
Hari ini akan ada pemeriksaan terakhir
Semua hasil tes kesehatan sudah sesuai yang diinginkan
Nanti sore dokter Hermawan akan memberi kepastian apakah besok Indra diijinkan untuk pulang
Nina sendiri sudah sehat sejak mengetahui Indra baik baik saja
Mereka sudah berbaikan dan berjanji untuk saling terbuka
Selama beberapa hari itu, Nina yang setia menunggu Indra
Indra dengan tegas meminta mama untuk melarang Rini dan Wina menjenguknya
Tadi pagi bang Miko menghubungi Nina untuk bertanya apa siang ini boleh menjenguk ke rumah sakit
Karena kemarin sore bang Miko baru kembali dari luar kota
Tentu saja dengan senang hati Nina ijinkan
Nina sedang menyuapi Indra kue yang dikirim mama Dita
"Enak sekali kuenya sayang..
Apalagi makannya di suapin sama kamu"
"yang enak kuenya apa suapannya"
Nina menggoda Indra
"Ya tentu saja enak dua duanya
Kamu harus nyuapin mas setiap hari
selama tangan mas masih sakit"
"Kenapa begitu ?" Nina mengernyitkan dahi
"Secara mas begini kan karena melindungi kamu , jadi kamu tiap hari harus ke rumah "
"Bukannya itu modus ya..." Nina tertawa mendengar ucapan Indra
Indra pun ikut tertawa
Terlihat sekali kalau keduanya sedang berbahagia
Tok..tok...!
Pintu terbuka dari luar
Tampak Miko masuk bersama Aida
Nina segera menghampiri Aida
Mencium kedua pipi istri Miko itu
"Mba Aida...apa kabarnya...
Lama ya kita tidak bertemu"
Aida meletakkan kue yang dibawanya di atas meja
Kemudian memegang kedua tangan Nina
"Mba baik baik saja dik
Maaf ya Abang sama mba baru bisa menjenguk sekarang"
"Tidak apa apa mba...Alhamdulillah kami berdua sudah sehat"
__ADS_1
Miko menghampiri Indra kemudian menyalaminya
"Maaf mas Indra
Saya dan istri baru bisa jenguk sekarang"
"Tidak apa apa bang"
Mereka melanjutkan obrolan dengan akrab
Indra yang sempat salah paham dengan Miko pun sudah terlihat santai dan ramah menanggapi cerita Miko
Ternyata preman preman yang melakukan penusukan adalah suruhan juragan Badrun
Mereka menggunakan kesempatan ketika Miko ada di luar kota
Beruntung teman teman bang Miko dibantu warga sekitar berhasil menangkap pelaku penusukan dan diserahkan kepada polisi
"Lalu kelanjutannya bagaimana bang?"
Indra penasaran juga dengan cerita Miko
"Saya besok akan menemui Badrun
Saya akan buat perhitungan
Saya akan pastikan dia juga masuk penjara"
"Terima kasih ya bang Miko...mba Aida-
atas semua bantuan yang diberikan"
Nina memegang tangan Aida dan menatap Miko
"Kita ini saudara dik....bukankah saudara harus saling membantu"
Nina mengantarkan sampai depan pintu kamar Indra
Kemudian kembali masuk
"Mas mau makan lagi?"
"Nggak....mas mau peluk kamu aja"
Nina tersenyum ,mendekat ke arah Indra
"Cepatlah sembuh , biar mas bisa peluk nin"
Indra tersenyum , tangannya menarik Nina untuk semakin mendekat padanya
Diraihnya kepala Nina untuk mendekat ke wajahnya
Menekan lembut tengkuk Nina, kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir Nina
Beberapa saat mereka terbawa suasana saat tiba tiba pintu terbuka
Indra segera melepaskan pagutannya di bibir Nina
Tampak Reza dan Alea yang masuk
"Ee....eee....lagi pada ngapain ini
Begini kelakuannya kalau lagi berdua?"
Reza menatap Indra dan Nina bergantian
"Bibirmu bengkak nin...wajahmu merah..
pasti kalian habis...."
__ADS_1
"Apa sih za....!"
Nina merengut malu ke arah Reza
Alea cekikikan melihat kekasihnya menggoda Nina dan kakaknya
"Kamu kerja di rumah sakit sekarang wo?
Perasaan gak pagi , gak siang , gak malam lihat kamu melulu"
Indra menegur reza sambil tangannya mengupas jeruk
Alea tak terima kakaknya mengejek reza
"Ih kak Indra emang gak tau berterima kasih
Mas Reza ini mondar mandir ikut ngurusin kak Indra sama jagain Alea "
"Iya ini kak Indra
Emang gak tau terima kasih"
Reza menanggapi pembelaan Alea sambil mengambil jeruk yang sudah dikupas dari tangan indra
Tanpa sadar Indra membiarkan jeruknya diambil
Mengambil satu jeruk dan mengupasnya lagi
"Kalian seharian bersama terus selama beberapa hari
Apa kamu gak kerja wo?"
"Aku gak tega lihat Alea kak Indra
Dia menangis terus
Aku ijin ke papa dibolehin dulu gak masuk"
Jeruk diambil lagi
Indra tetap belum sadar
Mengambil satu lalu dikupas lagi
"Sekarang semua sudah membaik
Aku juga sudah sembuh
Baiknya kamu kerja wo
Aku gak mau punya ipar pengangguran"
Reza bangkit dari duduknya
"Baik kak Indra
Aku sama Alea keluar dulu
Kakak sama Nina lanjutin ehem ehemnya..."
Reza menggamit lengan Alea
Mengambil lagi jeruk yang sudah di kupas dan keluar ruangan
Nina dan Alea dari tadi tertawa geli melihat Indra yang tidak sadar di kerjain Reza
Begitu sadar Indra hanya melongo
"Eh woo...jeruk gua...?"
__ADS_1