
Mama Dita keluar kamar setelah berganti baju,
menuju ruang tamu menemui Wina
"Selamat datang dik Wina
Ada perlu apa ini kok tumben"
Mama menyalami tangan Wina
"Iya mbak , saya ingin menjenguk Nina
Apa dia sudah sembuh ya?"
"Alhamdulillah sudah sehat dik
sebentar ya biar dipanggilkan Nina"
Mama menyuruh maid untuk memanggilkan Nina
"Dik Wina apa kabarnya selama ini?
Kapan balik ke Indonesia ?"
"Sudah hampir 3 bulan mbak-
Maaf saya baru bisa sekarang berkunjung kesini"
Mama hanya tersenyum
Tak berapa lama Nina sampai di ruang tamu
Ada Bu mar yang mengiringi
hendak menyapa mantan nyonya rumahnya dulu
Nina mencium punggung tangan Wina
Sedangkan Bu mar hanya menyalami saja
"Ibu Wina,apa kabar?"
"Kabar baik Bu mar....Bu mar juga selalu sehat kan?"
"Alhamdulillah Bu..."
Bu mar menjawab sambil minta ijin kembali ke belakang
"Apa kau sudah sehat nak?"
Wina menyapa Nina yang duduk disamping mama Dita
"Sudah Tante.."
Nina menjawab sambil tangannya menggenggam tangan mama Dita yang ada di pangkuannya
Wina melihat hal itu
Terbersit cemburu melihat anak kandungnya lebih memilih bermanja bukan kepada dirinya
"Sebenarnya Nina sakit apa?"
"Sakit panas Tante "
__ADS_1
Panggilan Tante yang diucapkan Nina sungguh terdengar bagai ejekan untuknya
Kembali Wina dihadapkan pada kenyataan menyakitkan yang disebabkan oleh sikapnya sendiri
Nina merasa tidak nyaman karena kedatangan Wina
Bukan mau Nina kalau perasaan itu ada
Wina sendiri yang sudah memasang jarak dengan dirinya
Nina hanya menjawab pertanyaan pertanyaan Wina
Tidak mencoba ganti memberi pertanyaan yang bisa memancing obrolan
Akhirnya suasana menjadi kaku
Mama yang biasanya ramah dan banyak omong juga tampak bingung mau ngobrol apa
Ditengah ke kikuk an suasana
ada seorang maid masuk dan menghadap nyonya Dita
"Maaf nyonya
Ada paket kiriman makanan dan buket bunga"
"Dari mana?"
Mama Dita tidak merasa memesan makanan
"Dari tuan Indra untuk non Nina "
Mama Dita dan Nina terkejut
"Taruh di atas meja di ruang makan saja dulu
ini masih ada tamu"
Sang maid mengangguk dan berlalu ke belakang
"Apa gak sebaiknya di buka dulu kirimannya mbak....siapa tau makanannya bisa basi kalau tidak segera dibuka"
Wina sebenarnya ingin mencari tahu apa yang dikirim Indra
Mama tersenyum dan setuju
"Benar juga kata dik Wina
Saya permisi ke belakang sebentar saja ya...
Memastikan makanannya tidak apa apa
Tidak apa apa kan saya tinggal sebentar
Atau kita pindah ngobrolnya ke belakang?"
"Begitu juga tidak apa apa mbak
Kita pindah tempat ngobrol"
Wina mengikuti mama Dita ke belakang
Nina juga ikut menyusul ke ruang makan
__ADS_1
'Apa yang dia kirim
Untuk apa?'
Ternyata banyak sekali coklat yang dikirim
juga berbagai macam kue
Nina tercenung melihatnya
'Apa maksud semua ini?'
"Waahhh banyak sekali kue kiriman dari Indra ya?"
Wina mencatat dalam pikirannya apa saja makanan yang dikirim Indra
Sebagai bahan laporan untuk rini
Maid yang tadi melapor soal kiriman masuk lagi
"Ini buket bunga untuk non Nina juga di taruh mana nyonya"
"Bagaimana sayang ,kau maunya bunga ini ditaruh mana?"
Mama Dita menatap Nina
"Nina gak mau ma...terserah mama mau ditaruh mana"
Kemanjaan Nina kepada Dita cukup menusuk hati Wina
Interaksi manis yang tidak pernah di rasakannya bersama rini
"Maaf lho dik Wina
Malah diajak pindah ngobrol ke ruang makan"
Mama merasa tidak enak
Nina juga gelisah melihat semua kiriman dari Indra
Makin bingung dengan semua sikap Indra yang berubah rubah
Nina ingin segera kembali ke kamarnya mengunci diri
Wina menyadari sikap Nina yang gelisah
Wina juga segan seandainya tn Wicaksono ,mantan suaminya tiba tiba pulang kerja
Dia malu kalau harus bertemu, mengingat apa yang dulu telah dilakukannya
"Maaf ya mbak Dita...Nina...saya tidak bisa lama lama
Saya mohon pamit dulu"
"Baiklah dik Wina
Saya dan Nina mohon maaf bila kurang pantas menerima kedatangan dik Wina "
"Saya juga minta maaf mbak,sudah mengganggu istirahat mbak dan Nina"
Mereka kembali bersalaman
Mama Dita dan Nina mengantarkan kepulangan Wina sampai di depan pintu
__ADS_1