Hanya Kamu

Hanya Kamu
Bertemu


__ADS_3

Bagas berdua Indra duduk berhadapan di sebuah restoran


Alan yang menemani bossnya duduk di meja lain agak jauh dari meja dua sahabat itu


"Ada apa lagi ndra.."


"Aku semakin bingung gas


Aku kacau kalau tidak ada tempat bercerita"


"Kalau begitu ceritakan.."


Indra menumpahkan segala keluh kesahnya


Usahanya untuk bangkit dan mulai menata hati mengejar cinta Nina lagi


Tapi dari kejadian semalam dimana Nina menghindarinya


Ditambah dengan cerita Alan dan Merry tadi membuat Indra benar benar kehilangan rasa percaya diri


"Maksudmu kau akan menyerah ..


Tak lagi mengejar Nina?"


"Tidak gas....aku tidak siap kehilangan Nina


Aku tidak mau bila Nina dimiliki pria lain "


"Lalu mau mu apa..?"


"Aku butuh bantuanmu gas


Bagaimana pun caranya


Tolong ceritakan padanya penyesalanku"


"Kenapa tidak kamu lakukan sendiri '


"Dia tidak lagi mau bertemu denganku"


"Kenapa tidak kamu coba menelepon atau mengiriminya chat?'


Indra diam tidak menjawab


Kepalanya tertunduk


teringat saat dia melarang Nina untuk menelepon ataupun mengirim chat


Bagas melihat tubuh Indra sekarang lebih kurus


Tidak berbeda dengan Nina yang tubuh kurusnya makin kurus


'Kalian berdua sama sama terpukul


menjadi korban emosi masing masing


Padahal aku yakin kalian masih saling mencintai


Mudah mudahan segera menemukan cara menyelesaikan masalah


Agar kalian tidak sama sama hancur'


gumam Bagas dalam hati


Pramusaji datang membawa pesanan mereka

__ADS_1


"Kau makanlah ndra


Ini nasi campur kesukaanmu"


Indra tidak merespon


"Aku bilang makanlah


Kalau kamu membiarkan dirimu sendiri untuk hancur...silahkan


Jangan harap aku peduli masalahmu dengan Nina"


Bagas sudah gemas melihat Indra yang seperti kehilangan semangat


Indra dengan terpaksa menikmati makan siangnya


Takut Bagas benar benar tidak membantu menyatukan hubungannya dengan Nina


"Besok pagi Nina libur kuliah


Kalau tidak salah mama akan mengajaknya ke toko kue


Kau carilah kesempatan dengan caramu sendiri"


Indra mendongak menatap Indra


Sinar matanya memancar harapan


"Aku akan menginfokan ke kamu kegiatan Nina yang mungkin bisa kamu manfaatkan


Selebihnya menjadi urusanmu sendiri


Tapi ingat...ini menjadi rahasia kita saja


Indra seperti mendapat suntikan semangat baru dari Bagas


Senyum mulai muncul di wajahnya


"Kamu memang terbaik Gas....!"


Indra mengacungkan jempol dan mulai semangat menyantap makan siangnya


Sore hari Indra menelepon Alan dan Merry mengatakan pada dua Asistennya itu bahwa besok tidak datang ke kantor


Indra juga merayu dan mengajak mama agar besok membeli kue


Mama meskipun heran tapi menyanggupi permintaan putra kesayangannya itu


Pagi hari


Setelah sarapan Indra ada di kamarnya


menunggu telpon Bagas yang akan memberi info saat mama dan Nina berangkat


Begitu info masuk


Indra segera mengajak mamanya berangkat


"Tumben kamu minta kue nak.."Mama Vanya masih heran


"Lagi kepingin ma.."


Indra hanya berangkat berdua dengan mamanya


Sampai di tempat parkir , sekilas Indra melihat pak Rudi , sopir keluarga Bagas ada disitu

__ADS_1


'Berarti sudah datang...mudah mudahan Nina ikut'


Indra segera membantu mamanya turun


Dan benar seperti doa Indra


Nina ikut mamanya ,


Tampak duduk di kursi dengan meja kecil di depannya


Terlihat duduk sendiri sambil minum segelas coklat dan ada roti di piring kecil disampingnya


Deg degan Indra menghampiri


Pura pura baru melihat.


"Nina lagi beli kue juga ya" sapanya selembut mungkin


Nina mendongak wajahnya menatap ke arah suara yang menyapanya


Tampak terkejut


Indra tersenyum menatapnya


Nina tidak berani membalas senyum itu


Wajahnya langsung tertunduk


Tangannya turun ke bawah meja dan di genggamnya sendiri dengan erat


Tampak jelas oleh Indra


Nina ketakutan melihatnya


Mukanya pucat


"Nin...maaf kalau mas mengejutkanmu"


Nina bangkit tidak menjawab


Menuju ke tempat mama yang sedang bicara dengan ny Vanya


"Maaa...nin mau pulang"


Suara Nina hampir mengandung tangis


Mama dan ny Vanya serempak memandang Nina


"Hai Nina...apa kabarnya nak..?"


Ny Vanya menyapa Nina dan mencium kedua pipinya


"Baik Tante"Nina menjawab singkat sambil mencium punggung tangan ny Vanya


"Ma.....nin mau pulang"


Merengek lagi ke mamanya


Mama mengerti suasana hati Nina karena dilihatnya ada Indra disitu


Indra juga menghampiri mama Dita sambil mencium punggung tangannya


"Nak Indra....ngantar mamanya ya?"


"Ya ma.."Indra menjawab singkat sambil matanya melirik ke arah Nina yang menyembunyikan wajahnya di belakang mama

__ADS_1


__ADS_2