Hanya Kamu

Hanya Kamu
Ingin Merasakan


__ADS_3

" Semua itu bisa terjadi saat kau berpikir positif. jangan libatkan orang lain tapi tanyakan pada hatimu sendiri. "


" Baiklah mulai sekarang aku tidak akan memikirkan yang lainnya, tapi tolong setiap apapun yang kau lakukan dan kau inginkan katakan padaku dan jangan lakukan dengan sembunyi-sembunyi. kau tau aku bagaimana sayang, mengenaimu aku tidak bisa mengontrol emosiku. "


" Aku tidak menginginkan dan melakukan apapun. kecuali melihat aileen bahagia. "


" Sayang "


shandrianna diam menatap mata bagas yang tertuju kepadanya itu " aku menginginkan kau memberikan kesempatan ku untuk merasakan menjadi suami dari seorang istri yang sedang mengandung dan merasakan melihat istrinya bertaruh nyawa melahirkan seorang anak dan menggendong bayi juga mengurusnya. aku kehilangan semua kesempatan itu jadi penuhi keinginanku yang ini. "


" Kau tau betapa sulitnya mengurus seorang bayi ?"


" Aku tau tapi kita akan bersama-sama mengurusnya. "


tanpa menunggu jawaban shandrianna dia mencium lembut bibir shandrianna dan menautkan kedua tangannya dengan tangan shandrianna.


lagi-lagi bagas dan shandrianna melakukan kewajiban mereka sebagai pasangan suami istri, akan tetapi shandrianna masih belum siap jika ia harus kembali mengandung dan juga melahirkan seorang anak.


bukan karena trauma melahirkan ataupun sulitnya mengurus seorang bayi, dia memiliki ketakutan sendiri yang masih ia pendam.


setelah melakukan hubungan itu tak lupa dia meminum obat yang dia pikir sebagai pencegah kehamilan tapi obat itu adalah obat penyubur kandungan yang dapat merangsang sel telur agar cepat matang dan mengalami pembuahan.


bagas yang melihatnya merasa sedikit bersalah, tapi itu semua dia lakukan agar shandrianna bisa cepat hamil.


" Sudah ? " tanya bagas saat shandrianna naik kembali ke ranjang.


" hmm "


" ayo tidur pasti lelah kan" shandrianna mengangukkan kepalanya lantas bagaskara menariknya kedalam pelukannya dan menaruh kepala shandrianna di dadanya.


disaat shandrianna tertidur dia cium tangan kiri shandrianna yang ada cincin pernikahan mereka, cincin itu terlihat pas dan cantik sekali di tangan shandrianna.


****


shandrianna terlihat rapi sekali hari ini entah akan kemana dia tapi bagaskara terus memperhatikannya dia juga tidak bilang ingin kemana.


hari ini dia tidak bekerja ke perusahaan melainkan hanya bekerja dirumah saja. setelah mengantar ailleen mereka kembali lagi tapi shandrianna langsung berganti pakaian.


" sayang mau pergi kemana ? bukankah kita keluar tunggu ailleen pulang ?"


" kakak menyuruhku kekantornya, aku tidak tau kenapa katanya penting. "


" Aku antar "


" tidah usah aku bisa sendiri. "


" aku antar sayang "


" Tidak usah aku pakai taksi saja kau habis mengantar aillen tadi. "


" Bisa tidak menurut sedikit saja ! sekali saja jangan membantahku ! "


shandrianna tercekat mendengar suara bagas yang meninggi itu, " sayang maaf aku hanya tidak ingin kau pergi sendirian, takut nanti seseorang menyakitimu. dan lebih parahnya lagi kau pergi membawa ailleen. "


shandrianna hanya mengangukkan kepalanya, dia sudah biasa dengan sikap bagaskara yang sepertinya hanya suka kaget saja saat bagas agak berteriak kepadanya.


