Hanya Kamu

Hanya Kamu
Nasehat Mas Bagas


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Nina hanya berdiam diri di dalam mobil


Matanya memandang keluar jendela kaca


Tatapannya kosong


Suasana hatinya sangat terpengaruh setelah pertemuan dengan Rini dan mama wina tadi


Indra juga merasakan perubahan sikap Nina dibanding dengan waktu berangkat tadi


Saat makan malam tadi pun Nina bahkan hampir tanpa bicara


Terlihat malas makan


Bahkan steak di hadapannya hanya di tusuk tusuk dengan garpu tanpa dimakan


Selalu melamun dan hanya bicara saat ditanya


Tak tahan melihatnya,Indra menghentikan mobil di pinggir jalan


Nina tetap diam ,bahkan tidak menyadari kalau mobil sudah berhenti


"Sayangku..."


Indra menyentuh bahu Nina dengan lembut


"Ehh...ohh..yaa mas..sudah sampai rumah ya..?"


Nina terlihat bingung menjawab


"Hei....kamu kenapa sayang


Apa yang sudah membuatmu begini


Kamu bengong terus dari tadi


Kamu selalu melamun dan wajahmu pucat"


Indra memberi perhatian


Bertanya sambil mengelus kedua pipi Nina dengan kedua tangannya


"Maaf ya mas,Nina tiba tiba tidak enak badan"


Nina menatap Indra


Ikut ikutan menangkup wajah Indra dengan kedua tangannya


"Benar tidak ada yang kamu pikirkan?"


Indra menyelidik menatap dalam ke arah mata Nina


Mata itu terlihat sedih dan seperti ada bening air yang coba ditahan


Indra kebingungan


"Heiii....kau menangis sayang


Ada apa sebenarnya"


Tiba tiba Nina menjatuhkan kepalanya ke dada Indra


Menangis sesenggukan hingga bahunya berguncang


Indra memeluk Nina dengan erat


Menyalurkan rasa sayangnya


"Kamu sebetulnya ada apa sayang


Katakan pada mas apapun yang kamu rasakan"


Di elus elusnya kepala dan punggung Nina

__ADS_1


Dibiarkannya Nina menuntaskan tangisnya


Perlahan isakan Nina terhenti


Mengangkat kepalanya dan menatap Indra


"Maaf ya mas,nin lagi sensitif


Lain kali nin pasti cerita"


"Janji ya....


Jangan memendam segala sesuatu sendirian....


Mas akan bersamamu menghadapinya"


Nina menganggukkan kepalanya


"Kita pulang ya...?"


Indra menghapus sisa sisa airmata Nina...


Esok paginya


Nina sudah berhasil menata perasaannya


Dia bertekad akan berusaha mengalihkan pikirannya


Dalam hati berharap semoga tidak akan bertemu lagi dengan Rini dan mamanya


Kuliah hari ini Nina ikut mobil mas Bagas


Sekalian menjemput Rara


"Dek ...semalam Indra telpon mas Bagas


Katanya kamu lagi ada masalah ya...


Bagas ikut merasa resah saat semalam Indra cerita


"Mas Bagas janji tidak cerita ke siapapun ya


Termasuk ke ayah ,papa dan mama...juga mas Indra"


"Memang ada apa dek...ceritakan ke mas Bagas"


"Nina semalam nemenin mas Indra keluar....


Nin ketemu mama Wina sama Rini di mall"


Nina mulai bercerita sambil matanya berkaca kaca...


"Apaa.....!!?!"


Bagas kaget setengah mati....


Ditepikannya mobil untuk mendengar cerita Nina


Bagas jadi penasaran


"Terus gimana dek....apa mereka mengganggumu"


Nina terisak meneruskan ceritanya


Semua diceritakan termasuk sebutan Tante untuk Wina


Bagas tercenung


Matanya menatap iba pada gadis yang sudah menjadi adiknya itu


Direngkuhnya tubuh Nina


Memberinya kekuatan

__ADS_1


"Kamu harus tabah ya dek


Kamu tidak sendirian....ada kami bersamamu"


Nina terisak dalam pelukan kakaknya


Nina meminta pada Bagas agar menyimpan cerita ini


Bagas mengiyakan keinginan Nina


Nina merasa agak tenang


Beban yang menghimpit dadanya sudah berkurang


Lega karena sudah membaginya dengan kakaknya


"Dek ...dengar ya....kamu adik mas


Kita ini keluarga lengkap


Bahkan orangtua kita ada 3


Allah begitu menyayangi kita


Memberikan keluarga yang saling mendukung


Menurutmu apa lagi yang kurang?


Apalagi yang harus kamu tangisi?


Biarkan orang yang sudah pergi karena memilih meninggalkanmu....


Itu hak dia


Seandainya dia tidak pergi


Belum tentu kamu sekarang menjadi adik mas


Menjadi kesayangan papa


Mempunyai adik adik yang manis....


dan mempunyai pengganti dia yang pergi


Kesayangan kita semua yaitu Mama Andita


Yang cintanya kepada keluarga tidak pernah habis


Sudah kita rasakan sendiri kan..


Yang juga menyayangimu tanpa pamrih...


Apa pantas kau menangisi berkah yang telah kau terima selama ini


Dekk....


Biarkanlah dia yang telah memilih pergi


Walaupun dia yang mengandungmu tapi kenyataannya dia tidak ingin bersamamu


Mas Bagas sangat menyayangimu seperti kepada Nadia,Andika dan Putri...kami adalah saudaramu


Yang akan sedih bila melihatmu bersedih


Dan akan bahagia bila kamu bahagia"


Panjang kali lebar,Luas dan dalam sekali Bagas menghibur adiknya


Nina tergugu menyadari nasehat dari mas Bagas,kakak kesayangannya


Meskipun di hati kecilnya masih ada rasa nelangsa,tapi sudah tidak sesedih tadi


Mas Bagas sudah membantu membuka pandangan Nina

__ADS_1


__ADS_2