmu dengan Nina"
Bagas sudah gemas melihat Indra yang seperti kehilangan semangat
Indra dengan terpaksa menikmati makan siangnya
Takut Bagas benar benar tidak membantu menyatukan hubungannya dengan Nina
"Besok pagi Nina libur kuliah
Kalau tidak salah mama akan mengajaknya ke toko kue
Kau carilah kesempatan dengan caramu sendiri"
Indra mendongak menatap Indra
Sinar matanya memancar harapan
"Aku akan menginfokan ke kamu kegiatan Nina yang mungkin bisa kamu manfaatkan
Selebihnya menjadi urusanmu sendiri
Tapi ingat...ini menjadi rahasia kita saja
Indra seperti mendapat suntikan semangat baru dari Bagas
Senyum mulai muncul di wajahnya
"Kamu memang terbaik Gas....!"
Indra mengacungkan jempol dan mulai semangat menyantap makan siangnya
Sore hari Indra menelepon Alan dan Merry mengatakan pada dua Asistennya itu bahwa besok tidak datang ke kantor
Indra juga merayu dan mengajak mama agar besok membeli kue
Mama meskipun heran tapi menyanggupi permintaan putra kesayangannya itu
Pagi hari
Setelah sarapan Indra ada di kamarnya
menunggu telpon Bagas yang akan memberi info saat mama dan Nina berangkat
Begitu info masuk
Indra segera mengajak mamanya berangkat
"Tumben kamu minta kue nak.."Mama Vanya masih heran
"Lagi kepingin ma.."
Indra hanya berangkat berdua dengan mamanya
Sampai di tempat parkir , sekilas Indra melihat pak Rudi , sopir keluarga Bagas ada disitu
__ADS_1
'Berarti sudah datang...mudah mudahan Nina ikut'
Indra segera membantu mamanya turun
Dan benar seperti doa Indra
Nina ikut mamanya ,
Tampak duduk di kursi dengan meja kecil di depannya
Terlihat duduk sendiri sambil minum segelas coklat dan ada roti di piring kecil disampingnya
Deg degan Indra menghampiri
Pura pura baru melihat.
"Nina lagi beli kue juga ya" sapanya selembut mungkin
Nina mendongak wajahnya menatap ke arah suara yang menyapanya
Tampak terkejut
Indra tersenyum menatapnya
Nina tidak berani membalas senyum itu
Wajahnya langsung tertunduk
Tangannya turun ke bawah meja dan di genggamnya sendiri dengan erat
Tampak jelas oleh Indra
Nina ketakutan melihatnya
Mukanya pucat
"Nin...maaf kalau mas mengejutkanmu"
Nina bangkit tidak menjawab
Menuju ke tempat mama yang sedang bicara dengan ny Vanya
"Maaa...nin mau pulang"
Suara Nina hampir mengandung tangis
Mama dan ny Vanya serempak memandang Nina
"Hai Nina...apa kabarnya nak..?"
Ny Vanya menyapa Nina dan mencium kedua pipinya
"Baik Tante"Nina menjawab singkat sambil mencium punggung tangan ny Vanya
"Ma.....nin mau pulang"
Merengek lagi ke mamanya
Mama mengerti suasana hati Nina karena dilihatnya ada Indra disitu
Indra juga menghampiri mama Dita sambil mencium punggung tangannya
"Nak Indra....ngantar mamanya ya?"
"Ya ma.."Indra menjawab singkat sambil matanya melirik ke arah Nina yang menyembunyikan wajahnya di belakang mama
__ADS_1