Hanya Kamu

Hanya Kamu
Kenapa Ingin Membunuhku ?


__ADS_3

" Sayang jangan pura-pura "


" Apanya mas ? mas ini baru jam 7 malam nanti saja ya tunggu mau tidur aku mandi dulu dan kita makan malam ya" Shandrianna pikir bagaskara pulang hanya untuk cepat cepat menuntaskan hasratnya itu.


" Kenapa dengan istriku, tiba-tiba baik dan tiba-tiba saja seakan dia lupa diri. " batin bagaskara.


21.00


Bagaskara memperhatikan shandrianna yang sedang menyiapkan makan malam dimeja, tampak seperti biasa dan tidak semarah tadi pikirnya.


" mas kenapa disana ayo makan katanya mau itu " Ucap shandrianna.


bagaskara pun menghampirinya tapi matanya tak pernah berhenti untuk memandangi shandrianna.


" Sayang kau ingat yang kau lakukan tadi ?" tanya bagaskara.


" ingat "


" kenapa kau melakukannya ?"


" Mas bagas aneh kan mas sendiri bilang kalau mau berduaan, ya pasti mau itu kan ... yasudah aku juga tidak punya pekerjaan lagi jadi kita bisa punya banyak waktu.." jawab shandrianna dengan muka polosnya.


" ha iya " bagaskara tidak mau ambil pusing lagi dia amati saja tingkah shandrianna nanti.


yang penting sekarang shandrianna sudah kembali kesedia kala, hingga saat makan pun dia tetap memandang shandrianna.


" Kenapa mas tidak sabar ya ? sebentar hanya beberapa sendok lagi" goda shandrianna.


" hmm iya sayang " jawab bagas.


setelah makan bagaskara masuk kedalam kamar diikuti oleh shandrianna , tiba-tiba dari belakang shandrianna memeluknya erat, tangannya sudah melingkar di perut bagas.


" Sayang "


" mas "


" Kenapa hmm ?" tanya bagaskara.


" Aku merindukanmu hari ini " jawab shandrianna dengan mode manjanya.


" Lalu ? mau apa ? "


" mau mas " jawabnya yang langsung dibalikkan tubuhnya oleh bagaskara.


dikecupnya kening shandrianna cukup lama dan diresapinya " Mas "


" hmm "


" Aku mandi dulu ya biar wangi "


" Kau sudah wangi sayang "


" tidak parfumnya sudah habis baunya , sebentar aku pakwi dulu ya " Lantas shandrianna membuka tasnya tadi dan merogoh kedalam sana, Tanpa dia sadari dia membuka botol parfum yang dimasukkan oleh Lion dan disemprotkannya ke tubuhnya.


Baunya sangat lah wangi , bahkan bagaskara langsung bernafsu ketika bau itu menempel di tubuh shandrianna.


Dihampirinya shandrianna lalu diangkatnya ke meja rias , gaun pendek yang dipakai shandrianna agak diangkatnya dan dirabanya paham dalam shandrianna.


" uhh mashh " desah shandrianna ketika bagaskara memainkan miliknya.


" Parfum apa yang kau pakai sayang ? sampai membuat mas seperti ini ?"


" ahh tidak tau hmm uhhh ..." jawab nya sambil mendesah.


bahkan karena saling bernafsu shandrianna membuka kancing kemeja bagaskara , tampak jelas dada berbulu itu dan diusapnya.


dikecupnya dada bidang bagaskara dan beralih ke leher.


" ahh sayang ... kau memberi tanda " desah bagaskara.


" Berikan aku juga " balas shandrianna.


dengan senang hati bagaskara melakukannya dan terus memberinya tanda kememilikan , lalu matanya hinggap di antara kedua gunung kembar itu.


dia menatapnya spesial dan langsung dimainkannya dengan mulutnya.


" uhh mashh ".


" Enak sayang ?"

__ADS_1


" iya Mashh "


kembali bagaskara memberikannya rangsangan sambil tangannya terus bermain dibawah sana, karena sudah tidak tahan diangkatnya shandrianna dan direbahkannya ke ranjang.


ditindihnya tubuh shandrianna tapi shandrianna kembali menyendu, padahal bagaskara sedang merangsangnya.


" uhhh sayang kau sangat seksi "


Shandrianna menatap bagaskara dengan pandangan aneh


" Menjauh ! menjauh dariku ! kau mau apa ! " teriak shandrianna.


Lagi-lagi bagaskara merasakan hal aneh " Kau keterlaluan ! aku tidak mau melakukannya ! dasar pria jahat ! " didorongnya dada bagaskara dan diambilnya selimut yang ada disebelahnya.


" sayang kau sendiri yang mau , dan setelah aku ayo tuntaskan aku sakit "


Shandrianna menggelengkan kepalanya


" siapa kau ? kau bukan suamiku kenapa kau menyentuhku ! "


" Aku suamimu sayang kita menikah lihat itu " tunjuk bagaskara kesebuah foto pernikahan mereka.


kembali shandrianna menggelengkan kepalanya " Aku tidak pernah menikah " jawabnya.


" Kalau begitu kita tuntaskan dan lihat apakah kau masih perawan ?"


" kau sudah gila ! pergilah kau suka selingkuh sana ! kau pasti berselingkuh dari istrimu dasar pria tak punya hati ! " katanya.


" sunguh aku suamimu sayang " lirih bagaskara.


Melihat pisau buah yang ada disebalahnya itu , shandrianna langsung mengambilnya kemudian dia arahkan kehadapan bagaskara.


" Pergi atau aku bunuh kau ! " ucap shandrianna.


