
Malam syukuran yang di rencanakan mama telah tiba
Semua keluarga sudah bergabung
Termasuk para pegawai di rumah
Mama memberi komando kepada para maid untuk mulai mempersiapkan hidangan
Beberapa sudut rumah juga di beri bunga bunga dan sedikit hiasan
Mama benar benar mempersiapkannya dengan rapi
Orang tua Rara juga sudah tampak hadir memenuhi undangan
Nadia , Nina dibantu Alea sibuk mengeluarkan kue yang sedari pagi mereka buat
Andika dan Reza serta beberapa pegawai pria membantu papa dan ayah mengatur letak kursi dan meja
Bagas tampak menemani Rara dan orang tuanya
Putri mondar mandir mengambil cemilan
Semua sibuk menyiapkan acara serapi mungkin
Meskipun acara hanya digelar sederhana bersama keluarga
"Assalamualaikum"
Salam terdengar dari pintu samping
"Waalaikumussalam"Serentak semua menjawab
Indra memasuki tempat itu sambil menggandeng mama Vanya
Membawa sebuah parcel besar berisi buah buahan
Dan 2 buket bunga indah
yang satu buket bunga ucapan selamat untuk Bagas
Yang satu Indra maksudkan untuk Nina
Entah sudah berapa buket bunga yang Indra kirimkan
Dia tak peduli bunga itu diterima atau dibuang oleh Nina
Indra tak kenal putus asa
Indra ingin menunjukkan kesungguhannya meminta maaf dan memperjuangkan cintanya
Maid yang menerima parcel buah dari Indra langsung membawa ke belakang
Nina yang kebetulan belum tau kalau Indra datang bertanya
"Darimana itu mbak?"
"Dari tuan Indra non.."
Seketika Nina mematung
Dia tidak mungkin meninggalkan acara begitu saja
Akan terlihat sangat tidak sopan
Apalagi ada ny Vanya dan orang tua Rara
"Nin...ada mas Indra dan mamanya!"
Rara sudah menyusul Nina ke dapur
"Aku barusan tau Ra "
"Kau bisa menahan diri kan...
Jangan terlalu mencolok menghindarinya
__ADS_1
Kasihan mama sama mas Bagas "
Rara menyentuh lembut pundak sahabatnya
Nina menatapnya sambil memaksakan senyum
Acara syukuran segera dimulai
Semua sudah duduk di kursi masing masing
Keluarga dan para tamu duduk di kursi meja makan panjang yang muat untuk semua
Para pegawai rumah ada di meja yang tak terlalu jauh dari situ
Nina dan Indra duduk di posisi sudut ujung yang berlawanan
Bagas yang mengaturnya agar Nina merasa nyaman
Mata Indra tetap bisa menatap Nina yang meskipun jauh tapi posisinya berhadapan
Indra rindu menatap wajah Nina
Berkali kali matanya mengarah ke pujaannya
Tapi Nina hanya menunduk
Tak sedikitpun melihat ke arahnya
Nina masih teringat kedatangan Rini kemarin
Rasa sakit hati mengalahkan cintanya
Mengingat bahwa Indra sekarang bukan lagi pria yang berhak dia cintai
Makan malam diawali papa dengan sedikit sambutan
Papa mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir memenuhi undangan
Juga ungkapan rasa bangga papa kepada Bagas atas semua yang telah di raih
Papa mewakili keluarga juga mengucapkan selamat kepada Indra yang telah menjalani wisuda bersama Bagas
Saling bercerita
Apalagi ada papa dan mama Raditya, orang tua Rara serta mama Vanya orang tua Indra
membuat suasana bertambah meriah
Indra masih berkali kali menatap Nina
Berharap Nina menoleh kepadanya
Nina merasa kalau Indra berkali kali menatapnya.
Membuat Nina merasa tidak nyaman duduk di situ
Begitu acara makan malam selesai
Nina diam diam ingin meninggalkan acara
Berniat hendak ke kamarnya , menyembunyikan diri
Tapi Indra yang terus melihatnya tahu gerak gerik Nina
Segera ikut bangkit dan mengejar Nina
Indra bisa meraih tangan Nina ketika sudah melewati taman pembatas
"Berhenti dulu nin , kumohon"
Nina berhenti dan menundukkan wajah
tidak berkata apapun
Tangannya dilepaskan dari genggaman indra
__ADS_1
"Berikan waktu untuk mas bicara sebentar saja"
Tidak ada respon
" Mas ingin menjelaskan semuanya "
Nina mengangkat wajah menatap wajah Indra dengan dingin
"Menjelaskan apa...,?
Menurutmu....
apa aku harus mendengarmu?
Bagaimana dengan sikapmu dulu yang tidak mau mendengarkan aku?"
Indra terdiam ,merasa terpojok dengan ucapan nina
"Mas mau memohon maaf mu nin
Mas sudah terlalu jauh menyakitimu"
Indra mencoba meraih lagi tangan Nina
Tapi Nina menolaknya
"Jangan kuatir mas....,
aku sudah memaafkanmu
Sekarang minggirlah...
....tinggalkan aku!"
Nina melangkah meninggalkan indra
Indra kelabakan mencekal tangan Nina yang akan berlalu
"Dengarkan dulu nin...mas akan memperbaiki semua sikap mas
Berikan mas kesempatan
Mas akan berjuang membuktikan kalau mas masih mencintaimu"
Nina tersenyum sinis
Mata terlukanya memandang Indra dengan tajam
"Cinta ?....
apalagi yang sedang kau pikirkan?
Mas, aku sudah tidak ingin mengingat ingat tentang hubungan kita
Pergilah kepada orang yang membuatmu berbahagia
Kita sudahi semuanya"
"Tidak...tidak....nin....!!
dengarkan....
Hanya kamu yang bisa membuat mas bahagia
Aku tidak mau kita berpisah
Mas mohon kita mulai lagi semuanya"
Nina mengumpulkan keberanian menatap Indra
Indra juga menatap dalam mata Nina
Berharap Nina melihat sinar cinta dari matanya
Indra juga yakin
__ADS_1
Meskipun mata itu terluka
Tapi Indra masih melihat sinar cinta di mata nina