
drttt....drtttt
tomi menelpon shandrianna, ponsel shandrianna yang ada dimeja itu bersuara nyaring keras. dia yang sedang masak langsung menghampirinya.
" tumben anak ini " gumamnya.
" halo "
📱 " bumil apa kabarmu ha ? "
" sehat , kenapa ? "
📱 " Malem keluar yuk, kita makan malam bersama alfian dan kak septi ajaklah anakmu kalau mau ikut. "
" Boleh, eh tapi aku izin dulu sama bosmu nanti bisa-bisa dia marah padaku. "
📱 " ya bicaralah. shand aku mau cerita nih "
" sebentar aku sedang masak, matikan kompor dulu. "
📱 " hmm "
shandrianna pun kembali ke dapur dan mematikan kompornya karena haus dia juga menuangkan air dan meminumnya.
" kau mau cerita apa tom ?"
📱 " Begini beberapa hari ini aku melihat kak septi selalu murung dan diam, tidak biasanya dia seperti itu. kemarin malam aku mengikutinya dan dia kehotel lalu dia juga keluar bersama seorang pria dari hotel. aku khawatir padanya. "
" ho tomi kau khawatir padanta atau takut kak septi punya pacar hahhaha "
📱" aku serius, karena itulah aku ingin menghiburnya dengan mengajak mu makan malam agar dia punya teman untuk bicara. "
" Baiklah kalau begitu aku akan yakinkan mas bagas agar mengizinkan aku pergi. "
📱 " mas ? hahhah sejak kapan kau memanggilnya begitu ha ? hahhah shandrianna-shandrianna kau terlihat lucu memanggilnya begitu. biasanya pak bagas! bagaskara ! kau ! " dia tertawa puas mendengarnya shandrianna merasa kesal dengan tomi.
" hei awas saja nanti malam kupukul kau! "
📱 " aku matikan telpon dulu masih harus bekerja. "
" terserah ! "
dia matikan ponselnya langsung " tut...tutt..tutt "
" ck mudah sekali marah " kata tomi.
dia pun kembali menuju ke kantornya, beberapa karyawan menyapa nya dan dibalas senyuman olehnya. dan tak sengaja lagi dia juga melihat kak septi yang terlihat sedang menatap sebuah undangan dengan sendu.
" kakak "
dia pun merebut undangan itu dan saat ingin membaca septi malah menariknya.
" tomi kembalikan " katanya
" ini apasih kak , kakak seperti serius sekali membacanya "
" tomi kembalikan, kau tidak boleh membacanya. "
" apasih kak "
" tomi! " bentaknya hingga membuat tomi terperanjat dan orang-orang yang lewat disana pun menatap mereka.
kak septi menariknya langsung dan menyembunyikan itu
" ada apa kak ? kakak tidak seperti biasanya " gumam tomi pelan namun bisa didengar oleh kak septi.
" un-undangan pernikahan. "
" siapa yang menikah ? kakak diundang ya ? aku ikut dong biar makan gratis begitu. "
diundangan itu tertera nama Septi & Bimo , dia ragu untuk mengatakannya dan juga tidak bisa mengatakannya.
" maaf "
" Tomi aku pergi dulu "
" tap... "
tomi hanya menghela nafas pelan saat itu, rasanya dia ingin mengatakan sesuatu kepada kak septi " Kenapa aku sedih melihat kak septi seperti ini. "
***
shittt
Shandrianna menghentikan mobilnya di depan pagar sekolah dan ternyata aileen sudah pulang dan dia berdiri bersama temannya gisel dan kakak nya bernama Lion.
" Aileen sayang maaf mommy terjebak macet jadi terlambat menjemput. "
" tidak masalah mommy "
" Tante Aileen memberikan bekal makanan yang tante buat rasanya enak sekali. " saut gisel.
" benarkah sayang ? " tanyanya kepada gisel.
" iya aku sampai habis, besok buatkan lagi ya tan "
" baiklah sayang akan tante buatkan. " dia mengelus rambut panjang gisel dan aileen memeluk shandrianna.
