
" mau saya pecat kamu ? " saut bagaskara.
" hayo tomi " kata alfian.
yang membuat semua orang tertawa geli namun juga takut melihat wajah bagaskara.
" ambil saja pak dia makannya banyak bisa bangkrut saya " kata tomi.
" sembarangan" saut shandrianna.
****
hari ini semua orang sibuk menyiapkan kejutan anniversari untuk ayah dan ibu, halaman hotel itu disulap seperti menjadi tempat pernikahan yang mewah.
" sayang " shandrianna menoleh ketika bagaskara datang menjemputnya.
" Kau sudah datang ?"
" iya "
cup
mengecup rambut shandrianna " dimana anak kita ?" tanyanya.
" disana membantu kakak tara " tunjuknya dan benar saja aileen dan tara terlihat sedang menyusun bunga.
" temani aku makan sebentar. aku belum makan tadi rapat sangat lama sekali. "
" kau belum makan , yasudah sekarang saja. "bagaskara tersenyum lantas menggandeng tangannya.
hingga mereka menuju kedalam restoran hotel itu, dan tidak butuh waktu lama makanan yang dipesan bagaskara pun datang.
sedangkan shandrianna dia hanya melihat dan menemani bagaskara yang sedang makan.
" Lelah sayang ? seharian disini ? apakah semuanya berjalan dengan baik ?"
" tentu saja hanya sedikit lagi dan semuanya selesai. "
" A "
" apa ini ?"
" makan, suamimu ingin menyuapimu sayang. "
" tap..."
bagaskara merasa senang saat shandrianna memakannya padahal dia langsung saja memasukkannya kedalam mulut shandrianna.
" kau ini, aku belum siap membuka mulut" ocehnya sambil terus makan.
bagaskara menatapnya gemas apalagi saat shandrianna membuat mulutnya mengkerucut karena merajuk.
" Enak ? "
" hmm "
" sayang saat aku memperhatikan wajahmu dan juga caramu bersikap seperti ada yang aneh. " ungkap bagaskara.
" aneh bagaimana ?"
" Lebih bercahaya "
" kau pikir aku lampu bercahaya "
" hahaha tidak bukan begitu sayang maksudnya auranya sangat cantik. "
" Jangan bicara terus atau makanan mu tidak akan habis. "
" hmm kenapa kau juga berubah jadi cerewet hmm ( menyubit pipi shandrianna ) kita sudah hampir 2 bulan menikah, sayang ... bulan madu yuk. " ajaknya yang melembut itu.
shandrianna menatapnya bingung " Kenapa tiba-tiba ? "
" hanya ingin saja, aku ingin memiliki banyak waktu hanya berdua saja denganmu ... kita bisa mengobrol bersama dan berjalan-jalan bersama seperti dulu. "
" jadi kau tidak suka ada ailleen ?"
" tidak sayang bukan begitu , maksudku aku hanya merindukan saat kita bulan madu dulu. aku tidak pernah pernah berfikir seperti itu malah aku merasa sangat senang. ck lain kali jangan berpikir yang aneh-aneh " elus bagas di pipi shandrianna.
" Nanti saja aku sedang tidak ingin berjalan-jalan aku hanya ingin istirahat dirumah. lagipula aku tidak ingin jauh dari ailleen. " tolak shandrianna karena memang selama ini dia tidak pernah meninggalkan ailleen sampai berhari-hari, kecuali dia hanya bekerja saja menjalankan tugasnya untuk memberikan nafkah bagi aileen.
" baiklah kali ini aku tidak akan memaksa. "
__ADS_1
" kalian disini rupanya ?" tara ada disamping mereka berdua seorang diri sehingga membuat dua orang itu menoleh.
" aileen mencari mu an katanya butuh sesuatu. "
" benarkah ? hmm kau tidak apa makan sendirian kan ? " tanya shandrianna pada bagaskara.
" aku juga sudah selesai sayang, ayo kita temui anak kita. " Sautnya lantas mereka bertiga keluar dari dalam retoran menuju ke halaman hotel dibagian belakang.
****
" sayang " panggil bagaskara sehingga membuat aileen yang sedang kumpul bersama ketiga temannya shandrianna, siapa lagi kalau bukan tomi, alfian dan kak septi.
" dad , mom "
" Shand Kamu dari mana saja ? " tanya tomi.
" Menemaninya makan, apa sudah selesai ?" tanya shandrianna.
" sudah dong " jawab tomi.
" Shandrianna ini ada makanan dibelikan kak tara, kau dulu suka sekali dengan Kue Lapis. " kata kak septi.
shandrianna menatap kue itu, dia ingin memakannnya tapi kenapa dia tidak suka karena tekturnya yang seperti itu.
" tidak kak makan saja " tolaknya.
" kenapa an ? " tanya kak tara.
" tidak apa hanya ... tiba-tiba tidak enak saja. "
" ya jangan begitu aaaaa "
tomi berdiri kemudian memaksa shandrianna memakannya sehingga mau tidak mau shandrianna memakannya.
" hey ! " gumam shandrianna.
saat dia sedang mengunyah dia merasa aneh tektur lembut dan kejal ini malah membuat nya merasa ingin muntah. semua orang yang melihat perubahan wajah shandrianna pun merasa aneh.
" Sayang kau baik-baik saja ?" tanya bagaskara.
