Hanya Kamu

Hanya Kamu
Kebenaran Sesungguhnya


__ADS_3

malam harinya


bagas kembali ke rumah suasana nya tampak sepi dan gelap dia selalu pulang tanpa seseorang yang menyambutnya.


dia hidupkan lampu rumah dan tersenyum melihat foto shandrianna.


cup


" aku merindukanmu"


" besok ... aku harus keluar negeri selama beberapa hari, aku akan meninggalkan rumah ini nanti. kau tau aku akan kemana ? istanbul ... kota bunga tulip aku akan membawakan bunga tulip untukmu nanti. "


dia langkahkan kakinya kekamar dia buka bajunya saat akan mengambil baju didalam lemari, dia tersenyum melihat pakaian shandrianna yang selalu tertata rapi disebelah pakainnya.


dia pun mandi setelah mandi dan berganti baju dia menuju ke kontak lampu tapi matanya tertuju pada boneka rilakkuma berwarna putih.


untukmu " shandrianna memberikan satu boneka rilakkuma berwarna putih.


" untukku ?".


untukmu " shandrianna memberikan satu boneka rilakkuma berwarna putih.


" untukku ?".


" ya , ini aku dan ini kau kita pegang satu -satu "


" kenapa begitu ?"


" karena ... hmm karena kita suami istri " jawabnya begitu saja.


" tidak ada alasan lain ?"


" ada "


" apa ?"


" taruhlah ini di kantormu dan aku akan menaruhnya di ruanganku, saat aku masuk dan tidak ada kau maka bonekanya saja tidak masalah. aku tidak ingin dianggap masuk tanpa izin lagi oleh orang luar. "


bagaskara kembali tersenyum dan memeluk boneka itu.


" Aku anggap boneka itu adalah shandrianna kedua, lihatlah wajah cantiknya ini sangat menggemaskannsaat aku merindukanmu dan kau tidak ada disampingku aku akan memeluknya. "


shandrianna tertawa mendengarnya " aku memang menggemaskan " sautnya.


" ya , ini aku dan ini kau kita pegang satu -satu "


" kenapa begitu ?"


" karena ... hmm karena kita suami istri " jawabnya begitu saja.


" tidak ada alasan lain ?"


" ada "


" apa ?"


" taruhlah ini di kantormu dan aku akan menaruhnya di ruanganku, saat aku masuk dan tidak ada kau maka bonekanya saja tidak masalah. aku tidak ingin dianggap masuk tanpa izin lagi oleh orang luar. "


bagaskara kembali tersenyum dan memeluk boneka itu.


" Aku anggap boneka itu adalah shandrianna kedua, lihatlah wajah cantiknya ini sangat menggemaskannsaat aku merindukanmu dan kau tidak ada disampingku aku akan memeluknya. "


shandrianna tertawa mendengarnya " aku memang menggemaskan " sautnya.


kembali dia mengingat dimasa-masa ia dan shandrianna merasa sangat dekat boneka shandrianna tidak pernah luput dari pelukannya saat tengah tertidur.


" selamat malam shandrianna sayang "


dia mematikan lampu lalu tidur memeluk boneka rilakkuma itu.


****

__ADS_1


Bandara Soekarno-Hatta.


didalam pesawat bersama pak nam dia akan pergi ke istanbul untuk urusan pekerjaan. dari matanya pak nam bisa melihat kerinduan, kehancuran dan tangisan dimata bos nya itu.


tapi dia tidak berani untuk mengatakan apapun.


" kau mau mengatakan sesuatu ?" tanya bagaskara tanpa menoleh dia terus melihat keluar jendela.


" Waktu memang sangat kejam kan pak ... dia selalu maju tanpa memikirkan seseorang yang ingin terus di posisi mundur. "


" kau bisa melihat mataku. "


" kesedihan, kerinduan dan kemarahan "


" Ini hanya karena satu orang "


" semenjak tidak ada bu laura semuanya damai. jika saja yang pergi hanya bu laura semuanya akan lengkap dengan nona shandrianna. "


" Semua nya salahku "


*Flashback on


bagas membawa laura kesebuah tempat dimana semua orang tidak mengetahui tempat apa itu, tapi disana ada foto-foto pernikahan laura dan juga dimas.


laura ditutup menggunakan kain matanya. bagas mendudukannya di sebuah kursi.


" kau mau aku menandatangani surat cerai ku ? tapi shandrianna sudah tiada "


" bagas tanda tangani saja, setelah ini kita bisa menikah aku hanya ingin kau tidak ada status apapun lagi apalagi dianggap sebagai duda bekas peninggalan shandrianna."


" apakah aku barang bekas ? laura berapa usia kandungan anak kita ?"


" hmm sekitar 2 bulan "


" 2 bulan ? benarkah ? tapi aku tidak pernah menyentuhmu "


" bagas waktu itu kau tidak ingat kita mabuk "


" bagas .. tidak mungkin kau menyentuhku malam itu. "


" aku tidak bodoh laura , kau memberikan sesuatu ditubuhku untuk mengelabui shandrianna dan juga diriku. aku tidak tertarik denganmu. kau membodohiku tapi aku lebih dahulu yang membodohimu. "


" lihat kakak ipar "


" kakak ipar ?"