__ADS_1
" Mommy ke kantor daddy yuk, aileen mau makan siang bareng daddy. "
Sedari tadi Lion hanya menatap shandrianna dalam diam dan memperhatikannya terus-menerus. " Iya sayang mommy juga ada perlu sama daddy, sayang tante pamit dulu ya. " pamitnya.
" iya tante hati-hati ya "
"terima kasih sayang, Pak terima kasih sudah menjaga anak saya. " ucap shandrianna kepada Lion.
" sama-sama "
" Dah gisel " ucap aileen.
" dah "
dan tak terasa perjalanan dari sekolah menuju ke perusahaan bagaskara akan sampai sebentar lagi, dia mencari tempat parkir yang ada didepan halaman.
" sayang jangan berlari ya " peringatnya pada aileen
" Iya mommy "
saat dia turun dari mobil dia melihat septi yang berjalan bersama seorang pria dan wajah septi terlihat murung.
" mommy ayo "
" sayang duluan saja "
" iya baiklah "
dia menghampiri kak septi dan pria tersebut yang akan berbicara di tempat yang sepi. saat keduanya berhenti dia pun bersembunyi di balik tembok.
" Semuanya sudah siap besok izinlah "
" Hmm "
pria itu menggenggam tangan septi lalu memeluknya
" Jangan sedih aku tau kau membenciku, tapi ini juga salahmu kenapa harus berjanji palsu kepadaku. aku harus melakukan semua ini jadinya. "
shandrianna mengernyitkan dahinya dan berpikir apa maksud pria itu mengatakan janji palsu dan memaksa.
" aku benci padamu " kata kak septi.
" Aku lebih benci padamu saat kau berkata seperti ini. "
dia menarik rambut septi dan menjambaknya sedikit , shandrianna yang melihatnya membuka mulutnya.
" berhenti bicara omong kosong dan turuti perintahku septi! kau harus menikah dan bayar semua hutang ibu dan kakakmu "
sementara itu didalam perusahaan bagaskara menatap bingung aileen berdiri dihadapannya tanpa shandrianna.
" tapi dimana sayang ?" tanyanya.
" tadi mommy memarkirkan mobil dulu. daddy aileen haus. "
" ah iya sebentar daddy ambilkan. "
***
" Kau harus memilih menikah denganku atau melihat ibu dan kakakmu dipenjara seumur hidup ha ! " ancam pria itu.
" kau memaksaku dan aku ... akan membencimu selamanya " balas septi.
" Kau mencintai si pria lebih muda 2 tahun darimu itu " senyumnya sinis.
" Dia lebih baik dari segi apapun dibanding dirimu. "
" terserahlah toh kita akan menikah , cup ( mencium kening septi dengan lembut) aku menantikan hari pernikahan kita. "
" menikah , kak septi akan menikah. " batinnya yang tak percaya atas semua yang ia dengar.
" Tidak ini semua tidak bisa dipercaya. kak septi ..."
" hiks ! hiks hiks " septi menangis tersedu-sedu memeluk lututnya setelah pria itu meninggalkannya. melihat betapa sedihnya kak septi mengingatkannya waktu dulu ia menangisi daniel.
" aku benci padamu bimo ! aku benci hiks hiks "
" kak septi "
dia memanggil nya sehingga septi menghapus air matanya dan menoleh kearahnya.
" shand...driana " gumamnya.
anna berjalan mendekatinya lalu dia memeluk kak septi " Jangan menangis " kata shandrianna.
" hiks hiks shandrianna hiks apa yang harus kakak lakukan. "
isaknya , " aku mendengar semuanya " kata shandrianna.
" kau terpaksa menikahinya " katanya lagi.
" kenapa kakak tidak menolak nya saja hmm ? "
" aku sering menolaknya tapi dia orang jahat , dia selalu menyakitiku dan keluargaku "
dibangku taman itu keduanya duduk, shandrianna memberikannya minuman dingin dan menatap septi.
