Hanya Kamu

Hanya Kamu
ke dokter


__ADS_3

Bagas dan Rara akhirnya berada di sebuah restoran


Bagas tadi menjemput Rara dan langsung mengajak makan siang


"Apa yang mau kamu bicarakan "


Bagas bertanya sambil menggenggam tangan Rara diatas meja


"Rara mau cerita sesuatu ke mas ,tapi janji gak boleh emosi"


Rara menatap mata Bagas yang ada di hadapannya


"Lho ...belum cerita kok sudah minta janji"


Rara tersenyum


"Ini mengenai rahasiaku dan Nina "


"Ceritakanlah...mas akan dengarkan"


Rara lalu menceritakan semua tentang impiannya bersama Nina


Membangun TPA Al Ikhlas yang sekarang sedang dalam proses pengerjaan


Bagaimana mereka mulai menabung bersama


Bagaimana mereka mulai menahan membeli sesuatu yang kurang mereka butuhkan


Semuanya Rara ceritakan...


Tak ada yang terlewat dari cerita Rara termasuk uang yang diminta Nina dari Indra


Termasuk kekurangan yang rencananya mau Rara minta dari Bagas


Tentang kerjasama mereka dengan Miko dan istrinya


"Itu yang terjadi mas,sampai terjadi mas Indra yang salah paham"Rara menutup ceritanya


Bagas tercenung mendengar cerita Rara


Merasa terharu sekaligus bangga


"Kalian berdua sudah membuat mas merasa bangga sayang


Mas bersedia menutup semua kekurangannya


Berapa jumlah kurangnya...akan mas transfer sekarang"


"Sebetulnya Rara sama Nina besok mau kesana

__ADS_1


Menyerahkan kekurangan sekaligus melihat perkembangannya


Tapi sekarang Nina sakit


Rara mungkin batalkan saja nunggu Nina sembuh"


"Gini aja...


Besok mas yang ke sana menemui bang miko


Mas akan menyerahkan kekurangannya sekalian mas pingin lihat perkembangan pembangunan TPA nya


Untuk saat ini mas minta tolong kamu ikut menghibur nina


Mungkin dia mau terbuka dan mengurangi sedihnya kalau sama kamu sayang "


"Ya mas,terima kasih atas pengertian mas


Antar Rara ke rumah mas ya


Rara pingin menghibur Nina


Semoga Nina juga segera sehat"


"Kalau seandainya uang Indra menjadi masalah,lebih baik mas ganti saja


Tidak enak karena gara gara uang itu ,Indra jadi salah paham ke Nina"


Sepulang dari makan siang Rara langsung ikut Bagas ke rumahnya menjenguk Nina


Kedatangan Rara membuat Nina terlihat gembira


Rara menyuapi Nina dengan kue yang dibelinya bersama Bagas tadi


Meskipun sedikit sekali tapi Nina mau makan


Mama dam Bu mar juga gembira melihatnya


Putri yang mulai pulang sekolah menemani Nina bersama mamanya juga terlihat tertawa tawa,ikut menyuapi mba kesayangannya


"Mba Rara,nanti sore ikut nemenin mba nin ke dokter yuk...


"Ayyukkkk....mba Rara ikut putri ngantar mba Nina ya..."


Mata putri berbinar binar memandang Nina


"Tambah banyak yang ngantar mba Nina....jadi mba Nina harus tambah semangat biar segera sehat"


Putri memberi semangat sambil memeluk Nina

__ADS_1


"Putri sayang sama mba Nina.....sama mba Rara juga..."


"Mba juga sayang banget sama putri..." bergantian Nina dan Rara memeluk putri


Sore hari Nina akhirnya diantar ke dokter


Ada mama,Andika,Putri dan juga Rara yang mengantar


Akhirnya mereka sampai di Klinik kesehatan milik Tante Galuh ,sepupu mama


Yang berprofesi sebagai dokter sekaligus pemilik klinik kesehatan tersebut


Di klinik tersebut juga tempat praktek beberapa dokter spesialis


Tempatnya bagus dan nyaman


Tante Galuh sendiri yang menyambut mereka


Mengobrol sebentar dan menanyakan kabar Dika dan Putri


Berkenalan juga dengan Rara,yang merupakan pacar Bagas keponakannya


Kemudian mempersilahkan mama dan Nina masuk ke dalam ruangan prakteknya


Sementara yang lain menunggu di luar


Rara menggandeng tangan putri dan mengajaknya berjalan berkeliling di sekitar klinik..


Ada taman kecil yang ada kolam ikannya


"Bagus ya mbak..."Putri berlari melihat kolam ikan tersebut


Rara tersenyum lalu matanya mengedar melihat sekeliling


Tiba tiba mata Rara melihat seseorang yang rasanya pernah dilihatnya


Rara melihat Rini dan seorang wanita setengah baya sedang ada di ruang tunggu praktek dokter di klinik tersebut


"Seperti pernah lihat ya..


Bukannya itu temannya Angel yang katanya artis itu ya


Yang teman SMP nya Nina"Rara membatin..


"Mba Rara ..masuk lagi yuk ...kasihan mas Dika nunggu sendirian.."Putri menggandeng tangan Rara


"Yuukk....."


Baru beberapa saat duduk menunggu lagi,ternyata mama dan Nina sudah keluar

__ADS_1


Rupanya pemeriksaan Nina sudah selesai


__ADS_2