Hanya Kamu

Hanya Kamu
Malam syukuran


__ADS_3

Malam syukuran yang di rencanakan mama telah tiba


Semua keluarga sudah bergabung


Termasuk para pegawai di rumah


Mama memberi komando kepada para maid untuk mulai mempersiapkan hidangan


Beberapa sudut rumah juga di beri bunga bunga dan sedikit hiasan


Mama benar benar mempersiapkannya dengan rapi


Orang tua Rara juga sudah tampak hadir memenuhi undangan


Nadia , Nina dibantu Alea sibuk mengeluarkan kue yang sedari pagi mereka buat


Andika dan Reza serta beberapa pegawai pria membantu papa dan ayah mengatur letak kursi dan meja


Bagas tampak menemani Rara dan orang tuanya


Putri mondar mandir mengambil cemilan


Semua sibuk menyiapkan acara serapi mungkin


Meskipun acara hanya digelar sederhana bersama keluarga


"Assalamualaikum"


Salam terdengar dari pintu samping


"Waalaikumussalam"Serentak semua menjawab


Indra memasuki tempat itu sambil menggandeng mama Vanya


Membawa sebuah parcel besar berisi buah buahan


Dan 2 buket bunga indah


yang satu buket bunga ucapan selamat untuk Bagas


Yang satu Indra maksudkan untuk Nina


Entah sudah berapa buket bunga yang Indra kirimkan


Dia tak peduli bunga itu diterima atau dibuang oleh Nina


Indra tak kenal putus asa


Indra ingin menunjukkan kesungguhannya meminta maaf dan memperjuangkan cintanya


Maid yang menerima parcel buah dari Indra langsung membawa ke belakang


Nina yang kebetulan belum tau kalau Indra datang bertanya


"Darimana itu mbak?"


"Dari tuan Indra non.."


Seketika Nina mematung


Dia tidak mungkin meninggalkan acara begitu saja


Akan terlihat sangat tidak sopan


Apalagi ada ny Vanya dan orang tua Rara


"Nin...ada mas Indra dan mamanya!"


Rara sudah menyusul Nina ke dapur


"Aku barusan tau Ra "


"Kau bisa menahan diri kan...


Jangan terlalu mencolok menghindarinya

__ADS_1


Kasihan mama sama mas Bagas "


Rara menyentuh lembut pundak sahabatnya


Nina menatapnya sambil memaksakan senyum


Acara syukuran segera dimulai


Semua sudah duduk di kursi masing masing


Keluarga dan para tamu duduk di kursi meja makan panjang yang muat untuk semua


Para pegawai rumah ada di meja yang tak terlalu jauh dari situ


Nina dan Indra duduk di posisi sudut ujung yang berlawanan


Bagas yang mengaturnya agar Nina merasa nyaman


Mata Indra tetap bisa menatap Nina yang meskipun jauh tapi posisinya berhadapan


Indra rindu menatap wajah Nina


Berkali kali matanya mengarah ke pujaannya


Tapi Nina hanya menunduk


Tak sedikitpun melihat ke arahnya


Nina masih teringat kedatangan Rini kemarin


Rasa sakit hati mengalahkan cintanya


Mengingat bahwa Indra sekarang bukan lagi pria yang berhak dia cintai


Makan malam diawali papa dengan sedikit sambutan


Papa mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir memenuhi undangan


Juga ungkapan rasa bangga papa kepada Bagas atas semua yang telah di raih


Papa mewakili keluarga juga mengucapkan selamat kepada Indra yang telah menjalani wisuda bersama Bagas


Saling bercerita


Apalagi ada papa dan mama Raditya, orang tua Rara serta mama Vanya orang tua Indra


membuat suasana bertambah meriah


Indra masih berkali kali menatap Nina


Berharap Nina menoleh kepadanya


Nina merasa kalau Indra berkali kali menatapnya.


Membuat Nina merasa tidak nyaman duduk di situ


Begitu acara makan malam selesai


Nina diam diam ingin meninggalkan acara


Berniat hendak ke kamarnya , menyembunyikan diri


Tapi Indra yang terus melihatnya tahu gerak gerik Nina


Segera ikut bangkit dan mengejar Nina


Indra bisa meraih tangan Nina ketika sudah melewati taman pembatas


"Berhenti dulu nin , kumohon"


Nina berhenti dan menundukkan wajah


tidak berkata apapun


Tangannya dilepaskan dari genggaman indra

__ADS_1


"Berikan waktu untuk mas bicara sebentar saja"


Tidak ada respon


" Mas ingin menjelaskan semuanya "


Nina mengangkat wajah menatap wajah Indra dengan dingin


"Menjelaskan apa...,?


Menurutmu....


apa aku harus mendengarmu?


Bagaimana dengan sikapmu dulu yang tidak mau mendengarkan aku?"


Indra terdiam ,merasa terpojok dengan ucapan nina


"Mas mau memohon maaf mu nin


Mas sudah terlalu jauh menyakitimu"


Indra mencoba meraih lagi tangan Nina


Tapi Nina menolaknya


"Jangan kuatir mas....,


aku sudah memaafkanmu


Sekarang minggirlah...


....tinggalkan aku!"


Nina melangkah meninggalkan indra


Indra kelabakan mencekal tangan Nina yang akan berlalu


"Dengarkan dulu nin...mas akan memperbaiki semua sikap mas


Berikan mas kesempatan


Mas akan berjuang membuktikan kalau mas masih mencintaimu"


Nina tersenyum sinis


Mata terlukanya memandang Indra dengan tajam


"Cinta ?....


apalagi yang sedang kau pikirkan?


Mas, aku sudah tidak ingin mengingat ingat tentang hubungan kita


Pergilah kepada orang yang membuatmu berbahagia


Kita sudahi semuanya"


"Tidak...tidak....nin....!!


dengarkan....


Hanya kamu yang bisa membuat mas bahagia


Aku tidak mau kita berpisah


Mas mohon kita mulai lagi semuanya"


Nina mengumpulkan keberanian menatap Indra


Indra juga menatap dalam mata Nina


Berharap Nina melihat sinar cinta dari matanya


Indra juga yakin

__ADS_1


Meskipun mata itu terluka


Tapi Indra masih melihat sinar cinta di mata nina


__ADS_2