
Kedatangan Rara dan Bagas ternyata memberitahu kalau mereka berdua habis dari kampung bang Miko
Mereka di beritahu bahwa pembangunan TPA Al ikhlas sudah selesai
Bang Miko ingin agar Bagas dan Rara melihat hasil akhir sebelum di resmikan akhir Minggu ini
Sengaja bang Miko tidak memberitahu Indra dan Nina karena setahu bang Miko mereka berdua masih sakit
"Jadi ini sekalian ngasih undangan buat peresmian nanti
Kalian bisa datang kan?"
Rara mengeluarkan undangan dan menaruhnya di atas meja
"Pasti kami datang...,ya kan mas Indra?"
Nina menengok ke arah Indra
"Ya Sayang ..kita akan datang"
Sore hampir berlalu ketika Bagas dan Rara mohon diri
Nina ikut pulang sekalian
Sebetulnya pakai acara drama dari Indra yang merasa Nina belum waktunya pulang
Tapi Bagas akhirnya meminta pengertian Indra bahwa tidak enak kalau tiap hari Nina ke rumahnya sementara Indra sudah sehat
"Baiklah....padahal aku tadi sudah hampir bisa ngajak Nina nikah
Kamu hampir saja kalah duluan lagi dari aku"
Indra memanasi Bagas sambil merengkuh tubuh Nina dalam pelukannya
"Ingat pesan mas tadi ya...jaga cintamu untuk mas saja"
Indra mencium kening Nina
Mereka menemui mama Vanya yang sedang ada di butik
Ada pelanggan yang ingin bertemu langsung dengan beliau
"Kalian sudah mau pulang?"
Bagas ,Rara dan Nina mengangguk
"Tante, mulai besok Nina gak tiap hari kesini ya, mas Indra kan sudah sembuh"
__ADS_1
"Iya sayang...terima kasih ya sudah bantu merawat Indra!"
Mama Vanya memeluk Nina kemudian mencium pipinya
Hal yang sama mama Vanya lakukan pada Rara dan Bagas
"Kalian hati hati ya...sampaikan salam untuk keluarga kalian!"
Akan halnya Rini dan Wina
Rini sudah uring uringan beberapa hari
Akses untuk bertemu Indra sudah di tutup
Bahkan pihak perusahaan Indra sudah memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan tn Baron ,ayah Rini
Mengganggu Nina pun sudah tidak mempan
Nina sudah tidak mempedulikan
Keadaan Nina yang sekarang sangat jauh berbeda dengan Nina yang dulu
Apalagi orang orang di sekeliling Nina siap pasang badan melindunginya
Hari Minggu yang ditunggu sudah tiba
Rara juga mengajak kedua orang tuanya
Indra pun juga mengajak mama dan Alea serta Reza
Rombongan itu berangkat bersama beriringan setelah kumpul dulu di rumah keluarga Tn Baskoro
Sejak peristiwa penusukan Indra
Masalah pembangunan TPA Al Ikhlas sudah diberitahukan kepada keluarga masing masing
Mobil mereka parkir di lapangan seperti biasanya
Lalu para perempuan di jemput duluan dengan sepeda motor
Baru kemudian para lelaki
Mereka disambut dengan ramah oleh warga sekitar
Sungguh terlihat bahwa para orang orang berada tersebut tidak canggung sama sekali berada di daerah mereka
Acara peresmian berjalan sukses
__ADS_1
Nina dan Rara terus menangis bahagia sepanjang acara
Indra dan Bagas yang bangga pada pasangan masing masing , terus menggenggam tangan kekasih mereka
Semua keluarga ikut bangga atas apa yang sudah dilakukan putra putri mereka
Reza yang masih terkejut menggenggam tangan Alea
"Sayang...lain kali kita akan ikut bergabung melakukan kebaikan kebaikan seperti ini ya?"
Alea mengangguk, tanpa Reza minta pun ,Alea sudah berjanji dengan Nadia akan melakukan hal yang sama seperti kakak kakak mereka
Kebahagiaan mereka sudah lengkap rasanya
Mempunyai keluarga yang saling menyayangi
Bersama sama saling mendukung dalam kebaikan
Terutama Nina yang telah menjalani kehidupan yang tidak mudah
Telah di bimbing oleh mama Dita menjadi pribadi yang kuat
Tetap menjadi baik meskipun diperlakukan tidak baik
Masa depan masih terbentang panjang
Tapi selama di lalui dengan dukungan kasih sayang dari keluarga
Segala rintangan pasti bisa di hadapi
Dunia tidak selalu berjalan sesuai yang kita inginkan
Tapi rasa syukur dan prasangka baik akan membuat kita mampu melewati apapun rintangannya
T A M A T
,********
Alhamdulillah kisah Indra dan Nina versi remaja sudah tamat
Ini karya pertama saya
Pasti ada banyak kekurangannya
Akan sangat saya hargai bila ada yang memberikan kritik dan saran
Mudah mudahan kisah Indra dan Nina versi dewasa bisa segera saya buat
__ADS_1
Terima kasih novel toon untuk kesempatan yang di berikan