Hanya Kamu

Hanya Kamu
ikut Bagas


__ADS_3

Indra masih uring uringan sampai hari ini


Sering marah marah gak jelas


Pekerjaan kantor sering tidak beres


Untung Merry dan Alan sangat memahami situasi tuan mudanya dan bisa mengambil kendali


Alan sudah mendengar kecurigaan Merry tentang sangkut pautnya ini semua sejak kedatangan Rini memberikan foto foto Nina kepada indra


Seperti saat ini


Tiba tiba Indra marah hanya karena tehnya terasa pahit


Padahal biasanya Indra sendiri yang minta minum teh tanpa mau dikasih gula


Tapi hari ini,hal itu menjadi kesalahan Merry


"Kenapa ini teh nya pahit sekali kak Merry...siapa juga yang mau minum teh seperti ini...


Masak sih tiap hari bikin minum masih salah saja...


singkirkan cangkir ini dari meja...!!


Indra mendengus kesal


Tangannya ******* ***** kertas yang ada di mejanya


"Aaaahhhhhhhh....!"gerutunya


Bayangan foto foto Nina dan Miko tidak bisa hilang dari pikirannya


"Siapa sebetulnya laki laki bedebah itu.."Indra mengumpat kesal


Diraihnya foto foto yang berisi gambar Nina sedang menyerahkan uang pada Miko


"Dia bahkan rela membayar laki laki itu untuk bersenang senang dengannya " rasa geram terus tumbuh di batin Indra


Merasa gemas dan marah,Indra bermaksud menemui Bagas


Mau meminta pertanggung jawaban Bagas karena menurut Indra ,Nina ternyata bukan gadis baik baik


"Bang Alan....antar aku keluar"Perintah Indra


"Baik tuan muda"


Berdua mereka turun,berpapasan dengan tuan Faizal yang akan ke ruangan om Edward


"Mau kemana tuan Indra" Tn Faizal menyapa


"Keluar "Indra menjawab pendek


Tn Faizal melihat ke arah Alan dengan mata bertanya


Alan hanya mengangkat bahu lalu menunduk hormat dan berlalu mengikuti boss nya


Sesampai di kantor Bagas


Saat masuk diikuti Alan, kebetulan Bagas mau keluar


"Mau kemana gas.."


"Mau keluar ..ada perlu...


Kamu mau ketemu aku atau sama ayah dan papa?


"Sama kamu ..aku ikut kamu keluar saja "


Indra menjawab sambil menoleh ke arah Alan


"Bang Alan balik ke kantor saja..nanti aku hubungi kalau sudah selesai"


"Baik tuan muda...saya kembali ke kantor


Permisi tuan Bagas"

__ADS_1


kembali Alan menundukkan kepala ke arah dua boss di depannya


"Kemana kita..?"Indra bertanya saat keduanya di mobil


"Ke suatu tempat


Aku mau masuk kampung nihh....kamu gak apa apa ngikut?"


Bagas balik bertanya


"Kok tumben tumbenan...mau apa ke sana"


Indra penasaran


"Ada perlu penting..


mobil aku parkir di lapangan ...nanti ada yang jemput aku pakai motor


Tempat yang aku tuju di tengah kampung


Mobil gak bisa masuk


Kamu kalau gak mau ikut ..mobil kamu bawa pergi juga gakpapa...aku gampang pulangnya"


"Ngurus proyek apa sih...?"


"Proyek akherat..."


Sampailah mereka di lapangan kecil tempat Bagas memarkir mobilnya


Indra masih merasa bingung berada di daerah yang terasa asing baginya


Matanya memandang sekeliling


Tampak ada dua motor mendekat menghampiri mereka


Indra dan Bagas menoleh


degghhhh.....!!!


Salah satu dari pengendara motor itu dia kenal


Laki laki berwajah sangar yang akrab dengan Nina


Yang foto fotonya membuat Indra senewen belakangan ini


'Eehhh...bukankan itu dia...!!'


Penasaran Indra turun mengikuti Bagas


"Selamat siang mas Bagas...maaf menunggu"


laki laki itu menyapa ramah


"Selamat siang bang Miko...kami juga belum lama bang..."


Bagas tak kalah ramah menyalami Miko dan temannya


"Kenalkan bang.. teman saya namanya Indra"


"Indra..."


"Miko..."


Ooww...jadi namanya Miko...keren juga!


"Ndra....aku mau ikut motornya bang Miko...kedalam gak bisa naik mobil


Kamu kalau mau ikut ayo...tapi mau pergi juga silahkan ..mobil kamu bawa"


"Ikut saja..."Indra merasa penasaran siapa sebenarnya Miko


Jadilah Bagas di bonceng Miko dan Indra dibonceng Fadli teman bang Miko


Sesampainya di lokasi

__ADS_1


Indra tambah bingung ...


Ini ada dimana dan mau apa


Di ekorinya Bagas


"Mas Bagas,....Assalamualaikum,selamat siang".


Seorang wanita muda muncul mengucap salam pada bagas sambil kedua tangannya menangkup di dada


"Waalaikumussalam mbak Aida...apa kabar?"


"Alhamdulillah sehat....semoga mas Bagas dan keluarga juga selalu sehat.."


"Aamiin...terima kasih mba Aida.."


Indra terheran heran melihat keakraban Bagas dengan Miko,Aida dan juga warga sekitar


Banyak yang menghampiri Bagas dan berbincang bincang akrab menanyakan kabar


Bahkan banyak yang menanyakan kabar dari semua keluarga Bagas


Bagas dengan ramah membalas sapaan mereka


"Mas Bagas.. dek Rara sama dek Nina mana kok gak ikut"


Mba Aida menanyakan dua gadis yang hari ini janji mau datang


"Ehh....kok kenal Rara sama Nina"batin Indra


"Rara sedang kuliah mbak...kalau Nina sedang sakit"


Bagas menjelaskan


deegghh.....!!


apaa....?


Nina sakit....?


sakit apa..?


ini sebenarnya ada dimana...!!??


Berbagai tanya muncul di benak Indra


"Ya Allah...sakit apa dek Nina?!"


"Sakit panas mbak...tapi kemarin sore sudah ke dokter"


"Sampaikan salam sayang dari kami semua,semoga dek Nina segera sehat dan bisa main main kesini lagi'


"Insya Allah disampaikan mbak Aida dan terima kasih untuk doa doa terbaiknya..".


"Oo.iya..mbak...perkenalkan ...ini Indra teman saya"


Bagas memperkenalkan Indra


Indra menunduk hormat


"Saya Aida,istrinya bang Miko...."


Jleegggg.....!!


jantung Indra serasa melorot ke bawah


Istrinya Miko....?


lalu Nina dan Miko...???


Bagaimana ini....kenapa Aida juga sepertinya sayang kepada Nina...


Indra hanya bengong


"Sebentar.....apa nama lengkap mas Indra adalah Indra Kharisma Prayoga?"

__ADS_1


__ADS_2