" Pergiiii !! "


Bagaskara ingin sekali memeluk shandrianna dan bertanya tapi melihat kondisinya yang seperti ini, dia pun bangkit dan memakai kembali pakainnya lalu langsung keluar.


diruangan kerjanya yang gelap itu bagas terus memikirkan shandrianna , dia sedih dan khawatir serta takut melihatnya. dia tidak tau apa yang terjadi kepada shandrianna akhir-akhir ini sering berubah-ubah sifat.


" Pergi atau aku bunuh kau ! " ucap shandrianna.


" Pergiiii !! "


setelah beberapa saat diruangan kerjanya kembali dia ingin melihat kondisi shandrianna , tapi shandrianna sudah tertidur pulas , didekatinya shandrianna dan diciumi wajahnya sampai ke bibirnya.


dia meneteskan air matanya ketika memandangi shandriannna yang tertidur seperti itu hatinya sesak melihat kondisi istrinya.


" Aku mencintaimu sayang , jangan berubah " gumamnya lalu memeluknya, malam ini sama sekali tak dia lepaskan pelukannya itu.


****


pagi harinya


saat bagaskara sedang berada didepan cermin untuk memasang dasi , shandrianna menghampirinya lalu mengambil kursi kecil dan naik kesana.


dia mengambil alih itu dibiarkan oleh bagaskara " Aku tau aku tidak bisa memasangnya dengan rapi tapi kata mas dasi yang dipasangkan oleh ku adalah yang terbaik. "


bagaskara hanya bisa menelan salivanya , dan tak banyak bicara.


" mas tumbem diam saja biasanya cerewet sekali "


" Bagaimana tanggapanmu ketika istri ingin membunuh suaminya sayang ?" tanya bagaskara.


" hmm itu ... aneh sekali , tapi jika suaminya sangat kejam dan selalu menyakitinya beberapa orang mungkin tidak punya pilihan lain. " jawabnya sedikit berpikir.


" Lalu jika mas ?"


" Mana mungkin aku mau melakukannya, mas bagas adalah pria , suami dan daddy yang sangat baik untukku dan anak-anak. aku sangat bodoh dan tak masuk akal jika melakukannya. "


" Lalu kenapa kau mau melakukannya semalam sayang ?"


" Lakukan apa mas ?" tanyanya balik.


" Membunuh mas "


" sembarangan mana pernah aku melakukannya berpikir saja tidak pernah, aku itu cinta sama mas. " jawabnya cepat.


" Sebenarnya apa yang terjadi apakah dia benar-benar lupa akan kejadian malam tadi." pikirnya.

__ADS_1


" Sudah selesai " kata shandrianna yang selesai dengan dasinya itu.


" Terima kasih " ucap bagaskara lalu memeluk shandrianna.


" Eh kenapa ini mas ?"


" semalam kita tidak menuntaskannya "


" benarkah ? bukankah dime.. " perkatannya berhenti dan bagaskara pikir itu mungkin ingatan yang masih bisa diingat shandrianna.


" iya sayang dime ?"


" mas aku malu "


" Tapi semalam kita tidak menuntaskannya kau marah padaku sayang "


"sungguh mas ? apa iya ? ".


" iya "


" Mau sekarang ? aku tidak tau kenapa aku marah "


" Nanti malam saja, mas sudah telat. jaga diri baik-baik ya nanti biar mas yang jemput anak-anak oke "


" iya mas "


***


Siang harinya


shandrianna sendirian saja dirumah , dia baru menelpon ibunya menanyakan Kabar anaknya. setelah itu dia merasa bosan dan memutuskan untuk keluar kerumah kecil melihat tanamannya.


namun baru saja dia keluar ada Lion dihadapannya, sedang tersenyum manis. shandrianna kaget melihatnya tapi bau wangi yang shandrianna rasakan sangatlah membuatnya mabuk dan menyendu.


" Sayang " Panggil Lion.


Shandrianna masih belum sadar sepenuhnya, dia masih berada ditengah-tengah sadar dan tidaknys dia.


" Sayang " Panggil Lion lagi.


dan kini memeluk shandrianna " Siapa ?" tanya shandrianna.


" Masa kau lupa , ini aku pacarmu shandrianna. "


" Pacar ?"


" ya "


" Tapi... "


" masuk yuk " ajak Lion yang menggandeng Tangan shandrianna lalu diddudukkannya shandrianna ke sofa.


Shandrianna hanya diam saja, entah kenapa dengan melihat wajah lion dia merasa tidak bisa bicara banyak.


" Kamu kenapa sayang ? bicara lah " Lion mengelus wajah shandrianna dengan lembut , lalu mendekati wajah shandrianan dan hampir mencium bibirnya.


drttt....drtttttt


📱 " Suami ❤"


drrtt....drrtttt


shandrianna memundurkan tubuh Lion dia ingin mengambil ponselnya tapi sayangnya langsung dibuang oleh Lion.


" ponselku "


" kita beli nanti, sayang ikut denganku yuk " ajak Lion.


" Kemana ?"


" Kerumahku "


" Tapi ini rumahku "


" aku ada pesta kecil , ayolah kita bersenang-senang nanti."


Tanpa banyak bicara shandrianna digandengnya menuju keluar, namun dari depan sebrang rumahnya seorang perempuan memperhatikan shandrianna yang bergandengan tangan dengan Lion.


didalam rumah itu ponsel shandrianna terus berdering, bagaskara terus menelponnya , sementara diperusahaannya bagaskara tampak mengkhawatirkannya.

__ADS_1


diliriknya jam tangan yang sudah pukul 3 sore itu, pekerjaannya juga masih banyak. tapi dia takut terjadi sesuatu.


__ADS_2