
Pagi hari,
Nina masih bermalas malasan sesudah sholat subuh tadi
Merebahkan tubuh mungilnya di sofa sudut kamarnya
Berkali kali melirik ponselnya berharap Indra menelepon
"Nungguin yaaa..."
Bu mar menggoda sambil mondar mandir mempersiapkan keperluan Nina
"Ahhh ...Bu marr...kok tahu siii......"Nina tersenyum mendengar godaan Bu mar
"Yaa tau lahhh....tiap pagi non cantik kan selalu nungguin di telpon sama mas Indra"
Nina cukup tersipu sipu mendengar Bu mar tau kebiasaannya setiap pagi
Ttuutt.....ttuutt.....tuuut..!
'Mas Indra memanggil'
Secepat kilat di raihnya telpon dan menekan tombol hijau
Bu mar tersenyum melihat sikap non cantiknya
"Selamat pagi mas"Nina menyapa manis
"Selamat pagi sayangnya mas...nyenyak kan tidurnya..."
"Nyenyak banget,sampai lupa mimpiin mas!"
Indra tertawa dengan gurauan Nina
"Kalau gitu nanti malam kita jalan jalan yuk
sebagai hukuman karena kamu tidak mimpiin mas semalam"
"Oke ..!!..siiaapp....siapa takut..!!.nin malah nungguin"
"Diihh...nantang nih ceritanya.....!!"
Indra tertawa
Nina ikut tertawa
"Baiklah tuan putri..tunggu mas menjemputmu nanti yaa.."
"Ya mas,Nina nungguin mas jemput nanti"
__ADS_1
Mereka berdua melanjutkan obrolan pagi itu
Untuk saling memberi semangat
Obrolan ringan yang tiap pagi mereka lakukan lewat koneksi telepon...
Dan terhenti saat keduanya harus mempersiapkan diri untuk kesibukan masing masing
"Baiklah sayang
Kamu tutup telponnya ya...mas harus mulai siap siap ke kantor"
"Iyaa mas,nin juga harus siap siap,
Daahh mas....nin sayang mas"
Indra membalasnya dengan tanda cium dari bibirnya
Tersenyum bahagia
Dia siap melewati hari ini setelah mengobrol dengan cintanya
Hari ini sepulang kuliah Nina berencana mau ke kampung bang Miko
Rara tidak bisa ikut karena menemani papa dan mamanya keluar kota menghadiri pernikahan sepupunya
Rara sudah menghubungi bang Miko ,dan nanti siang bang Miko akan menjemputnya di kampus
Selain sudah tau tempatnya,kebetulan bang Miko bekerja di sebuah gudang di dekat kampus Nina dan Rara
Karena siang sudah janjian dengan bang Miko , pagi ini Nina berangkat kuliah ikut mobil Nadia
Pulang kuliah,
Begitu keluar kampus Miko sudah menunggu Nina di tempat parkir
Nina sudah membawa helm sendiri dari rumah
"Kita langsung ke lokasi ya mbak
Mudah mudahan pemiliknya benar benar datang
Saya sudah berhasil menghubungi dan beliau bersedia untuk bertemu mbak"
Miko berucap sambil siap di atas motornya
Kemudian Nina menaikkan tubuhnya di boncengan motor miko
Pertemuan Nina dan Miko rupanya ada yang memata matai...
__ADS_1
Dia mengambil beberapa foto saat Nina berbicara dengan Miko hingga saat berboncengan
"Rin..."Angel menghubungi Rini
"Aku sudah dapat fotonya"
"Bagus njel....kirimkan ke aku foto fotonya
Lanjutkan terus tugasmu...tas branded impianmu akan aku berikan jika kerjamu memuaskan
Akan aku tambahin bonus kalau tugasmu berhasil"
"Oke beib....jangan sampai kamu ingkar janji ya....atau aku akan bongkar semuanya"
Angela sudah membayangkan tas branded impiannya
"Jangan khawatir...kamu bisa percayai aku..."
Rini menjawab ancaman Angel
"Demi Indra aku rela kehilangan tas aku yang kau impikan itu
Toh kalau aku berhasil mendapatkan Indra aku bisa minta duit sesuka aku kan...Indra kan kaya...."
Rini tertawa melanjutkan ucapannya
"Kamu kan bisa minta uang sama papamu Rin,papamu kan orang kaya"
"Iyaa sih....tapi tujuan utamaku kan harus mendapatkan Indra...pokoknya lakukan tugasmu dengan baik ya...kamu harus bisa aku andalkan"
"Oke boss....demi tas branded itu....akan aku lalukan tugasku"
Mereka mengakhiri pembicaraan setelah Angel mengirimkan foto foto Nina dan Miko
Angel memutuskan mau menerima pekerjaan yang ditawarkan Rini
Tugasnya hanya memata matai nina dan memfotonya kalau ada sesuatu
Menurut Angel bukan tugas yang sulit makanya mengiyakan saja tugas itu,
Apalagi imbalannya adalah tas branded yang dimiliki Rini
Yang meskipun bukan baru tapi harganya masih selangit
Sementara Rini tersenyum puas
"Dunia mu akan runtuh sebentar lagi ninaa...
tunggu tanggal mainnya ya"
__ADS_1
Seringai jahat muncul di wajah Rini