" Apa yang terjadi kak ? apa kakak tidak bisa mengatakannya kepadaku ? " tanyanya.
__ADS_1
" Kakak malu padamu "
" Aku selalu mengatakan perasaanku kepada teman-temanku, tomi, alfian dan juga kakak. kakak juga seperti kakakku. "
" shand ... "
" iya kak "
" Ibuku dan kakakku menggadaikan rumah 3 tahun yang lalu, karena terlilit hutang yang besar. hidup mereka selalu mewah tanpa memikirkan uang dari mana, dan ibuku menggadaikan rumah kepada keluarganya pria tadi. "
" Ibu dan kakakku lepas tangan dan menyuruhku membayarnya. aku selalu menabung untuk membayar nya tapi uangku selalu habis untuk mereka berdua, dan aku pernah bertemu pria tadi dan memergokinya sedang memukul seorang wanita aku menyelamatkannya. "
" Aku memukulnya sampai babak belur, karena itulah dia tidak mau dibayar uang setelah tau aku anak ibuku dan lebih memilih menikahiku karena ingin balas dendam padaku. kakak takut shand tapi kakak tidak bisa berbuat apapun. "
shandrianna sangat sedih mendengar cerita kelam septi sehingga ia memeluknya untuk menenangkan nya.
" Aku akan membantu kakak sebisaku, aku berjanji. "
" tidak perlu shand. ini masalah kakak, kau cukup jaga diriku baik- baik dan bayi yang ada dikandunganmu ini. "
" Berapa uang yang keluarga kakak pinjam ?"
" Tidak apa shandrianna kakak tidak ingin dikasihani. "
" aku hanya ingin tau kak, apakah utangnya sangat besar sehingga dia ingin menikahi kakak. "
" 1 milyar "
" satu milyar ? " katanya terkejut
***
Tok
tok
tok
" itu pasti mommy " kata aileen.
ceklek
" sayang dari mana saja hampir satu jam katakan darimana ?" tanya bagaskara begitu saja.
shandrianna menatap bagaskara dan tersenyum kepadanya " tadi aku ketemu kak septi dan mengobrol dulu dengannya, maaf "
" lain kali katakan dulu agar aku tidak khawatir. "
" i-ya maaf. "
" aneh sekali tadi pagi terlihat ceria dan sekarang malah murung" batin bagaskara.
" yasudah ayo makan dulu. "
" iya "
****
" biar aku yang bereskan " kata bagaskara dia membereskan makanan dan dimasukkannya kedalam.paper bag bekas.
" daddy aileen mengantuk. "
" sini sayang "
bagaskara membuka sebuah pintu dan disana ternyata ada sebuah kamar , shandrianna pun baru tau kalau diruangan ini ada sebuah kamar.
" mas tidak pernah cerita kalau ada ruangan itu. "
" kalau mas lelah mas tidur siang disana, itu saja baru sayang dulu tidak ada. "
" kamu kenapa ? ada masalah ? cerita sama mas " dia memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya dan ingin memjadi tempat curhat untuk shandrianna saja hari ini.
" mas nanti malam boleh ya aku keluar sama tomi, alfian dan kak septi. kami akan makan malam saja tidak akan lama. " bagas menyender dikursi dan menarik tubuh shandrianna agar menyender didadanya.
" Tapi kan sayang kau sedang mengandung "
" sekali saja mas aku mohon " lirihnya.
" Pasti ada sesuatu kan sampe kau kekeh ingin makan malam. "
" mas "
" hmm "
" Tidak jadi. "
" Apasih sayang jangan setengah-setengah "
" Nanti saja mas "
" yasudah mas izinkan tapi hanya 2 jam oke tidak lebih. "
" Terima kasih. "
" Kau mengantuk tidurlah didada mas "
shandrianna memeluk pinggang bagaskara dan memejamkan matanya, ia terlelap merasa nyaman dipelukan bagaskara.
__ADS_1