
Kondisi Nina sudah membaik
Suhu badannya juga sudah normal
Semua merasa lega , terutama ayah
Beliau sudah sangat khawatir
Beberapa hari tidak bisa tidur
Tiap kali masuk kamarnya,ayah akan menangis
Menumpahkan sedihnya
Sendiri.....seperti biasanya
Sangat ingin memeluk putri tunggal yang sangat disayanginya itu...
Tapi takut untuk mendekatinya
Merasa tidak mampu untuk membahagiakan Nina
Sekarang Nina sudah sehat
Ayah merasa sangat bersyukur
Hari ini Nina sudah siap masuk kuliah
Rara akan menjemputnya nanti
Bu mar membantunya bersiap siap
"Non cantik mau sarapan dimana,
Di kamar di suapi Bu mar atau bersama sama di meja makan"
"Nin sarapan bersama saja Bu mar
Sudah lama nin gak makan bersama "
"Alhamdulillah....Bu mar senang karena non cantik sudah sembuh"
Nina tersenyum...
Dia tidak ingin semua keluarganya bersedih karena melihatnya sakit kemarin
Dia akan menyembunyikan luka hatinya sendiri
Nina sangat berharap keluarganya akan kembali ceria seperti biasanya
Nina juga bertekad melupakan semua yang membuatnya bersedih
Termasuk melupakan Indra
Seberapa besarnya dia mencintai Indra
Ternyata tidak bisa membuat Indra tetap berada di sisinya
Indra sudah tidak ingin mengenalnya
Sudah tidak mau melihat wajahnya
Dan Indra sudah mendapatkan penggantinya
__ADS_1
Hatinya teriris saat mengingat semua itu
Tapi Nina harus bisa menerima
"Non cantik...kok malah melamun.."
"Eh yaa Bu mar ..maaf..."
Nina tersenyum lagi...
"Semua sudah Bu mar siapkan
Non cantik segera ke meja makan ya
Bu mar tinggal ke dapur dulu menyiapkan bekal untuk non"
"Baik Bu mar....terima kasih ya"
Bu mar menyentuh lembut wajah Nina
"Non cantik selalu sehat yaa....jangan bikin semua khawatir"
Dipeluknya non cantik kesayangannya kemudian keluar dari kamar nina
Nina tersentuh dengan perhatian Bu mar
'Maafkan nin karena sudah membuat semua khawatir'
Nina membatin
Melangkahkan kaki menuju ruang makan
Putri melompat lompat gembira melihat Nina ikut sarapan bersama
"Mba nin duduk dekat putri aja..."
"Terima kasih sayang....mba nin sayang sama putri"
Diciumnya pipi gadis kecil itu
Ayah yang baru masuk ke ruang makan juga terlihat berwajah ceria tidak seperti hari hari terakhir ini
"Pagi nak...Alhamdulillah kamu sudah sehat"
Nina mendekat ke ayahnya,diciumnya pipi pria yang sangat disayanginya itu
"Nina sudah sehat yah...berkat doa ayah"
Ayah tersenyum kemudian duduk di kursi ujung tempat biasa ayah duduk
Tak berapa lama semua ikut bergabung
Mama sempat mematung saat melihat ada Nina duduk di samping putri
Tapi sejurus kemudian langsung tersenyum dengan mata berkaca kaca
"Ayoo semua sarapan
Mama akan layani semua mau kalian..."
Mama kelihatan sangat bahagia
Keluarga itu kembali terlihat ceria
__ADS_1
Setelah sekian hari mereka menikmati kebersamaan dengan suasana yg sedikit muram
Nina berusaha ikut gembira
Meskipun tidak ceria seperti biasanya
Berusaha menampilkan senyum saat yang lain bercerita
Tertawa saat bercanda
'Hanya kalian yang aku punya sekarang
Tak peduli rasa sedih yang aku rasa
Akan aku lakukan apapun untuk membuat kalian bahagia'
Nina menatap sayang semua yang ada di meja makan sambil menikmati coklat hangat yang ada di depannya
Tak berapa lama Rara datang menjemput
Mas Bagas sudah berlari ke depan menyambut kesayangannya
"Selamat pagi ayah...papa...mama....dan semua.."
Rara rupanya sudah merubah panggilannya dari om dan Tante menjadi panggilan yang sama dengan yang lain
"Selamat pagi...."
Semua membalas sapaan Rara
"Ayo nak ...kamu ikut sarapan juga ya
Mama siapkan piringnya"
"Eehh...nggak usah ma...Rara sudah sarapan tadi"
Rara menolak halus tawaran mama
"Bagas temani Rara dulu di depan ya ma
Nunggu Nina selesai sarapan"
Bagas langsung menarik tangan Rara dan mengajaknya ke depan
Duduk berdua di kursi teras
"Sayang ,mas titip Nina ya
Dia memang sudah sehat
Tapi sejak tadi mas lihat dia jadi lebih pendiam"
"Iya mas , Rara akan berusaha bantu Nina menghilangkan sedihnya
Nanti pulang kuliah Rara akan ajak dia jalan jalan"
"Terima kasih ya sayang , kamu memang yang terbaik untuk mas"
Rara tersenyum
Sebetulnya tanpa Bagas minta pun dia pasti akan menghibur Nina
Persahabatan yang mereka jalin selama ini sudah menumbuhkan rasa sayang keduanya seperti saudara sendiri
__ADS_1