
hari ini bagaskara dan shandrianna mengantar ailen bersama kesekolah sebelum pergi ber-camping.
aileen terlihat tampan dan gayanya yang casual siapa lagi yang mendadaninya kalau bukan shandrianna. semua orang menatap mereka karena seperti keluarga yang sangat cocok dan bahagia.
" aileen !!! "
" gisel " ujar aileen.
" aileen kau tampan sekali, pasti mommy mu kan yang memilihkan bajumu "
" iya "
shandrianna dan bagaskara hanya tersenyum mendengar pembicaraan kedua anak kecil tersebut. dan pria kemarin yang shandrianna temui itu kembali ia lihat.
" gisel ini kotak makanmu. "
" terima kasih kakak "
" Aku cantik tidak ?" tanya gisel pada aileen.
" hmm cantik. "
" gisel tidak boleh seperti itu " kata pria itu.
" tidak masalah mereka anak-anak " kata bagaskara.
pria itu menatap bagaskara dengan intens dan beralih menatap shandrianna.
" Mereka pasangan ?" pikir nya.
" tentu saja aku ingin menjadi seperti mommy mu yang cantik. " saut gisel.
" sayang ini sudah waktunya berangkat. temui bu guru dan teman-teman yang lain. " kata shandrianna.
" iya mommy. "
" aileen ingat perkataan daddy, jangan pergi sendirian harus ada yang mendampingi oke ?" ujar bagakara.
" siap daddy. daddy juga harus mendengarkan aileen jaga mommy dan adik aileen. "
" tentu saja sayang, daddy pasti akan menjaga nya. "
" adik bayi kakak pergi dulu ya, jaga mommy dan jangan nakal disana oke ? " katanya berucap pada perut shandrianna.
" sudah sayang pergilah dan ajak temanmu. "
" ayo gisel "
" ayo "
gisel menggandeng tangan aileen menuju kedalam bis. sebenarnya bagaskara tidak rela membiarkan aileen sendirian takutnya ada sesuatu atau aileen sakit.
tapi shandrianna berhasil meyakinkannya dan aileen juga lelaki pasti bisa menjaga diri pikirnya.
" kita pulang ?" tanya bagaskara.
" kau harus bekerja. "
" aku antar kerumah ya, istirahat dan jangan lakukan apapun. "
" hmm "
pria itu melihat bagaskara merangkul shandrianna dengan penuh cinta dan terlihat sangat saling mencintainya.
" usia mereka terlihat berbeda, dan sedang mengandung lagi. " batinnya.
***
sore harinya
shandrianna baru saja selesai mandi sebentar lagi bagaskara akan pulang dia dan belum memasak apapun.
drrtt...drrttt
suami ❤
bagaskara ingin melakukan video call hingga ia mengangkatnya.
📱 " sayang sedang apa ?"
^^^📱 " Baru saja selesai mandi. kau belum pulang ?"^^^
📱 " sebentar lagi, oh ya pakai baju yang aku belikan itu ya."
^^^📱 " yang mana ?"^^^
📱 " warna salem itu, tidak usah masak aku akan beli diluar saja oke. "
^^^📱 " ha baguslah , tadinya aku mau masak tapi aku malas heheh "^^^
📱 " memangnya habis apa ? keluar rumah ? kan sudah aku bilang jangan keluar rumah tanpa izin. "
^^^📱 " aku bosan dirumah, jadi aku mengurus tanaman saja. "^^^
📱 " siap-siap ya sayang "
^^^📱 " mau kemana ?"^^^
__ADS_1
📱" Siap-siap bergadang "
^^^📱 " ha dasar mesum "^^^
^^^📱 " mas sudah dulu ya. ada pekerjaan sebentar. "^^^
📱 " baiklah dah aku mencintaimu "
^^^📱 " aku juga mencintaimu"^^^
📱 " aku langsung pulang sekarang "
***
seluruh baju yang shandriana miliki ia keluarkan dia mencari baju yang pernah dibelikan oleh bagaskara, dia merapikan kembali dan sambil mencarinya.
dan akhrinya baju itu ketemu dia menerawang ditubuhnya dihadapan kaca besar itu. dia terlihat bagus pikirnya.
lalu ia mengganti pakaiannya dan terlihat sangat sexy , dan tak lupa ia memakan aroma wewangian dan menghias dirinya.
sementara itu bagaskara telah memasuki halaman rumah, dia matikan mesin mobil dan turun tak sabar menemui shandrianna.
ceklek
rumah terlihat sepi lalu ia duduk di sofa karena agak lelah. dan tak lama terdengar suara pintu yang dibuka dari atas.
bagaskara menatap kedepan dan dia langsung tersenyum lebar melihatnya.
" Dimana makanannya ? aku menunggu mu dari tadi karena lapar. "
bagaskara tetap duduk posisinya dan memperhatikan shandrianna.
shandrianna yang berdiri disamping tembok dekat tangga itu hanya menatapnya biasa.
" menunggu makanan atau menungguku untuk bersamamu hmm ? kemarilah " panggil bagaskara.
shandrianna mendekatinya lalu ia duduk disebelah bagaskara.
" aku sungguh lapar anak kita minta makan dari tadi. "
" sebentar lagi makanannya datang, aku lupa jadi aku pesan saja. "
" dasar bohong. " katanya dengan cemberut.
