
Sepanjang perjalanan pulang Nina hanya berdiam diri di dalam mobil
Matanya memandang keluar jendela kaca
Tatapannya kosong
Suasana hatinya sangat terpengaruh setelah pertemuan dengan Rini dan mama wina tadi
Indra juga merasakan perubahan sikap Nina dibanding dengan waktu berangkat tadi
Saat makan malam tadi pun Nina bahkan hampir tanpa bicara
Terlihat malas makan
Bahkan steak di hadapannya hanya di tusuk tusuk dengan garpu tanpa dimakan
Selalu melamun dan hanya bicara saat ditanya
Tak tahan melihatnya,Indra menghentikan mobil di pinggir jalan
Nina tetap diam ,bahkan tidak menyadari kalau mobil sudah berhenti
"Sayangku..."
Indra menyentuh bahu Nina dengan lembut
"Ehh...ohh..yaa mas..sudah sampai rumah ya..?"
Nina terlihat bingung menjawab
"Hei....kamu kenapa sayang
Apa yang sudah membuatmu begini
Kamu bengong terus dari tadi
Kamu selalu melamun dan wajahmu pucat"
Indra memberi perhatian
Bertanya sambil mengelus kedua pipi Nina dengan kedua tangannya
"Maaf ya mas,Nina tiba tiba tidak enak badan"
Nina menatap Indra
Ikut ikutan menangkup wajah Indra dengan kedua tangannya
"Benar tidak ada yang kamu pikirkan?"
Indra menyelidik menatap dalam ke arah mata Nina
Mata itu terlihat sedih dan seperti ada bening air yang coba ditahan
Indra kebingungan
"Heiii....kau menangis sayang
Ada apa sebenarnya"
Tiba tiba Nina menjatuhkan kepalanya ke dada Indra
Menangis sesenggukan hingga bahunya berguncang
Indra memeluk Nina dengan erat
Menyalurkan rasa sayangnya
"Kamu sebetulnya ada apa sayang
Katakan pada mas apapun yang kamu rasakan"
Di elus elusnya kepala dan punggung Nina
__ADS_1
Dibiarkannya Nina menuntaskan tangisnya
Perlahan isakan Nina terhenti
Mengangkat kepalanya dan menatap Indra
"Maaf ya mas,nin lagi sensitif
Lain kali nin pasti cerita"
"Janji ya....
Jangan memendam segala sesuatu sendirian....
Mas akan bersamamu menghadapinya"
Nina menganggukkan kepalanya
"Kita pulang ya...?"
Indra menghapus sisa sisa airmata Nina...
Esok paginya
Nina sudah berhasil menata perasaannya
Dia bertekad akan berusaha mengalihkan pikirannya
Dalam hati berharap semoga tidak akan bertemu lagi dengan Rini dan mamanya
Kuliah hari ini Nina ikut mobil mas Bagas
Sekalian menjemput Rara
"Dek ...semalam Indra telpon mas Bagas
Katanya kamu lagi ada masalah ya...
Bagas ikut merasa resah saat semalam Indra cerita
"Mas Bagas janji tidak cerita ke siapapun ya
Termasuk ke ayah ,papa dan mama...juga mas Indra"
"Memang ada apa dek...ceritakan ke mas Bagas"
"Nina semalam nemenin mas Indra keluar....
Nin ketemu mama Wina sama Rini di mall"
Nina mulai bercerita sambil matanya berkaca kaca...
"Apaa.....!!?!"
Bagas kaget setengah mati....
Ditepikannya mobil untuk mendengar cerita Nina
Bagas jadi penasaran
"Terus gimana dek....apa mereka mengganggumu"
Nina terisak meneruskan ceritanya
Semua diceritakan termasuk sebutan Tante untuk Wina
Bagas tercenung
Matanya menatap iba pada gadis yang sudah menjadi adiknya itu
Direngkuhnya tubuh Nina
Memberinya kekuatan
__ADS_1
"Kamu harus tabah ya dek
Kamu tidak sendirian....ada kami bersamamu"
Nina terisak dalam pelukan kakaknya
Nina meminta pada Bagas agar menyimpan cerita ini
Bagas mengiyakan keinginan Nina
Nina merasa agak tenang
Beban yang menghimpit dadanya sudah berkurang
Lega karena sudah membaginya dengan kakaknya
"Dek ...dengar ya....kamu adik mas
Kita ini keluarga lengkap
Bahkan orangtua kita ada 3
Allah begitu menyayangi kita
Memberikan keluarga yang saling mendukung
Menurutmu apa lagi yang kurang?
Apalagi yang harus kamu tangisi?
Biarkan orang yang sudah pergi karena memilih meninggalkanmu....
Itu hak dia
Seandainya dia tidak pergi
Belum tentu kamu sekarang menjadi adik mas
Menjadi kesayangan papa
Mempunyai adik adik yang manis....
dan mempunyai pengganti dia yang pergi
Kesayangan kita semua yaitu Mama Andita
Yang cintanya kepada keluarga tidak pernah habis
Sudah kita rasakan sendiri kan..
Yang juga menyayangimu tanpa pamrih...
Apa pantas kau menangisi berkah yang telah kau terima selama ini
Dekk....
Biarkanlah dia yang telah memilih pergi
Walaupun dia yang mengandungmu tapi kenyataannya dia tidak ingin bersamamu
Mas Bagas sangat menyayangimu seperti kepada Nadia,Andika dan Putri...kami adalah saudaramu
Yang akan sedih bila melihatmu bersedih
Dan akan bahagia bila kamu bahagia"
Panjang kali lebar,Luas dan dalam sekali Bagas menghibur adiknya
Nina tergugu menyadari nasehat dari mas Bagas,kakak kesayangannya
Meskipun di hati kecilnya masih ada rasa nelangsa,tapi sudah tidak sesedih tadi
Mas Bagas sudah membantu membuka pandangan Nina
__ADS_1