" aku antar "


" i-iya "


jadi shandrianna pun menurut, dia menunggu bagas di halaman rumah. tak lama bagaskara pun keluar dengan pakaian santai dan casuel nya.


" nanti kita langsung jemput ailleen saja "


" iya "


akhirnya mereka pun pergi menuju keperusahaan tara, kini setelah kembalinya shandrianna membuat hidup semua orang kembali seperti semula dimana hidup mereka kembali tenang dan berwarna apalagi ditambah malaikat kecil ailleen.


" Aku tunggu disini saja ya tidak lama kan ? "


" iya "


****

__ADS_1


baru saja shandrianna masuk kedalam perusahaan itu dan dia disambut hangat oleh beberapa orang yang menghampirinya.


" Bu shandrianna , silahkan ikuti kami. Bu Tara sudah menunggu di ruangannya. " kata seorang pria muda seusianya yang hanya dijawab anggukan oleh shandrianna.


dia pun mengikutinya sampai masuk kedalam lift , hingga lifr itu berhenti di lantai 35. dia segera keluar bersama dua orang pria itu.


" anna " ternyata tara memang sudah menunggunya, dia terlihat senang ketika anna datang.


" ikut keruanganku. "


" kenapa menyuruhku kesini ? sebelumnya aku tidak pernah kesini. " tanya shandrianna.


" Karena itulah aku membawaku kesini, ini dia ruanganku. cukup besar tapi tidak terlalu banyak isinya, kakak tidak suka. kau sendirian kesini an ? Pak bagas tidak mengangarmu ?" tanya tara.


" Menunggu didalam mobil. "


" ha begitulah , duduklah mau minum apa kakak akan menyuruh seseorang untuk membawakan minuman "


" tidak usah aku hanya sebentar, setelah ini akan menjemput anakku. "


tolak shandrianna, tara mengerti shandrianna masih terlihat tidak percaya akan perubahan dirinya, tapi tidak apa yang penting dia harus menunjukkan dan membuktikan kalau dia sudah menjadi orang yang baik.


" Begini anna sebentar lagi hari ulang tahun pernikahan ayah dan ibu, sudah lama kita tidak merakayakannya bersama. bagaimana jika kita buat kejutan untuknya ? sekaligus kita merayakan kesembuhan ibu. "


usul Tara dengan semangatnya dia bicara,seketika shandrianna teringat bahwasanya 3 hari lagi kedua orang tuanya akan merayakan anniversary mereka.


" Kau mau membantu kakak kan ?"


" katakan saja apa yang harus kubantu. "


tara tersenyum mendengarnya lalu dia memeluk shandrianna " kakak tau kau akan mengatakan iya "


sejujurnya shandrianna merasa senang melihat perubahan kakaknya yang sudah mencintainya, dia juga tidak marah lagi hanya saja dia masih harus yakin kalau tara benar-benar berubah.


***


" aku pulang dulu "


" hati-hati ya an "


" hmm "



sehingga bagaskara langsung mendekatinya " kenapa lama sekali hmm ? "


" Maafkan aku pak bagas tadi lama gara-gara diriku. " saut tara.


" hanya 10 menit apakah itu lama ?"


" bagiku lama. ayo kita jemput ailleen "


shandrianna mengangukkan kepalanya, bagas mengambil tangan shandrianna dan menaruhnya dilengannya sambil dia mencium rambut shandrianna.


" sedang apa kau disini banyak orang yang melihat " gumam shandrianna.


cup


cup


cup


cup


cup


dia malah terus-terusan mencium rambut shandrianna sehingga membuat shandrianna merasa malu dilihat semua orang.


" kau sudah kehilangan akal ? lihat lah semuanya melihatku. " gerutu shandrianna.