" Berhenti bersandiwara laura ! itu anak nya dimas kau dan dimas diam-diam menikah di singapura kau pikir aku tidak tau ? semenjak pulang ke indonesia aku sudah tau semuanya. kalian berdua ingin hartaku. "


" bagas ! lepaskan laura ! " dimas datang membawa pistol yang ditujukan untuk bagaskara.


" dimas kau datang juga .. kau mau aku menandatangani ini ? "


" aku akan menandatanganinya ini hanyalah 10% dari hartaku. "


" bagas kau tau lalu kenapa melakukan semua ini ha ! " teriak laura.


" aku ingin melihat kalian bertemu seperti ini , dan akhirnya itu terjadi. dimas ... kau tidak lihat apa yang kau lakukan padaku ?"


" Kau kehilangan wanita yang kau cintai" ujar dimas.


" benar ! aku kehilangan wanita yang bisa membuat hidupku berwarna. dua kali ! dua kali aku kehilangan wanita yang paling aku cintai. pertama ibuku dan kedua istriku , itu semua karena kalian hingga aku merencakan ini tapi aku malah membuat istriku mengakhiri hidupnya sendiri ! "


" aku marah padamu bagas , kau pergi tanpa memberikan apapun pada ayahku. padahal dia sudah mengurusmu dengan baik. tidak adakah rasa terima kasih darimu untuk ayahku ? ayahku menderita di penjara "


" kau pikir aku meninggalkannya begitu saja ? ayah sudah aku berikan separuh hartaku kepadanya dan harus membagi nya denganmu dimas. aku masih mengingat kebaikan ayah tapi dia sendirilah yang merasa tidak pernah puas. "


" Wanita ini ! dia temanku dulu hanya karena ibunya menitipkannya kepadaku aku harus menjaganya tapi tidak lagi ! ambillah hartaku itu dan pergi bersama wanita yang tidak ada harga diri itu "


jleb


laura tersentak mendengar bagas menyebutnya sebagai wanita tidak ada harga diri " aku bukan wanita seperti katamu bagas ! "

__ADS_1


" lalu apa ha ? jika kau punya harga diri kau tidak akan memberikan tubuhmu kepada sembarang orang, hanya karena harta semata. "


" bagas " dimas menodongkan pistol kekepala bagas tapi dengan cepat bagas menghalau kaki dimas dan mengambil alih pistol itu


dor


dor


dor


dor


laura dan dimas menutup telinga mereka mendengar suara tembatakan yang bertubi-tubi itu , bagas menembakkannya ke lantai sehingga tidak ada satupun yang terluka.


" aku bisa saja membunuhmu tapi aku masih ingat betapa ibuku juga mencintaimu dimas "


bugh


bugh


bugh


beberapa kali bagaskara memukul dimas sampai babak belur, dia begitu marah dan setiap melihat wajah laura dia selalu terbayang bagaimana kesedihan shandrianna.


" kau ! jangan pernah muncul dihadapanku lagi* "


flashback off


****


Bandar udara istanbul ataturk


sesampainya di bandar udara internasional istanbul bagas menuju kehotel terdekat. interior di kota istanbul yang seperti gaya eropa itu membuatnya sedikit nyaman.


" Nanti malam acara akan dimulai pukul 9 " ujar pak nam


" Kalau begitu datanglah pukul 8 "


" baik pak "


malam harinya bagaskara telah rapi dan tampan mengunakan jas berwarna hitam dan dasi kupu-kupu. sebentar lagi dia akan menghadiri acara bisnis di sebuah kapal pesiar dimana memang acaranya diadakan di atas kapal pesiar.


merasa sudah pas dia segera keluar dan ternyata pak nam telah menunggunya didepan pintu hotel.


" mari pergi "


diperjalan menuju kekapal pesiar itu entah kenapa dia merasa sedikit gelisah, sesekali dia minum air di botol untuk menghilangkan rasa gugupnya.


****


sekarang dia sudah ada disebuah kapal pesiar dimana ada begitu banyak para pebisnis dari manca negara yang hadir di acara ini. karena dia tidak suka terlalu banyak bicara pada orang luar dia hanya diam dan melihat siapa-siapa yang datang.


" Saya ambil minum dulu pak " kata pak nam.


" ya "


karena dia sendirian dia pun memutuskan untuk keluar melihat udara segar dan lautan yang membentang luas.


" thank you very much for the compliment. And where is Mr. Salem? shouldn't you be with him? "


suara seorang perempuan yang amat dekatnya dia berusaha mencari suaranya tapi tidak tau dimana.


" Alright, I'll excuse myself I'll be back later "


" Shandrianna " gumamnya


entah kenapa dia mengingat shandriana saat mendengar suara perempuan itu, tapi dimana pikirnya dia terus mencari menoleh kasana kemari.


tapi tiba - tiba seorang perempuan memakai gaun panjang keluar dari salah satu pintu , perempuan itu tidak menoleh kearahnya hanya berdiri menyamping menatap kedepan.


" Shandrianna " batinnya.

__ADS_1


__ADS_2