" aku ke toilet sebentar "
shandrianna menjauh dari tempat itu lalu membuang semua sisa yang ada dimulutnya dan secepatnya dia kekamar mandi.
" aneh " kata tomi.
" ini enak kan ?" tanya tara.
" iya kak ini enak " saut alfian.
bagaskara curiga melihatnya dan dia langsung berlarian ingin menghampiri shandrianna.
" dad !!! " teriak ailleen.
" aileen sayang daddy ingin menjemput mommy tunggu sebentar ya " jelas tara kepadanya.
" mommy kenapa auntie ? " tanyanya yang khawatir.
" mommy baik-baik saja sayang "
***
didalam kamar mandi itu shandrianna membilas mulutnya dan mengeluarkan semua isi didalam perutnya.
" hoek "
" hoek "
" sebenarnya aku kenapa " pikirnya.
" hoek "
tok
tok
tok
" sayang ! sayang ! " teriak bagaskara dari luar toilet.
Shandrianna bisa mendengar teriakan bagas itu , setelah membersihkan semuanya dia pun keluar dari kamar mandi.
ceklek
__ADS_1
" sayang , sayang kau baik-baik saja ?" tanyanya memegang kedua pundak shandrianna.
" kau sakit ? kita ke rumah sakit ya aku takut terjadi sesuatu " kata bagaskara lagi.
shandrianna langsung menggelengkan kepalanya " Aku baik. hanya perlu istirahat saja, sebaiknya kita pulang aku sudah lelah " ucapnya parau dengan wajah yang pucat.
" Yasudah. tapi benar tidak sakit ?"
shandrianna kembali menggelengkan kepalanya.
****
sesampainya dirumah shandrianna langsung mandi, karena sudah lama dia akan segera tidur tak lupa meminum obat yang biasa dia minum. bagaskara pura-pura tidak tau padahal dia jelas melihatnya karena dia pikir dia sudah merubah obat itu.
saat menatap ke kaca dia melihat dirinya dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. lalu dia mengambil sebuah tanggal yang ada didekat bagaskara.
" 19 " batinnya.
" Aku sudah telat selama 10 hari. " batinnya lagi.
" Kenapa sayang ?" tanya bagaskara.
" ha ? tidak - tidak ada. Aku boleh pinjam laptopmu ? "
" iya silahkan tapi ada diruang kerja. "
seceparnya shandrianna keluar dari kamarnya, bagaskara melihat ponsel shandrianna yang sedang di cas itu.
ceklek
shandrianna masuk dengan muka lesunya membuat heran bagaskara " sayang ada apa ? kenapa dari tadi sore kau terlihat aneh ?'" tanyanya yang bangkit dari tempat tidur.
" Aku mengantuk "
dia lebih memilih untuk langsung tidur, aneh sekali pikit bagaskara dia terlihat ketakutan dan juga khawatir. dirasa shandrianna sudah tidur dia pun keluar lalu masuk kedalam ruangannya.
melihat laptop itu, dia jadi duduk di meja dan membuka apa saja yang shandrianna lakukan dan buka pada laptopnya.
...karena file nya tidak ada yang terbuka pasti dipencarian pikirnya, dia pun membuka riwayat pencarian shandrianna....
..." *Apakah bisa hamil saat sedang mengkonsumsi pil kontrasepsi "...
" Apakah orang yang sedang mengkonsumsi pil kontrasepsi suka terjadi lambatnya datang bulan "
" Penyebab hamil saat sedang mengkonsumi pil kontrasepsi*. "
bagaskara sejenak berpikir kenapa istrinya mencari pencarian seperti ini, dia terus berpikir dan kembali mengingat semuanya. ketika saat melihat shandrianna, cara bicaranya yang terlihat lebih cerewet dan juga tidak suka makanan yang paling dia suka.
****
keesokam harinya
Ayah Handika dan juga ibu dini terlihat sangat serasi dengan Baju yang senada yaitu warna putih, mereka berdua ditutup matanya dan sengaja tara melakukannya.
" sayang kenapa harus ditutup ?" tanya dini.
" ibu akan tau setelah dibuka nanti. "
" memangnya ada apa nak ? ayah jadi takut. " ujar handika.
" Kak tara " ujar tomi dengan pelan dari kejauhan.
" ada apa ?"
" semuanya sudah siap "
" oke "
" ayo ibu, ayo ayah ikutlah denganku dan berjalan bersamaku. " Ajaknya.
" Tapi nak "
akhirnya Tara dan kedua orang tuanya sedang akan menuju keluar hotel, suasana sore hari di jam 14.00 masih terlihat sangat cerah dan sejuk.
Banyak tamu yang datang walau tara hanya mengundang kerabat dekat dan teman dekat kedua orang tuanya saja.
Sementara itu Shandrianna keluar dari pintu sebuah kamar hotel disana, gaun panjang berwarna coklat dan ada tambahan payet hitam di bajunya , dengan rambut yang disanggul dan make up yang agak tebal dia telihat sangat cantik sekali.
karena bagaskara sudah lebih dahulu keluar bersama aileen jadi dia pun menyusul kebawah, dengan anggunnya dia menuruni anak tangga itu hingga semua orang yang ada disana takjub melihatnya.
disaat yang bersamaan seorang laki-laki naik keatas tangga tanpa melihat siapa yang ada dihadapannya, shandrianna yang fokus turun itu juga tidak melihatnya sampai keduanya saling bertabrakan bahu.
__ADS_1