" Sayang suami mu sangat sangat gemas padamu, jadi ingin lagi. "


" Hentikan omong kosongmu "

__ADS_1


" omong kosong ? ayo kita ke hotel "


" kamu apaan sih "


" aku tidak ingin dibilang hanya omong kosong, ayo disini dekat hotel. "


shandrianna hanya bisa menatapnya aneh seraya menggelengkan kepalanya " Sudahlah aku lapar "


" Yasudah kita ke hotel tapi makan dulu. "


" hey ! "


" hey ? wah sayang semakin berani ya memanggilku hey sepertinya kebiasaan lamamu kembali. " shandrianna terpojok di sampin mobil itu sehingga dia tidak bisa pergi kemana-mana.


" K-kau ... kau mau apa ? "


dia jadi takut melihat wajah bagaskara yang menatapnya seperti dia akan diterkam saja.bagaskara tetap membuat wajah seperti itu dia suka sekali melihat wajah shandrianna yang ketakutan.


" beri aku ciuman dulu baru kita bisa pergi dari sini, tapi ciuman disini " dia membuat tangan shandrianna menyentuh bibirnya itu, sehingga membuat jantung shandrianna kembali berdetak cepat.


" tidak aku tidak mau " jawabnya pelan.


" yasudah aku akan membawamu paksa ke hotel. " ancam bagas dengan suara yang tenang.


" hey ! "


bagas kembali menyeringai " maka ciumannya sangatlah hot cepat cium aku tidak ada orang disini. " kata bagaskara.


" didalam aku mau didalam " kata shandrianna.


" oke " bagas pun membukakan pintu lalu membuat shandrianna masuk kedalam mobil tak lama dia pun masuk kedalam mobil untunglah kaca mobil itu gelap jadi tidak bisa dilihat orang.


" cepat " ujar bagas.


shandrianna menatap bagas dan bibir nya itu, dia mulai mendekati bibir itu lalu memejamkan matanya sehingga dia berhasil mencium bibir bagaskara.


" kenapa diam saja ? itu bukan ciuman sayang "


lantas shandrianna pun berusaha **********, hal itu membuat bagaskara senang. shandrianna seolah-olah menggodanya dan dia langsung saja membelas ciuman itu, mereka terus berciuman lalu bagaskara mendorong shandrianna ke kursinya dan kini dia mengambil yang mencium shandrianna dengan penuh gairah.


Shandriana terus berusaha mengimbanginya hingga tangan bagaskara tak bisa diam telah menjalar kemana-kemana. tangannya merayap kedada shandrianna dan meremasnya pelan.


" nghhh " desah shandrianna.


mendengar ******* shandrianna membuatanya makin bersemangat hingga dia terus mempermainkan dada shandrianna dengan tangannya.


" ahhhh hen...tihkan "


shandrianna mendorong bagaskara yang mulai terbawa suaaana, saat tangannya akan menarik gaun shandrianna.wajah bagaskara telah diselimuti ***** tapi shandrianna menghentikkanmya.


" kita harus menjemput ailleen. "


" ah aku jadi lupa , maaf " ucapnya sambil mengatur nafasnya.


lantas mobil itu pun segera pergi meninggalkan area parkir disana, tapi didalam mobil tersebut tidak ada yang berbicara sama sekali. mereka hanya terus diam sesekali bagaskara memperhatikan shandrianna yang sedang fokus melihat kedepan.


" Kau haus sayang ?" tanya bagaskara.


" iya "


" ini belum waktunya anak kita pulang kita makan dulu " seraya dia membelokkan mobilnya kesamping dekat sebuah restoran.


akhirnya mereka berdua pun masuk kedalam restoran tersebut dan menunggu makanan yang telah dipesan datang.


" tadi tara bilang apa ? "


" dia mau mengajakku membuat pesa hari ulang tahun pernikahan ibu dan ayah. "


" lalu ?"


" aku jawab iya itu saja "


" hanya itu ? "

__ADS_1


" kau saja datang mencariku "


" karena aku pikir seseorang menganggumu "


__ADS_2