" tidak bohong sayang sebentar lagi. ini maksudnya apa hmm ? bajunya minim sekali mau menggodaku ?"
" Tidak ! "
" Diamlah aku marah "
" yakin marah ?" tangan bagaskara masuk kebalakang punggu shandrianna sehingga kini tangannya melingkar di pinggang shandrianna dan mengelus perut shandrianna.
" sayang "
" sayang "
" yang "
" yang "
" yang ... yang... yang , yang haus ?" ujar shandrianna.
" hahhahah " bagaskara tertawa puas mendengarnya.
ting
tong
" siapa itu ?"
" eh sepertinya pesanan kita.."
" aku ambil. "
" ehhh duduk ! "
" kenapa aku sudah lapar ?"
" sayang lihat pakaianmu , suka tubuhnya dilihat ?"
" oh iya lupa , hehhe "
" duduk saja "
shandrianna pun menurut dan tak lama bagaskara kembali membawa 2 bungkus makanan plastik besar
" wah ! banyak sekali ! " shandrianna menyambutnya dengan terkagum-kagum.
" iya sengaja agar punya energi nanti. " jawab bagaskara.
" hmm ada pizza juga. ha jika saja aileen ada disini dia suka sekali dengan pizza. "
" kan aku sudah bilang nanti rindu aileen. "
__ADS_1
" hmm aku merindukannya, bagaimana jika dia besar nanti terus menikah dan dia punya rumah sendiri. kita pasti kesepian. " ucapnya yang langsung teringat masa depan.
" tenang kita masih punya 4 cadangan anak. dan anak-anak kita harus punya rumah yang berdekatan dengan kita. "
" Ngomong-ngomong soal aileen aku lupa memberitahumu, dia belum khitan. "
" apa ? kenapa belum ?"
" aku tidak tega melihatnya menangis waktu kecil. "
" ya ampun sayang. yasudah setelah dia pulang kita bawa aileen untuk khitan. "
" hmm "
shandrianna terlihat lahap sekali makan, dari mulai kentang goreng, fried chicken, chicken balls hingga pizza membuat bagaskara senang dia tidak peduli berat badan shandrianna akan naik atau tidak bahkan cantik atau tidak yang penting shandrianna bersamanya.
" ha kenyang jadi mengantuk. "
bagaskara melototkan matanya ketika shandrianna bilang mengantuk " jangan lupa ini sogokan, bukan menyuruh tidur. "
" besok saja ya "
" mana bisa begitu, tidak lihat adikku bereaksi dari tadi ini terus kutahan. "
" besar sekali " pikir shandrianna dan langsung menggelengkan kepalanya.
" sudah tau tapi dilihat terus. ayo kekamar " ajak bagaskara.
" mas tidak mandi ?"
" untuk apa kan kita tetap berkeringat ? hayo "
" apasih mas "
" iya kan ?"
dan didalam kamar keduanya bergumul dibawah selimut itu menuangkan semua hasrat dan rasa cinta yang mereka miliki, namun tetap bagaskara berusaha hati-hati agar tidak menyakiti shandrianna dan juga calon anaknya.
***
keesokan harinya
hari yang cerah dan matahari sudah terbit di ufuk timur, hari ini tara akan kembali bekerja dan sudah rapi dengan blezer hitamnya.
dia menuruni anak tangga dan menghampiri ayah dan ibunya yang sedang sarapan ria dimeja makan.
" selamat pagi ayah, selamat pagi ibu. " ucapnya.
" selamat pagi nak " jawab keduanya.
" duduklah ibu siapkan makanan. "
" tidak usah ibu hari ini buru-buru banyak sekali pekerjaan, aku sudah menyuruh sekretarisku membelikan sarapan. aku kerja dulu ya. "
" setidaknya makan lah dikit sayang " kata dini.
" iya nak ibumu benar " saut ayahnya.
" terima kasih ibu, atau begini saja bawakan di bekal aku akan memakannya disana. "
" boleh "
didalam perjalanan menuju kekantor dia merasa mobilnya bermasalah, hingga ia menghentikan mobilnya dan bingung apa yang menyebabkan mobilnya mogok.
" bagaimana ini aku harus sampai 20 menit lagi. " ucapnya risau.
tin
tin
tin
sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti dipinggirnya, dia tidak tau siapa orang itu dan keluar begitu saja.
" kau kenapa ?" tanya daniel
tara menegang ketika dihadapannya adalah daniel, dia langsung menatap kearah lain dan tidak mau melihat daniel.
" tara ? "
" mobilnya mogok " jawabnya.
" kau sudah telpon montir ?"
" belum "
" aku periksa dulu "
" tidak perlu daniel, terima kasih. aku akan panggil taksi saja. " tara ingin cepat-cepat pergi dari sana ketika melihat daniel hatinya merasa sakit. dia harus menerima kenyataan daniel bukan cintanya lagi.
tin
" Bu tara ?"
tara kembali menoleh " pak mahen " ujarnya pelan.
" aku akan mengantar ke perusahaan, dan sopirku akan menelpon montir. tinggalkan kuncinya disana sebentar lagi akan datang. "
__ADS_1
Tara menatap daniel sebentar lalu ia mengangukkan kepalanya , dia berjalan menuju kearah daniel tapi sebenarnya akan masuk kedalam mobil pak mahen.
daniel menoleh kebelakang menatap tara yang pergi tanpa pamit padanya.