Hanya Kamu

Hanya Kamu
Nina sudah sehat


__ADS_3

Kondisi Nina sudah membaik


Suhu badannya juga sudah normal


Semua merasa lega , terutama ayah


Beliau sudah sangat khawatir


Beberapa hari tidak bisa tidur


Tiap kali masuk kamarnya,ayah akan menangis


Menumpahkan sedihnya


Sendiri.....seperti biasanya


Sangat ingin memeluk putri tunggal yang sangat disayanginya itu...


Tapi takut untuk mendekatinya


Merasa tidak mampu untuk membahagiakan Nina


Sekarang Nina sudah sehat


Ayah merasa sangat bersyukur


Hari ini Nina sudah siap masuk kuliah


Rara akan menjemputnya nanti


Bu mar membantunya bersiap siap


"Non cantik mau sarapan dimana,


Di kamar di suapi Bu mar atau bersama sama di meja makan"


"Nin sarapan bersama saja Bu mar


Sudah lama nin gak makan bersama "


"Alhamdulillah....Bu mar senang karena non cantik sudah sembuh"


Nina tersenyum...


Dia tidak ingin semua keluarganya bersedih karena melihatnya sakit kemarin


Dia akan menyembunyikan luka hatinya sendiri


Nina sangat berharap keluarganya akan kembali ceria seperti biasanya


Nina juga bertekad melupakan semua yang membuatnya bersedih


Termasuk melupakan Indra


Seberapa besarnya dia mencintai Indra


Ternyata tidak bisa membuat Indra tetap berada di sisinya


Indra sudah tidak ingin mengenalnya


Sudah tidak mau melihat wajahnya


Dan Indra sudah mendapatkan penggantinya

__ADS_1


Hatinya teriris saat mengingat semua itu


Tapi Nina harus bisa menerima


"Non cantik...kok malah melamun.."


"Eh yaa Bu mar ..maaf..."


Nina tersenyum lagi...


"Semua sudah Bu mar siapkan


Non cantik segera ke meja makan ya


Bu mar tinggal ke dapur dulu menyiapkan bekal untuk non"


"Baik Bu mar....terima kasih ya"


Bu mar menyentuh lembut wajah Nina


"Non cantik selalu sehat yaa....jangan bikin semua khawatir"


Dipeluknya non cantik kesayangannya kemudian keluar dari kamar nina


Nina tersentuh dengan perhatian Bu mar


'Maafkan nin karena sudah membuat semua khawatir'


Nina membatin


Melangkahkan kaki menuju ruang makan


Putri melompat lompat gembira melihat Nina ikut sarapan bersama


"Mba nin duduk dekat putri aja..."


"Terima kasih sayang....mba nin sayang sama putri"


Diciumnya pipi gadis kecil itu


Ayah yang baru masuk ke ruang makan juga terlihat berwajah ceria tidak seperti hari hari terakhir ini


"Pagi nak...Alhamdulillah kamu sudah sehat"


Nina mendekat ke ayahnya,diciumnya pipi pria yang sangat disayanginya itu


"Nina sudah sehat yah...berkat doa ayah"


Ayah tersenyum kemudian duduk di kursi ujung tempat biasa ayah duduk


Tak berapa lama semua ikut bergabung


Mama sempat mematung saat melihat ada Nina duduk di samping putri


Tapi sejurus kemudian langsung tersenyum dengan mata berkaca kaca


"Ayoo semua sarapan


Mama akan layani semua mau kalian..."


Mama kelihatan sangat bahagia


Keluarga itu kembali terlihat ceria

__ADS_1


Setelah sekian hari mereka menikmati kebersamaan dengan suasana yg sedikit muram


Nina berusaha ikut gembira


Meskipun tidak ceria seperti biasanya


Berusaha menampilkan senyum saat yang lain bercerita


Tertawa saat bercanda


'Hanya kalian yang aku punya sekarang


Tak peduli rasa sedih yang aku rasa


Akan aku lakukan apapun untuk membuat kalian bahagia'


Nina menatap sayang semua yang ada di meja makan sambil menikmati coklat hangat yang ada di depannya


Tak berapa lama Rara datang menjemput


Mas Bagas sudah berlari ke depan menyambut kesayangannya


"Selamat pagi ayah...papa...mama....dan semua.."


Rara rupanya sudah merubah panggilannya dari om dan Tante menjadi panggilan yang sama dengan yang lain


"Selamat pagi...."


Semua membalas sapaan Rara


"Ayo nak ...kamu ikut sarapan juga ya


Mama siapkan piringnya"


"Eehh...nggak usah ma...Rara sudah sarapan tadi"


Rara menolak halus tawaran mama


"Bagas temani Rara dulu di depan ya ma


Nunggu Nina selesai sarapan"


Bagas langsung menarik tangan Rara dan mengajaknya ke depan


Duduk berdua di kursi teras


"Sayang ,mas titip Nina ya


Dia memang sudah sehat


Tapi sejak tadi mas lihat dia jadi lebih pendiam"


"Iya mas , Rara akan berusaha bantu Nina menghilangkan sedihnya


Nanti pulang kuliah Rara akan ajak dia jalan jalan"


"Terima kasih ya sayang , kamu memang yang terbaik untuk mas"


Rara tersenyum


Sebetulnya tanpa Bagas minta pun dia pasti akan menghibur Nina


Persahabatan yang mereka jalin selama ini sudah menumbuhkan rasa sayang keduanya seperti saudara sendiri

__ADS_1


__ADS_2