Hanya Kamu

Hanya Kamu
Miko mengunjungi Indra


__ADS_3

Hari ini akan ada pemeriksaan terakhir


Semua hasil tes kesehatan sudah sesuai yang diinginkan


Nanti sore dokter Hermawan akan memberi kepastian apakah besok Indra diijinkan untuk pulang


Nina sendiri sudah sehat sejak mengetahui Indra baik baik saja


Mereka sudah berbaikan dan berjanji untuk saling terbuka


Selama beberapa hari itu, Nina yang setia menunggu Indra


Indra dengan tegas meminta mama untuk melarang Rini dan Wina menjenguknya


Tadi pagi bang Miko menghubungi Nina untuk bertanya apa siang ini boleh menjenguk ke rumah sakit


Karena kemarin sore bang Miko baru kembali dari luar kota


Tentu saja dengan senang hati Nina ijinkan


Nina sedang menyuapi Indra kue yang dikirim mama Dita


"Enak sekali kuenya sayang..


Apalagi makannya di suapin sama kamu"


"yang enak kuenya apa suapannya"


Nina menggoda Indra


"Ya tentu saja enak dua duanya


Kamu harus nyuapin mas setiap hari


selama tangan mas masih sakit"


"Kenapa begitu ?" Nina mengernyitkan dahi


"Secara mas begini kan karena melindungi kamu , jadi kamu tiap hari harus ke rumah "


"Bukannya itu modus ya..." Nina tertawa mendengar ucapan Indra


Indra pun ikut tertawa


Terlihat sekali kalau keduanya sedang berbahagia


Tok..tok...!


Pintu terbuka dari luar


Tampak Miko masuk bersama Aida


Nina segera menghampiri Aida


Mencium kedua pipi istri Miko itu


"Mba Aida...apa kabarnya...


Lama ya kita tidak bertemu"


Aida meletakkan kue yang dibawanya di atas meja


Kemudian memegang kedua tangan Nina


"Mba baik baik saja dik


Maaf ya Abang sama mba baru bisa menjenguk sekarang"


"Tidak apa apa mba...Alhamdulillah kami berdua sudah sehat"

__ADS_1


Miko menghampiri Indra kemudian menyalaminya


"Maaf mas Indra


Saya dan istri baru bisa jenguk sekarang"


"Tidak apa apa bang"


Mereka melanjutkan obrolan dengan akrab


Indra yang sempat salah paham dengan Miko pun sudah terlihat santai dan ramah menanggapi cerita Miko


Ternyata preman preman yang melakukan penusukan adalah suruhan juragan Badrun


Mereka menggunakan kesempatan ketika Miko ada di luar kota


Beruntung teman teman bang Miko dibantu warga sekitar berhasil menangkap pelaku penusukan dan diserahkan kepada polisi


"Lalu kelanjutannya bagaimana bang?"


Indra penasaran juga dengan cerita Miko


"Saya besok akan menemui Badrun


Saya akan buat perhitungan


Saya akan pastikan dia juga masuk penjara"


"Terima kasih ya bang Miko...mba Aida-


atas semua bantuan yang diberikan"


Nina memegang tangan Aida dan menatap Miko


"Kita ini saudara dik....bukankah saudara harus saling membantu"


Nina mengantarkan sampai depan pintu kamar Indra


Kemudian kembali masuk


"Mas mau makan lagi?"


"Nggak....mas mau peluk kamu aja"


Nina tersenyum ,mendekat ke arah Indra


"Cepatlah sembuh , biar mas bisa peluk nin"


Indra tersenyum , tangannya menarik Nina untuk semakin mendekat padanya


Diraihnya kepala Nina untuk mendekat ke wajahnya


Menekan lembut tengkuk Nina, kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir Nina


Beberapa saat mereka terbawa suasana saat tiba tiba pintu terbuka


Indra segera melepaskan pagutannya di bibir Nina


Tampak Reza dan Alea yang masuk


"Ee....eee....lagi pada ngapain ini


Begini kelakuannya kalau lagi berdua?"


Reza menatap Indra dan Nina bergantian


"Bibirmu bengkak nin...wajahmu merah..


pasti kalian habis...."

__ADS_1


"Apa sih za....!"


Nina merengut malu ke arah Reza


Alea cekikikan melihat kekasihnya menggoda Nina dan kakaknya


"Kamu kerja di rumah sakit sekarang wo?


Perasaan gak pagi , gak siang , gak malam lihat kamu melulu"


Indra menegur reza sambil tangannya mengupas jeruk


Alea tak terima kakaknya mengejek reza


"Ih kak Indra emang gak tau berterima kasih


Mas Reza ini mondar mandir ikut ngurusin kak Indra sama jagain Alea "


"Iya ini kak Indra


Emang gak tau terima kasih"


Reza menanggapi pembelaan Alea sambil mengambil jeruk yang sudah dikupas dari tangan indra


Tanpa sadar Indra membiarkan jeruknya diambil


Mengambil satu jeruk dan mengupasnya lagi


"Kalian seharian bersama terus selama beberapa hari


Apa kamu gak kerja wo?"


"Aku gak tega lihat Alea kak Indra


Dia menangis terus


Aku ijin ke papa dibolehin dulu gak masuk"


Jeruk diambil lagi


Indra tetap belum sadar


Mengambil satu lalu dikupas lagi


"Sekarang semua sudah membaik


Aku juga sudah sembuh


Baiknya kamu kerja wo


Aku gak mau punya ipar pengangguran"


Reza bangkit dari duduknya


"Baik kak Indra


Aku sama Alea keluar dulu


Kakak sama Nina lanjutin ehem ehemnya..."


Reza menggamit lengan Alea


Mengambil lagi jeruk yang sudah di kupas dan keluar ruangan


Nina dan Alea dari tadi tertawa geli melihat Indra yang tidak sadar di kerjain Reza


Begitu sadar Indra hanya melongo


"Eh woo...jeruk gua...?"

__ADS_1


__ADS_2